Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Kabar gembira


__ADS_3

Keesokan harinya danita berencana untuk pergi kerumah sakit diam² dia bolos mata kuliah hari ini untuk pergi kerumah sakit mengecek apakah benar dia sedang hamil atau tidak jadi hari ini danita pura² pergi kuliah tapi nanti dia akan kabur dari orang yang disuruh Rangga.


kini danita sudah sampai dikampusnya, sesuai rencana danita masuk terlebih dahulu ke dalam kampus lalu dia akan menghilang tiba² lewat pintu belakang kantin kampus ini. rencana pertama berhasil, dia berhasil menghilang dari pandangan orang suruhan Rangga. dengan cepat danita memesan ojek online dihpnya dan tidak beberapa lama kemudian ojek online datang, danita langsung naik dan melaju rumah sakit.


****


dr.rajwa melihat sosok danita yang sedang berjalan dilorong rumah sakit, awalnya dia mengira hanya bayangan karna mana mungkin danita kesini tanpa Rangga jadi dia mengabaikan sosok itu.


"permisi mau daftar dipoli kandungan" ucap danita saat sampai dimeja pendaftaran.


dr.rajwa yang sudah tidak asing dengan suara itu langsung menengok dan betapa kagetnya saat melihat danita ada dirumah sakit dan apa yang dikatakan danita? poli kandungan? rajwa berdebat dengan otaknya mencerna ucapan danita.


"dokter rajwa" danita pun tak kalah kaget saat melihat rajwa.


"danita kau sedang apa disini?" menatap danita seperti sedang tertangkap basah.


"aku angin memeriksa dokter" jawab danita terbata². kenapa aku tidak ingat kalau disini ada dokter rajwa. danita baru menyadari siapa kepala rumah sakit ini.


"tadi kau bilang kau ingin ke dokter kandungan, apa kau sedang mengandung?" tanya rajwa serius.


"aku hanya ingin memeriksa dokter" berusaha untuk tenang tidak tegang.


"kalau begitu ikut saja aku, kau tidak perlu mendaftar aku akan mengantarkan mu keruang kandungan VVIP dirumah sakit ini" ajak Rangga langsung berjalan mendahului danita.


danita hanya diam tidak bisa membantah karna takut akan menimbulkan kerusuhan dirumah sakit ini. akhirnya danita mengikuti langkah rajwa menuju ruang kandungan VVIP yang hanya bisa dimasuki oleh orang² tertentu, kalau untuk pasien hanya VIP kalau keluarga adinata yang datang ruangannya yang VVIP alias yang paling bagus dan yang paling elit diantara ruangan lain.


"tunggu disini aku akan memanggilkan dokter" ucap rajwa menunjuk sofa yang tersedia.


tidak beberapa lama kemudian rajwa kembali masuk diikuti dokter kandungan wanita lainnya yang mengekor di belakang rajwa.


"selamat siang nona danita" sapa salah satu dokter yang sepertinya paling senior diantara empat dokter wanita cantik ini.


"dari mana dia mengetahui nama ku?"


"selamat siang juga dok" sapa balik danita dengan senyum cerianya.


"mari nona ikut saya" berjalan menuju ruangan yang hanya dibatasi hordeng biru bercorak sebagai pembatas ruang periksa dan ruang tunggu.


"apa yang nona danita rasakan?" tanya dokter itu setelah duduk dikursi.


"akhir² ini saya gampang lelah, suka muntah dan juga kadang pusing" jawab danita terbata² melewati bagian testpack.


"baiklah nona, silahkan anda berbaring disana" menujuk tempat tidur yang disampingnya ada alat USG dan ada dua dokter cantik yang siap untuk memeriksa danita.


danita bangkit dari duduknya berjalan munuju tempat tidur itu lalu berbaring diatas ranjang, salah satu dokter cantik itu sedikit membuka baju danita sampai batas perut sedangkan dokter lainnya menyalakan alat USG itu. setelah alat USG dinyalakan dokter yang mengangkat baju danita tadi mengoleskan krim atau salep bening agar mudah saat melakukan USG. alat USG itu mulai menyentuh perut rata danita, keempat dokter itu mengamati layar USG yang tidak sama sekali dimengerti danita.


danita merapikan pakaiannya lalu turun dari ranjang dan berjalan kembali kemeja dokter seperti semula.


