Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Tidak Jadi


__ADS_3

Ting..


suara pintu lift terbuka membuat tiga wanita yang semula duduk dimeja depan ruangan langsung sigap berdiri.


"selamat pagi tuan" menunduk serentak.


Rangga dan zan berjalan melewati ketiga wanita yang masih menundukkan kepalanya.


Rangga yang sudah duduk di kursi kebanggaannya itu dan zan berdiri didepan mejanya. sedikit terasa aneh baginya melihat ekspresi zan sejak dia datang.


"aku yang merasa aneh atau memang suasana hati mu yang sedang tidak enak?" mendongakkan sedikit kepalanya.


"mungkin perasaan anda saja" terdengar tidak bersemangat untuk menjawabnya.


Rangga mengangkat bahu acuh, bukan urusannya. begitu katanya.


hari sudah siang dimana saat jam ini para karyawan sedang menyantap makan siangnya dikantin. tapi berbeda dengan presdirnya. dia lebih memilih duduk tanpa menyantap apapun disana.


"aku merasa ada yang aneh darinya" dari tadi dia menatap gerak-gerik zan.


"ada apa tuan?" tentu saja yang diperhatikan merasa risih.


"apa ada sesuatu yang berubah?" mengangkat satu alisnya.


"tidak ada tuan" menggeleng pelan.


Rangga membuang nafas pelan. tidak tidak ini bukan hanya perasaannya, sepertinya sesuatu telah terjadi dengan sekertarisnya. raut wajah yang berbeda. terlihat lebih galak tapi ada yang berubah. ahh itu pokoknya.


"apa kau sudah menemukan pasangan?" menatap jauh zan yang berdiri disana.


"sebenarnya anda ingin mengetahui apa?" wajahnya jadi galak lagi


"kenapa kau hari ini terlihat berbeda?" memposisikan kedua tangannya terlipat rapih.


"berbeda?" mengerutkan keningnya dalam.


"kau terlihat labil" menatap penuh interogasi.


zan tambah mengkerutkan dahinya sedalam-dalamnya. bahkan matanya terlihat menyipit.


"terlihat datar tapi seperti sedang menyembunyikan kebahagiaan"


"apa maksud nya tuan?" antara Rangga yang kata-katanya tidak jelas atau dia yang sedang tidak fokus?.


"lupakan" menghembuskan nafas kasar.

__ADS_1


zan mengusap wajahnya, tidak jelas, aneh, buang-buang waktu. itu isi kepalanya.


"kalau kau sudah menemukan pasangan tidak perlu memberitahu ku" memejamkan matanya sambil menyenderkan kepalanya.


"siapa juga yang mau cari pasangan" ucapnya pelan melanjutkan aktivitasnya.


"ingat umur zan" ucap cepat setelah mendengar perkataan zan.


zan mengabaikan Rangga yang sangat tidak jelas disana.


"apa kau sudah memilih salah satu dari mereka?" mengangkat kepalanya dan menunjuk dengan dagunya kearah pintu.


zan melirik tajam Rangga.


"hahaha" tertawa renyah. bukan renyah tapi hanya dia yang tertawa.


"tuan mahar ingin membuat janji dengan anda" Masi menatap tidak enak.


"kenapa?" suara dan tatapannya berubah dengan cepat.


"sepertinya dia ingin meminta maaf atas ulah anaknya"


Rangga terdiam sebentar, merenungkan kejadian itu. dia sedikit tersenyum ketika mengingat hal itu bersama danita. tapi pikirannya langsung dialihkan. mengingat kembali ucapan papanya yang menjadi pegangannya untuk selalu memberi kesempatan kepada orang lain.


lagi dan lagi rangga membuang nafas kasar. "atur janjinya" melangkahkan kakinya mendekat ke mejanya.


"baik tuan" sudah tahu apa yang dipikirkan tuan mudanya.


****


"tolong maafkan saya yang tidak becus mengurus anak saya tuan" lelaki paruh baya itu menyatukan tangannya dilantai.


Rangga menatap kebawah dimana pak tua itu sedang bersujud didepan kakinya.


"bangun" ucapnya dingin.


tubuhnya gemetar sambil menegakkan kepalanya. menatap wajah yang sangat datar tapi tidak terkesan menyeramkan. tetap saja pak tua itu gemetar.


"maafkan putri saya tuan muda" menunduk dalam.


"aku tidak akan bisa memaafkan putri mu dan membiarkannya bertingkah lagi" ucapan dan tatapannya sama-sama mampu menekan siapapun. "tapi istriku pasti akan sedih kalau mengetahui suaminya bersikap kejam dan tidak mempunyai sifat pemaaf" memegang sebuah map coklat yang berisi surat perjanjian kerja sama mereka.


"saya mengharapkan belas kasihan anda tuan" kembali menunduk setelah menatap apa yang dipegang rangga.


"jangan berharap belas kasihan dari ku sekalipun kau bersujud dikaki, yang membuat ulah adalah putri mu kenapa putri mu bisa seperti itu? karna kau tidak becus!" takannya dengan nada suara yang rendah.

__ADS_1


"saya akan mengurus putri saya, saya mohon jangan batalkan kerja sama, saya akan melakukan apapun tuan" terduduk dilantai, mendongakkan kepalanya kembali memohon.


"kalau ku minta bunuh putri mu, apa kau akan melakukannya?" menaikkan satu alisnya memberi tatapan merendahkan.


pak tua itu terkekeh, apa yang harus dia lakukan? bagaimanapun Alice adalah putrinya, mana sanggup dia melakukan hal itu kepada putrinya sendiri. isi hatinya berucap


"cih, tidak bisa kan?" wajahnya menyeramkan sekali.


"buat salinan barunya, ganti dengan tanda tangan mu aku tidak mau bekerja sama dengan wanita jalang" melempar map coklat itu dan mendarat didepan pak tua.


"terima kasih tuan terima kasih" bersujud ditempatnya, suaranya terdengar gemetar.


"pergi" merasa jengah dengan orang tua didepannya ini yang selalu menyentuh lantai.


"terima kasih tuan" menunduk dan langsung pergi.


zan yang dari tadi berdiri disebelah Rangga tetap menatap lurus kepergian pak tua tadi. jengah juga dia melihatnya.


"mari kita pulang" wajahnya langsung berubah menjadi gembira.


"cih, kalau pulang saja bahagia memang apa bedanya si?" menggeleng menatap Rangga yang sedang bersenandung kecil.


"aku bisa membaca pikiran mu" menoleh ke zan.


zan hanya terdiam menatap malas Rangga yang masi tersenyum tidak jelas.


"mangkanya cari pasangan sana, nanti ngerasain" tersenyum menjengkelkan.


"ya" singkat padat jelas. hanya itu.


"hahahaha" memegang pundak zan sambil tertawa yang bikin orang merasa kesal.


"nona apa yang telah anda perbuat kepada si bocah gila ini?" menatap sinis rangga yang masih tersenyum.


"ayo cepat" melangkah duluan ke pintu.


zan segera menyusul Rangga, sebenarnya dia masih kesal, ralat. sedikit kesal. karna sudah terbiasa dengan segala aksi rangga.


"kenapa aku jadi mengingat wanita itu?" menggelengkan palanya cepat.


dan mobil pun melaju meninggalkan gedung adinata grup.


BERSAMBUNG


ps: ingatkan author jika ada typo

__ADS_1


__ADS_2