Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Perhatian Rangga


__ADS_3

Rangga masih mengelus elus perut danita, sampai suster masuk membawakan makanan untuk danita. sekertaris zan sudah kembali dari urusannya.


"ini tuan makanan nona danita" zan memberikan makanan yang diberikan suster. danita terkejut dengan menu makanan yang ada di piring itu. ada ayam dikecapin, nasinya pun bukan bubur tapi nasi yang biasa kita makan, bahkan ada kentang goreng dan capcake disana.


"ini makanan rumah sakit atau makanan restoran" ucap danita dalam hati menatap makanan yang ada di piring.


"ayo buka mulutmu" suruh Rangga menyodorkan sendok ke depan mulut danita.


danita menurut membuka mulutnya dan memakan suapan Rangga sedikit demi sedikit. biasanya danita yang menyuapi Rangga sekarang Rangga lah yang gantian menyuapi danita yang sedang sakit.


"sayang kau sudah makan belum?" tanya danita sudah dengan posisi duduk.


"itu tidak penting, yang penting kau harus makan" jawab Rangga memasukkan makanan lagi ke mulut danita.


"kalau kau sakit gimana?" tanya danita lagi sambil meraih sendok yang dipegang Rangga. "kau juga harus makan" ucap danita memasukkan sendok berisi makanan kemulut Rangga. Rangga tidak menolak tapi dia mengambil lagi sendok yang dipegang danita dan terjadilah adegan Rangga menyuapi danita setelah itu memasukkan makanan ke mulutnya sendiri.


manusia yang dipojok sana sedang sibuk dengan hpnya, zan memeriksa email yang masuk dan meminta para koki rumah memberikan resep yang ada dimakanan danita. zan juga sudah menghubungi orang tua danita, katanya nanti sore mereka akan datang. zan juga tidak lupa memberitahu mama Wulan dan kata mama Wulan juga nanti sore akan ketempat danita tapi tidak tau bersama papa kino atau tidak. itulah zan menjalankan tanpa harus Rangga buka suara, zan sudah sangat mengerti apa yang diinginkan tuannya hanya dengan tatapan rangga.


"sayang mari kita tidur" ajak danita menggeser tubuhnya agar ada speis disebelah danita untuk Rangga.


"tapi nanti badanmu akan sakit nanti, itu terlalu sempit" ucap Rangga menunjuk tempat yang digeser danita.


"enggak kok, kamu lupa yah kalau badan aku ini mungil" balas danita kembali menepuk tempat disampingnya.


benar juga apa yang dikatakan danita, Rangga membuka jasnya agar tidak gerah saat dia tertidur lalu naik keatas ranjang rumah sakit, berbaring disebelah danita dan memeluk hangat tubuh mungil istrinya. Rangga membelai rambut danita dengan lembut, mengelus elus rambut danita dan sesekali mencium puncak kepala danita. tidak berapa lama Rangga dan danita sudah tertidur sambil berpelukan.


zan yang menyadari suasana sudah agak sepi, zan melihat kearah tempat tidur dia melihat kedua majikannya sedang tertidur pulas sambil berpelukkan. zan tidak menyia²kan momen seperti ini, dia mengeluarkan hpnya yang berada di saku celana lalu dia mengabadikan momen itu dengan memfoto. banyak gambar yang diambil zan. setelah selesai mengabadikan momen itu zan keluar ruangan untuk membeli beberapa minuman karna dia haus.


*****


Rangga dan danita sudah bangun, jam menunjukkan pukul setengah tiga lewat. danita dan Rangga sedang mengobrol pembicaraan rendom, obrolannya terhenti saat pintu ruangan dibuka dan ada mama Wulan sama papa kino, papa kino duduk dikursi roda.


"tante" ucap Rangga melihat mama wulan datang.


"iya nak, ini papa kamu nekat mau kesini katanya mau lihat keadaan danita" ujar mama wulan.


"danita kamu sakit apa?" tanya papa kino khawatir.


"hanya magku kambuh pah" jawab danita tersenyum.


"papa kaget saat dengar kamu dirawat, Rangga menjaga kamu kan?" tanya papa kino lagi menatap danita.


