
hari berlalu seperti biasa, kegiatanpun tidak ada yang berubah. Rangga yang setiap pagi pergi ke kantor, danita yang sedang sibuk menyiapkan tugasnya dan mempersiapkan untuk ujian yang sudah dekat ini. semua berjalan seperti biasa.
sampai saatnya untuk pengumpulan tugas terakhir, yaitu tugas yang sudah disiapkan dan diselesaikan oleh danita, hito, rasya, Vita, dan juga luck akhirnya selesai hanya tinggal mempresentasikan hasilnya.
"selamat pagi anak-anak, kalian pasti tau kalau hari ini adalah hari pengumpulan tugas kalian yang bapak kasih seminggu yang lalu" ucap dosen lelaki berambut hitam itu ketika menaruh bukunya dimeja.
"persiapkan diri kalian untuk presentasi, orang yang mengambil besar dalam penilaian kali ini sudah mau datang" lanjutnya.
semua murid Kembali berbincang mengenai parfum masing-masing kelompok, setiap kelompok harus ada dua orang untuk presentasi dan sisanya mengatur yang lain.
di kelompok danita yang akan mempresentasikan adalah danita dan hito, dimana hito terlebih dahulu yang mempresentasikan lalu danita inti dan penutupnya.
suasana kelas hening seketika saat pintu terbuka dan terdengar suara langkah kaki laki-laki berjaz yang masuk ke dalam kelas.
itu lah orang yang dimaksud oleh dosen muda itu, yaps orang terpenting di kampus ini. siapa lagi kalau bukan Rangga adinata datang bersama sekertaris kebanggaannya.
"selamat datang tuan Rangga" sambut dosen itu.
danita melongos saat melihat suaminya, iya Rangga ada di kelas ini. hampir saja danita tercekat sangking terkejutnya. kenapa dia tidak sadar kalau orang yang dimaksud adalah suaminya.
apa Rangga melihat danita? tentu saja Rangga melihatnya, bagaimana dia bisa mengabaikan istri yang dia cintai itu. tapi Rangga hanya melirik sekilas tempat duduk danita yang ada di belakang.
"bisa kita mulai tuan?" tanya dosen itu duduk di bangkunya bersama Rangga.
"hmm" kata² legend keluar.
"baiklah kelompok pertama silahkan maju" ucap si dosen.
danita sekarang sedang menahan rasa gugupnya itu, karna yang ada didepannya itu Rangga. orang yang membuatnya hampir berdebar setiap hari.
__ADS_1
"tenangkan dirimu danita, itu hanya Rangga iya Rangga yang bisa berubah menjadi bocah lelaki saat bersamamu" ucapnya dalam hati seraya menenangkan dirinya.
"are you oke?" tanya luck yang ada disebelahnya.
kelompok danita adalah kelompok terakhir jadi Masi lama, tapi percayalah dia sudah keringat dingin dari tadi.
"kapan kelompok danita akan maju?" gumam Rangga dalam hatinya sudah tidak sabar.
"hey dosen reseh kapan kelompok danita maju?" menyenggol bahu dosen yang ada disebelahnya.
"kelompok danita kelompok paling akhir tuan" jawab dosen itu santai.
"nyari mati kau?" geram Rangga berbisik.
dosen itu hanya diem saja menatap kedepan berusaha untuk acuh ke Rangga yang selalu merengek tentang istrinya itu.
seperti rencana hito maju terlebih dahulu untuk mempresentasikan parfumnya. 15 menit berlalu hito menjelaskan tugas kelompoknya itu. percayalah Rangga hanya fokus ke danita yang ada disebelah vita memegang kertasnya.
"jangan melihatku seperti itu" gumam danita menunduk untuk mengalihkan pandangannya.
"menggemaskan sekali" Rangga tetap memperhatikan danita yang sudah salah tingkah dibuatnya.
sekarang saatnya danita maju, sebelumnya dia menarik nafas panjang dan membuang perlahan. luck menggeser kan leptopnya untuk beralih ke inti dalam parfumnya, saatnya danita menjelaskan isi isi dari parfumnya ini.
selama penjelasan danita, dia hanya menatap ke depan yaitu layar lebar yang intinya isi dalam parfumnya itu.
sampai akhirnya selesai sudah presentasinya tinggal menyerahkan hasil parfumnya dan memberi nama parfumnya.
"apa nama parfum ini?" tanya Rangga dan dosen itu berbarengan dan kompak.
__ADS_1
mereka berlima saling pandang satu sama lain, siapa yang akan jawab? itu lah arti dari tatapan mereka.
"secret royal" yang jawab luck dengan gayanya itu.
"nama yang rich" dibalas dengan tatapan tak kalah khas orang konglomerat dari Rangga.
danita, Vita, Rasya, hito dan dosen yang ada disitu menatap bingung kearah Rangga dan luck yang bisa dibilang mereka berdua sedang bertengkar tatapan angkuh dari keduanya.
oh jangan lupakan murid² yang lain yang ada dibelakang, mereka juga memperhatikan Rangga dan luck itu yang sangat menjengkelkan.
pertengkaran tatapan pun berakhir, zan menarik Rangga sampai dia bangun dari duduknya dan menggeser luck sedikit.
"tuan disini ramai" bisik zan setelah kembali berdiri di samping Rangga.
"penilaiannya sudah selesai kan dosen?" beralih ke dosen yang masi duduk ditempatnya.
"iya tuan sudah selesai"
"saya permisi" berjalan melewati tubuh dosen itu bersama zan.
"apa dia marah?" tanya danita dalam hatinya.
"kalian berlima kembali ketempat duduk kalian" ujar sang dosen.
"untuk kelas hari ini cukup sampai disini pengumuman nilai akan bapak umumkan lusa, terima kasih selamat siang" ucap dosen itu langsung merapikan buku²nya dan keluar dari kelas.
"apa yang membuat tuan Rangga sampai Tergila-gila denganmu danita" diam² dosen itu bergumam didalam hatinya seraya keluar dari kelas.
BERSAMBUNG
__ADS_1