Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Boleh?


__ADS_3

Papa kino dan mama Wulan sudah diberitahu tentang berita gembira ini, pak harka dan ibu Alena sebagai orang tua danita pun tak lupa diberitahu. kedua orang tua yang akan menjadi kakek dan nenek ini sangat gembira saat mendengar danita sedang hamil, dari pihak mana pun tidak menuntut jenis kelamin anak Rangga dan danita nanti.


"halo Tan?" Rangga mendapat telpon dari mama Wulan pasti karna mereka berdua ingin bertemu dengan danita.


"iya Rangga, ini papa bener danita sedang hamil?" papa kino sedikit telat mendapatkan informasi karna kemarin papa kino harus cuci darah.


"iya pah, papa bakal jadi kakek"


"syukurlah papa gak nyangka bakal secepat ini" ucap papa kino, hatinya merasa lega saat anak lelakinya sudah menemukan kebahagiaannya lagi.


"aku sudah menikah hampir mau setahun pah"


"iya juga sih, Rangga kamu besok bisa kesini gak?"


"sudah pasti bisa lah pah, sekalian sama menantu papa gak?" tanya Rangga menawarkan istrinya karna sudah pasti papanya minta danita ikut dibawa.


"sudah pasti jangan lupa bawa menantu kesayangan papa" gelak tawa pun terdengar dari percakapan antara anak dan bapak ini.


"yaudah pah besok aku bawa danita, aku tutup ya pah aku mau rapat"


"iya"


sambungan telpon sudah terputus. Rangga tersenyum mengingat candaan tadi dengan papanya, kalau dia pikir² sudah lama sekali dia tidak bercanda dan tertawa dengan papanya.


Rangga dan zan sedang berjalan menuju ruang rapat, ini sudah akhir bulan saatnya laporan kinerja karyawan diserahkan ke Rangga. dengan melihat wajah ceria Rangga sepertinya tidak akan terjadi Rangga teriak dan membentak karna marah, itu kesimpulan yang diambil zan.


*******


Rangga sudah pulang kerumah utama membawa pesanan istrinya yaitu pempek, Rangga berjalan girang sampai dia masuk dikamarnya. pak Tan dan sekertaris zan yang melihat itu ikut tertawa melihat tingkah tuan mudanya seperti anak kecil.


"sayangg" danita langsung berhamburan dipelukan Rangga.


"tumben banget kamu langsung peluk aku pas pulang" Rangga pun membalas pelukan danita dengan penuh kasih sayang.


"aku kangen" mengusap usap kepalanya didada Rangga.


Rangga sangat merona senang saat mendengar kemanjaan istrinya, mungkin karna efek danita sedang hamil muda jadi danita manja kepada Rangga.


"nih pempeknya" mengalihkan pembicaraan supaya Rangga tidak terlihat berlebihan.


"makasih sayang, muach" mencium pipi Rangga lalu berjalan kesofa.

__ADS_1


Rangga meraba pipinya yang habis dicium danita, hangat bekas bibir danita masih terasa dipipi Rangga.


"sayang kamu gak bawa piring atau mangkok kesini?" sangking senengnya Rangga lupa membawa mangkok.


"suruh pak Tan aja bawain kesini" duduk disebelah danita menyenderkan kepalanya ke sofa.


"kamu ambil sana sayang" udah gada rasa takutnya sama Rangga.


"heh enak ya kau sekarang nyuruh² aku, dirumah ini ada pembantu buat apa aku gaji mereka?" menatap danita tajam.


"hihi, iya iya aku panggil pak Tan" meraih gagang telpon lalu menekan no khusus untuk menghubungi pak Tan.


setelah memakan pempek dan tidak lupa memakan makan malamnya, Rangga dan danita memutuskan untuk naik keatas kasur. mereka berdua belum tertidur, Rangga yang sedang menciumi dan mengelus elus perut danita sesekali Rangga berbicara seperti sedang ngobrol dengan anaknya yang masih berada didalam perut danita. danita yang melihat tingkah perhatian suaminya itu tentu saja meleleh.


"bersyukur sekali aku mendapatkan suami seperti mu, kalau perjodohan saat itu tidak terjadi entah akan bagaimana kehidupan ku" para wanita pasti sangat mendambakan Rangga menjadi suaminya, tapi danita adalah wanita yang menjadi istri dan wanita yang paling dicintai Rangga.


"sudah sayang, kau tidak mengantuk?" tanya danita sambil mengelus pipi Rangga.


"makasih kau sudah mau menjadi ibu dari anak-anak kita" menatap danita dalam, memegang tangan danita yang berada di pipinya.


"aku juga berterima kasih karna kau mau menjadi suami yang mau menerima segala kekurangan ku" tersenyum menatap Rangga dengan mata yang berbinar.


danita terkejut dengan perkataan Rangga karna baru pertama kali Rangga memanggilnya dengan sebutan sayang. danita menarik wajah rangga menyatukan bibir mereka berdua, Rangga terpaksa harus menahan nafsunya malam ini karna diapun blm tau kalau ibu hamil itu boleh melakukan hubungan intim atau tidak mengingat usia danita yang masi muda untuk mengandung jadi Rangga lebih memikirkan anak dan istrinya dari pada nafsunya.


