
Danita sekarang sudah menyandang status nyonya Rangga. dan nona muda.tentu saja kehidupannya berubah setelah berubah status menjadi nyonya Rangga.
danita tidak mempunyai kegiatan dirumah yang besar dan megah ini. semua pekerjaan sudah dikerjakan oleh pelayan di rumah ini. danita hanya duduk sambil melihat pelayan yang bolak balik mondar mandir membersihkan rumah besar ini.
danita sedang duduk didapur melihat para koki handal sedang memasak sarapannya.
"nona kenapa anda disini?" tanya pak Tan melihat nonanya duduk didapur.
"aku gak punya kegiatan pak, tadi aku mau bantuin para koki ini aku ga dibolehin jadinya aku ngeliatin mereka aja" ucap danita polos sambil melihat koki yang sudah hampir selesai membuat sarapannya.
"nona tapi anda seharusnya jangan disini ini adalah area pelayan" ucap pak Tan menjelaskan ke danita.
"udah lah pak gak ada bedanya, dari pada aku duduk bengong di meja besar itu sendirian" ucap danita sambil menunjuk meja makan yang besar itu.
"ini nona sarapannya, selamat menikmati" koki itu menaruh sarapan danita di depan danita.
"terima kasih banyak pak sudah menyiapkan sarapan saya" jawab danita sambil memasukkan satu suap ke dalam mulutnya.
danita terdiam setelah merasakan rasa dari sarapannya itu sambil melihat kearah koki yang memasakkan sarapannya.
"kenapa nona?, tidak enak ya?, jangan dimakan nona saya akan buatkan lagi" kata koki itu sedikit sedih dan takut.
"enggak kok ini enak, enak banget. resepnya apa?" tanya danita sambil bertepuk tangan kecil.
koki itu dan pak Tan tersenyum karna nonanya menyukai sarapannya itu.
setelah menyelesaikan sarapannya bersama pak tan di dapur, tentu saja pak tan tetap menjaga jarak. danita langsung naik ke atas untuk mengambil tasnya. lalu turun lagi berpamitan kepada pak tan.
"pak Tan aku berangkat kuliah dulu yah?" pamit danita kepada pak Tan seperti berpamitan kepada bapaknya.
"iya nona, nona mau saya panggilkan supir untuk berangkat?" tanya pak Tan saat sudah didepan pintu.
"ga usah pak, saya pesen ojek aja" jawab danita sopan.
"baiklah nona, tapi pesannya disini aja jangan diluar nona bahaya" jelas pak Tan.
"iya pak" danita langsung memesan ojeknya.
tidak lama kemudian ojek yang danita pesan sudah sampai.
"pak itu ojeknya saya berangkat dulu yah?" pamit danita.
"baik nona, selamat kuliah" ucap pak Tan menganggukkan kepala sopan.
dibalas dengan senyuman dari danita.
pak Tan menunggu sampai motor ojek itu menghilang dari pandangannya. setelah itu pak Tan langsung masuk kedalam rumah.
flashback danita
danita sudah sampai di kampusnya. dan langsung masuk ke kelasnya.
"ehh vit dah Dateng?" tanya danita saat melihat Vita sudah duduk dikursinya.
"iya kepagian gua" jawab Vita sambil memainkan ponselnya.
"eh gmn?" lanjut Vita.
"apanya yang gimn?" tatap danita bingung kearah Vita.
"malem pertamanya" bisik Vita sambil mengedipkan matanya.
"apa si lu" jawab danita malu.
"kok lu bisa jalan sih?, emang anu lu g sakit?" tanya Vita asal.
"apa si lu, gw belom malem pertama tau" ucap danita keceplosan
"ah lu mah malu2 sih anaknya" ucap Vita males.
"bukan gitu tolol, tuan Rangga kemarin langsung pergi keluar negeri ngurusin bisnisnya" ucap danita sambil memutar posisinya menghadap ke depan.
"ehhh my bestplen dah Dateng" ucap Rasya tiba2 datang.
"apa kabar ini pngantin baru?" ejek Rasya ke danita. "dah MLM pertama blm?" ucap Rasya lagi.
"apaan si malam pertamaan, mngknya nikah Sono" sindir danita. dijawab dengan tawaan sahabatnya. danita emng yang plng gampang dikerjain diantara Vita dan Rasya.
dosen pun datang. mata kuliah pertama sudah dimulai sejak
setengah jam yang lalu tapi entah kenapa pikiran danita kemana2, dia kepikiran Rangga terus yang ada di sebrang samudra disana.
sampai waktunya makan siang danita selalu kepikiran Rangga. dia ingin sekali menelpon Rangga atau tidak mengirimkan pesan kepada suaminya itu, tapi danita tau suaminya itu sedang sangat sibuk di sana. jadi dia tahan perasaan rindunya dengan suaminya itu.
"lu kenapa sih nit dari tadi gak konsen gitu makannya" ucap Rasya disusul dengan tatapan penuh tanya dari Vita.
