Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Yogurt


__ADS_3

Setelah bertemu dengan kawan lamanya yang baru saja datang, Rangga terpaksa harus datang ke rapat yang sangat membosankan baginya karna disana akan ada gentari. ya rapat ini tentang pejabat tinggi dan Mentri tertinggi, Rangga lebih memilih pulang menemui istrinya.


"selamat datang tuan muda Rangga" sambut para petinggi dan Mentri serempak.


kenapa Rangga sangat dihormati para petinggi? karna Rangga orang yang paling berkuasa di negri ini, bukan presiden tapi Rangga adalah Presdir yang paling berkuasa dan adinata grup merupakan perusahaan terbaik.


"silahkan dimulai" ucap Rangga setelah dia duduk dan para petinggi pun ikut duduk semua.


rapat yang panjang dan membuat Rangga sedikit bosan dengan suasana yang tidak ada menariknya. tapi Rangga harus tetap berada disini sampai rapat selesai. rapat akhirnya selesai Rangga dan zan keluar lebih dahulu dari pada yang lain karna Rangga sudah tidak betah berada diruangan itu.


****


sementara itu dikampus danita sedang berada didalam kelas, jam kuliah danita blm selesai Masi ada 3 jam lagi jam kelasnya.


dosen yang sedang mengajar dikelas danita memberi sebuah tugas sebelum ujian semester dimulai, tugas ini berkelompok dan tugasnya sudah dijelaskan oleh dosennya.


"baiklah sebelum ujian semester kalian dimulai bapak ingin mengetes kalian seberapa jauh kalian menyerap pelajaran bapak selama ini, tugas yang akan bapak berikan berupa tugas kelompok dimana setiap kelompok meracik dan membuat sendiri sebuah parfum, yang mendapat nilai terbaik akan bapak kasih hadiah. tugas ini dikumpulkan Minggu depan" ucap dosen itu.


"pak berapa orang setiap kelompok?" tanya hito mengangkat tangannya.


"setiap kelompok terdiri dari 4 atau 5 orang dan satu lagi harus ada cowok dan cewek, silahkan bentuk kelompok kalian sendiri² asalkan tidak membatasi orang dan harus ada cewek cowok" jawab dosen itu dengan tegas. dosen ini Masi muda tapi dia yang paling killer diantara dosen lain.


"baik pak" ucap satu kelas serempak.


dosen itu mengganguk lalu keluar dari kelas membawa bukunya yang dia pegang ditangan kanannya sambil berjalan menyusuri lorong sampai pada kelas tempat selanjutnya dia mengajar.


setelah dosen itu keluar kelas menjadi sedikit berisik, yang lain sedang mencari teman kelompoknya sedangkan danita mau satu kelompok dengan kedua sahabatnya jadi tinggal cari 2 cowok lainnya.


"eh siapa ni cowok yang kita ajak satu kelompok dengan kita?" tanya Vita membalikan badan kearah danita.


"siapa ya yang gak nyusahin yang gak bikin reseh terus bisa diandalkan nanti" Rasya berfikir sambil menopang dagunya dengan kedua tangannya.


"luck aja gmn?" ucap Vita memberikan ide.


"dia lumayan pinter tapi kadang ngeselin tau" tambah Rasya.


"sapa tau aja nanti pas ngerjain dia mau serius" ucap danita menatap kedua sahabatnya.


"iya sih tapi gw gak yakin ah nit, liat aja tuh dia santai-santai aja gak nyari temen kelompoknya" protes Rasya sambil menunjuk luck yang sedang duduk sambil memainkan hpnya.


"coba aja dulu yuk" danita berdiri lalu mendekati meja luck diikuti kedua sahabatnya.


"luck kamu dah dapet temen kelompok belum?" tanya danita saat sampai dimeja luck.

__ADS_1


"kalo lu ngajak gw ikut kelompok lu ayo aja" jawab luck santai sambil tetap memainkan ponselnya.


"santai bgt lu jawabnya" sinis Rasya.


"ada yang salah dengan kata-kata gw?" menatap Rasya datar.


