Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Menaikkan Gaji


__ADS_3

Pagi harinya danita benar-benar masih merengek meminta ikut rangga, rangga sengaja bangun lebih dulu dari danita agar dia bisa pergi sebelum danita terbangun. tapi nyatanya danita sudah bangun saat dia masih berada di dalam kamar mandi.


"sayang" rengekan itu sudah sangat jengah rangga dengarnya.


"tidak" jawabnya didepan kaca.


"langsung pulang kok sayang nanti" meraih dasi dan melingkarkan di kerah baju rangga.


Rangga menekan rahangnya, ngomong-ngomong istrinya sudah mulai sering membantah ya.


"ya sayang?" melingkarkan tangannya di leher rangga, biasanya rangga akan luluh kalau dia bersifat manja. semoga saja itu masih berlaku.


Tetapi rangga mendekatkan bibirnya ke bibir danita. menciumnya secara tiba-tiba. danita tentu terkejut karna bukan ini tujuannya bermanja di leher rangga. danita memberontak, memukul-mukul pundak rangga.


"kau merengek lagi aku tidak akan pergi ke kantor hari ini" ancamnya setelah melepaskan bibirnya.


Danita menggigit bibir bawahnya, berwajah kecewa. rangga tidak pergi ke kantor sama saja menambah rantai didalam sangkarnya. keluar ke balkon saja mungkin tidak akan bisa kalau rangga disini. sudahlah danita mengalah.


"nah gitu diam" menepuk-nepuk kepala danita pelan.


sekarang mereka sedang duduk disofa. danita yang masih berwajah ngambek itu tak dihiraukan rangga.


cup


mencium bibir yang sedang mengerucut.


"kamu boleh memanggil risya risya itu kesini" mengusap ujung bibir danita lalu menempelkannya ke bibirnya.


wajah ngambek itu digantikan dengan wajah senang seketika tapi kok ada yang aneh?. "Rasya namanya bukan risya" memukul kecil lengan rangga.


"ya itu" masa bodo dengan nama orang.


"siapa risya? selingkuhan mu?" menatap penuh interogasi.


Rangga menoleh cepat dan spontan. selingkuhan?.


"sepertinya nyawamu belum kumpul sepenuhnya" menatapi aneh danita. bisa-bisanya danita mengucapkan selingkuh sementara rangga sudah tergila-gila dengannya.


"jadi benar risya itu nama selingkuhan mu?!" intonasinya menaik.


"risya itu nama teman mu" rangga tidak paham dengan pola pikir danita sekarang.


"jadi kamu selingkuh dengan temanku?" berwajah tak menyangka dengan mulut yang terbuka.

__ADS_1


"kau dikasi makan apa sama pak tan?" menatap danita dengan kening yang di kerut kan sedalam-dalamnya


danita terdiam, dia kemarin makan apa saja ya? ahh dia pun lupa. tapi memang ada hubungannya?.


"aku lupa kemarin aku makan apa saja" mengibaskan rambutnya ke belakang.


"pantes" gumam rangga memperhatikan rambut gelombang danita.


"sana berangkat sayang" menyingkirkan tangan rangga.


"kau sekarang benar-benar sudah kurang ajar ya?" berekspresi datar tetapi aura kesalnya terpancar.



jshksidjdndmdjdj ganteng banget:)


Bulu kuduk danita bergedik melihatnya, wajahnya itu benar-benar mendeskripsikan ke kurang ajarannya selama ini. apa saja ya perkataan rangga yang sudah dibantah olehnya. dia langsung membuka pikirannya.


"hehehe" cengengesan tidak mau mengingat seberapa banyak perkataan rangga yang sudah ia bantah.


Rangga mendengus sambil tersenyum miring. kekanak-kanakan tapi dia suka.


"kamu nanti telat sayang"


"hm" mencium kening danita dan tangannya mengusap lembut perut buncit danita.


"dadah" melambaikan tangan sebelum rangga menutup pintunya.


blam


pintu tertutup dan rangga menghilang.


"saatnya menelfon rasya" langsung mengeluarkan hpnya.


danita berfikir sebentar "vita sekalian ajak tidak ya? jangan deh nanti luck marah-marah lagi" menekan no rasya.


sementara dibawah zan langsung mendekat ke rangga saat melihat rangga turun.


"selamat pagi tuan muda" menunduk sekilas.


Rangga menatap zan dengan tatapan yang membuat zan mengkerut kan keningnya. lalu rangga berjalan sambil tersenyum tipis.


"apa anda masih waras tuan?" berjalan dibelakang rangga sambil menatap bingung dan aneh.

__ADS_1


"zan panggil dia" mendaratkan pinggulnya di sofa.


"siapa tuan?" berdiri disebelah sofa.


"pelayan itu" mendongak ke atas. menatap wajah zan.


zan langsung menjauh dari sana. memanggil pelayan yang dimaksud rangga. pelayan yang bekerja di bagian perkebunan, sari. zan datang bersama pak tan yang mengikutinya.


"s–selamat pagi tuan rangga" dia tidak berani menegakkan kepalanya. tangannya sedikit gemetar karna rangga memanggilnya. apa dia melakukan kesalahan? apa dia akan di pecat?. sejuta pertanyaan berterbangan di kepalanya.


"siapa namamu?" melipat tangannya dengan rapih dan menumpuk kakinya.


Sari diam masih menunduk dalam.


"tuan rangga bertanya pada mu" suara zan membuat sari takut.


"ma–maaf tuan, nama sa–saya sari" gagapnya salah tingkah.


"pak tan liburkan dia hari ini" matanya beralih ke pak tan dan tangannya menunjuk sari.


Pias sudah wajah sari mendengarnya, dia reflek menggigit kukunya sambil menunduk. kenapa dia diliburkan? apa sari melakukan kesalahan? tuan muda tolong ampuni saya. gemetar-gemetar takut sari.


"kau temani nita ku, gaji mu akan ku tambahkan. anggap ini hari bebas kerja mu" ucap rangga datar setelah mendapat persetujuan pak tan.


"heh? sebenarnya apa yang terjadi? gajiku akan ditambahkan? sungguh?!" perasaan takut itu mulai menghilang diganti dengan perasaan senang sekaligus bingung.


"temani nita ku sampai aku kembali, mengerti?" mengetuk-ngetuk meja. menatap sari yang sedang menunduk.


"b–baik tuan" kepalanya semakin dalam. itu mengerikan sungguh. rangga hanya mengetuk meja tapi bagi sari itu menyeramkan.


"terima kasih telah menjadi teman danita" ucapnya berdiri.


Sari membulatkan matanya didalam tunduknya. tuan rangga berterima kasih kepadanya? mimpi apa sari semalam?.


"terima kasih tuan rangga, semoga anda selalu diberi kesehatan dan selalu dijaga oleh tuhan" doanya dia panjatkan untuk rangga dalam hati. dia ingin menangis sekarang. gajinya sudah berkali-kali lipat sekarang ditambah lagi. dia bisa membeli perlengkapannya tanpa harus berfikir ulang.


Rangga hilang dari sana. sari masih menunduk belum mengangkat kepalanya. sampai zan bersuara.


"kerjakan pekerjaanmu dengan benar, tetap menjadi teman nona danita yang baik" berhenti disamping sari. memberi jarak antara keduanya.


"baik tuan" sekedar melirik ke samping saja dia tidak berani.


Zan menghilang dan sari menegakkan kepalanya. membuang nafas pelan sambil tersenyum. doa-doa yang baik masih dia ucap dalam hatinya. untuk rangga dan adinata.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2