
Abdillah Fauzan, itu lah nama lengkap tangan kanan Rangga. biasanya dipanggil sekertaris zan atau zan. sekertaris zan memiliki tubuh yang 11 12 dengan rangga. tubuh tinggi, badan kekar, dan muka yang dingin. zan sebenarnya memiliki wajah yang tampan tapi dia selalu bermuka dingin dan tidak berekspresi.
kehidupan sekertaris zan tidak ada yang tau, hanya Rangga seorang yang mengetahui kehidupan zan dari dulu sampai sekarang. Rangga sudah menganggap zan sebagai kakaknya sendiri karna umur zan 3 tahun lebih tua dari Rangga.
"hahhhh, akhirnya bisa Nemu kasur juga" ucap zan memeluk guling yang disampingnya.
"bagaimana kalau nona danita hamil yah?" zan menatap langit² kamarnya sambil membayangkan wajah danita dan Rangga.
"pasti tuan muda akan heboh sekali saat tau nona danita hamil, mungkin tuan muda tidak akan memperbolehkannya untuk kuliah dan mengikuti kelas online" masih menatap langit² kamarnya.
"nona danita bagaimana anda bisa menaklukkan kembali hati tuan Rangga?, bahkan anda bisa menyembuhkan luka lama dihati tuan Rangga" masih bergumam sendiri.
itulah zan selalu memikirkan orang lain, terutama Rangga. dia merasa paling gak becus saat Rangga hancur karna bunga. zan selalu memikirkan langkah kedepannya dan selalu berfikir panjang bahkan apa yang belum dipikirkan orang sudah dia pikirkan matang², dia tidak mau membuat masalah sekecilpun dalam tindakannya.
walau sering menunjukkan muka dinginnya tetapi zan selalu bisa mencairkan suasana, zan selalu menghargai dan menghormati orang² yang lebih tua atau orang² yang memang harus dia hargai dan hormati termaksud danita.
zan sudah yatim piatu sejak dia berumur 5 tahun, dan sejak itu lah dia ikut keluarga Rangga. ayah zan adalah sekertaris pribadi papa kino, beliau meninggal karna kecelakaan mobil, sebuah peristiwa kecelakaan yang disaksikan dengan mata kepala zan sendiri. sementara ibunya juga meninggal diwaktu yang sama dengan ayahnya.
zan sangat terpukul dengan kepergian orang tuanya, dia menjadi seorang yang penyendiri tidak mau berbicara dengan orang lain dan zan sangat trauma dengan kendaraan mobil 4 yang telah merenggut nyawa orang tuanya. kejadian ini membuat psikis zan terganggu dia pernah merencanakan bunuh diri untuk menyusul orang tuanya, tapi itu semua di gagalkan oleh Rangga.
flashback off
Rangga yang saat itu masih berumur 2 tahun melihat zan yang sangat kesepian, Rangga melihatnya tidak mau berbicara dengan siapapun hanya menyendiri.
"papa orang itu kenapa sih?" tanya bocah kecil kesayangan papa kino.
"dia habis ditinggal orang tuanya, orang tuanya sudah meninggal satu bulan yang lalu" jawab papa kino mengelus rambut bocah lelaki itu.
"kasian yah dia"
"gak boleh gitu, orang tuanya sudah sangat berjasa di keluarga adinata"
bocah kecil itu mengangguk sambil melihat ke jendela kamar zan.
sore hari Rangga sedang berjalan² didalam rumah yang besar ini, saat dia sampai di depan pintu kamar yang hampir tidak pernah terbuka dan orang yang ada didalamnya tidak pernah sama sekali keluar.
"permisi" Rangga masuk dia melihat kamar yang pencahayaan samar. dia melihat ada seorang yang sedang duduk dikasur sambil terdiam. Rangga menghampiri lelaki itu dia kaget saat melihat sebuah pisau yang lelaki itu pegang.
"anda mau ngapain?" Rangga tersungkur dilantai sangking kagetnya.
"siapa kau?" tanya anak lelaki itu.
"a-aku Rangga" jawab Rangga terbata bata.
__ADS_1
"ngapain kau kesini?" berteriak kencang sambil menarik kerah baju Rangga.
"kau mau ngapain tadi?" tanya Rangga sudah sangat ketakutan melihat orang menyeramkan tadi.
"aku ingin menyusul kedua orang tuaku" jawab lelaki itu setengah berteriak.
"walaupun kau mati sekarang belum tentu kau bisa menemui orang tuamu" ucap Rangga pelan.
"tau apa kau bocah ingusan" anak lelaki itu kembali menarik kerah baju Rangga.
"aku belajar tentang agama dan aku mendengar itu dari papa" ucap Rangga berusaha tenang dan tidak takut.
"kau mau mati hah?" bentak didepan wajah rangga.
"ayo mati bersama² supaya kau tidak kesepian lagi saat mati" tutur Rangga melepaskan tangan anak lelaki itu dari kerah bajunya.
"bocah ingusan" dengus anak lelaki itu kesal.
"aku tau orang tuamu adalah orang yang sangat berjasa dalam keluarga adinata, kalau kau ingin menyusul orang tuamu dengan cara ini percayakan kepadaku bahkan rohmu saja tidak akan diterima tuhan" suasana sudah mulai tenang Rangga mulai menenangkan anak lelaki itu.
"aku sudah tidak punya siapa² lagi" menunduk dan mulai terisak.
"kau besar dikeluarga adinata jadi kau tidak sendiri dan juga ada aku kita bisa main pedang-pedangan bersama di halaman" Rangga sangat antusias jika sudah membahas mainan.