"jadi bagaimana dok?" danita kembali duduk dikursi berhadapan dengan meja dokter itu.

__ADS_1


"nona danita selamat yah anda sekarang sedang hamil" ucap dokter itu tersenyum memberikan hasil USG yang menyatakan kalau danita sedang hamil.


"saya hamil dok?" mata danita mulai berkaca².


"iya nona selamat atas kehamilan anda" mengulurkan tangannya dengan senyum yang masih terukir.


dokter rajwa yang ada disitu pun ikut terkejut dengan kabar gembira yang mendadak ini.


"wow handal juga ternyata kau Rangga" gumam rajwa dalam hatinya.


danita menerima uluran tangan dokter itu, mengambil map coklat hasil USGnya, begitu pula dengan para dokter lainnya yang ikut memberi selamat kepada danita.


danita keluar dari ruangan dengan perasaan gembira dan senang tapi rasa khawatir tidak hilang dihatinya.


"selamat ya danita atas kehamilan mu" dr.rajwa pun ikut memberikan selamat kepada danita.


"iya makasih dok"


"Rangga pasti sangat bahagia saat mengetahui ini" membayangkan ekspresi senang Rangga.


"dokter jangan beritahu Rangga dulu yah, aku ingin memberikan suprise kepadanya" menatap rajwa yang berjalan disampingnya.


"baiklah semoga lancar rencana mu, sekali lagi selamat nona kecil atas kehamilan mu" berhenti sejenak menatap danita.


"terima kasih banyak dokter" menundukkan badannya sopan.


"saya permisi dulu ada pasien yang harus saya periksa" pamit rajwa.


*****


Danita duduk terdiam disofa sambil memegangi kertas hasil USGnya , dihatinya masih ada keraguan dan rasa takut yang masi mengganjal dihatinya. danita kembali berfikir lagi mencerna perkataan zan semalam, apa tega danita menyembunyikan anak ini dari ayahnya yang sangat menantikan kehadirannya.


hari sudah malam, Rangga sudah pulang dengan raut muka yang marah karna danita bolos kuliah dan meninggalkan dua orang suruhan Rangga.


Rangga masuk dan berjalan menuju kamar mandi mengabaikan danita yang sedang duduk disofa , lalu kembali lagi sudah memakai baju tidurnya. mendekati danita yang sedang duduk di sofa.


"kemana saja kau?" tanya Rangga dengan nada menahan kesal.


"sayang maaf hari ini aku bolos kuliah" tau dimana letak kesalahannya.


"pergi kemana kau sampai dua orang suruhan ku kehilangan jejakmu" memegang dagu danita menatap wajah danita lekat.


"aku kerumah sakit" perkataan danita terbata² takut dengan tatapan kesal Rangga.


"kenapa kau kerumah sakit? apa kau sedang sakit?" melepaskan tangannya dari dagu danita, mengelus pipi danita lembut.


"tidak sayang, aku kesana ada tujuan lain" memegang tangan Rangga.


"apa?" Rangga penasaran.

__ADS_1


danita mengambil kotak yang dia siapkan didalamnya sudah ada hadiah untuk Rangga. lalu danita memberikan kotak itu ke Rangga yang masi menatap kebingungan.


"apa ini?" menatap kotak itu.


"bukalah" ikut menatap kotak yang dipegang Rangga.


Rangga membuka kotak itu, dia melihat ada benda berwarna putih yang Rangga tidak tahu benda apa itu, dan juga ada gambar jejak kaki anak bayi yang digambar danita tadi sebelum Rangga pulang.


"benda apa ini?" mengambil benda berwarna putih itu lalu mengamatinya.


"itu alat test kehamilan sayang" menaruh tangan dan kepalanya dibahu Rangga.