"gw kepikiran tuan Rangga" jawab danita tak bersemangat.
__ADS_1
"ohhhh" sahut Rasya dan Vita bersamaan sambil menurun naikan alisnya.
"telpon lah nit atau gak kirim chet" ucap Vita sambil memakan makanannya.
"tuan Rangga pasti sibuk" jawab danita sambil memasukkan suapan terakhirnya.
walaupun sedang galau menunggu sang pangeran berkudanya tapi danita tetap lahap makan. buktinya dia menghabiskan satu piring makan siangnya.
Drrt Drrt
tiba2 ponsel danita berbunyi. dan tertera nama seseorang di layar hp danita.
"eh gaes gua duluan yah?, bye" danita langsung pergi .
danita pov
"hallo?" jawab danita setelah mengangkat telponnya.
"hmm" jawab orang di sebrang sana.
"iya kenapa sayang?" tanya danita pas dia sudah masuk kedalam kelas.
"kau sudah makan?" tentu saja yang menelpon adalah sang mulia raja sultan.
"sudah, kau sudah belum?" tanya danita.
"aku mau disuapi olehmu" jawab Rangga sedikit terdengar manja tapi itu membuat danita merinding.
"jangan gitu makan lah, nanti saat kau pulang aku akan menyuapimu" jawab danita sambil senyam senyum sendiri.
"sayang sudah dulu yah? dosen aku udah datang, bye" ucap danita langsung mematikan panggilannya.
rangga POV
"arghhhh" teriak Rangga frustasi sambil melemparkan bantal.
"kenapa hujan sih" ucap Rangga sambil mengacak-acak rambutnya.
zan hanya melihat tuan mudanya yang sudah seperti orang gila, rambut berantakan, muka merah karna kesal. zan hanya bisa geleng-geleng didalam hatinya.
"zan ayo kita pulang" ucap Rangga sambil melempar bantal ke arah zan. dan ditangkap sigap oleh zan.
"landasan pacu tergenang air tuan, anda akan dalam bahaya" jelas zan sambil mengambil bantal dan mengembalikan kembali ke tempatnya.
Rangga menggunakan jet pribadinya. kalau tidak ada halangan seperti hujan gini. Rangga sudah sampai di tanah air hanya dalam waktu 1 jam 40 menit saja. karna ada badai jadwal penerbangan diundur begitupun dengan jadwal penerbangan rangga.
"hujan itu Rahmat loh tuan" ucap zan sambil duduk ketempatnya lagi.
Rangga tidak menggubris perkataan zan. dia melihat hpnya lagi dan terlihat seperti sedang mengetik pesan.
isi dalam pesan
"Nita" pesan dari Rangga.
"iya kenapa?" tanya danita tanpa emot dan tanda baca.
"aku akan pulang telat, mungkin malam disini sedang hujan lebat" jelas Rangga dalam pesan dengan perasaan senang.
"hmm baiklah sayang tidak apa apa, asalkan kau sampai dengan selamat" bales danita.
"kau sedang dimana?" tanya rangga
"didalam kelas, sayang udah dulu yah nanti ketahuan sm dosen aku yang dihukum nanti" danita sudah mulai tidak fokus dengan materi dari dosen karna pesan Rangga.
"tidak ada yang berani menghukum mu kecuali aku" pesan Rangga dengan menggunakan huruf kapital semua.
"yaudah iya iya udah dulu yah" sudah mulai Gedeg sendiri dengan suami sendiri.
"danita!!!" sengaja menambahkan tanda seru mewakilkan keselnya.
"iyaaa"
"tetap bales pesan dariku!!" perintah sang raja.
"gak bisaa aku lgi di kelas" tetep kekeh.
"gada pembatahan!! atau aku telpon sekarang" ancam Rangga dalam pesan.
"iya iya yaudah, tapi nanti aku ketahuan sayangg,nanti aku diomelin" dengan sabar danita membalas pesan dari Rangga satu persatu.
"sepertinya kau lupa yah siapa yang punya kuliah mu itu!" pesan yang menunjukan orang yang ingin memamerkan kuasnya.
"iya aku inget, punyanya Rangga adinata"
Rangga mengakhiri chetannya dengan danita dan beralih ke zan.
"ada apa tuan?" zan sedang membaca email yang masuk.
__ADS_1
"suruh jam kelas danita berakhir 20 menit lagi dan ini jam terakhir untuk hari ini" ucap Rangga tegas memberi perintah.
"baik tuan" langsung menghubungi pihak kuliah.
flashback danita
setelah 20 menit kelas dimulai, dosen memberi tahu kalau dia hari ini ada acara jadi pelajaran hari singkat. itu adalah kebohongan seorang dosen;).
danita,Vita, dan Rasya sedang berjalan di koridor. Vita itu selalu dijemput sama kakaknya pake motor, kalau Rasya selalu di jemput pake mobil oleh sopir ayahnya. kini tinggallah danita sendiri berjalan menuju gerbang kuliah sambil memainkan hpnya.