"kayaknya kita batalin aja deh gak usah masukin dia" ucap Rasya males melihat luck.


"jangan susah tau dapetin temen kelompok" balas danita menggelengkan kepalanya.


"kayaknya diantara lu bertiga dia doang yang bener" kata luck menunjuk danita.


"gw timpuk sini lu" mengangkat tangannya.


"Mak Lampir lu" menghindar dari Rasya.


"udah jangan berantem, satu cowok lagi siapa?" ucap danita melerai Rasya dan luck.


"gw mah ikut aja" lagi² luck menjawab santai.


"siapa yah" Vita melihat sekitar dan melihat anak laki² yang ada dikelas.


"Nita kelompok kamu udah penuh belum?" tiba² hito datang.


"aku boleh gak masuk kelompok kamu?"


Rasya dan Vita menengok ke hito, danita pun lumayan terkejut karna hito seorang murid lelaki junior terbaik itu berarti kepintarannya tidak kalah dengan danita.


"tentu boleh" yang jawab Rasya.


"makasih" senyum ke Rasya.


"yes dah pas, sekarang kita mau ngerjain kapan?" danita sudah sangat penuh semangat sekarang.


"besok?" ucap hito.


"gimana yang Laen?" tanya danita


"ayo aja" ucap Vita dan Rasya barengan.


"kapan aja terserah gw bakal Dateng" si luck juga setuju.


"dirumah gw aja gmn?" Rasya manawarkan rumahnya untuk mengerjakan kerja kelompoknya.

__ADS_1


"gw gak tau rumah lu" ucap luck memang benar adanya.


"nanti gw kirim alamat gw lewat Chet" Rasya tidak menatap luck karna sudah males.


luck mengganguk sambil mengangkat jarinya membentuk ok.


"oke besok dirumah Rasya jam 1?" ucap si hito.


"Iyah" mereka berempat sudah setuju dengan kesimpulan yang diambil hito.


disaat semua anak sedang membicarakan tentang kerja kelompok masing², tiba² dosen yang akan mengajar jam selanjutnya datang membuat para siswa buyar ketempat duduk mereka masing masing.


akhirnya mata kelas danita selesai untuk hari ini, saatnya pulang kerumah dan menunggu Rangga pulang. danita hari ini merasa sangat bersemangat dia tidak merasa lelah atau letih saat pulang.


danita langsung pulang karna dia sangat ingin mandi menyegarkan tubuhnya dan berendam sepertinya pilihan terbaik. seperti biasa pak Tan selalu menyambut danita saat pulang dengan ramah dan sopan. danita naik ke kamarnya dan langsung menuju kekamar mandi.


"hahh segarnya" menyenderkan kepalanya ke pinggiran buthup.


"pas banget besok aku libur pasti bisa" mulai kenyabunkan tubuhnya.


"sore² gini enak pasti makan yogurt, minta beliin Ayang beb Ah" mengguyur tubuhnya dengan shower, danita keluar dari kamar mandi menggunakan jubah mandi dan langsung menghubungi Rangga.


"sayanggg" teriak danita saat sambungan sudah terhubung.


"kenapa? apa kau baik² saja?" Rangga langsung panik mendengar tetiakan danita.


"aku baik² saja, sayang nanti pulang beliin aku yogurt yah!?" langsung ke pemintaannya.


"kenapa tidak menyuruh pak Tan saja?"


"aku maunya kamu yang beli" suara diimut²in.


"baiklah kau mau rasa apa?" tidak bisa menolak kalo danita sudah seperti itu.


"blueberry sama stroberi" jawab antusias.


"baiklah nanti akan ku belikan" ada niat lain padahal.


"makasih sayang muach" mencium layar hpnya lalu mematikan sambungan.


"yogurt aku menantimu" yang dia nantikan bukan kepulangan suaminya tapi yogurtnya.


danita merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mulai memejamkan matanya, dia merasa ngantuk mungkin efek ibu hamil danita sering merasa ngantuk. 5 menit kemudian danita sudah menutup matanya dan masuk kedalam mimpinya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2