
Dua hari kemudian danita baru diizinkan oleh Rangga untuk kembali masuk kuliah tapi danita harus membawa bodyguard dan juga supir selama kualiah, awalnya danita menolak karna otomatis dia harus pulang pergi menggunakan mobil dan harus selalu berada didekat dua orang suruhan Rangga tapi akhirnya danita menerima syarat dari Rangga.
"danitaaaa" teriak Rasya saat melihat danita masuk kedalam kelas, Rasya langsung berlari dan memeluk sahabatnya itu.
teriakan Rasya yang histeris membuat teman² yang ada didalam kelas menoleh kearah pintu. dan nampaklah danita.
"akhirnya lu masuk juga, Rasya kangen" ucap Rasya tambah mempererat pelukannya.
"sesek woy" danita berusaha melepaskan pelukan Rasya.
Rasya melepas pelukannya lalu menarik tangan danita duduk ditempat duduknya, dua sahabatnya duduk didepan seprti siap untuk mengintrogasi danita.
"kenapa lu berdua ngeliatin gw kyk gitu?" danita menggaruk kepalanya.
"gw Masi penasaran siapa sih cewek yang jedorin pala lu?" tanya Rasya diikuti dengan tatapan penuh penasaran dari Vita.
"itu tuh mantannya tuan Rangga" danita berbisik agar yang lain tidak dengar.
"ohh, tapi kayaknya dia benci banget sama lu" Vita tak kalah penasaran.
"dia pikir gw ngerebut tuan Rangga dan dia bersih kekeh buat ngambil tuan Rangga lagi" jelas danita mengeluarkan bukunya.
"ck apaan sih tu cewek" dengus Rasya kesal.
"tau apa banget sih sampe berani buat luka sahabat kita" vitapun ikut2an.
"danita selamat yah atas kesembuhan mu, oh ya ini catatanku selama kau tidak masuk kau salinlah dari sini" hito tiba² memberikan buku yang berisi catatan semua.
"eh iya makasih banyak to" meraih buku itu sambil tersenyum.
"maaf nona mengganggu obrolan anda, anda siapanya nona danita kalau saya boleh tau?" bodyguard yang diperintah Rangga tiba² muncul.
"saya hito penanggung jawab kelas pak" jawab hito tersenyum.
"kalau tidak ada kepentingan jangan terlalu dekat dengan nona danita" mukanya Saren bgt udah kayak mau makan orang.
"iya pak saya minta maaf, saya hanya ingin memijakkan buku catatan saya" hito kembali kembali ke tempat duduknya.
Rasya dan Vita masih kebingungan, siapa lagi lelaki ini kenapa ada disni. sedangkan danita pura² tidak tau dan pura² tidak kenal dengan orang yang mengusir hito tadi.
"bapak gapapa kan duduk disana?" danita menunjuk kursi kosong dipojok sana.
"selama saya bisa tetap melihat anda gapapa nona" mengganguk sopan lalu berjalan kekursi pojok.
tidak lama kemudia dosen datang, seperti biasa danita fokus kemateri yang disampaikan dosen dan mencatat semua poin²nya karna bentar lagi ujian semester danita mau menyiapkan dari sekarang.
sementara dipojok sana, orang suruhan Rangga sedang mengetik sesuatu di hpnya sambil sesekali melirik danita.
__ADS_1
"sejauh ini nona danita masih aman tuan, tapi tadi ada cowok yang bilang teman nona danita berdiri di samping nona danita katanya dia meminjamkan buku catatannya untuk nona danita tuan" orang itu mengetik cepat mengirim pesan ke zan.
"siapa lelaki itu?" balas zan.
"sepertinya teman lelaki nona danita tua dan dia tadi juga bilang kalau dia penanggung jawab kelas" kembali melihat keadaan sekitar terutama melihat danita.
"jangan sampai dia mendekati nona danita lagi" perintah zan dengan mengetik cepat.
"baik tuan" menutup hpnya lalu memperhatikan danita lagi.
hari sudah siang danita, Vita, dan juga Rasya berjalan kekantin diikuti orang yang diperintahkan untuk menjaga danita selama diluar. orang itu kembali mengirim pesan kepada zan melaporkan bahwa danita sedang makan siang bersama ketiga sahabat wanit. zan membalas pastikan makanan yang dimakan nona danita sehat, itu inti pesan singkat mereka.
sampai danita kembali kekelas lagi dan sampai danita pulang orang itu tetap mengikuti danita dari belakang, sebenarnya danita sedikit risih selalu diikuti sampai dia masuk kedala mobil. didalam mobil sudah ada supir yang paling sering diperintahkan Rangga untuk menjemput danita dulu.
kedua lelaki itu duduk dikursi depan sedangkan danita duduk dikursi belakang, tidak ada pembicaraan didalam mobil. danita sedang memainkan ponselnya dan dua orang didepan fokus kearah mata mereka tertuju. sampailah didepan gerbang rumah utama, saat mobil berhenti didepan pintu rumah yang besar ini danita langsung turun dari mobil dan disambut pak Tan seperi biasa danita tentu saja membalasnya dengan ramah dan senyum manisnya.
danita masuk kedalam kamar langsung menuju kamar mandi karna dia merasa sangat mual.
"hueek hueek" danita memuntahkan semua makanan yang dimakannya tadi siang, perutnya tidak sakit tapi ntah kenapa dia merasa sangat mual.
danita mencuci mulutnya lalu melihat pantulan dirinya dicermin, tiba² dia teringat bagaimana Rangga mengambil mahkota kesuciannya, dan tiba² danita menangis dia merasa bukan lagi wanita suci lagi walaupun terlambat untuk menyadari itu dan bayangan seorang bayi pun terlintas dipikirannya. setelah mulai tenang danita kembali keluar dari toilet lalu mengambil baju tidurnya dia hanya ingin tidur saat ini matanya sangat ngantuk. tidak berapa lama danita sudah tertidur dengan wajah yang sedikit pucat.
