Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Akhirnya berjumpa


__ADS_3

pagi sudah datang sang mentari sudah memancarkan sinarnya. hari ini danita tidak ada jadwal mata kuliahnya jadinya dia hanya berdiam diri didalam rumah. rangga sudah pergi ke kantornya sejak pagi tadi.


berdiam diri dikamar merupakan kebiasaan danita saat belum menikah, mengotak Atik hpnya, membuka sosial medianya dan mengobrol via WhatsApp dengan teman²nya tidak ketinggalan.


saat sedang asik memainkan hpnya tiba² ponselnya berbunyi, dan ada nama zan dilayar hpnya.


"hallo, kenapa sekertaris zan?" jawab danita.


"nona anda siap-siap lah tuan Rangga ingin makan siang bersama anda" ucap zan.


"anda ini benar-benar yah kenapa tiba² begini sih?" tanya danita kesel.


"ini tidak tiba² nona saya saja belum mengirim supir untuk menjemput nona" ucap zan santai.


"gak usah aku naik ojek ajah"


"ini perintah tuan muda" menjawab datar.


"yaudahhh" ucap danita kesal dan langsung mematikan telponnya.


"kebiasaan tiba² banget kalau mau ngapa ngapain" gerutu danita memilih baju yang ada di lemari besarnya. disana sudah ada semua jenis baju dari brand terkenal daniapun ada disitu, bahkan baju yang hanya ada satu dinegara ini juga ada disitu. akhirnya danita memilih baju yang gak ribet alias simple tapi feminim, setelah selesai dengan pakaiannya danita beralih ke riasannya danita tidak menguncir rambutnya dan membiarkan rambutnya teriap indah di bahunya danita menggunakan celana jeans hitam yang ada robekan dilututnya, kemeja pink yang dimasuki supaya tubuh danita terkesan tinggi.


tok tok


pintu kamar diketuk.


"nona supir anda sudah datang" ucap pak Tan dibalik pintu.


"iya sebentar pak" jawab danita setelah menyemprotkan parfum yang diracik sendiri oleh suaminya.


setelah mengambil tasnya danita langsung turun menemui supir yang menjemputnya beberapa waktu yang lalu. diperjalanan tidak ada yang bicara, pak supir fokus mengemudi dan danita melihat keluar jendela.


Rangga POV


tok tok


"masuk" ucap zan didalam ruangan Rangga.


"ada apa?".


"maaf tuan ada nona bunga" jawab staff sekertaris itu ragu dan takut.


"bagaimana bisa kau membiarkannya masuk?" bentak zan bangkit dari duduknya.

__ADS_1


staff sekertaris itu tidak menjawab hanya menunduk.


Rangga juga diam Masi fokus dengan pekerjannya seperti tidak perduli siapa yang ada diluar.


"biarkan dia masuk, sudah sehebat apa dia sekarang" suruh Rangga menaruh pulpennya.


staff sekertaris itu langsung keluar keluar dan tidak lama ada wanita masuk kedalam ruangan Rangga. sosok wanita yang pernah melekat dihati Rangga dan menghiasi hari² Rangga dulu.


"Rangga?" ucap bunga saat sudah masuk kedalam ruangan Rangga.


Rangga tidak menjawab sapaan bunga, dia hanya menatap bunga dengan tatapan dingin bukan seperti dulu lagi, kalau dulu pada saat Rangga menatap bunga tatapannya penuh cinta tapi tidak dengan sekarang.


"mau apa kau kemari?" tanya Rangga berjalan kearah sofa tanpa menatap bunga yang berdiri.


"Rangga aku sudah kembali" jawab bunga sambil mendekat ke Rangga.


"harus aku apain kalau kau sudah kembali? apa aku harus buat sambutan dengan kembalinya kau?" bertanya dingin.


"Rangga aku merindukanmu, aku masih mencintaimu aku yakin kau juga masih mencintaiku" ucap bunga sambil mengelus tangan Rangga.


"cih percaya diri sekali kau" menepis tangan bunga dari tangannya.


dengan tidak tau malunya bunga mencium bibir rangga, menghisap dan memainkan lidahnya di bibir Rangga. Rangga tidak membalasnya dia hanya meladeni bunga saja.


danita masuk tanpa mengetuk pintu tujuannya ingin mengejutkan Rangga tapi apa yang didapatkannya, danita melihat Rangga sedang berciuman dengan wanita tidak lain wanita itu adalah bunga. dua kali danita melihat Rangga seperti ini pertama saat Rangga berpelukan dan yang kedua saat Rangga berciuman didepan matanya sendiri.


ingin sekali zan menyeret bunga keluar dari ruangan ini dan keluar dari gedung adinata grup.


