Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Menantu impian


__ADS_3

Rangga sedang duduk di kursi ruang kerjanya.membaca laporan yang diberikan sekertarisnya itu, banyak amplop laporan yang harus dibaca Rangga. diusianya yang sudah 31 tahun, menurut Rangga bertambahnya usia bertambah juga pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dipegangnya.


drrt Drrt


hp Rangga yang ada diatas meja disamping tumpukan laporan berbunyi. nampak sebuah nama dilayar hpnya. "Tante Wulan".


"iya hallo Tan?" jawab Rangga Masi memegang pulpennya.


"kamu lagi dimana nak?, lagi sama danita gak?" tanya mama wulan.


"diruang kerja,danita sedang tidur dikamar, ada apa?" jawab cepat, karna Rangga sedang sibuk.


"ohhh,gpp Rangga cumang papa kamu pengen ketemu danita katanya" jelas mama Wulan.


"besok aku kesana sama danita, papa lagi ngapain?" jawab Rangga dengan nada dingin.


"papa kamu lagi tidur, oh iya Kelin 2 hari lagi bakal pulang dia libur kuliah" ucap mama wulan memberitahu Rangga.


"aku dah tau, aku tutup dulu aku lagu kerja" ucap Rangga langsung mematikan telponnya.


emang seperti itu Rangga dingin dan cuek, tapi kalo tentang adiknya dia berubah menjadi lelaki biasa yang sangat menyayangi adik perempuannya.


kalo tentang panggilan Rangga ke mama Wulan. Rangga memang memanggilnya Tante, Rangga tidak mau memanggilnya mama. karna menurutnya mama itu cumang satu. kalo yang Laen bukan mama. bukan karena panggilan Rangga ke mama Wulan Rangga menjadi cuek kepada mama wulan, justru Rangga selalu menghormati mama Wulan seperti ibu kandungnya sendiri.


"zan Kelin akan pulang?" tanya Rangga menghadap ke zan.


"iya tuan, nona Kelin 2 hari lagi akan pulang" jawab zan sambil mengembalikan kembali laporan yang sudah dibaca Rangga.


"besok danita mulai kelasnya jam berapa?" tanya Rangga sambil menyenderkan tubuhnya dikursi.


"besok nona mulai kelas jam 7 pagi tuan" jawab zan.


"undur kelasnya sampai jam 9" ucap Rangga santai.


"kenapa tuan?, apa anda ingin pergi bersama nona?" tanya zan karna tadi dia tidak mendengarkan percakapan antara Rangga dan mama Wulan.


"besok aku dan danita akan kerumah sakit" jawab Rangga sambil memejamkan matanya.


"ohhh, baik tuan" jawab Rangga Masi tetap berdiri di depan meja kerja Rangga.


"haishh kenapa aku lupa, telah meninggalkan danita sendiri dikamar" ucap Rangga langsung beranjak dari duduknya.


zan yang melihat itu sudah sangat paham karna tadi dia sempat mendengar jeritan danita saat ingin masuk kedalam kamar untuk menyerahkan laporan.


flashback danita


"kemana dia?" danita bangun dari terlelap ya dan mencari Rangga.


"mungkin dia di ruang kerjanya" gumam danita sambil beranjak dari kasur, tapi saat ingin berdiri


"aww" pekik danita merasakan sakit yang sangat sakit didaerah sensitifnya.


"kenapa sakit banget?" tetap berusaha untuk berdiri.


akhirnya danita bisa berjalan kekamar mandi dengan langkah yang aneh karna rasa perihnya di daerah sensitifnya.


"danita?" panggil Rangga saat masuk kedalam kamar dan tidak menemukan danita diatas kasur.


"danita kamu dimana?" teriak Rangga.


"danita kamu didalam?" mengetuk pintu kamar mandi yang dikunci dari dalam oleh danita.


"iya aku didalam, kamu jangan masuk" sahut danita dari dalam kamar mandi.


"kamu lagi ngapain?, kok dikunci?" tanya Rangga sambil menarik gagang pintu kamar mandi yang terkunci.


"goreng ikan, yah mandilah sayang" jawab danita setengah berteriak dari dalam kamar mandi.


Rangga yang mendengar itu langsung melangkah ke kamar dari depan toilet.


tok tok


"siapa?" tanya Rangga setengah teriak.


"saya pak Tan tuan" jawab pak Tan dibalik pintu.


"masuk" sahut rangga.


"ini tuan makan malamnya" ucap pak tan sambil menaruh makan diatas meja.

__ADS_1


"selamat menikmati makan malamnya tuan" ucap pak Tan sopan.


"hmm" jawab Rangga dengan kata2 legendnya.


pak Tan langsung permisi saat sudah menaruh makanannya.


tidak lama kemudian danita keluar dari ruang ganti baju. sudah rapi dengan pakaian tidurnya yang lucu.