"danita" panggil seseorang dari belakang.
"eh iya vid kenapa?" tanya danita ke davit
"pulang bareng yuk?" ucap davit penuh harapan.
"maaf vid" ucapan danita kepotong dengan ucapan davit.
"gada penolakan, ayo cepet" langsung menarik tangan danita.
"vit aku mau pulang sendiri aja" berusaha untuk keluar dari mobil davit.
"kamu kenapa sih selalu nolak ajakan aku? kamu dah punya pacar atau apa?" tanya davit membuat danita bungkam.
memang benar selama ini danita selalu menolak ajakkan davit. danita sekarang jadi gak enak dengan davit.
danita mengikuti setiap ajakkan david hari ini. dari ke supermarket, beli eskrim, minum di caffe, dan makan donat bersama dilakukan danita dengan davit. danita merasa bersalah karna selalu menolak ajakkan davit jadi hari ini dia akan mengikuti semua ajakkan davit.
"rumah mu dimana Nita?" tanya David sambil mengendarai mobilnya menuju alamat danita.
"di perumahan emas" jawab danita sambil melihat keluar jendela.
"ohhh oke, aku anterin kamu yah?" tanya davit sambil memandang danita yang sedang melihat ke luar jendela.
"hmmm"
"makasih danita untuk hari ini" ucap davit Masi tetap fokus mengendarai mobil.
"iya sama sama" ucap danita sambil tersenyum.
*****
mobil David sudah didepan gerbang perumahan emas. danita menyuruh davit untuk berhenti disini dan dia turun.
"kenapa gak sampe kedalam aja nit?" davit bertanya.
"g usah sampe sini aja, ga jauh kok rumahnya, makasi yah vit" ucap danita langsung masuk ke dalam komplek.
"kalau aku masuk bersama dengan davit sampai ke rumah. kalau Rangga sudah pulang berabe urusannya, lebih baik aku pesen ojek untuk ke rumah Rangga" gumam danita pelan.
tak lama ojek pun datang dan mengantarkan danita ke rumah Rangga. rumah Rangga terletak sangat dalam dan jauh dari gerbang depan.
ojek sudah sampai didepan gerbang besar milik kediaman adinata tapi tukang ojek itu tidak tau siapa yang punya rumah dia hanya melongo melihat rumah yang megah nan mewah itu.
"terima kasih pak, ini uangnya" ucap danita sambil menyerahkan uang ongkosnya.
"kembaliannya mba?"
"ga usah buat bapaknya aja" jawab danita ramah.
"makasih banyak ya mba" ucap ojek itu langsung memutar arah.
danita melihat mobil Rangga sudah ada dan orangnya sudah keluar dari mobil. disitu ada pak Tan yang siap untuk menyambut.
"nah kan bener dia dah pulang" gumam danita langsung berlari masuk.
"sayanggg" teriak danita sambil berlari ke Rangga.
pak tan, Rangga, dan juga sekertaris zan menoleh kearah suara. dan nampaklah danita yang sedang berlari seperti anak kecil saat melihat papanya pulang.
"kamu dah pulang?" tanya danita saat sampai di depan Rangga. danita masih mengatur nafasnya yang ngos2an tadi.
"hmm" menjawab dengan kata-kata legend Rangga. Rangga langsung memeluk tubuh mungil danita. danita tentu saja membalas pelukan Rangga.
"ayo masuk" Rangga langsung menarik tangan danita, menaiki tangga menuju kekamarnya.
sekertaris zan pak Tan yang melihat kejadian itu langsung bersitatap. zan mengangkat bahunya tanda dia tidak tau dan tidak mau ikut campur kalau tuan muda dan nona mudanya sudah begitu. dunia terasa milik berdua.
kembali ke dalam kamar utama.
Rangga menatap danita lekat, sambil memeluk pinggang danita. bibir merekapun bersentuhan. dan jadilah ciuman dengan durasi lama. Rangga menurunkan ciumannya keleher danita, Rangga mencium keras leher danita. berhasil meloloskan suara dari mulut danita.
jam Masi menunjukkan pukul 17.30 tapi mereka baru mau memulai permainan. "anggap saja ini malam pertama kita yang sempat tertunda" ucap Rangga di telinga danita dengan posisi Rangga di atas danita, dan danita di bawah Rangga. berhasil membuat jeritan dari mulut danita.
jam sudah menunjukan pukul setengah 8 malam, danita sudah terlelap dalam tidurnya karna kelelahan. sedangkan Rangga sedang menatap wajah kelelahan danita dalam dekapannya. Rangga mencium kening danita dalam lalu berjalan kekamar mandi dan keluar dari kamar.
"pak Tan siapkan makan malam dan antarkan kekamarku" ucap Rangga pada pak Tan dan langsung berjalan keruang kerjanya.
__ADS_1
Bersambung