Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Dijemput?


__ADS_3

selepas kepulangan Rangga danita hanya duduk menemani mama wulan, papa kino sudah tidur habis diberi obat oleh suster tadi dan bapak danita sudah pulang sebelum papa kino tertidur.


"kamu sudah pernah ketemu Rangga?" mama Wulan memecah keheningan diantara danita dan mama Wulan.


"iya mah, aku dah pernah ketemu baru kemaren mah kita bertemu di caffe" jawab danita sopan dan tersenyum.


"setelah kamu bertemu dengan Rangga menurutmu bagaimana sikap rangga?" mama Wulan bertanya.


"emmm kami belum terlalu Deket mah, tapi menurut Nita tuan Rangga agak cuek yah mah?" danita kembali bertanya.


"emang seperti itu Rangga tapi kamu lihat kan tadi bagaimana dia bersikap kepada papanya?, Rangga itu sebenarnya orangnya perhatian tapi karna bunga meninggalkannya 2 tahun lalu dia jadi bersikap dingin kecuali dengan papanya dan mama".


"ohhh jadi namanya bunga" danita sudah mengetahui siapa gadis yang pernah meninggalkan Rangga. "ohhh jadi gitu mah?".


"iya Nita, eh kamu dah makan belum?" mama Wulan baru sadar kalau danita dari tadi belum makan.


"udah ko mah Nita ga laper juga".


"ihh kamu ini gimana kamu aja belum makan apa2 dari kamu datang" mama Wulan sudah mengambil hpnya untuk menghubungi pak Tan selaku kepala pelayan untuk menghantarkan makanan kerumah sakit.


"mah Nita beneran gak laper" menahan tangan mama Wulan.


"mama dah terlanjur minta anterin makanan kesini kamu harus makan kalo gak nanti kamu sakit" mama Wulan tidak mau tau pokoknya danita harus makan.


jam sudah menunjukan pukul 19.45 tapi Rangga belum juga balik dari kantornya.


"nita kamu kalo berangkat kuliah naik apa" papa Dino merasa sudah sangat dekat dengan danita jadi tidak perlu canggung lagi.


"aku kalo berangkat biasanya naik ojek online pah" jawab danita ramah.


"kenapa gak naik mobil aja?" tatapan sayu papah kino membuat danita merasa sangat hangat.


"aku kurang suka pah berangkat sekolah pake mobil, dari kecil aku kalo berangkat sekolah selalu naik sepedah atau kalo lagi kempes dianterin sama pak supir pake motor" jawab danita.


"kamu memang anak yang baik tidak mau menyusahkan orang tuamu" ucap papa kino bangga kepada danita.


"danita juga kadang suka buat bapak sama ibu repot pah, seperti kalau sepedah danita kempes danita suka minta uang ke papa atau mamah" danita menjawab seperti anak kecil yang masih sangat polos.


"itu bukan merepotkan sayang kan anak minta uang ke orang tua itu wajar lagi pula itu untuk kebaikanmu juga" jawab mama Wulan mengelus rambut danita.


saat sedang asik mengobrol, Rangga yang berdiri diluar pintu mendengar semua yang dikatakan danita.itu membuat dia semakin gemas dengan danita.


ceklek


pintu kamar terbuka.


munculah Rangga dan sekertaris zan dibelakangnya.

__ADS_1


"Rangga kamu sudah balik?" papa kino seperti biasa langsung bertanya.


"iya pah kan papa yang minta aku kesini untuk menjemput (melirik danita) danita pah". danita yang mendapatkan lirikan dari Rangga langsung menundukkan kepala takut.


"yasudah karna ini sudah malam sebaiknya kamu antar saja danita pulang,danita pasti sudah lelah menjaga papah seharian ini" melihat kearah danita dan tersenyum.


danita belum berani mengangkat kepalanya. "baiklah pah tapi nanti aku akan balik lagi kesini baru pulang".


"terserah kau, tapi antarkan dulu danita" papa kino tetap memperhatikan danita.


"iya iya" rangga melihat kearah danita.


"ayo pulang" menatap danita yang masi diam disana.


"b–baik" langsung mengambil tasnya dan berpamitan ke papa kino dan mama Wulan.


"antarkan sampai danita benar-benar bertemu orang tuanya" bisik papa kino ke rangga.


Rangga hanya mengangguk saja seperti biasa.


didalam lift tercipta keheningan yang sangat amat sepi tidak ada yang berbicara sampai Rangga memecah keheningannya.


"dimana rumahmu?" melirik danita.


danita menjelaskan dengan jawab cepat dan tidak berani menatap rangga.


"berapa kali aku harus bilang tatap aku jika sedang berbicara" sengaja meninggikan suara.


"menggemaskan sekali ya tuhan" mulai frustasi.


"kau tau berapa umurku?" kembali bertanya dan sekarang sudah menatap danita.


