Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Kepulangan danita


__ADS_3

Sudah 3 hari danita dirumah sakit, karna perkembangan penyembuhan danita jauh lebih cepat dari yang dokter kirakan, hari ini danita sudah boleh pulang kerumah tapi setiap seminggu sekali danita harus kerumah sakit untuk kontrol.


Rangga sedang dikantornya, yang menemani danita selama Rangga dikantor adalah Kelin, hari ini pun Kelin yang menemani danita pulang. sebelum pulang danita ingin menjenguk papa kino dulu begitu juga dengan Kelin dia ingin bertemu papa dan mamanya.


"danita kamu sudah boleh pulang?" tanya mama Wulan saat danita masuk kedalam ruangan.


"iya mah" jawab danita lembut sambil tersenyum.


"jaga kesehatan kamu danita, dan jaga kesehatan orang² disekitar mu" ucap papa kino memegang tangan danita bekas infusan.


"Kelin kamu temani kakak kamu pulang yh" ucap papa kino kepada putri cantiknya.


"siap pah" balas Kelin mantap mengacungkan jempolnya.


"pah mah aku pamit yah?, pembantu yang disuruh Rangga sedang menunggu dibawah" pamit danita mencium tangan papa kino disusul mama Wulan.


"iya, jaga kesehatan kamu ya sayang?" ujar mama Wulan mengusap rambut danita, supaya tidak ada yang merasa iri mama Wulan dan papa kino mencium putri semata wayang mereka.


danita dan Kelin berjalan keluar rumah sakit saat sampai di loby danita melihat sosok yang sangat familiar.


"kak danita" lambai seseorang dari kejauhan.


danita tersenyum berjalan kearah lelaki itu diikuti Kelin yang bingung.


"Rio kenapa gak bilang kalau mau kesini?" tanya danita kepada adiknya. orang yang melambai kepada danita itu adiknya.


"kalo bilang gak suprise dong nanti" jawab Rio tersenyum.


"kak danita ini siapa?" tanya Kelin menatap lelaki tinggi dan tingginya lebih dari danita.


"Kelin kenalkan ini Rio adikku, Rio kenalkan ini Kelin adik ipar ku" jawab danita memperkenalkan dua orang yang tidak saling kenal.


"hallo aku Rio" sapa Rio ramah.


"Kelin" berbicara dengan senyum ceria.


"Rio kamu mau ikut kakak kerumah tuan Rangga?" tanya danita memberikan tasnya ke Rio.


"enggak kak, nanti ngerepotin aku langsung pulang aja" jawab Rio berjalan keluar dari rumah sakit.


didepan rumah sakit danita melihat mobil yang sangat dia kenal.


"apa itu dia?" danita bergumam sendiri tetap berjalan menuju mobil yang berjejer.


seseorang keluar dari mobil yang sangat danita kenal, yaitu sekertaris zan. Kelin terkejut melihat ada sekertaris kakaknya, Kelin melihat danita yang berekspresi datar tidak terkejut sama sekali.


"tuh kan benar dia, sudahku duga dia akan datang" gumam danita berjalan ke arah zan yang sudah melihatnya.


"sekertaris zan tuan Rangga ikut?" tanya danita saat sudah sampai didepan zan.


"kalau saya ada disini otomatis tuan Rangga juga ada disini" jawab sekertaris zan santai tapi masih berkesan sopan dan ramah.


"enteng sekali kalau ngomong" gerutu danita pelan membuka pintu belakang tapi dihalangi zan. "apa lagi?" tanya danita agak mulai kesal dengan zan.


"tidak pantas kalau saya ada disini tapi nona membuka pintu sendiri" jawab zan cepat membuka pintu belakang.


danita langsung melihat sosok pria sedang duduk dan tersenyum saat pintu dibuka. danita pun ikut tersenyum, dia sudah tidak kaget lagi dengan tindakan Rangga yang serba mendadak.


"kak Rangga kenapa bisa disini?" ucap Kelin terkejut.

__ADS_1


"terserah aku dong, aku yang punya rumah sakit, aku yang punya mobil ini" ujar Rangga memamerkan kuasanya.


