
Tampan,tinggi,memiliki otak yg cerdas dalam berbisnis, dan juga tubuh kekar atletis. itulah Rangga anak sulung dari kino adinata dan marlin Rosalinda.
Rangga memiliki seorang adik yang sangat dia jaga bernama Kelin putri adinata. sekarang Kelin sedang melanjutkan sekolah S2 nya di London. sama seperti kknya yang cerdas. diusianya yang masi 23 tahun sudah menempuh pendidikannya di London. Kelin memang gadis yang cerdas dia menggunakan beasiswa bukan uang orang tuanya ataupun kakaknya untuk masuk kuliah di London. karna Kelin mau membuktikan kepada orang tuanya dan kakaknya bahwa dia bisa mandiri dan tidak menyusahkan orang tua maupun kakaknya.
masa kecil Rangga berbeda dengan anak kecil lainnya. pada umur 5 tahun kedua orang tuanya bercerai. Rangga ikut ayahnya, dan pada umur 7 tahun ayahnya menikah lagi dengan mama Wulan. dan setahun setelahnya orang tuanya dikaruniai anak yang cantik yaitu Kelin. walaupun adik tiri Rangga sangat menyayangi dan menjaga Kelin.
selama perkembangan usia Rangga selalu homeschooling sampai umurnya 15 tahun ayah Rangga kecelakaan dan mengalami gagal otak itu yang membuat papa kino menjadi lemah fisiknya dan gampang sakit-sakitan. pada saat umurnya 16 tahun dia harus menjadi presiden adinata grup dan memegang kendali perusahaan ayahnya.
walau tidak terlalu diajarkan oleh ayahnya mengenai dunia bisnis tetapi Rangga langsung paham dengan sekali penjelasan. Rangga memang anak yang cerdas, cerdas dalam berbagai bidang terutama dalam hal berbisnis. pada usianya 17 tahun Rangga sudah membuka cabang perusahaan di berbagai negara dan kota. dan adinata grup menjadi sangat berkembang dengan presdirnya sekarang.
walaupun umur Rangga Masi sangat dini dan yang paling kecil di perusahaan semua orang tetap menghormati Presdir ciliknya itu. dan sebaliknya Rangga sangat sopan kepada semua karyawannya. Rangga selalu menghargai hasil kerja keras karyawannya, kalau ada yang berbuat masalah dia akan meninggikan suaranya tetapi itu hanya untuk sebagai cermin kepada karyawannya apa yang telah sudah mereka perbuat. tapi setelahnya dia akan memberikan satu kesempatan untuk karyawannya memperbaiki apa yang telah diperbuatnya.
semua orang di perusahaan sudah sangat tau bagaimana Presdir ciliknya marah walaupun selalu sopan dan menghargai kerja keras karyawannya.
Rangga tidak pernah memasuki dunia percintaan. didalam hati dan otaknya hanya tercantum nama adinata grup yang sudah sangat melekat. kalau biasanya anak remaja seusia Rangga sedang sibuk dengan urusan cinta kalau Rangga sedang sibuk dengan urusan kantor. Rangga memang sudah sangat sering bulak balik luar negri bukan untuk liburan tapi untuk urusan bisnis.
karna dari kecil sudah didik untuk mandiri dan semua serba sendiri menjadikan Rangga seorang yang tegas, disiplin, tidak banyak ngomong, Rangga juga kadang bersikap dingin kepada siapapun tapi Rangga sangat penyayang dia menyayangi setiap orang yang layak untuk dia sayangi.
"zan bagaimana bisa cabang di Australia mengalami penurunan saham sampai 4% begini" bentak Rangga kepada sekertaris zan.
"tuan sepertinya ada yang berkhianat di perusahaan" zan mengambil bantal yang dilempar Rangga tadi.
"apa? siapa yang berani berkhianat di adinata grup?" teriak Rangga meluapkan emosinya
"orangnya sudah saya selidiki tuan" zan masih mengambil bantal yang berserakan di lantai.
"suru dia kesini" Rangga setengah berteriak.
"baik tuan" zan langsung keluar setelah mengembalikan bantal-bantal yang dilempar Rangga.
srak srak srak
Rangga merobek kertas kontrak karyawannya itu.
__ADS_1
"berapa besar nyalimu sampai kau berani berkhianat di adinata grup" bentak Rangga.
"maafkan saya tuan" karyawan itu menunduk dalam.
"apa tujuanmu membuat saham ku turun 4%" bentak Rangga
"ada orang yang menyuruh saya tuan"
"siapa?" ucap rangga penuh amarah.
