
Rangga sementara tidak kembali ke kamar tapi Rangga pergi ke taman rumahnya, yang dimana disitu teradapat bunga kesukaan Tante marlin yang cantik dan indah itu. seperti Tante marlin.
sementara didalam kamar danita sedang mengobrol dengan audri, sambil memakan cemilan dan meminum susu hamil danita.
"mba tau gak siapa yang datang dibawah?" tanya danita mengunyah cemilannya.
"saya tidak tahu nona" jawab audri yang duduk didepan danita.
"kira-kira siapa ya?" mengunyah lagi.
"apa aku harus memberi tahu kalau dibawah itu adalah ibu kandung tuan Rangga?" gumam audri menatap danita yang masi asik mengunyah.
"aku tidak boleh lancang disini, apa lagi dengan nona danita" lanjut audri.
"mba kapan libur?" tanya danita mengganti topik.
"sebenarnya saya tidak ada hari libur karna saya bukan bagian pelayan dirumah ini, jadi saya akan senggang kalau nona juga tidak sibuk" jawab audri menjelaskan.
"setelah ini aku tidak akan berangkat ke kampus lagi" ucap danita.
"benarkah?" ikut mengunyah cemilannya.
"heem, jadi mba audri bakal balik lagi ke kantor?" nada suara danita terdengar sendu.
"kalau tentang itu saya belum tahu nona" ramah audri.
mulut danita membentuk huruf o bulet.
"sepertinya iya" sambungnya didalam hati.
"mba audri cerita dong tentang mba, aku pengen tau tentang mba" mengunyah lagi.
"kehidupan saya tidak ada yang menarik nona untuk diceritakan" senyumnya.
"tapi ceritakan saja aku penasaran" memasang wajah memohon.
__ADS_1
"ternyata anda keras kepala juga ya nona"
"nona mau saya ceritakan dari mana?" ucapnya dengan sopan.
"emmm apa mba audri punya pacar?" tanyanya.
"punya nona" jawab audri.
"serius? siapa?"
"namanya Hendry nona"
"wah nama yang bagus, mba udah berapa lama pacaran dengan dia?" danita tambah penasaran.
"sudah 5 tahun lebih nona" jawab audri.
"wah lama sekali" danita terkejut.
"kami sudah bertunangan" tambah terkejut lagi danita.
"terima kasih nona" senyum audri bersama danita.
"mba audri kenal Hendry dimana?"
"dulu waktu itu dia berkerja di adinata grup bersama saya, kami kenal dan mulai dekat saat tuan Rangga sering mencocokkan kami" ucap audri sedikit malu.
"bagaimana ceritanya?" tambah penasaran lah danita.
"jadi saat itu tuan Rangga kali tidak salah berusia 25 tahun, saya sudah berkerja di adinata grup sudah lebih dari 5 tahun waktu itu, tuan Rangga tahu kalau saya dekat dengn Hendry. saat itu saya sudah menjadi tangan kanan tuan zan jadi saya dianggap tangga kiri tuan Rangga, tuan Rangga merasa ada janggal dengan Hendry akhirnya tuan Rangga memanggil kami berdua lalu kami berdua ditanya ada hubungan apa diantara kami? tentu saja kami kebingungan saat itu nona" audri tergelak sedikit merasa malu.
danita tertawa mendengar cerita audri tadi.
"Hendry waktu itu yang jawab dia bilang kami tidak ada hubungan apa-apa hanya sebatas rekan kerja saja tapi tuan Rangga saat itu tidak percaya, tuan Rangga tau kalau saat itu Hendy menyukai saya. dan akhirnya saya dicomblangin oleh tuan Rangga dan akhirnya kami resmi berpacaran, Hendy menyatakan cintanya didepan tuan Rangga dan tuan zan saya saat itu sangat malu karna didepan Presdir saya ditembak oleh seorang lelaki" tanpa sadar audri menutup wajahnya dengan selimut yang dipakai danita.
"so sweet" yang takjub danita yang malu audri. "mba audri lucu juga ya" gumamnya sambil menahan tawa.