Kelin berdengus kesal sambil memutari mobil masuk ke kursi depan bersebelahan dengan zan.


danita masuk kedalam mobil, duduk disebelah Rangga. zan juga ikut masuk dia duduk debelakang kemudi. mobil Rangga berada paling depan diikuti 2 mobil dibelakangnya membawa keperluan danita selama dirumah sakit.


didalam mobil yang terdengar obrolan Rangga dan danita yang hanya bisa dimengerti Rangga,danita dan zan. sedangkan Kelin dia hanya menyimak obrolan yang sama sekali tidak nyambung dipikirannya.


"sayang bukannya tadi kau pergi kekantor?" tanya danita yang berada didalam dekapan Rangga.


"beberapa urusanku sudah selesai sebelum aku kesini" jawab Rangga menciumi kepala danita dan tidak lupa rambut danita ia ciumi.


"habis mengantarku kau kembali lagi kekantor?" tanya danita lagi sambil menyenderkan kepalanya didada Rangga.


"hmm" kata² legendpun keluar.


di pertengahan jalan danita tiba² kepikiran makan burger dan eskrim coklat, danita membayangkan semua makanan itu masuk kedalam perutnya. dia ingin bilang ke Rangga tapi dia takut kalau Rangga tidak mengizinkannya.


"sayang" panggil danita mendongakkan kepalanya berusaha untuk menatap wajah rangga.


"hmm" menurunkan kepalanya.


"aku menginginkan sesuatu boleh tidak?" tanya danita dengan suara diimut²in.


"katakan" jawab Rangga mengusap pipi danita.


"aku mau burger cheese dengan beef dan es krim coklat cron" ujar danita bersemangat dan antusias.


Kelin yang mendengar makanan kesukaannya disebut langsung menatap danita yang berada di kursi belakang.


"kaukan baru keluar dari rumah sakit" ucap Rangga tidak setuju dengan permintaan danita.


"yaudah nanti zan akan kirimkan pesananmu itu kerumah" ucap Rangga santai dan mengalah.


"makasih sayang" balas danita mencium pipi Rangga membuat kedua jomblo yang berada didepan menatap keluar jendela.


"kak danita tau aja apa yang aku mau hihi" ucap Kelin kegirangan dalam hati.


mobil sudah sampai didepan rumah utama, Kelin dan zan sudah turun tapi Rangga dan danita belum turun. ini akan menjadi drama lagi. ucap zan dalam hati seraya keluar dari mobil.


didalam mobil Rangga tidak henti²nya mencium pipi danita berulang², danita tidak menolak perlakuan suaminya itu karna jujur dia sangat merindukan sentuhan dari suaminya.


"sayang udah, aku mau turun" ucap danita berusaha melepaskan bibir Rangga yang menempel dipipinya. Rangga tidak mendengarkan danita, dia tetap menciumi pipi danita yang agak mulai tirus karna sakit.


akhirnya danita menoleh kerangga dan bibir mereka bertemu, terjadilah pautan bibir yang sangat lamaaa dan menguras tenaga danita karna dari ciuman lembut bisa berubah menjadi ciuman ganas yang sangat melelahkan.


setelah sangat lama berpautan bibir, akhirnya Rangga melepaskannya. danita langsung turun dari mobil dan melihat mobil Rangga sampai hilang dari pandangannya.


"selamat datang nona" sapa pak Tan ramah.


"terima kasih pak" balas danita tak kalah ramah dengan senyuman cerianya.


"nona mari saya antarkan kekamar, nona harus banyak istirahat" ucap pak Tan sopan.


danita berjalan mengikuti langkah kaki pak Tan yang didepannya.


"pak Tan kalau ada tukang delivery datang membawakan burger terima aja, dan bawakan kekamar ku 2 burger dan satu eskrim" pinta danita saat sudah sampai didepan kamar Rangga.


"baik nona" balas pak Tan menganngguk sopan.