"nona danita" ucap zan terkejut menatap danita. Rangga langsung mendorong tubuh bunga mendengar nama danita.


"sepertinya aku ganggu kalian maaf, aku permisi" ucap danita menyeka air matanya kasar dan berlari keluar ruangan Rangga. Rangga langsung mengejar danita tapi pintu lift sudah tertutup. didalam danita menangis sejadi jadinya sampai di berjongkok didalam lift. danita merasa dipermainkan oleh Rangga dan juga merasa dikhianati.


"kenapa aku kesini?" Isak danita didalam lift. danita sangat merasa kecewa kepada Rangga.


flashback Rangga


"zan bilang penjaga jangan sampai danita keluar dari gedung ini, dan wanita ini keluarkan dia dari gedung ini" ucap Rangga menunjuk bunga dengan tatapan tajam dan kesal.


"baik tuan" zan langsung menyeret bunga keluar melalui tangga.


"hei lepaskan, aku bisa jalan sendiri" teriak bunga memberontak.


"baguslah jika anda masi bisa berjalan sendiri, silahkan pergi dari gedung ini" ucap zan ketus dan tajam.

__ADS_1


"cih seharusnya racun sepertimu sudah aku singkirkan sejak dulu" ucap bunga didepan zan.


zan tidak menjawab hanya menatap bunga dengan tajam. setelah mengintruksikan para pengawal dan supir yang mengantar danita tadi agar danita tidak keluar satu langkah pun dari gedung adinata grup.


"danita belum keluar kan dari gedung ini?" tanya Rangga dengan rambut yang sudah acak-acakan.


"belum tuan tadi saat nona danita akan keluar supir yang mengantar nona danita menghentikannya" ucap zan memencet tombol lift.


"bodoh" teriak Rangga didalam lift sambil mengacak ngacak rambutnya.


"sekarang dia dimana?" tanya Rangga.


"nona danita sedang diamankan oleh para pengawal karna nona danita selalu memberontak" jelas zan.


tingg


pintu lift terbuka dan nampaklah danita yang sedang didepan para pengawal yang menjaga pintu agar danita tidak keluar.


"bapak ini siapa sih, saya mau keluar dari sini pak" ucap danita dengan air mata yang masih mengalir.


"nona tidak boleh keluar dari gedung ini, ini atas perintah tuan Rangga" jawab seorang pengawal berbadan besar dan berotot.


"mau ngapain dia mencegahku untuk keluar?, sementara dia sedang bermesraan dengan wanita itu" ucap danita pelan sambil terisak.


para karyawan yang ada disitu melihat apa yang terjadi. saat melihat presdirnya muncul dari dalam lift mereka semua langsung buyar dan mengerjakan pekerjaan mereka masing². para karyawan memang tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya dan mereka juga tidak mendengar perkataan yang keluar dari mulut danita.


para pengawal kembali menghalangi pintu untuk danita saat melihat Rangga yang keluar dari lift.


"pak aku ingin keluar, aku ingin pulang" mohon danita dengan Isak tangisnya.


Rangga berjalan mendekat kearah danita, danita tidak menyadari kalau Rangga sudah berada dibelakangnya dia Masi menangis dan memohon kepada pengawal itu. Rangga langsung memeluk danita dari belakang dan memegang tangan danita.


"maafkan aku, ini tidak seperti yang kau lihat" ucap Rangga dengan lembut dibelakang danita.


danita hanya diam, tetap menangis.


"lepas" pinta danita lirih.


"aku tidak akan pernah melepaskanmu" tolak Rangga sambil menggenggam tangan danita.


semua karyawan yang ada disitu pura² tidak peduli dengan adegan romantis presdirnya itu. mereka memilih pilihan aman yaitu kembali fokus ke kerjaan mereka masing-masing.


Rangga menarik tangan danita yang masi digenggamnya keluar dari gedung adinata grup. para pengawal membuka pintu untuk presdirnya itu, tidak ada yang berani bertanya para pengawal menunduk hormat kepada Rangga.

__ADS_1


Rangga dan danita masuk kedalam mobil tanpa zan, zan juga enggan untuk masuk kedalam mobil karna mungkin akan terjadi sebuah pertengkaran kecil didalam mobil. zan menunggu diluar mobil dengan para pengawal yang masi berdiri sigap di sekitar area.


Bersambung


__ADS_2