"duduklah" ucap Rangga sambil menepuk2 sofa yang disampingnya.


danita duduk sambil malu2. dia malu dengan Rangga karna Rangga sudah lihat semuanya ditubuh danita.


"makanlah" ucap Rangga sambil menunjuk makanan yang ada didepannya.


"kau gk makan?" tanya danita sambil mengambil makanan yang ada di atas meja


yang ditanya tidak menjawab hanya menatap danita yang didepannya.


"ohhh iya kan dia bayi besarku" ucap danita dalam hati.


danita menyodorkan sendok kemulut Rangga.


tentu saja Rangga langsung melahap suapan danita. seperti biasa danita harus dengan sabar menyuapi bayi besar yang satu ini karna banyak sekali maunya. dari diambilkan minum, mengelap sisa makanan yang ada dibibir rangga, sampai pada suapan terakhir danita harus mencium Rangga.


"ulululu pintarnya anak bunda, makannya lahap banget" ucap danita digaya2in sambil mengusap pala Rangga seperti bocah.


Rangga tidak menolak usapan tangan danita di kepalanya. usapan danita sangat lembut dan membuat hati Rangga nyaman.


"besok kita kerumah sakit, papa mau ketemu kamu" ucap Rangga sambil meminum air digelasnya.


"aku atau kamu yang dicariin papa?" mengambil gelas yang ada dimeja.


"ngapain papa nyariin aku?, hampir setiap hari ketemu" jawab Rangga sambil memainkan rambut danita yang tergurai dipundak danita.


"tapi aku besok ada mata kuliah pagi" ucap danita.


"sudah ku undur kelasmu menjadi jam 9" jawab Rangga santai sambil mencium rambut danita.


"tuhkan lagi2 dia gunain kuasanya" gurutu danita dalam hati.


"ohh, yaudah tidur yu aku ngantuk" ucap danita langsung beranjak dari duduknya menuju kasur.


****


sang Surya sudah memancarkan sinarnya. sinarnya masuk malu2 kedalam kamar utama. danita membuka matanya duluan dan melihat wajah tenang Rangga yang sedang tidur. danita mengelus pipi Rangga yang mulus itu.


danita ingin beranjak dari kasur tapi tangan dan kaki rangga sudah melingkar ditubuhnya. danita berusaha untuk mengangkat tangan kekar Rangga dari atas badannya. tidak berapa lama pelukannya sedikit longgar. dan dengan susah payah danita berhasil keluar dari dekapan Rangga. danita langsung kekamar mandi.


saat keluar danita melihat Rangga yang sedang mengucek ngucek matanya dan mencari mamanya kemana.


"danitaa" teriak Rangga dengan suara seraknya.


"iyaa aku disini" teriak danita sambil berjalan ke meja riasnya.


"mandi sana katanya mau kerumah sakit" uca Danita sambil mengeringkan rambutnya dengan herdayer punyanya.


Rangga langsung pergi kekamar mandi. sementara danita Masi memakai berbagai perlengkapan paginya. setelah sudah selesai dengan skincare paginya dia langsung ke ruang ganti baju untuk menyiapkan pakaian Rangga.


danita menunggu Rangga selesai mandi dengan memainkan hpnya. ada banyak pesan masuk di hpnya.


Rangga sudah keluar dari ruang ganti baju sudah rapi dengan jas yang disiapkan danita, rambutnya yang sudah tersisir rapih dan Rangga selalu wangi dan selalu memakai jam tangan.


author:punten.. orang ganteng mau lewat:).


"ayo kebawah" ucap Rangga sambil mendekat ke danita dan "cup" Rangga mencium bibir danita tiba2 lagi.


"ih apa sih, yaudah ayo" danita langsung berjalan duluan dengan muka yang merah padam.


Rangga tertawa dan tersenyum melihat tingkah istri kecilnya itu.


dibawah seperti biasa danita harus menyuapi Rangga, dan tentu saja mereka berdua makan dengan satu piring supaya cepat.


Rangga dan danita sudah masuk kedalam mobil. dan zan menjadi supir:).


*****


mereka bertiga sudah berada di rumah sakit. saat Rangga melangkahkan kakinya masuk, para dokter dan suster menunduk hormat. sangat beda dengan kepala dokter dirumah sakit ini. dokter rajwa adalah kepala dokter dirumah sakit ini, sekaligus teman dekat dari pemilik rumah sakit besar ini.


"hei Rangga" sapa dokter rajwa saat melihat Rangga berjalan dan dibelakangnya ada danita.

__ADS_1


"gimana perkembangan papaku?" tanya Rangga saat sudah memasuki lift. didalam lift ada Rangga,zan,danita, dan rajwa. danita Masi tetap berada dibelakang rangga, tapi tangannya dipegang Rangga.


"papa kino akhir2 ini kondisinya gmn yh?" jawab rajwa sambil terlihat berfikir.


