
siang hari di hari-hari berikutnya. di kampus yang besar dan elit ini.
"oy vita" suara yang paling melengking terdengar di kantin.
"berisik" suara berat luck itu yang menjawab dengan nada yang merasa terganggu.
"dih kok lu sewot" duduk di depan meja luck.
"semua orang juga sewot kali ngedenger suara lu" menatap layar hpnya.
"mana vita?" memperhatikan luck yang sedang berkutat dengan hpnya.
Luck menunjuk vita dengan dagunya.
Rasya mengerti, vita sedang membeli sesuatu disana. dia kesal vita meninggalkannya di kelas sendirian. mentang-mentang dia lagi tidur jadi ditinggal seenaknya.
"eh eh luck"
"what?" memalingkan wajahnya sebentar.
"gua mau nanya ni" memajukan sedikit tubuhnya.
"apaan?" menyedot minumannya.
"seandainya lu cewek ni, terus lu diajak nikah sama orang yang umurnya agak jauh sama lu, lu gimana?" menatap serius.
"maksudnya?" memicingkan sedikit matanya sambil menyedot esnya.
"kan seandainya lu cewe"
"hm" mengangguk menunggu kelanjutannya.
"sudah lah gak jadi" mengusap wajahnya kasar.
"jadi maksud lu, lu di ajak nikah sama orang yang umurnya agak jauh beda sama lu, lu harus terima atau gak gitu?" menaruh kembali esnya dan menatap rasya.
Rasya cengo, ini luck yang udah tau topiknya kemana atau gimana?.
"maksud gua perumpamaannya kayak gitu lah" mengerti wajah-wajah lemot rasya.
"ya ya kayak gitu" dia bernafas lega.
"tergantung lah lunya suka apa kagak" kembali menyedot esnya.
"gak gua gak suka" juteknya.
"tahu dari mana lu gak suka ma tu orang? biasanya juga seminggu putus dah ada gebetan lagi" mengingatkan aksi buaya versi betina rasya.
"gak gua dah tobat diem" memalingkan wajahnya ke arah lain.
"wahh, si boy kemarin katanya mau ajak jadian lu tu, otw jadi sadboy duluan dia" nada suaranya dinaikkan sengaja.
"ew" gak sudi rasya kalau pacaran sama si ketua organisasi itu. soalnya dia playboy pake banget, kemaren ada rumor jalan sama dua cewe. ew banget mangkanya rasya.
"Weh boy" tiba-tiba luck teriak sambil ngangkat tangannya.
plakk
Rasya memukul kepala luck.
"bercanda doang padahal aing" memegangi kepalanya.
"lagian sapa suru bercanda" kembali duduk tenang. walaupun wajahnya tak tenang.
"diliatin gak tau malu sumpah" vita datang membawa apa yang dia beli tadi.
"pacar lu noh" ucapnya menyenderkan kepalanya ke meja.
__ADS_1
Vita duduk disebelah luck, rasya yang duduk didepan dua manusia ini merasa jadi nyamuk.
"jadi nyamuk mulu dari kemaren heran" kesalnya menatap dua orang didepannya.
"noh noh ada boy noh, weh boy" kali ini beneran ada orangnya.
Rasya langsung mengumpat. "sialan lu" berdiri dari duduknya.
"bercanda doang aelah, kelamaan ngejomblo ini"
"eh ada rasya" tiba-tiba suara berat itu datang dari belakang rasya.
"bener-bener sialan lu luck" menatap tajam luck yang sedang bermuka sok polos.
"balik lu sono ngapain disini" yang ngomong kali ini vita. dia juga tidak suka dengan boy.
"pacar lu kek maung luck" duduk dengan santai.
Luck diam tak menjawab. wajah-wajah tak enak rasya itu membuatnya sedikit merasa bersalah. kemarin-kemarin dia dengar mantan rasya ini gada yang bener. dia manggil boy cuma candaan, eh ternyata boy beneran dateng.
"cabut boy" ucap luck menggerakkan kepalanya.
"oke lah, sya gua tungguin ya pulang" sudah bangkit dan menatap punggung rasya.
"najis gue" judesnya kembali duduk ditempat.
boy tertawa menjauh dari sana.
"sialan lu emang" rasya kembali mengamuk.
"bukannya makasi kek apa kek"
"gada guna gua makasi sama lu" mengambil cemilan disamping vita.
"eh btw si danita kagak keliatan-keliatan kemana dia?" kembali menyedot esnya.
"udah berhenti" jawab vita sambil mengunyah.
"dan lama, dari awal semester dimulai"
"sayang banget padahal yang bener dia doang" ucapnya santai tak peduli mendapatkan tatapan tajam.
"maksud Lo apa neh" nah kan rasya langsung tak terima.
"lah kok ngamok" melindungi diri sendiri.