__ADS_1


danita masuk kedalam kamar dan bergegas membersihkan tubuhnya yang bekas dari rumah sakit. setelah keluar dari ruang ganti baju dan sudah memakai pakaian santai versi danita dia kembali kekasur sambil membuka hpnya.


ada beberapa pesan masuk dihpnya, grup Chet kelasnya ramai saat danita jatuh pingsan dikelas. banyak yang menanyakan keadaannya terutama si penanggung jawab kelas.


danita membuka,membaca dan membalas pesan itu satu persatu. dia kembali menerima pesan dari hito danita tentu saja membuka dan membalasnya.


isi pesan


"danita selamat yah, kau sudah boleh pulang dari rumah sakit" hito


"iya makasih to, makasih juga kamu dah gendong aku ke ruang kesehatan" danita


"itu udah tugas aku nit, oh iya kamu kapan masuk kuliah?" hito


"belum tau nih to" danita


"yaudah kamu banyak istirahat aja, cepet² masuk ya nit" hito


"iya to makasih" danita


end


tok tok


pintu diketuk, danita berjalan membuka pintu.


"nona ini burgernya" ucap pak Tan memberikan nakas yang berisi 2 burger dan satu es krim cron.


"iya pak makasih" balas danita mengambil nakas ditangan pak Tan.


"dibawah masih banyak sisanya, mau saya apakan nona?" tanya pak Tan.


"emm sebagian kasih aja ke para pelayan, selebihnya simpan buat ku. sisakan saja 4 atau 6" jawab danita sambil terlihat berfikir.


"baik nona, tapi es krimnya dikirim satu kulkas es krim" ucap pak Tan cepat.


"apa" ujar danita terkejut.


"yaudah pak kalau ada pelayan yang mau makan es krim suruh ambil aja disitu" ucap danita.


"baik nona" balas pak Tan sambil mengangguk sopan.


danita tersenyum lalu kembali masuk kedalam kamar. didalam kamar danita memakan burgernya sambil menonton filme Korea dileptopnya, danita bisa dibilang fansnya Lee Minho. semua drama yang diperankan Lee Minho sudah dia tonton, ada juga yang belum dia tonton.


danita sangat serius menonton drama dileptopnya sambil memakan es krimnya. saat ada adegan Lee Minho berciuman dengan peran pendampingnya, danita jadi teringat Rangga. berapa detik kemudian adegan ciuman sudah selesai begitu pula dengan pikiran danita ke Rangga, dia kembali fokus dengan drama kesukaannya.


tidak terasa hari semakin sore danita sedang didalam dikamar mandi membersihkan badannya dan memakai segala keperluannya. danita membayangkan adegan lee Minho sedang mengusap perut peran pendampingnya, jika itu dilakukan oleh Rangga pasti sangat lucu.


danita keluar dari ruang ganti baju sudah memakai pakaian khasnya yaitu celana hotpants, baju kaos biasa dan rambut yang digulung asal keatas. terlalu muda jika dikatan sebagai istri jika penampilan danita seperti ini. danita tidur dikasur membuka hpnya melihat lihat sosial medianya dan beberapa Chet yang masuk.


danita sudah sangat bosan seharian didalam kamar karna Rangga tidak memperbolehkannya untuk keluar rumah bahkan keluar dari lantai 2 saat Rangga belum pulang juga tidak boleh. apa yang dipikirkan Rangga sampai segitunya, itulah isi dari pikiran danita. danita menunggu kabar dari pak Tan kalau Rangga sudah pulang, tapi jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh Rangga belum juga pulang.


______________________________________________


dicintai oleh Rangga adalah suatu keberuntungan bagi danita, tapi danita kembali tersadar kalau dicintai sosok seperti Rangga hidupnya bagaikan burung didalam sangkar. semuanya serba diatur Rangga walaupun danita tau itu sebagai tanda cinta kasihnya kepada dirinya, tapi wanita mana yang akan kuat dan akan sabar menghadapi suami seperti rangga. bukannya danita tidak mensyukuri anugrah Tuhan yang diberikan untuknya, tetapi terkadang danita berfikir kalau tidak seharusnya Rangga mencintainya karna itu akan sangat berpangaruh dalam hidupnya.


biarlah kisah dua insan ini mengalir bagaikan air walupun danita merasa bagaikan burung didalam sangkar tapi untuk saat ini danita Masi memangklumi itu karna dia sadar siapa yang mencintainya, siapa lelaki yang mau mencintai dan menyayanginya saat ini. danita hanya bisa pasrah kepada suratan takdir yang sudah ditulis tuhan untuk hidupnya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2