Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Berbincang Bersama Mama


__ADS_3

Danita menatap jendela yang silau karna sinar matahari. rangga sudah berangkat dan kelin tadi juga sempat kesini, tetapi langsung diusir rangga. mengobrol dengan kelin sangat seru. berusaha mengikhlaskan papa kino perlahan-lahan. sepertinya menggunakan cara itu bisa juga.


tok tok


pintu diketuk, danita berfikir itu pasti kelin.


"masuk saja" setengah berteriak.


pintu terbuka, ternyata pak tan yang mengetuk bukan kelin. wajah kecewa terpampang di wajahnya.


"selamat siang nona danita" menunduk.


"selamat siang juga pak tan" ngomong-ngomong dia sudah lama tidak berjumpa dengan pak tan.


"nona anda memiliki tamu"


"siapa pak?"


pak tan menggeser sedikit tubuhnya. dan sosok wanita anggun terlihat disana.


danita tersentak untuk beberapa saat. itu tante marlin, kira-kira kenapa ya tante marlin kesini? bertanya-tanya sendiri di pikirannya.


Tante marlin tersenyum kepada danita, menatap danita yang segera berdiri.


"selamat siang mama" ucap danita sedikit menunduk.


"apa kabar mu danita?" berjalan masuk kedalam kamar.


"baik ma, bagaimana dengan mama?" kenapa dia merasa canggung?.


"mama pun begitu" menatap hangat wajah danita.


Apa yang telah terjadi? terakhir kali dia bertemu tante marlin sejak kejadian itu. sungguh danita merasa sangat senang bertemu dengan tante marlin. dia sudah melupakan kejadian itu. sekarang dia rindu dengan tante marlin.


"aku enggak diperbolehkan turun sama tuan rangga, mama gak masalah kalau disini saja?" tidak berhenti menatap berbinar. selain cantik dan awet muda, tante marlin juga mempunyai lesung pipi.


"tentu tidak apa, kesehatan mu sangat penting" berjalan menggiring danita ke sofa.

__ADS_1


mereka duduk sebelahan. membuat danita tambah kagum.


"bagaimana dengan kandungan mu danita?" menatap dengan senyum tipis. tangannya sedikit menyentuh perut danita yang mengembang.


"kata dokter janinnya kembar" tersenyum ceria. entahlah kenapa melihat tante marlin hatinya menjadi tenang.


"wah benarkah? cewe cowo?" senyumnya mengembang lebar.


"dua-duanya cowo" mengusap perutnya dengan senyum yang mengalahkan mentari.


"jagoan ini" mengelus-elus perut danita dengan lembut.


danita tersenyum hangat, nyaman sekali rasanya. apa si kembar merindukan neneknya?.


"danita mama meminta maaf atas kejadian itu" tangannya masih mengusap pelan perut danita.


danita menggeleng. "mama engga perlu minta maaf, justru danita yang sangat kurang ajar saat itu. maafkan danita ma"


Tante marlin sekarang tahu mengapa rangga mencintai danita. dia yang salah karna hanya memikirkan rangga tanpa memikirkan cinta mereka. dari nada bicara danita sudah bisa ditentukan danita adalah gadis yang baik.


danita diam mendengarkan, cerita masa kecil rangga melintas di kepalanya. danita tahu tante marlin mempunyai hati yang sangat lembut seperti seorang ibu pada umumnya. walaupun perceraian itu tercipta, tetapi perasaan seorang ibu tidak akan pernah lepas untuk anaknya.


"apa rangga memiliki sifat pencemburu?" menatap danita dengan senyum tipisnya.


danita tertawa ringan lalu mengangguk. "tuan rangga sangat tidak suka aku menyebut nama laki-laki lain"


"masih banyak lagi ma" lanjutnya dalam hati.


"dia memang seperti papanya" menunduk perlahan.


"papa kino juga pencemburu ma?" menatap manik-manik hitam yang sudah ada garis halus.


"persis seperti rangga, hanya mama saja yang tidak suka diperlakukan seperti itu" mengangguk singkat.


danita sekarang sudah sangat paham dengan masa lalu yang masih sangat digantung oleh rangga.


"danita dengarkan ini" meraih lembut tangan danita, lalu ia taruh diatas pahanya. tangan danita lembut dan hangat.

__ADS_1


"bunga dahulu meninggalkan rangga karna tak sanggup dengan sifat pencemburu rangga, mama juga menggunakan alasan itu dahulu. apapun yang akan menimpa mu dan juga hubungan kalian, tetaplah percaya satu sama lain, dan jangan menganggap rangga menjadikan mu seperti bonekanya. rangga melakukannya untuk menjaga miliknya agar tak dilirik dan tak direbut oleh siapapun" mengusap lembut tangan danita.


"danita juga terkadang pencemburu kepada tuan rangga" ucapnya terdengar malu-malu.


Tante marlin tergelak tak percaya. wajah polos danita sangat tidak sesuai dengan ucapannya.


lebih dominan rangga si.


"mama tidak menyangka" menutup mulutnya dengan anggun.


malu sekali rasanya danita.


"pantas rangga terlihat sangat tergila-gila dengan mu, ternyata kau sangat manis dan baik danita" menghela nafas pelan. sambil tersenyum tipis dia menatapnya.


danita kikuk tidak tahu harus menjawab apa. rasanya malu sekali dibilang seperti itu. ya walaupun dia senang si.


"terima kasih ya sudah berada disamping rangga" menyelipkan beberapa helaian rambut danita ke belakang telinganya.


"danita yang berterima kasih karna mama telah melahirkan tuan rangga" lagi-lagi dia tersenyum. selain keinginannya sendiri, wajah tante marlin juga yang membuatnya ingin tersenyum terus.


"justru mama yang telah menghancurkan hidup rangga, jangan berterima kasih kepada mama karna mama lah yang telah membuat rangga harus menjalani hidup yang berat" senyum tipis dan mata yang sayu.


"tidak ma, tuan rangga tidak akan ada didunia tanpa mama" menggeleng pelan.


"jika waktu bisa diulang mama tidak ingin rangga mempunyai seorang mama yang seperti ini" kata-katanya ditunjuk untuk dirinya sendiri.


danita sangat sedih kalau ada yang mengucapkan seperti itu, baginya semua ibu itu sangatlah berharga. dia juga yakin rangga tidak sepenuhnya membenci tante marlin, dari tatapan rangga saat menceritakan itu sudah bisa dilihat dengan jelas.


"kenapa danita tidak melihat tuan rangga menangis saat kemarin ya ma" mengalihkan topik. benar juga danita sama sekali tidak melihat rangga menangis.


Tante marlin menghela nafas sambil tersenyum. "karna rangga tidak pernah mempunyai banyak waktu untuk berlama-lama larut dalam duka" ujarnya membuat danita berwah-wah dalam pikirannya.


ahh kenapa danita tidak berfikir itu, malah dia berfikir rangga tidak menangis karna tidak terlalu perduli dengan kepergian papa kino. dia melupakan sisi lain dari rangga.


BERSAMBUNG


ps: ingatkan author jika ada typo

__ADS_1


__ADS_2