"ck aku tidak bermain dengan bocah ingusan seperti mu" perkataannya berhasil membuat Rangga kesal karna terus disebut bocah ingusan.
"mana ada Presdir yang tingginya hanya segini" ejek anak lelaki itu.
"aku ini sedang masa pertumbuhan tau, liat saja tinggiku akan mengalahkan mu" ucap Rangga penuh keyakinan membuat anak lelaki itu tertawa.
"bocah ingusan"
"jangan menyebut ku bocah ingusan" tekan Rangga penuh kekesalan.
"pergi kau dari kamarku" mengarahkan tangannya ke arah pintu seperti mengusir.
"ini rumah ku kau tidak berhak mengusir ku" tolak Rangga bergaya sombong.
"kalau kau tidak mau dengan senang hati aku akan menyeretmu" tatapan seperti ingin Rangga keluar dari kamarnya.
"bawel sekali kau, aku akan keluar tapi kau beritahu namamu" menunjuk wajah anak lelaki itu.
"kau bisa memanggilku zan" anak lelaki itu adalah zan.
__ADS_1
"baiklah zan bodoh mulai sekarang kau menjadi temanku" ucap Rangga berjalan keluar kamar.
"bocah ingusan" ucap zan pelan.
akhirnya rencana zan untuk membunuh diri dibatalkan oleh bocah ingusan yaitu Rangga.
and
dari situlah awal mula pertemanan Rangga dan zan, zan selalu diajak Rangga kemana² sampai dia ikut Rangga saat homeschooling. Rangga selalu mengajak zan untuk bermain terserah mau main apa asalkan dia main bersama zan.
pernah waktu zan terkena demam Rangga menangis setiap malam berdoa agar zan disembuhkan, bahkan Rangga sampai meminta papa kino untuk membawa zan keluar negri agar bisa disembuhkan.
persahabatan mereka berdua berubah menjadi seperti kakak dan adik, zan selalu menjaga Rangga dan selalu mengikuti kemanapun Rangga pergi.
lambat laun Rangga dan zan menjadi pria remaja, memang tinggi Rangga sangat bertumbuh besar tapi tubuh zan mengalahkan tinggi Rangga.
itulah kutipan cerita masa lalu Rangga dan zan yang sampai sekarang tidak bisa dipisahkan.
_____________________________________________
zan pernah merasakan jatuh cinta, tapi cintanya harus dia lepas karna zan tidak mendapat restu dari orang tua wanita yang dia cintai. bisa jadi zan sekarang sudah menikah mungkin zan sudah memiliki anak karna kejadian itu 4 tahun yang lalu. tapi bayangan wajah gadis itu masih terbayang dipikirannya dan hati kecilnya belum mau melupakan gadis itu.
"tuan anda beruntung sekali mendapatkan nona danita" ucap zan sambil memejamkan matanya tapi dia belum mau tidur.
"kalau saat itu aku nekad untuk berbuat lanjut apa aku akan mendapatkan restu?" bergumam sendiri, bayangan wanita itu muncul lagi. saat zan mengingat wanita itu hatinya merasa sesak dia pun tak tau kenapa.
"andai saja waktu itu aku mendengarkan arahan anda tuan besar" zan mendesah kesal mengingat kejadian itu.
waktu itu zan sedang memperjuangkan cintanya sampai orang tua wanita itu membawa kaburnya ke luar negri, zan bingung dan bimbang harus bagaimana akhirnya papa kino memberi petunjuk untuk zan mengejar wanita itu keluar negri tapi zan menolak dia lebih memilih berada disamping Rangga padahal saat itu Rangga sudah menyuruhnya untuk menyusul cintanya. zan merasa kalau cintanya sudah harus berakhir sampai sini, wanita yang dia cintai sudah dibawa kabur orang tuanya itu berarti orang tuanya sangat tidak mau zan menjadi menantunya.
"sudahlah mungkin dia bukan untukku" pasrah zan membalik posisinya.
"tapi kenapa orang tuanya sangat tidak menyukaiku?" kembali menatap langit² kamarnya.
"saat itu aku sudah berusaha untuk mencari tahu kenapa orang tuanya tidak menyukaiku, tapi aku tidak sama sakali menemukan jawaban" bertanya sendiri.
"sudahlah tidur saja itu hanya masa lalu" langsung menarik selimut menutupi tubuhnya dan memeluk guling.
itulah kisah masa lalu zan yang bisa dibilang lebih menyakitkan dari pada kisah masa lalu Rangga.
zan sudah sangat mengenal Rangga karna dia tumbuh bersama didalam satu lingkungan, zan selalu memprioritaskan Rangga. zan selalu menyampingkan urusannya jika sudah mendengar perintah Rangga, saat Rangga menyuruh zan untuk pergi mengejar wanita yang ia cintai zan menolak karna saat itu kondisinya berbeda zan harus berada disamping Rangga karna saat itu zan mengetahui kalau bunga akan memanfaatkan Rangga yang sangat tergila² dengannya.
zan tidak menyesal memilih untuk berada disamping Rangga walaupun saat itu dia bimbang, tapi Rangga lah yang paling utama menurutnya kalau tentang hatinya dia bisa mencari wanita lain yang lebih baik diluar sana tapi kalau Rangga hanya ada seorang didunia ini.
__ADS_1
itulah pandangan zan kepada Rangga kalau tidak ada yang lebih penting dari pada tuan mudanya itu.
Bersambung