Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Karna Bando


__ADS_3

Apa kalian tahu apa yang lebih membosankan bagi seorang pria selain menunggu kekasihnya berdandan untuk pergi berkencan?


Yap, menemani istri berbelanja.


Tidak-tidak rangga tidak akan mengeluh karna sudah lebih dari satu jam dia mengikuti istrinya kesana kemari di dalam toko perlengkapan bayi. kalau tadi toko baju bayi, sekarang waktunya menghabiskan uang suami untuk membeli perlengkapan bayi.


Danita tidak yakin juga si kalau uang rangga akan habis setelah ini.


"sayang kayak gitu yu" ucap danita menunjuk sepasang kekasih yang sedang mencoba bando-bando untuk bayi sebenarnya, tapi bisa dipakai oleh orang dewasa juga.


"tidak itu sangat kekanak-kanakan" berjalan seperti angin melewati danita yang sudah berwajah kecewa.


"itu lagi trend tau sayang, ayo beli" melingkarkan tangannya di lengan rangga mesra.


"untuk apa seperti itu?" mengkerut kan keningnya dan menatap ke samping.


"biar gaul kayak anak-anak jaman sekarang" bergaya seperti orang kece dengan mengkedipkan matanya.


Rangga menatap aneh, ya Tantu saja mana ada orang yang berumur 30 tahunan mengikuti trend seperti itu. urus tumpukkan berkas di meja mu saja sana.


Bukan danita namanya kalo gampang menyerah.


"udah ayo ikut aja" menarik lengan rangga sambil tersenyum riang.


"jangan aneh-aneh nita ini tempat umum" sedikit kesal tapi ahh tidak mungkin dia kesal dengan wanita yang paling dia cintai.


Danita berdiam di sebuah rak bando dan menatap rangga bingung "memangnya kenapa kalau di tempat umum?"


"aku adalah presdir adinata, tidak mungkin memakai yang seperti itu lalu berfoto-foto di tempat umum bagaimana kalau ada reporter yang sengaja memotret ku la–" tangan danita lebih cepat untuk menutup mulutnya.


"sst kata siapa sekarang kamu presdir adinata? khusus hari ini kamu menjadi laki-laki biasa, bukan presdir adinata tetapi suami danita putri amalia hanya sebagai suami danita putri amalia ingat itu" tersenyum lebar sampai kedua matanya hilang dengan telunjuk yang masih setia di depan bibir rangga.


Rangga jadi merona senang gitu kan, sudah lama juga dia keluar dengan hanya nama rangga dan juga sebagai laki-laki biasa. bukan sebagai presdir adinata.


ok rangga akan dengan senang hati menuruti istri tercintanya ini.


"pakai ini sayang lalu lihat ke cermin" memakaikan bando bertelinga gajah dan juga ada tanduk di atasnya seperti unicorn. bando berbentuk apa ini sebenarnya?.


Rangga seperti anak kecil yang menurut-nurut saja saat danita merapihkan rambutnya yang sedari tadi sudah jatuh ke bawah hampir menyamai poni.


"jangan datar sayang mukanya" cemberut danita.


"smileeee" menarik-narik pipi rangga agar terbentuk lekukan ke atas dibibir suaminya.


Setelah dipastikan semua siap, danita mengeluarkan hpnya dan


cekrek


Dia mengambil gambar di pantulan cermin besar itu dengan rangga yang tersenyum lebar, hampir menyeramkan tapi untung tampan.


"lagi lagi gaya bebas sayang" sudah mengambil posisi yaitu memegang perut buncitnya.


"apa itu gaya bebas?" kebingungan rangga di buatnya, dia hanya bisa menatap bingung tanpa tahu kalau danita sudah memencet tombol potret.

__ADS_1


Rangga belum siap, sungguh.


"bhahahaha lihat nak papa mu lucu sekali" menunjukkan foto yang tadi dia ambil kepada jabang bayinya yang masih di dalam perut.