"iya pah, tuan Rangga menjagaku kok dia menyuapiku dan juga mengelus perutku" jawab danita menujuk perut yang diusap Rangga tadi.


papa kino tersenyum melihat senyuman ceria danita, terjadilah obrolan yang membuat orang² yang ada diruangan tertawa kecuali zan yang ada di pojok ruangan.


mama dan papa kino melihat kebahagiaan Dimata Rangga saat tertawa bersama danita, papa kino merasa ada kelegaan dihatinya melihat putra sulungnya kembali bahagia lagi.


"ibu" panggil danita saat melihat ibunya ada didepan pintu.


"selamat sore tuan kino" sapa ibu danita tersenyum.


"hai Wulan" sapa ibu danita lagi menyapa mama Wulan.


"harka kau kesini juga bersama istrimu?" tanya papa kino kepada bapak danita.


"tentu saja kino, aku sangat khawatir dengan danita" jawab pak harka duduk disebelah papa kino.

__ADS_1


"anakku sudah menjaga dan merawatnya" bisik papa kino tertawa bersama pak harka.


papa kino dan pak harka adalah sahabat dari sejak SMA, hubungan mereka sangat dekat. susah senang sudah dilalui bersama² sejak masa SMA.


"danita bagaimana keadaanmu?" tanya ibu danita.


"udah baikkan kok Bu, oh ya Bu Rio kemana?" tanya danita menatap ibunya.


"Rio gak ikut dia lagi siapin buat ujian tengah semester ya" jawab ibu danita lembut mengusap kepala danita.


Danita mengangguk, tangannya masih dipegang Rangga disebelahnya.


"Lena maaf yah akibat kewalahan kami danita jadi sakit seperti ini" ucap mama Wulan memegang tangan ibu danita.


"tidak Wulan, danita memang seperti ini magnya suka kambuh, jadi ini bukan salah siapa²" balas ibu danita memegang punggung tangan mama Wulan.


"iya mah, ini bukan salah siapa² ini juga bukan salah mama" ucap danita ikut nimbrung.


mama Wulan tersenyum menatap danita dan ibu danita. disaat obrolan mereka bertiga tiba² hp Rangga berbunyi, mama Wulan dan ibu danita tetap mengobrol tapi danita menoleh ke Rangga.


"bentar yah" ucap Rangga mencium pipi danita sekilas dan langsung keluar untuk mengangkat telpon.


mama Wulan dan ibu danita melihat itu, danita malu langsung menutup wajahnya yang merah. sementara dua ini didepannya ini tertawa melihat tingkah danita saat malu.


Rangga POV


"apa Kelin?" jawab Rangga sudah mengangkat telponnya.


"kak danita dilarikan kerumah sakit kak?" tanya Kelin khawatir.


"akukan tadi baru dari jenguk papa" cari alasan.


"danita satu rumah sakit dengan papa" balas membuat Kelin terkejut.


"iya iya kak, nanti malam aku kesana" langsung panik.


"gak usah besok ajah, jangan ganggu aku dan danita" jawab Rangga dengan nada datar.


"oke kak laksanakan" ucap Kelin langsung mematikan telpon.


Rangga POV end


danita sedang mengobrol dengan kedua ibunya, yang satu mama mertua dan yang satunya lagi ibu danita. sementara papa kino dan pak harka sedang mengobrol bersama terdengar gelak tawa didalam ruangan itu.


Rangga masuk dan memutuskan bergabung dengan para lelaki, disitu sudah ada zan yang sok²an ikut nimbrung padahal dia hanya diam saja mendengarkan pembicaraan kedua lelaki ini.


"Rangga kau sepertinya gemukkan" ucap pak harka.


Rangga tidak tau harus menjawab apa, dia hanya diam seribu bahasa.


"gimana gak gemuk kalau yang ngurusnnya danita" balas papa kino membuat ke 4 lelaki itu tertawa. Rangga senyum² malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


hari sudah semakin sore, kedua orang tua Rangga dan danita memutuskan untuk pulang karna danita harus istirahat dengan cukup, papa kino juga harus kembali ke ruangannya papa kino harus istirahat supaya mentalnya kuat agar cepat sembuh.


"banyak² istirahat danita, jangan banyak pikiran" ucap ibu danita. danita mengangguk sambil mencium tangan bapak dan ibunya. papa kino dan mama Wulan sudah balik duluan.


"Rangga kami pulang dulu yah?" pamit pak harka ke Rangga.