Rangga melepaskan pautan mereka berdua agar nafsunya tidak tambah menjadi², Rangga menurunkan pelukannya sampai dia bisa menempelkan wajahnya ke tengkuk leher danita.


"aku lelah" dua kata yang tidak pernah danita dengar keluar dari mulut Rangga yaitu saat Rangga mengeluh.


danita menunduk, mencium puncak kepala Rangga dan memberikan tepukan lembut di bahu Rangga. tidak dia sangka seorang Rangga adinata yang selalu bersikap tegar dan gagah bisa mengucapkan kata "aku lelah" yang keluar dari mulutnya sendiri.


"tidurlah sayang, aku akan selalu ada untukmu" mencium jidat Rangga dan memberikan tepukkan lembut dan hangat di pundak Rangga.


*****


pagi sudah datang mentari sudah menampakkan cahayanya, Rangga dan danita sudah siap dengan pakaiannya.


sesuai dengan permintaan papa kino, Rangga dan danita hari ini menjenguk papa kino. papa kino dan mama Wulan benar² sangat senang karna mereka berdua akan menjadi kakek dan nenek. setelah menjenguk papa kino, Rangga danita sedang otw ke kampus danita tentu saja berangkat bersama Rangga.


didalam mobil danita mencoba untuk meluluhkan hati Rangga agar mengizinkannta untuk tetap kuliah sampai ujian semester selesai, tapi Rangga tidak semudah diluluhkan apalagi ini menyangkut anaknya. kalau danita kelelahan pasti akan berdampak pada anak yang ada didalam perut danita.


"sayang plisss cumang sampe ujian semester aku selesai abis itu terserah kamu mau suruh aku kuliah online atau enggak" danita sudah dari tadi merengek ke Rangga.

__ADS_1


"danita kau dan anak kita yang masih berada didalam perutmu itu sangat berharga bagi ku" memegang tangan danita dan berusaha untuk menjelaskan sebetapa berhaganya dirinya dan anak yang sedang dia kandung.


"tapi aku bisa jaga diriku dan anak kita" mengelus perutnya yang masih rata.


"aku akan gila saat kau dan anak kita tergores sedikitpun bahkan hanya seujung kuku" Masi memegang tangan danita dan sekarang menggenggamnya.


"tapi itu berlebihan" danita Masi mau kuliah karna dia mempunyai seribu mimpi yang belum dia gapai.


"sayang percayalah, aku janji hanya sampai ujian semester ku selesai selepas itu terserah kau" Masi tetap kekeh terhadap pendiriannya.


"hentikan perdebatan ini, kalian tidak sadar ada jiwa jomblo disini yang sudah muak dengan pertengkaran Kelian berdua" zan pun ikut geram dan sudah Gedeg kupingnya.


"tidak" tegas Rangga.


"ingin rasaku kabur" gumam danita pelan tapi telinga Rangga sangat jernih jadi dia bisa mendengar ucapan danita.


"apa?, kau mau kabur?" menangkup pipi danita dengan kedua tangannya.


tidak hanya Rangga yang mendengar dan terkejut dengan perkataan danita, zan juga mendengarnya, membuat dia melirik kaca spion sambil bergumam didalam hatinya.


"apa lagi ini, nona tolong diam dan lakukan apa yang diperintah tuan Rangga" zan menatap kaca spion sebentar lalu kembali fokus dengan jalanan.


"jangan, kau boleh kuliah tapi hanya sampai ujian semester mu selesai habis itu kau ikut kelas online" ucap Rangga memegang pipi danita.


author:ini bisa dikatakan suami takut istri gak sih?


"serius sayang?" danita tidak menyangka suaminya luluh dengan perkataannya.


"iya tapi kau jangan kabur apalagi meninggalkan aku"


"makasih sayang" danita langsung berhamburan memeluk Rangga sambil menciumi pipi Rangga tanpa henti.


"anda menemukan senjata baru ya nona untuk meluluhkan rangga" zan ikut tersenyum kecil sambil fokus menyetir.


"nanti pipiku habis kalau kau terus ciumi" padahal mah dia seneng dan juga gemes dengan danita.


danita tidak memperdulikan protes Rangga, dia tetap menciumi pipi Rangga sampai puas. setelah puas menciumi pipi Rangga danita memeluk Rangga dan menempelkan pipinya ke dada Rangga.


"padahal tadi aku hanya asal ngomong gak sungguh² lagipula aku gak sebodoh bunga" gumam danita dalam hati sambil terus memeluk Rangga sesekali dia mengusap² pipinya didada Rangga. entah kenapa rasanya nyaman kalau seperti ini.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2