"gini Rangga papa kino saat hari pernikahanmu kondisinya sangat baik, tapi kemarin kondisinya kembali drop lagi" jawab Dr. rajwa sambil melirik danita yang ada dibelakang rangga.


"jangan melirik danita" ketus Rangga ke dr. rajwa.


mereka berempat masuk kedalam kamar papa kino. disana terlihat mama Wulan yang sedang menyuapi papa kino.


"tuh pah menantu papa yang papa cariin dari kemarin" ucap mama Wulan sambil melihat ke arah danita.


"papa apa kabar?" tanya danita sambil mendekat ke papa kino.


"papa merasa lebih baik ketika lihat kamu" jawab papa kino sambil tersenyum kearah danita, danita pun ikut tersenyum.


"danita bisakah kamu menyuapi papa?" tanya papa kino .


"tentu pah" jawab danita mengambil makanan yang dipegang mama Wulan tadi.


semua yang ada di ruangan itu melihat kelembutan dan ketulusan saat danita menyuapi papa kino. ada canda dan tawa yang terdengar dari papa kino dan danita.


"kenapa hatiku merasa nyaman gini melihat danita menyuapi papa?" Rangga tetap melihat istrinya yang sedang menyuapi papanya itu.


"nona anda memang sangat berbeda dengan wanita mana pun" zan juga ikut memperhatikan danita.


"Rangga beruntung mendapatkan istri seperti danita, jaman sekarang mana ada menantu yang mau menyuapi mertuanya sampai setulus itu dan selembut itu" dokter rajwa juga ikut kagum dan melihat ketulusan danita.


mereka bertiga menatap danita dengan pikiran yang berbeda2 tapi maknanya sama.


"tante kok merasa nyaman yah Rangga melihat kelembutan dan keakraban danita dan papamu" ucap mama Wulan sambil duduk disebelah Rangga.


"aku merasa beruntung Tan. memiliki danita" jawab Rangga Masi menatap danita.


"jaga wanita seperti itu, jaman sekarang jarang sekali seorang menentu perempuan mau menyuapi mertuanya apa lagi sampai selembut dan setulus itu,lihat papamu sampai lahap banget disuapi danita" ucap mama Wulan panjang lebar.


danita merasa mendapat tatapan dari banyak pasang mata diruangan itu langsung menoleh ke Rangga. dan tatapan mereka bertemu danita langsung memalingkan wajahnya sementara Rangga tersenyum melihat danita.


"wahhh papa pintar makanannya habis" ucap danita lembut membuat papa kino tersenyum.


"danita kamu mulai kelas jam brp?" tanya papa kino sambil menatap danita.


"jam 9 pah" jawab danita lembut sambil tersenyum.


"papa gak salah milih kamu buat menjadi pendamping hidup Rangga" ucap papa kino sambil melirik Rangga yang sedang duduk bersama zan dan mama Wulan.


"bener pah, papa memilih menantu yang sangat tepat untuk Rangga" ucap mama Wulan mendekati papa kino dan danita.


"Rangga gak galak kan sama kamu?" tanya papa kino sambil melirik Rangga.


"emang kata papah aku apa?" jawab Rangga dengan nada sedikit kesal.


"kamu kan judes sama cewek, kecuali sama mama Wulan dan adikmu itu" jawab papa kino.


"ohhh tuan Rangga punya adik" danita baru mengetahui kalau Rangga memiliki adik.


"mana mungkin aku galak dengan istriku sendiri" ucap Rangga dingin sambil menatap danita.


papa kino dan mama Wulan tersenyum mendengar itu dari Rangga. berarti danita sudah berhasil membuat celah dihati Rangga.


"pah aku bawa pulang danita boleh kan? bentar lagi kelasnya akan mulai" tanya Rangga sambil menghampiri danita.


"ngomong apa kamu ini?, dia itu istrimu yasudah sana" ucap papa Rangga.


"dia ini sebenarnya agak manja loh danita" ucap papa kino berbisik ditelinga danita.


danita menjawab dengan tangan yang berbentuk oke dan senyuman.


"aku pamit ya pah" ucap Rangga mencium tangan papa kino, disusul danita.


"iya iya, wanita seperti ini langka loh" ucap papa kino sambil mengelus puncak kepala danita dengan lembut.


"hmmm" Rangga menjawab dengan kata2 legendnya.


papa kino dan mama Wulan tersenyum melihat tingkah Rangga.


Rangga dan danita sudah keluar dari rumah sakit, dan menuju ke parkiran. sepanjang perjalan menuju parkiran Rangga selalu mengenggam tangan danita dan memasukkannya kedalam saku celananya. zan yang melihat adegan itu langsung membuang muka keburu terlanjur jiwa jomblonya merontah rontah.


pesan zan: tolong Thor jomblo ku jangan lama lama, sakit hati melihat keromantisan manusia dua ini **.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2