Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Sifat manja Rangga


__ADS_3

Rangga sudah keluar dari ruang ganti baju, dia keluar membawa handuk dan rambutnya yang masih basah.


"danita" panggil Rangga duduk di sebelah danita.


"iya" jawab danita.


"keringkan rambutku" ucap Rangga memberikan handuk dan menyodorkan kepalanya.


Danita mengambil handuk yang diberi Rangga dan mengeringkan rambut Rangga sambil duduk disebelahnya, beberapa menit kemudian Rangga mengangkat tubuh danita ke pangkuannya.


"kenapa dipangku sih" gerutu danita terkejut saat Rangga mengangkat tubuhnya secara tiba-tiba.


"biar aku bisa lihat wajahmu" jawab Rangga mulai memainkan rambut danita.


danita diam kembali mengeringkan rambut Rangga. diam saja, cepat keringkan rambutnya. ucap danita dalam hati.


"rambutku wangi tidak?" tanya Rangga dengan suara yang diimut²in.


danita mencium rambut Rangga.


"wangi" jawab danita.


"danita aku mau cium" pinta Rangga dengan nada manja, menusuk² bibir danita.


"astaga, kenapa dia bisa seperti ini, hatiku tidak sanggup melihatnya" ucap danita dalam hati.


"mau dimana? sini,sini atau sini?" menunjuk kening, pipi dan bibir.


"sini" jawab Rangga menunjuk bibirnya.


danita mencium Rangga malu², danita Masi belum terbiasa untuk memulai aksi seperti ini. Rangga memegang pinggang danita dan danita menaruh tangannya diatas bahu Rangga yang lebar.


ciumannya tambah lama dan semakin dalam. tangan Rangga sudah mulai nakal masuk ke dalam baju danita, merapa² Punggul belakang danita. danita yang menyadari itu langsung melepaskan pautannya.


"sayang aku lapar" ucap danita memegang tangan Rangga yang nakal.


Rangga tidak menggubris perkataan danita, Rangga mencium danita lagi, tangannya memegang pipi danita, memperdalam dan menikmati permainannya dimulut danita.


akhirnya danita bisa melepaskan ciumannya.


"ayok, aku lapar sayang" rengek danita memasang wajah memohon.


Rangga memegang tangan danita, keluar kamar dan menuju meja makan dengan bergandengan tangan.


dimeja makan sudah ada Kelin duduk dikursinya, melihat peristiwa langka didalam hidup kakaknya. ada rasa iri dan senang dihati Kelin melihat kakaknya tersenyum.

__ADS_1


dengan tidak tahu malunya Rangga minta disuapi oleh danita didepan adiknya Kelin.Kelin memilih fokus kepada makanannya sendiri. dari pada harus melihat adegan suapan mesra didepannya ini.


dimeja makan hanya terdengar suara Rangga dan danita sementara Kelin diam memakan makannya tanpa bersuara, karna Kelin tidak akan nyambung dengan percakapan Rangga dan danita.


"Kelin kamu udah jenguk papa dirumah sakit?" tanya Rangga tanpa menatap Kelin karna sedang sibuk menyuapi danita padahal danita tidak memintanya.


"belum kak, besok pagi aku akan kerumah sakit" Jawab Kelin juga tanpa melihat kakaknya.


"kenapa gak hari ini aja?" tanya Rangga lagi.


"tadi aku beresin lemari aku sampai sore" jawab Kelin santai karna tau kakaknya tidak akan marah hanya karna hal itu.


Rangga tidak bertanya dan menjawab Kelin lagi Rangga kembali menyuapi wanita yang ia cintai dihadapannya.


"aku masih bisa makan sendiri" gerutu danita mulai kesal dengan Rangga.


akhirnya makan malam selesai, Rangga pergi ke ruang kerjanya bersama pak Tan. sedangkan danita sedang mengobrol dengan Kelin.


"Kelin aku nanya bole?" tanya danita duduk disebelah Kelin.


"tanya aja kak umpung gada kak Rangga" jawab Kelin mengambil stroberi dengan garpu.


"kamu umur berapa?" tanya danita menatap kelin.


"23" jawab Kelin menyalakan televisi.


"berarti seharusnya kamu enggak panggil aku kakak dong?" ucap danita terkejut.


"kakak tau gak?, aku tuh pengen banget punya kakak perempuan jadi boleh kan aku panggil KK?" tanya Kelin memeluk lengan danita.


"ya boleh" jawab danita.


"dan kak danita tau gak? kak Rangga tuh sebenernya memiliki sifat manjanya tapi dia selalu bersikap cool didepan orang dan kak Rangga itu sebenarnya lelaki yang penyayang, kak Rangga menyayangi setiap orang yang wajib untuk dia sayangi" ucap Kelin Masi memeluk lengah danita.


"kalau itu aku tau, kakakmu itu kalau didepanku seperti bocah lelaki, tapi kalau dihadapan orang tuanya dia berubah menjadi Rangga yang semua orang tau, dia itu sebenernya bunglon atau manusia sih?" ucap danita cekikikan dalam hati mengingat bagaimana sikap rangga saat berdua dengannya.