Rangga menatap danita dengan tatapan yang masih bingung, ada sejuta pertanyaan dikepala Rangga tentang benda berwarna putih itu.


"lalu dua garis merah ini apa?" tanya Rangga kebingungan kembali memperhatikan testpek itu.


"itu tanda kalau seseorang sedang hamil" jawab danita sedikit ragu tapi dia harus memberi tahu Rangga.


Rangga menatap danita dengan mata yang melotot kaget tapi dimatanya sudah terlukis sebuah kebahagiaan, bahkan sebelum danita memberi tahu kalau dirinya sedang hamil.


"sayang aku sedang hamil" ucap danita menatap Rangga dengan tatapan ragu tapi dia tersenyum.


"i wiil be a father?" senyum bahagia pun terukir dibibir manisnya.


danita mengangguk sambil tersenyum ceria, ketakutan dan keraguan hilang semua saat melihat senyum bahagia Rangga.


Rangga langsung memeluk danita, menciumi kepala danita tanpa henti. dengan senyum bahagia yang masih terukir Rangga menyalurkan kasih sayang dan rasa bahagianya kepada danita.


"sayang aku gak bisa nafas" danita sedikit mendorong tubuh Rangga.


Rangga melonggarkan pelukannya tapi tidak melepas pelukannya, Rangga merasa sangat bahagia dia merasa nge-fly tinggi diawan, hatinya berbunga² diatas kepalanya bagaikan ada pelangi yang menghiasi wajah rangga.


"sayang bukalah itu, Masi ada lagi" melepaskan pelukan Rangga lalu melirik kotak yang ada dipaha Rangga.


Rangga kembali mengambil benda² yang ada didalam kotak itu sampai dia menukan kertas yang berwana hitam putih dan ada gambar janin didalamnya.


"itu anak kita sayang" memegang tangan Rangga yang sedang memegang kertas USG itu.


Rangga tersenyum bahagia tanpa dia ketahui diujung matanya menetes kristal bening bersamaan dengan senyum yang terukir diwajahnya, ini adalah tangis bahagianya dan juga ini adalah momen yang paling membahagiakan dihidup Rangga sekaligus momen yang dia nantikan yaitu menjadi seorang ayah.


kekesalan dan amarah yang ada didiri Rangga sirna sudah saat mendengar bahwa wanita yang dia cintai sedang mengandung darah dagingnya buah hati yang sangat dia nantikan.


Rangga mencium pipi danita dan kening dengan penuh kehangatan, danitapun ikut merasa bahagia karna sebentar lagi dia akan menjadi orang tua dan menjadi seorang ibu.


_____________________________________________


momen yang paling ditunggu² oleh setiap pasangan suami istri pun akhirnya terwujud dipernikahan mereka berdua, setiap pasangan yang hidup dimuka bumi ini pasti sangat menantikan seorang buah hati mereka dan harapan setiap pasangan suami istri adalah menjadi orang tua yang bisa mengajari dan menuntun buah hati mereka kejalan yang benar dan membesarkan anak² yang membanggakan dan tak lupa berakhlak mulia dan berhati baik. semu orang tua mengharapkan anaknya menjadi lebih baik dari pada orang tuanya dan hidupnya lebih baik dan lebih bahagia dari orang tuanya.


setiap orang orang tua akan melakukan apapun demi anaknya, ibu yang rela bertarung nyawa demi melahirkan anaknya kedunia, ayah yang tak kenal lelah untuk selalu memenuhi kebutuhan anaknya, banting tulang siang malam demi menghidupi anak dan istrinya. tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anaknya semua orang tua pasti menyayangi buah hati mereka. begitupun dengan Rangga dan danita, buah hati yang sudah mereka tunggu² akhirnya hadir juga walaupun sekarang masih berada didalam perut danita tapi kehadirannya didunia sudah sangat ditunggu² oleh kedua calon orang tua ini dan keluarga terdekatnya.

__ADS_1



Bersambung


__ADS_2