__ADS_1


"iya pak" balas Rangga mencium kedua tangan mertuannya.


bapak danita dan ibunya sudah keluar bersama sekertaris zan, Rangga menyuruh pak Tan untuk kemari membawakan baju ganti untuknya.


"sayang kau tidak mau mandi?" tanya danita kembali duduk.


"pak Tan belum datang, aku menyuruhnya membawakan baju ganti ku" jawab Rangga duduk ditepi tempat tidur danita.


danita menganggukkan kepalanya.


"kau tau? aku hampir gila saat dengar kau pingsan dan dilarikan kerumah sakit" ucap Rangga menatap danita yang ada didepannya.


danita tersenyum tipis mendengar ucapan Rangga, ada rasa senang dihatinya saat mendengar kalau Rangga mengkhawatirkan.


"makasih udah khawatir sama aku" ujar danita memancarkan senyum cerianya.


"danita aku sayang padamu" ucap Rangga membuat mata danita melotot karna terkejut dengan ucapan Rangga.


"aku juga sayang kepadamu" balas danita tersenyum didepan Rangga.


"tapi rasa sayangku berubah seiring berjalannya waktu rasa sayang berubah menjadi rasa takut kehilangan" sambung Rangga membuat hati danita berdegup kencang. "terima kasih kau sudah membuatku tersenyum kembali, membuatku merasa bahagia dan nyaman berada disampingmu, dan membuatku benar² takut kehilanganmu" ucapan Rangga menggantung membuat danita tambah keringet dingin. "danita aku mencintaimu" perkataan singkat dan sangat jelas membuat jantung danita berdetak sangat kencang.


danita terdiam dengan pengakuan Rangga, dia tidak menyangka seorang Rangga adinata bisa jatuh cinta kepada gadis yang bukan siapa² Dimata orang lain tapi Dimata Rangga danita adalah sosok gadis yang sangat ia sayangi dan sangat dia cintai.


danita menunduk tidak berani menatap mata Rangga, tapi Rangga mengangkat dagu danita dan pandangan mereka bertemu.


"jangan pernah pergi meninggalkan aku" ujar Rangga memeganh dagu danita menatap wajah danita sangat dekat.


"sayang apa kau tau isi hatiku?" tanya danita dengan suara pelan.


"tahu kau mengatakannya beberapa waktu lalu didalam mobil" jawab Rangga mengelus pipi danita dengan ibu jarinya.


"sayang terima kasih sudah mau mencintai gadis sepertiku" ucap danita memegang pipi Rangga dengan kedua tangannya. jujur ini baru pertama kali danita menyentuh pipi Rangga dengan tangannya.


"memang kau kenapa?" tanya Rangga melingkarkan tangannya di pinggang danita.


"kenapa yah?, kalau dibandingin dengan para wanita yang lebih pantas bersanding denganmu aku merasa wanita paling beruntung didunia ini mempunya suami bahkan dicintai olehmu" jawab danita sudah dengan mata berkaca².


"itu memang sudah suratan takdir dari Tuhan, dan kau adalah wanita yang paling pantas untuk bersanding denganku" ucap Rangga tambah mendekatkan wajahnya ke wajah danita. danita mencium duluan Rangga, Rangga memeluk pinggang danita dan danita melingkarkan tangannya dileher Rangga.


danita benar² merasa menjadi wanita paling beruntung didunia ini, dia mempunyai seuami bahkan dicintai oleh sosok Rangga adinata. danita tidak pernah berharap untuk dibantai oleh Rangga tapi mimpi semua wanita terjadi pada diri danita yaitu dicintai oleh Rangga adinata.


______________________________________________


danita adalah seorang gadis kecil yang berhasil menaklukan hati seorang Rangga. kalau seluruh dunia tau dan mendengar pengakuan cinta rangga, semua hati para wanita akan patah dan merasa sangat iri dengan sosok danita terutama bunga. siapa sangka bunga yang pernah mematahkan dan mengecewakan hati Rangga disembuhkan oleh seorang gadis kecil yang sangat beda level dengannya, bahkan bisa dikatakan bunga sudah kalah dengan danita.


Bersambung


author: punten author mau kenalin visual Rangga dan danita. mereka berdua dulu yah selebihnya nanti nyusul.


Danita putri amalia



Rangga adinata


__ADS_1


__ADS_2