"kenapa muka ku seperti itu?" langsung protes sang empunya wajah.


"mana ku tahu sayang, lagian kamu kenapa bengong?" menahan tawanya sambil melihat layar hpnya.


"hapus itu" ingin mengambil hp danita tapi gerakan ibu hamil satu ini lebih cepat.


"gak mau, aku mau pajang ini di sosial media aku ahahaha gemasnya suami ku" berbicara sendiri sambil mengetik sesuatu disana.


"untuk apa?"


"mau pamer ke kakak senior yang dulu pernah suka sama aku kalo aku sekarang sudah punya suami" berbicara sambil terus mengotak-atik hpnya.


Tak tahu dia rangga sudah berubah air muka.


Danita mendongak merasakan suaminya ini diam saja, duarr dia baru sadar telah melakukan kesalahan "enggak sayang aku mau kasi tau ke orang-orang kalau aku sudah mempunyai suami yang tampan dan sangat aku cintai" mendekat ke rangga dan satu kecupan di pipi rangga mendarat dengan mulus. itu adalah senjata andalan danita, bersikap manis kalau sudah tau rangga sedang kesal.


Rangga senyum-senyum sendiri, tapi dia menyembunyikannya dengan cara berbalik dengan troli di tangannya lalu berjalan dengan santai. "hm lakukan itu, beri caption kalau kamu sangat sangat sangat mencintai ku" berlagak melihat ke kanan dan ke kiri padahal dia sedang menyembunyikan rona senangnya.


"y" gumam danita pelan, sangat pelan tak mau sang suami yang ada di depan mendengar.


"apa kamu tadi bilang sesuatu?" berbalik dengan tiba-tiba membuat danita sedikit gelagapan.


"e–enggak sayang, aku bakal kasih caption 'bersama kesayangan ku, kecintaan ku, dan suami yang paling ku cinta' " ya danita mengucapkan dengan senyum lebar, tak tahu seperti apa isi hati sebenarnya.


Rangga mengangguk dengan senyum yang mengembang "tambahkan emot love yang banyak, nanti ku lihat awas saja kalau tidak ada" hatinya sudah sangat berbunga-bunga. sungguh.


"yayayaya, dasar tuan rangga bucin dan pencemburu yang tak jelas" see, isi hati danita sesungguhnya.


Sepertinya sangking senangnya, rangga tak merasa kalau di kepalanya masih ada bando bertelinga gajah yang masih menempel di kepalanya.


Entah mengapa orang-orang yang berkunjung ke mall ini terlihat sangat familiar dengan orang yang memakai bando bertelinga gajah itu. tapi siapa ya?.


Ahh entahlah rangga juga sepertinya telah lupa dengan kejadian jambak-jambakan tadi, syukur lah. oh ada bagusnya juga danita menata rambut rangga tadi sebelum pergi menjadi kebawah. Dengan begitu orang-orang tidak akan menggangu waktu berdua bersama suaminya karna mereka tak akan menyangka kalau orang yang tetap memakai bando berkuping gajah itu sambil berkeliling di mall itu adalah presdir adinata.


haha ingatkan danita untuk melepas bando itu diam-diam.


*****


"pfft" danita berusaha menahan tawa mati-matian di sebelah rangga.


Rangga berdecak kesal, kenapa dengan istrinya ini? sedari tadi cekikikan terus "nita apa ada yang lucu? kenapa kamu terus menahan tawa seperti itu?" menatap kesal istrinya.


"tidak sayang tidak" mengulas senyum yang tidak dibuat-buat, namun mengandung arti.


Rangga kembali berjalan di tengah-tengah keramaian mall yang semakin sore. dengan pede dan berjalan santai dia mengabaikan orang-orang yang menatapnya aneh.


"sayang mau beli roti es krim" menunjuk penjual yang sedang di kerumuni banyak pembeli yang mengantri. itu sepertinya enak, perut danita juga sudah mulai lapar.


