
Dikala suasana rumah yang tenang, angin sore yg sejuk masuk kedalam rumah yang mewah ini dengan leluasa. danita duduk dibangku taman rumah Rangga yang luas itu, ada berbagai bunga dan tumbuhan yang mengelilingi halaman rumah ini.
"sejuk sekali disini" gumam gumam danita menikmati angin sore.
"tapi kenapa jarang sekali Rangga kesini"
"rumah orang kaya beda yah, punya taman sendiri, halaman luas bahkan banyak kupu² disini" Masi bergumam sendiri.
"tapi aku gk pernah liat ada kolam renang dirumah ini" memejamkan matanya sejenak menikmati angin sore yg sejuk itu.
"dibelakang itu kolam renang nona" suara mengagetkan yang berasal dari belakang membuat danita tersentak.
"astaga pak Tan sejak kapan ada disini?" melotot kaget kebelakang.
"sebelum nona kesini saya sudah disini duluan" jawab pak Tan sopan.
"benarkah?" danita tidak menyangka dan tidak melihat kehadiran pak Tan.
"iya nona" mengangguk kecil.
dan suasana menjadi canggung, pak Tan yang tidak berani berbicara panjang dengan nonanya apa lagi itu perintah Rangga.
”pak Tan aku nanya boleh?" tanya danita menatap pak Tan.
"silahkan nona"
"pak Tan udah berapa lama kerja disini? pak Tan punya keluarga gk?" tanya danita spontan.
"kenapa nona menanyakan itu?"
"aku gak pernah liat keluarga pak Tan, pak Tan libur aja aku gak pernah liat"
"saya sudah bekerja disini sejak tuan Rangga Masi kecil" ucap pak Tan pelan.
"jadi pak Tan tau tentang perceraian orang tua Rangga?"
"maaf nona saya tidak bisa berbicara itu" tunduk pak Tan saat tau batasnya.
"baiklah tidak papa" desah samar danita menyatu dengan angin.
__ADS_1
"nona kenapa tidak bertanya langsung kepada tuan Rangga?" pak Tan bersuara.
"kalau tuan Rangga tidak mau memberi tahu ku?"
pak Tan diam mendengar pertanyaan danita, dan berbisik di dalam telinganya. "memangnya apa yang tidak akan tuan Rangga kasih untuk anda?" bisik pak Tan.
"pak Tan aku masuk duluan ya" membalikan badannya.
"iya nona" mengikuti danita dari belakang.
kegiatan danita di saat sedang ingin ujian adalah membaca dan mempelajari materi yang sudah dia tulis rapih dibuku catatannya, walaupun jujur disaat danita sedang hamil muda begini dia hanya ingin rebahan dan bersantai.
******
"selamat datang tuan Rangga" sambut pak Tan seperti biasa.
"dimana danita?" tentu saja langsung menanyakan istrinya.
"nona danita sedang di kamar tuan" mengikuti langkah Rangga masuk kedalam rumah.
"aku langsung naik saja pak" berbalik saat sudah sampai di dalam rumah yang besar ini.
"nanti suru orang zan menemuiku di ruang kerja" titah Rangga sebelum menaiki anak tangga.
"baik tuan" sekali lagi menunduk hormat.
sesampainya Rangga didalam kamar dia langsung melihat sosok danita sedang membaca buku di kasur dengan posisi tengkurap dan kaki diayun ayunkan. danita memakai celana pendek berbahan jeans berkantung.
percayalah Rangga menelan selivanya sendiri saat melihat tubuh danita yang berada di atas kasur itu.
danita menyadari kalau ada yang masuk kedalam kamar, dan yang dia liat memang Rangga.
"sayang?" panggil danita Masi dengan posisi sama.
"turunkan kaki mu" berjalan mendekati tempat tidur.
spontan danita langsung mengubah posisinya menjadi duduk dan menutup bukunya.
"mendekatlah" menjentikkan jari telunjuknya untuk danita mendekat.
__ADS_1
meringkuk mendekat ke Rangga dengan perasaan was was dan muka yang sulit untuk diartikan.
”kau tau? kau telah menggoda ku" bisik Rangga tepat didepan telinga danita dan mendengus aroma tubuh danita.
"s-sayang kau mau apa?" berusaha menjauhkan muka Rangga tapi tentu saja tidak berhasil.
tidak memperdulikan perkataan danita, Rangga langsung membaringkan tubuh dan danita dan memulai aksinya.
"KEBIASAAN BURUK" teriak danita dalam hatinya.
*****
"sayang" panggil danita yang berada didalam pelukan Rangga.
"hmm"
ngomong ngomong mereka sudah selesai melakukan perangnya di atas tempat tidur, cukup lama sampai Rangga sudah tidak merasa lapar karna tubuh danita.
"aku boleh meminta sesuatu?" diam² danita mencium aroma tubuh Rangga yang wangi itu.
"katakan"
"bisakah kau menceritakan masa kecilmu?" tudep danita.
"untuk apa kau meminta itu?" menurunkan sedikit kepalanya.
"tidak papa, aku hanya ingin mengenal mu lebih dalam" memang itu alasan danita.
"kau yakin ingin mendengar cerita masa kecilku?" ragu Rangga karna sadar masa kecilnya seperti apa.
"emm" mengangguk kecil tapi Masi bisa diliat Rangga.
"masa kecilku tidak seperti masa kecil anak-anak lain" nada suara Rangga terdengar sendu dan lirih.
"tidak papa, aku akan menunggu sampai kau siap untuk menceritakan" Mendongakan kepalanya dan melihat wajah tampan Rangga.
Rangga tidak menjawab lagi dia menutup matanya dan berusaha untuk masuk kedalam mimpi dan tertidur.
lupakan perintah Rangga yang menyuru audri untuk menemuinya di ruang kerjanya, karna Rangga sendiri sudah melupakan itu hahaha.
__ADS_1
BERSAMBUNG