Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
permulaan (season 2)


__ADS_3

...Hai semua....


...novel gadis kecil pilihan papa kembali lagi disini....


...pada kangen author gak?...


...pasti enggak:)...


.../...


.../...


...yasudah tidak apa-apa kalau gak kangen author tapi semoga kalian merindukan Rangga dan danita. terimakasih yang sudah menunggu cerita kelanjutan dari novel ini:)....


...enjoy reading...




Semua kisah kembali lagi di awal, mengingat semua kejadian yang pernah terjadi di masa lalu memanglah menyakitkan. tapi masa lalu itu tidak dapat dirubah dan tidak ada satu pun yang bisa membuangnya.



seorang anak laki-laki yang masi berusia 5 tahun melihat dengan mata kepalanya sendiri hancurnya rumah tangga orang tuanya. didepan matanya, dia menyaksikan kejadian yang sangat dibenci oleh setiap anak yaitu perceraian orang tua mereka.



"papa?" anak laki-laki itu menghampiri papanya yang sedang merenung di kursinya.



"iya nak" papanya itu langsung mengangkat kepalanya.



"papa, mama pergi ke mana?"



"mama sedang istirahat nak" mengangkat anak lelakinya ke pangkuannya.



"mama istirahat dimana pah?" menatap papanya dengan tangan yang masi memegang mainannya.



"mama lagi gak mau diganggu nak" menyisir rambut hitam anak lelakinya.



"mama bakal balik lagi gak pah?"


__ADS_1


"papa tidak tahu nak" menatap putranya dengan mata yang sendu.



"tuan Rangga?" panggil zan membuyarkan lamunan Rangga.



"ada apa?" melonggarkan dasinya sedikit.



"5 menit lagi rapatnya akan dimulai tuan" zan berusaha menangkap sesuatu dari air muka Rangga.



"baiklah" langsung berdiri dari kursinya dan melangkah bersama zan.



"*apa yang tadi sedang tuan Rangga pikirkan*?" zan Masi belum bisa menangkap sesuatu.



"*kenapa aku masih mengingat semua itu? bahkan setiap kalimat papa Masi terngiang di kepala ku*" mendesah samar, Rangga memasuki ruang rapat.



\*\*\*\*\*



"nona anda mau makan sesuatu?" tanya audri menghampiri danita di halaman belakang.



"tidak mba, mba duduklah disini" menepuk kursi disebelahnya.



audri duduk Masi dengan menjaga jarak dengan danita sedikit.



"libur kuliah ku sebentar lagi berakhir" gumamnya sendiri.



dari raut wajah danita bisa terlihat ada sesuatu kekecewaan yang tergambar di wajah danita.



"nona akan kembali kuliah lagi bukan?" audri ingin sekali menghibur danita walau hanya sedikit tapi audri sadar dia itu siapa.


__ADS_1


"emm tapi aku akan kuliah dirumah" mengangguk kecil menatap kedepan.



"mba audri bagaimana kalau mba bantuin aku cari teman dirumah ini?"



"teman?" tanya audri.



"aku tau mba audri akan kembali berkerja di adinata lagi, jadi setidaknya saat mba audri sudah kembali ke adinata grup aku sudah mempunyai teman disini" ucap danita penuh semangat dan itu membuat audri sedikit sedih melihatnya.



"nona tapi disini hanya ada pelayan"



"memang kenapa?"



"anda tidak seharusnya berteman dengan pelayan" ucap audri pelan



raut wajah danita sedikit berubah yang tadinya tersenyum kini matanya menatap kebawah.



"memang kenapa kalau aku berteman dengan pelayan?" mengangkat kembali pandangannya.



"*Anda bertanya kenapa? apa anda tidak sadar status anda sekarang*?" audri ingin sekali mengingatkan kepada danita hal itu.



dan terjadilah kesunyian diantara mereka berdua, hanya ada suara angin yang berhembus.



Danita selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada para pelayan wanita dirumah ini, tapi setiap kali dia ingin mendekati mereka para pelayan langsung menunduk hormat lalu pergi dari hadapan danita. danita tentu saja tidak nyaman dengan hal itu, dan danita Masi bingung kenapa para pelayan menghindarinya.



"nona jika anda mau saya bisa mendampingi Anda menemui para pelayan" ucap audri.



"terimakasih mba" senyum danita mengembang lagi dan langsung menarik audri untuk berdiri.


__ADS_1


Bersambung


__ADS_2