Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Drama pagi


__ADS_3

Cahaya mentari sudah masuk ke dalam rumah utama melalui jendela-jendela yang sudah dibuka, para pelayan pun sudah memberikan tanda kalau sudah melakukan aktivitas masing-masing.


sedangkan dikamar utama, danita dan rangga sudah bangun tapi sepertinya ada sesuatu yang terjadi di dalam sana.


"iya sayang udah sana" mendorong sedikit dada Rangga.


"aku tidak mau jauh darimu dan anak kita" menatap danita sangat dekat.


"tidak usah khawatir sayang" menangkup pipi Rangga.


"bagaimana aku tidak khawatir aku akan pergi berhari-hari" sudah berapa kali Rangga mengatakan itu.


"iya aku memahami ke khawatiran mu, tapi aku juga bisa menjaga diriku lagi pula aku juga tidak akan pergi kemana-mana" isi hati danita sebenarnya.


Rangga hari ini ada jadwal terbang ke negri tetangga untuk beberapa hari kedepan, zan menafsirkan sekitar 1-2 hari disana. tapi menurut Rangga itu sangat lama. dia juga lupa berbicara tentang ini semalam karna keasikan memberikan dongeng kepada anaknya.


"itu sangat lama" ini tidak akan cepat selesainya.


"hais ini kapan selesainya, kalau dia telat penerbangan bagaimana" eluh danita dalam hatinya.


"aku ingin tidur saja" langsung menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang.


"sayang zan pasti sudah menunggumu di bawah" menggoyangkan bahu Rangga.


"biarkan saja dia dibawah" tidak peduli dengan jasnya yang mungkin sudah kusut akibat tingkahnya.


"apa ini bisa meluluhkannya?" langsung menarik lengan Rangga sampai jas yang dipakainya kusut, dannn


muach


danita mengecup lembut bibir Rangga membuat yang punya bibir sedikit terkejut, ya hanya sedikit.


"sayang anak kita akan aman disini, kau tidak perlu khawatir" ucap danita lembut mengusap pipi Rangga.


"selesaikan urusanmu dulu setelah itu kembalilah" lanjutnya Masi bernada lembut.


Rangga hanya diam mendengarkan kata-kata lembut dan membiarkannya masuk ke pikirannya. Rangga seperti terpengaruh dengan nada lembut danita.

__ADS_1


"sisir rambutku" akhirnya angkat bicara. "sial aku kalah hanya dengan satu kecupan lembut" antara senang dan tidak terima.


danita menatap bingung, tapi sekejam kemudian danita langsung mengerti dan mengambil sisir yang ada dilaci ranjang sebelahnya yang biasa dia gunakan sebelum tidur.


danita menyisir, menata ulang rambut Rangga dengan sisir dan jari-jari kecilnya. yang disisir sepertinya sedang menikmati rambutnya yang sedang ditata ulang. danita hanya menyisir rambut Rangga kearah samping dan merapikannya, itu saja tapi entah kenapa Rangga terlihat berbeda kalau disisir oleh tangan istrinya.


tiga kecupan terakhir dibibir Rangga sebelum dia keluar diberikan oleh danita. "berangkatlah, tidak baik membuat orang menunggu" merapikan sedikit rambut Rangga lagi.


"katakan sesuatu" mengusap bibir danita dengan ibu jarinya.


"apa yang harus ku katakan?" memikirkan kata-kata semangat untuk Rangga.


danita tiba-tiba mengecup pipi Rangga dan membisikkan sesuatu. "cepat pulang sayang, aku dan anak kita akan merindukanmu" Yaya memang hanya itu yang bisa membuat Rangga semangat seketika, muka danita sudahmerah seperti kepiting.


"katakan sekali lagi" Rangga sudah merona senang tapi dia berusaha menutupinya.


"tidak mau, sudah sana" menarik selimut dan menutup wajahnya yang sudah merah padam.


"kenapa kau menutupi wajahmu?" dengan enteng Rangga menarik selimut yang menutupi wajah merah danita. dan Rangga ******* bibir danita lembut tepat setelah dia membuka selimutnya.


"jangan membuat jantungku keluar" mendorong tubuh Rangga.


"sudah sana cepat" mengibaskan tangannya.


"diam lah disini, jangan ikut turun" mengusap-usap kepala danita.


"kenapa?"


"baju tidur itu menampilkan lekuk tubuhmu aku tidak mau orang lain melihatnya, hanya aku yang boleh melihatnya" Rangga mendekati leher danita dan menggigit leher mulus danita.


"jangan digigit sayang" meringis sedikit karna ulah Rangga.


"kenapa? itu tanda kepemilikan ku, menandakan kalau kau adalah milikku satu-satunya tidak ada orang lain" menuding dada danita dengan telunjuk seperti menegaskan kata-katanya.


"iya iya sayang" tanpa diberitahu dia juga sudah tau.


"bagus" jawab Rangga santai.

__ADS_1


"sayang orang-orang mu pasti sudah menunggumu" lupa akan masalah sebenarnya.


"kenapa kau harus ingat si" mendengus kesal sangat kesal karna danita mengingatnya.


"tentu saja aku ingat, mana mungkin aku melupakan kegiatan yang harus dilakukan suami ku" sekali lagi Rangga luluh.


"baiklah" frustasi sendiri dia.


danita menatap Rangga yang sedang merapikan jasnya yang sebelumnya lumayan sudah berantakan akibat rengekan Rangga.


"jaga mama mu disini ya? gantikan papa selama tidak ada disini, kalau kau berani menyakiti mamamu papa akan memarahi mu" oceh Rangga didepan perut danita sambil mengusap, mencium dan menempelkan jidatnya ke perut danita seperti menyatukan jidat bapak dan anak.


danita terharu melihatnya, selalu seperti ini jika Rangga hendak pergi jauh.


"apa nanti anak kita akan berjenis kelamin laki-laki?" perasaan ini pun sering danita rasakan. karna bayi yang ada didalam perutnya selalu menurut ketika Rangga mengucapkan hal itu. danita tidak mual, pusing atau sebagainya saat Rangga pergi jauh.


"aku akan segera pulang" mengecup dalam dan lembut kepala danita.


danita mengangguk sambil tersenyum lembut ke Rangga. danita melambaikan tangannya diatas kasur dengan senyum yang belum memudar "dadah" ucapnya sebelum Rangga menutup pintu kamar dan meninggalkan kamar.


"akhirnya drama pagi selesai" ambruk danita di atas ranjang.


"sejak kapan kau disini?" kaget Rangga melihat zan berdiri didepan kamar.


zan hanya diam tidak ingin menjawab, hanya menganggukan kepalanya, hormat ke Rangga.


"sialan" Rangga sudah tau dari ekspresi wajah zan.


"perketat keamanan rumah sampai aku kembali, kalau perlu buatlah penjagaan dua puluh empat jam, jangan biarkan orang asing masuk dan jangan sampai ada yang membahayakan danita dan anakku" ucap Rangga menuruni tangga diikuti zan.


"baik tuan" mengangguk dibelakang Rangga.


zan memberikan kaca mata hitam Rangga sebelum membuka pintu mobil untuk Rangga.


sepertinya perjalanan bisnis Rangga kali ini akan sangat panjang, mungkin dia akan uring-uringan setiap hari ke zan karna merindukan istrinya dan anaknya. entahlah biar tuan muda Rangga yang menjalaninya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


PS: ingatkan author jika ada typo


__ADS_2