"maaf tuan saya tidak tau" mereka berdua saling bertatapan. yang satu dengan tatapan takut dan yang satunya lagi dengan tatapan tidak bisa diartikan hanya zan seorang yang mengerti tatapan itu.


mendengar jawaban danita, Rangga langsung memegang dagu danita dan menempelkan tubuh kecil danita ke dinding lift. itu membuat tubuh danita bergetar.


"periksa semua data ku sebelum hari pernikahan, aku akan mengetes mu lagi" melepaskan tangannya dari dagu danita tapi dia tidak beranjak dari tempatnya membuat tubuh rangga dan tubuh danita mungkin saja bersentuhan walaupun hanya lengan baju danita yang akan menempel di di lengan jas Rangga.


"b–baik tuan" jawab danita takut. "cih apa apaan sih mending dia mengetahui berapa umurku, Mala menyuruhku meriksa data lengkapnya lagi. aku kan Masi ada kerjaan juga kali" danita mengutuk Rangga dalam hati. berbeda jauh dengan Rangga dia terlihat biasa saja.


"astaga tuan muda anda hampir membuat tubuh mungil nona danita tidak berdaya tapi lihat serang ekspresi anda seperti sedang berbunga2 gitu" zan memperhatikan dari tadi gerak gerik tuan mudanya.


tingg


pintu lift terbuka.


zan membukakan pintu untuk Rangga.

__ADS_1


Rangga dan danita duduk di kursi belakang bersampingan.


"pakai sabuk pengaman mu" Rangga melihat danita tidak memakai sabuk pengamannya.


danita yang baru sadar dia langsung mencari sabuk pengamannya tapi saat dia ingin menarik sabuk pengamannya dia kesusahan sepertinya ada yang bermasalah dengan sabuk pengamannya. rangga yang melihat danita kesusahan dia langsung menarik danita untuk bersandar ke kursi dan menarik sabuk pengaman danita lalu dipakaikan ke danita. danita yang diperlakukan seperti itu terdiam mematung sampai Rangga selesai memasangkan sabuk pengaman untuk danita.


"kenapa dengan wajahmu?" Rangga sebenarnya senang tapi dia menyembunyikannya.


"t–tidak, terima kasih tuan" danita langsung mengalihkan pandangannya ke luar jendela. berbeda dengan Rangga dia melihat tingkah danita yang lucu itu dia tersenyum sambil menatap danita yang mengalihkan pandangannya ke luar jendela.


"kau benar2 menggemaskan".


bukan hanya danita yang terkejut tapi zan juga terkejut.


"tuan anda sepertinya benar2 sudah mencintai nona danita, bunga saja tidak pernah kau perlakukan seperti itu" zan tetap fokus mengendarai mobil.


mobil Rangga sudah berhenti di depan rumah danita. sebelum danita turun dari mobil Rangga memegang tangan danita untuk tidak turun dulu.


"ada apa tuan?" danita bingung,takut,dan juga kaget dengan Rangga.


"kau tidak mau mengucapkan apa-apa?" Rangga seperti mengharapkan sesuatu dari danita.


"memangnya apa yang kau ingin dengar dari nona danita tuan?" zan sudah menduga-duga apa yang ingin Rangga dengar dari danita.


"terima kasih tuan sudah mengantarkan saya pulang" menatap Rangga dan menyembunyikan ketakutannya.


"itu saja?" Masi mengharapkan sesuatu.


"hati-hati dijalan dan istirahatlah" danita mengucapkannya dengan lembut dan tersenyum membuat Rangga salah tingkah.


"turun" Rangga masih menyembunyikan wajah senangnya.


"gila!" danita sudah turun dari mobil Rangga dan mengucapkan selamat malam kepada zan.


mobil rangga


"kau lihat tadi zan? dia mengatakan padaku beristirahatlah berarti dia menyuruhku untuk tidur pulas malam ini" Rangga sudah benar2 salah tingkah dan senyam senyum dari tadi.


"iya tuan, jadi anda ingin langsung pulang kerumah atau balik kerumah sakit?" tanya zan.


"wanitaku sudah menyuruhku beristirahat zan" artinya pulang saja aku ingin segera tidur dan bermimpi indah.


"baik tuan" zan memutar arah untuk pulang kerumah utama.


"tuan anda sudah benar-benar jatuh cinta kepada nona danita, baiklah selamat merasakan jatuh cinta untuk kedua kalinya tuan" zan sudah fokus kembali menyetir. yang di bangku belakang sudah seperti orang gila senyum-senyum sendiri dan salah tingkah sendiri.


"anda sepertinya kali ini benar-benar sudah gila dan dibutakan oleh cinta tuan" .zan ikut senyum melihat tingkah lucu tuan mudanya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


ps: ingatkan author jika ada typo


__ADS_2