Rasya kembali menjadi nyamuk. dia mendengarkan omongan yang tak berfaedah dari mulut dua manusia ini.
"luck" tiba-tiba hito datang.
"oi" luck langsung menatap ke sumber suara.
"nyanyi ayo" dia membawa gitar.
"buat apaan?" memperhatikan gitar yang dibawa hito.
"ramein kantin aja lah. dosen-dosen gak tau kemana"
"hah?" vita dan rasya melongos. gada dosen gitu maksudnya?.
"ayo lah luck lama" duduk di kursi lain tepatnya disamping kursi luck.
"gabut banget sumpah" ucap rasya yang agak gimana ya. dia tu lagi bingung malah ada aja orang yang buat dia merasa keganggu.
Hito mulai memainkan gitarnya. dua orang ini bisa dibilang most wanted disini. luck punya banyak fans cewek-cewek karna dia anaknya gaul dan punya banyak pengikut di akun sosial medianya. kalo hito jangan ditanya, dia terkenal karna dia pinter plus ganteng juga lah lumayan. udah gitu dua manusia ini berteman lagi sekarang. histeris gak tu para cewek-cewek. rasya bingung kenapa luck bisa suka sama vita, pake santet kali ya vita? ah gak mungkin vita kan anak baik-baik.
Suara luck juga bisa terbilang indah. paket komplit pokoknya. satu aja kekurangannya, yaitu bobrok.
__ADS_1
Sekelilingnya mulai ramai bisik-bisik. dua most wanted mau colab sekarang. sementara rasya sudah was-was melihat gelagat luck, vita disampingnya. apa ni apa ni.
"tatap matamu bagai busur panah" luck memulai lagunya. hito mengatur agar pas suara gesekan gitarnya.
"sialan tambah jadi nyamuk" umpat rasya dalam hatinya.
"yang kau lepaskan ke jantung hatiku
meski kau simpan cintamu masih
tetap nafasmu wangi hiasi suasana" matanya beralih ke vita.
Cewek-cewek yang mendenger sedang menyiapkan pita suara untuk berteriak.
"saat ku kecup manis bibir mu" saling pandang dengan vita.
Vita pipinya mulai memanas sementara luck tambah berwajah manis.
"aaaaa" ah benar kan para cewek-cewek langsung teriak.
"ew" rasya mah udah geli banget. ya tuhan.
Hito tambah girang memainkan gitarnya. entah dimana hito belajar main gitar. tapi dia cukup ahli.
Lagu akhirnya selesai. rasya bernafas lega karna tak menjadi nyamuk lagi. ini mah semua mahasiswa/i yang ada disini menjadi nyamuk. menyaksikan ke uwuan dua manusia ini.
"lagi lagi" suara riuh itu dan tepuk tangan memenuhi kantin.
ibu dan bapak yang menyiapkan makan juga ikut bersorak. suara luck memang enak, tapi bagi rasya enek.
"ngamen ayo luck sekalian" ajak hito bersemangat.
"gua masi mau nama gua ada di kartu keluarga" ucap luck menolak.
Mengingat luck itu dari keluarga konglomerat, dia tidak bisa berbuat seenaknya disini. apa lagi ngamen. bisa panjang urusan sama ayahnya.
"satu lagu lagi lah" tawar hito mendapat sorakan setuju dari yang lain.
"gua mau pulang fiks" memakaikan tasnya ke pundak. dia tak sanggup melihatnya.
"gak ah" tolaknya mendapat suara kecewa dari penonton.
"lu ngapain?" luck beralih ke rasya yang sudah berdiri.
"cabut" jawab rasya berjalan santai.
"aku pulang duluan ya?" ternyata vita ingin ikut rasya.
"yaudah" mana bisa luck larang kalau vita pengen sama sahabatnya.
Saat vita sudah sejajar dengan rasya langkahnya. tiba-tiba ada yang berteriak.
"vita aa luck ganteng kan?" suaranya melengking sungguh.
Semua pada nengok ke orang itu. termaksud luck, dia tadi sedang meneguk jadi tumpah semua.
"GANTENG DOANG NGAJAK PACARAN IYA NIKAH KAGAK" yang membalas bukan viita tapi rasya sambil berteriak dan menunjuk luck.
Dan semua tertawa karna lelucon rasya. vita memukul lengan rasya. malu sial. kalo rasya mah bodo amat. bar-bar emang rasya mah.
Epilog
Rasya berdiri di depan cermin kamarnya, mengingat isi pesan yang ia terima semalam. rasa takut itu memenuhi hatinya. antara iya dan tidak. dia tidak punya alasan untuk menjawab iya tetapi dia juga tidak punya alasan untuk menjawab tidak.
prangg
suara pecahan kaca membuatnya langsung keluar kamar.
__ADS_1
"ibu" gumamnya berlari ke sumber suara.
BERSAMBUNG