"nona Alice tuan"
"ck wanita itu, bereskan semua kekacauan yang kau buat ini" bentak Rangga
"dan saya hanya memberi satu kesempatan, kau tau kan ap yang akan ku perbuat dengan mu jika kau melakukan kesalahan lagi?" Rangga sudah berjongkok mensejajarkan dengan karyawan itu.
"baik tuan"
ltu lah Rangga tegas tapi pemaaf.
diusianya yang sudah menginjak 23 tahun Rangga sudah bukan menjadi Presdir cilik lagi tapi sudah menjadi tuan muda Rangga. semua karyawan yang ada di perusahaan sangat menghormati presdirnya itu. semua karyawan tidak berani membuat masalah di perusahaan karna tau seperti apa presdirnya kalau marah.
sikap rangga berubah 180° ketika dia bertemu dengan bunga, wanita cantik yang elegan tubuh ramping dan kurus membuat Rangga seperti menemui bidadari dari surga.
Rangga melihat bunga yang sedang berdiri di depan air mancur. itu adalah tempat pertama kali Rangga bertemu dengan bunga.
author:untuk cerita rangga dan bunga nanti ya akan author ceritakan di next part.
dan sikap rangga sangat kacau saat mengetahui bunga pergi meninggalkan Rangga dengan lelaki lain. bunga bilangnya ke rangga dia ingin melanjutkan karirnya sebagai model tanpa ada campur tangan rangga. saat mengetahui kekasihnya itu berbohong dengannya dan meninggalkannya bersama pria lain, Rangga sangat marah dan sangat membenci bunga walaupun saat itu dia sangat mencintai bunga.
"bungaaaa" Rangga berteriak kesal sambil membanting semua barang yang ada di ruangan. ruangan Rangga sudah sangat kacau banyak pecahan barang di lantai dan tangan Rangga berdarah karna dia tidak sengaja menyentuh pecahan barang saat dia ingin mengambil barang untuk dilemparnya lagi.
"tuan sudah tuan, anda akan melukai tangan anda" zan sudah menarik tangan Rangga tetapi dihempas Rangga dengan kasar.
__ADS_1
"tuan sudah cukup" zan kembali menarik Rangga dan membanting tubuh rangga di atas sofa. Rangga diam dengan tatapan penuh amarah.
"sialan kau bungaa" Rangga kembali ingin melempar vas bunga yang ada di atas meja. tapi dihentikan oleh zan, dia tidak mau tuannya terluka secara fisik hanya karna seorang wanita.
"tuan sudah, kendalikan amarah tuan, jangan seperti ini. nona bunga memang sudah ada tujuan mendekati tuan" jelas zan
"jangan menyebut namanya" bentak Rangga sambil memukul meja dan membuat meja itu retak. bisa bayangkan kan bagaimana kerasnya pukulan rangga.
"baik tuan, jangan sakiti tubuh tuan hanya karna seorang wanita yang mengkhianati tuan. wanita itu tidak pantas untuk tuan pikirkan" ucap zan sambil duduk disebelah Rangga.
Rangga Masi diam dengan tatapan penuh amarah. zan keluar untuk meminta staf sekertaris membawakan kotak p3k.
"kau sudah mengetahui ini dari awal?" Rangga bertanya dengan tatapannya Masi merah padam.
"sudah tuan, maaf saya tidak memberitahu tuan karna saat itu anda terlihat bahagia dengannya. saya tidak mau merusak kebahagian anda walaupun saya sudah tau ini akan anda ketahui suatu hari nanti" ucap zan
"bodoh kenapa kau tidak memberi tahuku sejak awal" bentak Rangga
tok tok
zan pergi untuk membuka pintu.
"ini tuan" staf sekertaris memberikan kotak p3k kepada zan.
zan langsung menutup pintunya dan berjalan ke Rangga lagi.
"maaf tuan" zan mengobati tangan Rangga yang sudah mengalir darah sejak tadi. ada pecahan beling di tangan Rangga dengan hati-hati zan mencabut dan mengambil pecahan beling itu. tidak ada rintisan yang keluar dari mulut Rangga. padahal pecahan beling itu sedikit besar.
dan dari sinilah Rangga menjadi lelaki yang sangat dingin dengan perempuan dan cuek kecuali dengan Kelin dan mama Wulan. Rangga memang saat itu sangat mencintai bunga andai saja saat itu bunga tidak berbohong bisa jadi Rangga menyusul bunga tidak perduli dengan apa yang dikatakan bunga. Rangga akan memberikan apapun yang diminta bunga. tapi karna kebodohan bunga Rangga sudah sangat ilfil dengan bunga.
ya nasi sudah menjadi bubur.
Bersambung
__ADS_1