Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Ngidam?


__ADS_3

danita sudah seminggu lebih berdiam diri dirumah, lebih jelasnya danita dikurung didalam sangkar burung yang besar ini. Rangga bukan tanpa sebab mengurung danita dia melakukan ini agar danita lekas sembuh.


selama dikurung didalam rumah kegiatan danita hanya mondar mandir disekitar rumah, seperti hantu bergentayangan. selain itu dia juga menonton drama koreanya di leptop mengusir rasa bosan yang sudah sampai diubun². setelah seminggu lebih dirawat dirumah akhirnya danita bisa lepas perban, sebenarnya dari kemarin juga bisa tapi Rangga meminta para dokter untuk memeriksa luka danita lagi.


danita pergi kerumah sakit setelah Rangga berangkat ke kantornya, agak siangan sih karna tadi pagi sempat ada drama yang sudah terbiasa terjadi jika Rangga hendak pergi kekantor. akhirnya danita bisa bebas dari perban yang melingkar dikepalanya.


saat danita pulang hari sudah siang jadi dia memutuskan untuk makan siang sebentar diluar, tentu saja dengan para supir dan pengawal yang di perintahkan Rangga untuk menjaga danita agar tidak terluka sedikitpun. emang agak sedikit tidak waras sih perintahnya.


"nona jangan lari² nanti anda terjatuh" ucap pak Tan melihat danita yang berlari gembira setelah keluar dari mobil.


"hehe, pak lihat deh kepalaku sudah tidak diperban lagi" pamer danita seperti menunjukkan pada bapaknya.


"wah nona anda sudah lepas perban, selamat yah berarti luka anda sudah sembuh" menanggapi dengan tersenyum hangat.


"hehe, pak Tan apa didapur ada mangga muda?" tanya danita.


"ada nona, mau saya siapkan?"


"mauu" danita mengangguk cepat dengan senyum yang lebar.


"baiklah akan saya siapkan, silahkan masuk nona" berjalan masuk kedalam rumah diikuti danita.


danita duduk didapur, memperhatikan pak Tan yang sedang memberi instruksi para koki untuk mengupas mangga muda untuk danita, danita juga memperhatikan koki yang biasa membuatkannya sarapan. kalau dilihat² koki itu tampan juga umurnya juga merupakan paling kecil diantara koki lain.


"ini nona mangga mudanya, selamat menikmati" koki itu menaruh piring yang sudah ada mangga yang dipotong rapih dan disusun tidak kalah rapih.


danita tersenyum melihat mangga muda miliknya sudah siap dia santap, tanpa pikir lama danita langsung memasukkan satu potong mangga muda yang sangat asam tapi bagi danita ini sangat enak. pak Tan dan koki yang melihat danita memakan dengan lahap mangga muda itu tanpa berekspresi keasaman.


"apa nona danita hamil?, tapi nona danita tidak mengalami muntah² atau sebagainya itu"


"lahap sekali nona danita memakan mangganya, ini nona danita sedang ngidam atau apa?" pak Tan dan koki tersebut berfikiran sama yaitu "apa nona danita hamil?".


danita menghabiskan mangga mudanya dengan perasaan yang senang dan senyum lebar menghiasi wajah manisnya. danita memang merasakan asam tapi ntah kenapa dia Mala menikmatinya. selesai memakan mangga danita naik keatas menuju kamar, saat berjalan ditangga danita melihat Kelin yang sedang menatap layar hpnya sambil berjalan.


"Kelin" sapa danita melambaikan tangannya.


"iya kak danita, eh KK dah lepas perban?"


"iya, jangan main hp sambil jalan nanti kamu nabrak sesuatu" usul danita dijawab dengan anggukan kepala Kelin.

__ADS_1


danita melanjutkan langkahnya menuju kamar, saat danita hendak masuk kedalam kamar Kelin terjatuh karna tersandung tali yang ada di tangga tapi suara Kelin tidak terdengar Rangga karna kamar Rangga agak jauh dari tangga, untuk sampai ke kamar Rangga harus berbelok. rebet kan masuk kamar doang?:))


"aww" pekik Kelin memegang kakinya.


"nona Kelin anda tidak apa²?" tanya pak Tan saat sampai didepan Kelin.


"gpp pak cuma kesandung" jawab Kelin kembali berdiri.


"anda mau saya panggilkan dokter atau tukan pijit?" menawarkan pilihan terbaik.


"tidak usah pak" ujar Kelin berjalan kesofa ruang keluarga.


kembali kedanita. danita sedang didalam kamar mandi berendam untuk menghilangkan lelah sejenak.


"Rangga oh Rangga kamu sedang ngapain yah?" gumam danita menatap langit² kamar mandi.


"ehh ini tanggal deket² aku mau datang bulan yah?" masih bergumam sendiri.


"kok aku jadi inget tentang kehamilan sih?" menegakkan tubuhnya.


"tapi aku dan Rangga sudah menikah lebih dari 9 bulan, apa aku akan segera hamil?" memejamkan matanya sejenak.


"arghhh kenapa aku jadi keinget keganasannya saat diatas tempat tidur, dasar otak mesum kau ini Masi terlalu muda untuk berfikir seperti itu" menggelengkan kepalanya sambil menggosok tubuhnya.