__ADS_1
"tapi setelah 2 tahun kami berpacaran saya memergoki hendry sedang berselingkuh dengan rekan kerjanya. saya tidak tahu kenapa tiba-tiba tuan Rangga mengetahuinya kalau Hendry selingkuh dibelakang saya. tuan Rangga sangat marah dia sudah memperingatkan Hendry kalau sampai dia berani melukai apa lagi mengecewakan saya dia akan berurusan langsung dengan tuan rangga"
"waw" takjub danita.
"saat itu juga Hendry dipukuli oleh tuan Rangga sampai babak belur, saya ingin menghentikan tuan Rangga saat itu tapi tuan zan memperingatkan saya kalau saya harus diam saja. setelah melihat Hendry babak belur dimana-mana tuan Rangga menghentikan tendangannya dan mengambil surat kontrak Hendry dan membuang sobekan kertas yang sudah terpisah-pisah itu dimuka Hendry lalu tuan Rangga berkata adinata grup tidak membutuhkan seseorang yang tidak bisa menghargai hubungan sepertimu apa lagi mengecewakan seorang wanita aku tidak membutuhkan orang seperti mu" ucap audri sangat panjang menirukan gaya Rangga saat itu.
danita tercengang dengan mulut terbuka dan mata yang membesar.
"setelah saya memohon kepada tuan rangga akhirnya tuan Rangga tidak sepenuhnya mengeluarkan Hendry dari adinata grup lalu menemui Hendry lagi tuan Rangga memberikan kesempatan satu kali lgi untuk Hendry menebus kesalahannya kepada saya dengn mengatakan 'pergilah keluar negri jangan kembali kesini kalau kau belum siap untuk menikahi audri, apa lagi jika kau sampai berani mengkhianati audri disana akan ku bawa pulang kau hanya dengan namamu' seperti itu nona" jelas audri sangat panjang.
"waw keren" danita tidak bisa berhenti takjub dengan cerita audri.
"tuan Rangga memang sangat baik se marah apapun dirinya dia tetap mau memberikan satu kesempatan orang itu untuk menebus kesalahannya" puji ada audri.
"tapi mba kenapa tuan Rangga sampai seenaknya seperti itu? bukankah seharusnya dia tidak memukuli Hendry?"
"tuan Rangga sangat menghargai wanita dia tidak mau wanita yang ada di sekitarnya terluka hanya karna seorang lelaki, tidak peduli statusnya apa tuan Rangga tetap melindunginya" jelas audri.
"tapi mba kadang aku berfikir apa tuan Rangga akan selalu bersama ku tanpa melirik wanita lain?" mengunyah cemilannya lgi.
"nona bicara apa? tuan Rangga sangat mencintai nona" ucap audri bingung.
"apa cinta saja cukup? aku ini tidak ada apa-apanya dengan wanita lain, aku hanya gadis yang beruntung" sendunya.
"nona apa anda tahu? saat Hendry berselingkuh tuan Rangga bilang seperti ini 'seorang lelaki yang memang benar mencintai pasangannya tidak akan melirik wanita lain walupun wanita itu lebih elok dari pada pasangannya tapi kalau memang dia benar-benar mencintai wanitanya dimatanya hanya pasangannya lah yang paling cantik didunia dan siapa pun yang memandang remeh suatu kesetiaan dia tidak pernah bisa belajar dewasa' nona paham kan maksud dari kata-kata tuan Rangga?" kembali mengulang apa yang dikatakan Rangga waktu itu.
danita merasa sedikit lega dengan perkataan audri yang mengungkit perkataan Rangga di masa lalu. danita tersenyum manis kearah audri.
"maaf nona apa saya terlalu banyak bicara?" menutup mulutnya tau kalau dia sudah melewati batas.
"tidak kok mba makasih banyak ya mba udah buat aku sedikit tenang" tersenyum lagi.
"tuan Rangga tidak akan pernah mengkhianati anda nona, karna tuan Rangga sudah mencintai anda lebih dari apa yang ada didunia ini" menatap senyum tulus dan manis danita yang masi mengembang.
BERSAMBUNG
__ADS_1