Rangga mendudukkan danita di sebuah meja yang tak jauh dari si penjual yang sedang lihai membuat makanannya.

__ADS_1


"tunggu disini" gitu katanya sambil mencium sangat kening danita di depan orang banyak.


Danita kan jadi malu.


Tapi itu tak seberapa dengan dirinya yang menahan tawa saat melihat orang-orang yang menatap aneh suaminya. rangga sudah mulai mengantri. lumayan panjang, tentu ada suaminya disana. jangan lupakan bando bertelinga gajah itu.


Dapat danita lihat, orang-orang yang ada di belakang suaminya itu menatap aneh. sudah tinggi, tampan, dan sangat keren gayanya. tapi kenapa memakai bando berkuping gajah seperti itu?. tidak merusak ketampanan seorang rangga adinata. malah terlihat lucu. sungguh.


Danita tak mau melewatkan ini, dia mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan bersiap untuk memotret suaminya yang sedang mengantri, tapi tatapannya tak pernah lepas dari dirinya.


"astaga menggemaskan sekali suami ku" Masi sibuk memotret suaminya yang sepertinya tak masalah kalau dipotret.


Danita setia memperhatikan suaminya di sana, sampai tak kerasa kalau sudah berada di barisan paling depan. yap makanannya tengah dibuat. danita tak sabar.


"mas mas kok kayak gak asing ya?" wanita yang di belakang rangga membuyarkan lamunan danita.


Rangga tak menyahut, hanya menaikkan alisnya yang tertutupi oleh rambutnya.


"muka mas familiar banget tau" lanjut wanita itu.


"pfft haha" danita tertawa pelan sambil memperhatikan yang di sana.


"maaf saya tidak kenal anda" bersikap acuh dan kembali menatap makanan pesanan istrinya yang sedang di pesan.


"ih masnya gimana saya aja lupa mas siapa mana mungkin mas kenal saya juga" ucap wanita itu sambil sedikit bereksperimen heran.


Rangga tak bergeming.


"bando baru ya mas? wah lucu banget mas cocok sama mas" menunjuk atas kepala rangga dengan tawa pelan mulai terdengar.


Rangga mengangkat tangannya dan menaruhnya di atas kepalanya. langsung membulatkan matanya dan menatap ke arah meja istrinya. sedang apa danita? tentu saja sedang menahan tawanya.


"saya mau juga dong bandonya, mas beli dimana? jadi pengen samaan sama orang ganteng" terlihat sedikit tersipu wanita ini. tapi rangga tetap menatap ke arah meja istrinya sambil meremas bando itu.


Lalu dia kembali menghadap ke depan. dia ingin cepat-cepat ke istrinya dan menanyakan keberadaan bando bertelinga gajah yang bertengger di atas kepalanya.


"serius deh mas, mas kayak familiar banget gitu" wanita ini sepertinya sangat penasaran.


Rangga kali ini berbalik dengan tatapan yang sudah ingin menggeram. "tutup mulut mu atau ku sumpal dengan uang ku" sombongnya menatap kesal.


Ok sepertinya wanita itu sudah mulai tahu siapa orang yang ada didepannya. tadi jarak diantaranya lumayan dekat, jadi dia bisa melihat dengan lumayan jelas wajahnya.


"TUAN MUDA RANGGA ADINATA?!" menutup mulutnya dengan mata yang membulat sempurna.


Oh sia bencana sudah!


Sementara danita tengah tertawa terbahak-bahak sambil menutupi wajahnya yang merah di atas meja.


Rangga memejamkan matanya erat, saat bisa di rasa atmosfer di sekitarnya mulai berbeda. mendengarkan wanita di belakangnya itu sedang mengoceh akibat terkejut. dan tentu saja itu menarik perhatian orang lain setelah teriakan pertamanya.


"*s*ialan, zan dimana kau!". Rangga berteriak dalam hatinya.


dia membutuhkan sekertarisnya sekarang!!

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2