"tapi kan aku dah gak perawan lagi hihi, ih kok dah gak perawan Mala seneng" membasuh tubuhnya dengan shower.


danita berjalan keruang ganti baju hanya dengan menggunakan jubah mandi dan handuk yang menempel di kepalanya, saat danita hendak menutup pintu lemari pakaiannya dia dikagetkan dengan suara lelaki.


"kau sedang menggoda ku dengan hanya menggunakan jubah mandi seperti itu?" danita terperanjat mendengar suara lelaki yang tiba² ada didalam.


"sayang kau sudah pulang?, kapan kau pulang?" badannya membeku sangking kagetnya tapi mulutnya Masi bisa berbicara.


"sejak kau keluar dari kamar mandi" mendekat ke danita lalu mengambil baju yang sudah diambil danita.


"mau dikemanain bajunya?" berusaha merebut kembali baju yang dia ambil tapi dia malah jatuh didalam pelukan Rangga, Rangga mengangkat tubuh danita keluar dari ruang ganti baju.


"sayang kau mau ngapain?" tanya danita yang berada dibawah Rangga.


"danita aku mau itu" pinta Rangga menarik tali jubah mandi dengan jari telunjuknya.

__ADS_1


"mau apa?" kembali mengikat tali jubah mandinya.


"dedekku sudah lama tidak masuk goa" melepaskan handuk yang menempel dikepala danita.


Rangga mencium bibir danita lembut sambil meraba leher mulus danita, danita melingkarkan tangannya di leher Rangga, Rangga memberhentikan pautannya sebentar agar danita bisa mengambil nafas.


"apa kabar dedekmu yang sudah seminggu lebih tidak masuk kedalam goanya?" ejek danita memainkan dagu Rangga.


"menderita dan sekarang sudah sekarat" memegang tangan danita dan kembali mencium bibir danita, kali ini Rangga sedikit menuntut dengan ciumannya.


danita yang juga tidak tega dengan Rangga yang harus menderita menahan nafsunya akhirnya maladeni Rangga diatas tempat tidur, Rangga membolak-balikkan tubuh danita sesukanya untuk menuntaskan nafsunya tapi Rangga tidak bermain kasar dia memompa tubuh danita dengan lembut.


hari sudah semakin sore Rangga baru menyelesaikan urusannya ditempat tidur, Rangga memperhatikan wajah danita lelah yang sedang masuk kedalam mimpinya. mencium, mengusap bibir, pipi, dan kepala danita, yang dicium hanya bergumam sedikit lalu kembali tertidur. Rangga turun dari tempat tidur mengambil jubah mandi yang dipakai danita tadi lalu berjalan kejendela menutup tirai agar cahaya senja tidak membangunkan danita yang sedang terlelap.


Rangga keluar dari ruang ganti baju sudah memakai baju santainya dan tidak lupa rambut yang selalu tersisir rapih, dia berjalan mendekat ke tempat tidur melihat danita yang bangun seperti mengundang Rangga untuk mendekat ke danita. Rangga merapikan rambut danita yang menutupi wajahnya, cup cup cup dia mencium seluruh bagian muka danita tanpa terkecuali.


"kau sepertinya lelah sekali, tidurlah dengan nyenyak sayang" mencium pundak danita yang tanpa ditutupi benang sehelai pun. setelah puas melihat wajah imut istrinya yang sedang tertidur pulas Rangga turun kebawah menemui orang² yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing, kecuali zan dia sedang meminum kopinya sambil duduk santai dihalaman depan kediaman adinata.


Rangga berjalan mendekat kehalaman yang sangat hijau dan berwarna warni dengan bunga yang ada disekeliling halaman yang luas ini sambil membawa kopinya yang sudah disiapkan pak Tan tadi.


zan menengok kesampingnya saat mendengar ada orang yang menarik kursi disebalhnya.


"sedang apa kau disini zan?" menyeruput kopinya sambil menikmati angin sore.


"saya hanya sedang menatap langit senja" jawab zan juga ikut menikmati angin sore.


"ck memangnya aku tidak tau arti tatapan kau saat menatap langit" dengus Rangga meraih cemilan yang ada diatas meja.


zan tertawa sambil tersenyum mendengar kepekaan Rangga yang selalu tepat sasaran.


"saya tiba² mengingat masa lalu saya tuan saat saya kecil" menyenderkan tubuhnya.


Rangga menoleh ke zan merasa aneh kenapa dia tiba² mengingat masa kecilnya? itu lah arti tatapan Rangga kepada zan.


"tuhan sangat sayang kepada anda, tuhan memisahkan anda dan nona bunga lalu dipertemukan oleh nona danita yang bisa membuat anda lebih bahagia lagi, kalau saya? tuhan sudah mengambil orang tua saya ketika saya masi merumur lima tahun, haha menyedihkan sekali" gelak zan menatap langit sore yang indah.


"tuhan juga pasti sayang kepadamu pasti Tuhan akan memberikan seorang gadis yang bisa membuatmu melupakan masa kecilmu yah yang bisa dikatakan miris" ejek Rangga pada teman masa kecilnya itu.


Rangga dan zan mengobrol lama ada canda dan tawa yang zan rindukan saat mengobrol dengan tuannya tiga tahun yang lalu. zan seperti merasakan tuanya yang tiga tahun lalu sudah kembali lagi tentu saja dia senang karna Masi ada orang yang bisa membuat Rangga tersenyum bahagia dan melupakan masa lalunya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2