******
"selamat datang tuan muda" sambut pak tan.
"dimana danita?" masuk kedalam rumah diikuti pak Tan.
"nona danita sedang tidur tuan" mengambil jas yang diberikan Rangga.
"sejak kapan dia tidur?"
"sejak nona danita pulang tuan" mengambil sendal rumah ditaruh didepan kaki Rangga.
"baiklah, pak Tan kau istirahat lah" memegang pundak pak Tan dan berjalan kearah tangga.
pak Tan terkejut karna baru pertama kali majikannya memegang pundaknya.
"iya tuan, anda selamat istirahat juga" memperhatikan Rangga sampai dianak tangga yang paling atas.
Rangga membuka pintu perlahan tidak mau membangunkan istrinya yang sedang tertidur, Rangga berjalan perlahan² mendekat ke tempat tidur yang sudah ada danita sedang tertidur pulas. naik keatas ranjang perlahan² lalu mengelus² pipi danita dan menciumi bibir danita, Rangga tersenyum melihat muka pulas istrinya yang sangat terlihat polos.
"kau ngantuk sekali, tidurlah sayangku aku mencintaimu" mengecup sekali lagi pipi danita lalu beranjak berjalan keruang ganti baju.
danita setengah membuka matanya melihat Rangga yang sedang membuka pakaiannya didalam ruang ganti baju, Rangga tidak menutup pintunya jadi danita bisa melihat Rangga dan tubuh kekar rangga. danita tentu saja mendengar perkataan Rangga tadi karna sebenarnya dia terbangun saat Rangga membuka pintu kamar tapi dia pura² tidur.
Rangga keluar dari ruang baju sudh memakai baju tidur yang warnanya senada dengan warna buku tidur danita yaitu warna merah dengan pukadot kalau danita pulkadotnya berwarna putih, Rangga berwarna hitam.
__ADS_1
"sayang" panggil danita menarik tangan rangga.
"hmm" duduk didepan danita.
danita memeluk Rangga, membenamkan wajahnya ke dada Rangga, Rangga sempat terkejut dengan aksi manja danita yang secara tiba² Dateng ntah dari mana. danita memang akhir² ini sifatnya agak aneh bisa dibilang sifat danita akhir² ini sangat manja kepada rangga.
Rangga tidak sama sekali menolak pelukan dari danita, dia membalas pelukan danita sambil mengelus² kepala danita dan sesekali mencium puncak kepala danita.
"sayang" mempererat pelukannya.
"hmm"
"aku sayang kamu, dan ily" ucap danita tiba² membuat Rangga merona senang.
"aku lebih jauh mencintaimu, dan aku sangat menyayangi mu" menciumi kepala danita dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
"sayang kok kamu diam saja?" mendongakkan kepalanya menatap wajah suaminya.
"emang aku harus ngomong apa?" memegang dagu danita.
"ihhh bukannya dibales pake kata² romantis kek atau apa kek" kesal danita melepaskan pelukannya tapi Rangga menarik lagi tangan danita sampai danita kembali jatuh kedalam pelukan Rangga.
"aku balesnya dengan tindakan bukan dengan kata²" bisik Rangga sambil menciumi belakang telinga danita.
"sayang geli" berusaha mendorong tubuh Rangga. Rangga tentu saja tidak mendengarkan perkataan danita dia masih lanjut menciumi leher danita.
"danita kau kenapa?, kok diam?" memberhentikan aksinya karna danita tidak sama sekali merespon Rangga.
"aku ngantuk" mata danita sudah sangat mengantuk dan nada suaranya sudah sangat tidak bersemangat, akhirnya Rangga mengalah dia tidak tega melihat wajah lelah istrinya lebih baik dia menahan nafsunya dari pada dia membuat istrinya kelelahan.
"yasudah mari kita tidur" membaringkan perlahan tubuh danita, menarik selimut lalu mendekap tubuh mungil danita.
di pertengahan malam danita terbangun karena dia merasa mual kembali, danita langsung berlari kekamar mandi dan memuntahkan semuanya didalam kamar mandi tapi anehnya muntahan danita tidak sama sekali mengeluarkan makanan yang tadi dia makan yang keluar hanya air liurnya.
Rangga merasa dia tidak memeluk sesuatu, Rangga meraba² tempat disampingnya tapi dia tidak menemukan tubuh mungil istrinya disampingnya. Rangga bangun lalu duduk mencari² keberadaan istrinya.
"danitaa" panggil Rangga sedikit berteriak.
"iya sayang aku lagi dikamar mandi lagi buang air pipis" teriak danita dari dalam kamar mandi.
Rangga mencerna perkataan danita "buang air pipis?" Rangga bergumam sendiri dengan otak yang masih loading sambil terus berfikir keras. tidak berapa lama kemudian danita keluar dari kamar mandi lalu berjalan mendekat kekasur.
"sayang kamu ngapain?" kembali tiduran menarik selimutnya.
"menunggumu" ikut tiduran, memeluk tubuh danita menempelkan wajahnya ke dada danita, danita sedikit ngeri dengan aksi Rangga karna kalau Rangga sudah menempelkan wajahnya didadanya pasti dia mau itu. (tau lah yah maksudnya apa).
tapi Rangga tidak berbuat apa-apa hanya memeluk tubuh danita, hembusan nafas Rangga terasa dileher danita, hembusan nafasnya sangat teratur walau sedikit geli tapi danita bisa ikut tertidur bersama Rangga dengan posisi seperti ini.
__ADS_1
Bersambung