Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Asisten pribadi


__ADS_3

Selepas dari tempat wahana tadi sore, danita pulang dengan raut wajah yang lelah Masi memakai bandonya dan bahkan tidak dilepas saat dia masuk kedalam kamar.


"aku ngantuk" gumam danita pelan setelah menjatuhkan tubuhnya di kasur dan tidak melepas bandonya.


bahkan danita lupa dengan Rangga yang masi berada di bawah bersama zan, padahal tadi Rangga menyuruhnya untuk menunggunya.


sudahlah lupakan danita juga sudah tidak ada urat takutnya dengan Rangga selama dua hamil.


******


"danit–" belum sempat Rangga menyelesaikan kata²nya dia sudah melihat orang yang ingin dia panggil sudah terlelap di atas ranjang.


"sudah tidur" menelusuri wajah cantik istrinya yang tertidur Masi menggunakan bando.


melepas bando yang ada dikepala istrinya dengan hati² tanpa membangunkan danita sedikitpun lalu menaruhnya diatas nakas dekat ranjang.


"hari yang menyenangkan" ikut berbaring disebelah danita dan memeluk tubuh danita serta menarik selimutnya sampai menutupi hampir semua kepala danita.


dan akhirnya Rangga ikut tidur sore bersama istrinya. sepertinya ini tidur sore pertama Rangga.


hari sudah sore dan hampir menjelang malam tapi orang yang ada di kamar utama belum juga ada tanda-tanda bahwa orang yang ada didalamnya sudah bangun. bahkan pak Tan sudah berapa kali melewati pintu kamar yang besar ini tapi tetap saja belum ada tanda-tanda orang bangun.


sementara di dalam, Rangga Masi setia memeluk danita dan Masi menutup matanya rapat. begitu pula dengan danita, sampai akhirnya danita membuka matanya lebih dulu dan langsung bertemu dengan muka Rangga yang tepat berada didepannya.


"hmmm" erang danita merenggangkan otot²nya.


"sejak kapan dia ikut tidur?" mengelus pipi Rangga yang halus seperti pantat bayi, putih bersih dan juga tanpa jerawat satu pun.


wajah Rangga memang setampan itu, bahkan danita sendiri Masi terkagum-kagum dengan wajah suaminya itu yang hampir setiap hari dia lihat.


"astaga ini sudah hampir malam, apa aku harus membangunkannya?" gumam danita sendiri sudah dengan posisi celentang menatap langit-langit kamarnya.


"aku baru pertama kali melihatnya tidur sore, sudahlah biarkan saja dia tidur" berusaha untuk turun dari kasur. tapi nihil, bahkan hanya menyingkirkan selimutnya saja dia tidak bisa karna ada tangan Rangga yang berat itu diatasnya.


"bagaimana cara ku ingin bangun?" Masi berusaha untuk menyingkirkan tangan Rangga.


dan akhirnya dia berhasil menyingkirkan tangan Rangga dengan susah payah dan berkeringat. tapi tenang Rangga tidak akan bangun karna Rangga kalau sudah tidur pulas sekali.


berjalan ke kamar mandi, merapikan tas kuliahnya yang tidak berada ditempatnya. mengambil baju gantinya lalu benar-benar masuk kekamar mandi.

__ADS_1


selama danita Masi berada didalam kamar mandi Rangga Masi belum bangun padahal danita berfikir mungkin Rangga sudah bangun saat dirinya sudah keluar dari kamar mandi nyatanya sampai danita mengeringkan rambutnya, Rangga belum juga membuka matanya dan Masi tertidur diatas kasur.


padahal hari sudah malam.


"sayang ayo bangun" ucap danita menggoyang goyangkan lengan Rangga.


"hmm" hanya itu yang dijawab Rangga.


"ayo bangun kau sudah tidur terlalu lama" menggoyang goyangkan lengan Rangga lebih kencang sampai badan Rangga ikut bergoyang.


"hmm" menunjuk-nunjuk pipinya.


danita sangat peka dengan bayi besarnya ini dan langsung mencium pipi Rangga yang ditunjuknya.


"sudah sana"


dengan muka khas bangun tidur, Rangga berjalan kekamar mandi dengan rambut yang berantakan dan pakaiannya itu sudah tidak jelas alias kusut dimana-mana.


karna menunggu Rangga itu cukup lama, akhirnya danita memutuskan untuk turun kebawah karna Rangga yang sangat lama dikamar mandi.


bahkan danita mengira Rangga sedang tidur didalam kamar mandi.


dibawah ada zan yang sedang berkutat dengan leptopnya yang duduk di ruang yang luas itu sambil menyeruput kopinya yang tentu saja dibuat oleh dirinya sendiri.


tapi zan tetap melihat danita yang lewat didepannya dengan tenang agar dirinya tidak terganggu.


"selamat malam nona" sapa audri yang sedang duduk didapur dan langsung berdiri saat melihat danita turun dari atas.


"selamat malam mba" sapa balik danita ikut duduk dikursi sebelah audri.


sebenarnya audri Masi canggung dengan sebutan danita untuknya, tapi ya mau bagaimana lagi danita kekeh tetap mau memanggilnya mba.


"aku kira mba sedang ada dikamar" menyenggol siku audri.


"saya kesini dipanggil tuan zan" balas audri ramah.


"mba aku boleh tanya?"


"tentu nona"

__ADS_1


"mba audri ini sebenernya siapa? kok aku lihat mba audri sangat dekat dengan zan" tanya danita menatap audri.


"aku harap mereka sepasang kekasih" ucap danita dalam hati sambil menunggu jawaban audri.


"saya adalah bawahan tuan zan nona" jawab audri sopan.


"bawahan?" bingung danita.


"saya ini sebenarnya tangan kanan kedua adinata grup" lanjut audri membuat danita membulatkan matanya sebulat-bulatnya.


"terus mba kenapa disini? kenapa mba jadi asisten pribadi aku? bukan di adinata grup?" tanya danita seperti anak kecil yang tidak berhenti mengoceh.


"itu adalah perintah tuan Rangga" halus audri kembali menjawab pertanyaan danita.


"tapi kan seharusnya mba audri ada di adinata grup, apa lagi mba audri merupakan orang penting di adinata grup" ucap danita lagi. sepertinya audri harus sabar menjawab semua pertanyaan danita.


"jujur saya dulu juga sempat menjadi asisten pribadi nona bunga dulu tapi tidak lama" lagi² audri mengejutkan danita.


"kenapa?"


"karna nona bunga tidak suka diikuti" jujur audri bahkan dari matanya tidak terlihat kalau dia sedang berbohong.


"ohh begitu"


"tapi saya sangat senang bisa berada disamping nona danita, nona danita tidak pernah merasa risih ketika saya selalu berjalan dibelakang nona bahkan nona menawarkan saya untuk berjalan disamping nona seperti bukan asisten dan bosnya" ucap audri panjang lebar.


ngomong-ngomong ini pertama kali danita melihat audri berbicara panjang lebar dengannya, dan sepertinya ini pembicaraan santai.


"makasih mba sudah mau selalu menjaga saya" senyum manis dan tulus danita membuat audri pangling dengan senyum khas danita itu.


"e-eh iya nona" gugup audri memalingkan wajahnya.


"astaga kenapa nona danita sangat manis" kagum audri.


"nona danita anda ditunggu tuan Rangga di atas" tiba² pak Tan datang.


"eh iya, mba audri aku keatas dulu ya" berdadah ria ke audri dan dibales dengan senyuman dan ucapan selamat malam dari audri.


BERSAMBUNG

__ADS_1


ps:ingatkan author kalau ada typo.


xixixi


__ADS_2