"Kelin menurut kamu kakak kamu itu seperti apa?" tanya danita menatap televisi.


"kak Rangga itu selalu berusaha untuk menjaga aku, kak Rangga selalu menjagaku jika aku menangis, dan siapapun yang berani menyakitiku akan berhadapan langsung dengan kak Rangga" jawab Kelin.


"wow, kalau sama mama Wulan?" tanya danita lagi.


"kalau sama mama kak Rangga yah tetap menghormati mama walaupun mama itu bukan ibu kandung kak Rangga" jawab Kelin membuat danita terkejut lagi.


"jadi kamu sama tuan Rangga saudara tiri?" tanya danita tidak percaya.

__ADS_1


"iya kak aku sama kak Rangga itu beda ibu tapi satu bapak" jawab Kelin menjelaskan.


mulut danita membentuk huruf O.


"lepaskan tanganmu Kelin, kau mau buat lengan danita merah lagi?"suara lelaki dari belakang berhasil membuat Kelin melepaskan pelukannya dilengan danita.


"ayo kekamar" ucap Rangga menarik tangan danita mengikutinya. yang ditarik hanya mengikuti langkah kakai Rangga tanpa bersuara.


didalam kamar


Rangga dan danita sedang duduk di sofa, menonton televisi. hanya danita yang terhibur dan tertawa dengan kartun favoritnya itu. Rangga sama sekali tidak tertarik, dia sedang mencuri perhatian dari danita dari memainkan daun telinga danita, memegang tangan danita, dan mencium rambut serta memberikannya tidak lupa.


Rangga yang merasa diabaikan oleh danita mulai kesal, Rangga mengambil remot tv yang ada diatas meja dan mematikan televisi.


"kok dimatiin" tanya danita menatap Rangga yang sudah bermuka masam.


"lucu yah kartunnya? sampai aku yang berada disampingmu di acuhkan" ucap Rangga ketus.


"maaf sayang,sini mau peluk gk?" rayu danita sambil merentangkan tangannya.


Rangga tidak bisa marah lama lama ke danita, setiap yang dilakukan danita selalu menggemaskan Dimata Rangga.


Rangga masuk kedalam rentangan tangan danita, mendekap tubuh mungil milik wanita yang ia cintai itu, danita pun membalas dekapan Rangga. Rangga menaruh kepalanya didada danita.


"emang tadi kamu ngapain?" tanya danita sambil mencium puncak kepala Rangga.


"kau pikir aja sendiri" jawab Rangga masih bernada datar.


"hehe, lagian tadi kartunnya lucu" ucap danita cekikikan, membelai lembut kepala Rangga.


"padahal cuma kartun doang, aku sampe dicampakkan seperti itu" Rangga ngedumel sendiri karna danita mencampakkannya.


danita tidak menjawab lagi, dia membelai kepala Rangga membuat yang punya kepala merasa nyaman dan tidak mau melepaskan pelukannya. sampai malam sudah mulai larut Rangga masih memeluk danita disofa, sementara danita sudah mulai mengantuk. karna sikap rangga yang hari ini agak sedikit berbeda, bisa dikatan Rangga hari ini bersifat manja kepada danita dan karna sifat manja Rangga yang tidak akan pernah orang lain lihat itu membuat danita melupakan tentang kejadian tadi sore, kejadian yang sangat menghancurkan hati David.


"sayang tidur yuk aku ngantuk" ucap danita dengan suara yang sudah tidak bersemangat. Rangga mendengar nada suara danita yang berbeda langsung mendongak melihat danita. mata danita sudah sangat ngantuk dan Rangga tidak tega melihatnya.


"yaudah ayok" seru Rangga menggendong danita kekasur.


karna danita yang sudah sangat ngantuk, baru berapa saat Rangga menaruhnya dikasur danita sudah terlelap bahkan Rangga belum masuk kedalam selimut.


Rangga memperhatikan wajah danita yang sedang terlelap, wajah yang selalu memancarkan senyum cerianya, bibir yang selalu tersenyum dan berbicara tanpa henti, dan mata yang memiliki bulu mata yang panjang alami. Rangga sangat menyukai wajah danita saat tertidur, menurutnya kalau danita sedang tertidur lelap seperti bayi yang sedang tidur diapa²in tidak akan bangung.


Rangga mencium pipi danita lalu mengelusnya dengan lembut. satu kecupan lagi sebelum Rangga ikut terlelap dibawah selimut bersama danita.


"selamat tidur danita sayang" ucap Rangga mencium kening danita.

__ADS_1


"jangan pernah meninggalkan ku, kalau kau melakukan itu aku akan gila" sambung Rangga langsung mematikan lampu tidur disebalahnya dan masuk kedalam selimut, memeluk tubuh mungil danita dan tertidur sambil memeluk wanita yang sangat amat ia cintai itu.


Bersambung


__ADS_2