Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Hamil muda


__ADS_3

Pagi hari yang indah menyinari kamar utama yang penghuninya sedang berbahagia. danita sudah bangun terlebih dahulu karna merasa mual, mungkin karna humor ibu hamil. danita memang belum ngidam yang aneh² pasti nanti anaknya akan minta sesuatu apalagi danita sedang hamil muda.


"sayang ayo bangun" danita sudah berusaha membangunkan Rangga tapi yang dibangunkan tidak mau membuka matanya.


"iya bentar lagi" sudah 20 menit Rangga bilang seperti itu tapi dia tidak bangun juga.


"yaudah lah aku turun duluan" tingkat kesabaran sudah habis.


"iya iya aku bangun, tunggu aku" langsung berjalan kekamar mandi.


danita cekikikan melihat aksi lucu suaminya saat bangun tidur, danita berjalan keruang ganti baju mengambil baju kerja Presdir adinata grup. padahal suami sendiri 😅


danita dan Rangga turun kebawah sambil bergandengan tangan senyum manis terukir di wajah rangga. sementara para penghuni rumah yang sudah mengetahui kalau nona mudanya sedang hamil pun ikut bahagia dan mengantri memberikan selamat kepada dua orang yang akan menjadi orang tua.


"selamat pagi tuan Rangga nona danita" sapa pak tak ramah dan tersenyum.


"selamat pagi juga pak Tan" balas Rangga tak kalah ceria.


lagi² pak Tan terkejut dengan tingkah Rangga yang membalas sapaannya, selama ini majikannya tidak pernah menyapa balik yang ada hanya kata² legend yang keluar dari mulut Rangga.


"tuan Rangga benar² berubah" mengikuti langkah kedua majikannya dari belakang.


"ini nona sarapan anda" menaruh roti lapis berisi sayuran dan ada irisan daging.


"terima kasih pak" tersenyum ke pak Tan.


pak Tan ingin memberi selamat kepada majikannya ini tapi melihat danita yang sangat lahap menyantap makanannya membuat pak Tan mengurungkan niatnya dialebih memelih memberi selamat setelah tuan mudanya pergi berangkat.


saatnya Rangga berangkat kekantornya, sebenarnya Rangga enggan untuk meninggalkan danita dirumah ini apa lagi hari ini danita libur, rasanya Rangga hanya ingin berdua dengan danita dan bercerita tentang anak yang masih berada didalam perut danita itu.


"danita" Rangga membalikan badannya lagi kedanita berharap danita memintanya untuk dirumah saja.


"aku tidak apa² sayang, ada pak Tan dan lainnya disini" sudah sana berangkat.


"tapi kalau kau kenapa² bagaimana?" menangkup pipi danita.


"aku akan baik² saja sayang" memegang tangan Rangga lalu mengelusnya.


"kalau ada apa² langsung kabari aku atau zan" menyatukan jidat mereka berdua.


"iya sayang" danita mengubur rasa malunya mencium Rangga agar sang suami melunak.


"jangan merepotkan mamamu nanti papa marah kalau kau buat mamamu lelah" mencium perut danita, mengelus elus lembut lalu tersenyum kedanita.


"kenapa dia jadi menggemaskan seperti ini"


"iya papah" yang jawab danita dengan suara seperti anak kecil.


pak Tan dan sekertaris zan yang melihat itu ikut tersenyum merasakan kebahagiaan yang dirasakan kedua majikannya.


rangga sudah masuk kedalam mobil membuka jendela mobil untuk melihat danita lagi.


"selamat nona atas kehamilan anda, saya kira anda akan tetap menyembunyikan anak ini ternyata anda merencanakan sesuatu kemarin" zan memberi selamat dengan sopan dan ramah.


"haha, suprise ku kerenkan?" menyombongkan diri.


"keren si keren nona tapi anda berhasil menggemparkan seisi gedung adinata grup kemarin" sebuah fakta yang sangat benar yang diucapkan zan.


"hei zan sampai kapan kau mau ngobrol dengan istriku?" sang suami pun akhirnya angkat bicara.


"maaf tuan muda, nona saya permisi kalau ada apa² silahkan hubungi saya" mengangguk sopan lalu berjalan memutari mobil masuk ke kursi kemudi.


mobil Rangga sudah hilang dari pandangan danita dia kembali masuk kedalam rumah, saat sampai didalam rumah danita langsung diberikan susu oleh pak Tan, itu adalah susu khusus ibu hamil. danita meraih gelas itu lalu meminumnya sampai habis, ini pertama kali danita meminum susu ibu hamil rasanya sama saja seperti susu pada umumnya.


"nona selamat yah atas kehamilan anda" akhirnya pak Tan bisa memberi selamat kepada Danita.

__ADS_1


"iya makasih banyak pak" tersenyum lebar sambil memberikan kembali gelas kosong ke pak Tan.


"nona anda menginginkan sesuatu?" tanya pak Tan hendak pergi kedapur.


"tidak pak, saya mau kekamar saja" bangkit dari duduknya.


"baiklah nona kalau anda membutuhkan sesuatu panggil saja saya"


"baik pak" menunduk sopan lalu berjalan kearah tangga.


pak Tan memperhatikan danita sampai danita tiba di anak tangga terakhir dan masuk kedalam kamarnya, ada senyum yang terlukis dibibir pak Tan sepertinya dia ikut senang dengan penambahan anggota keluarga dirumah ini yah setidaknya rumah ini tidak terlalu sepi.


"hmm ngapain yah?" danita mulai mencari ide untuk menghilangkan rasa bosannya.


"anak mama kamu mau apa?" mengelus perutnya yang masi rata.


sepertinya anaknya merespon pertanyaan mamanya, danita terpikir menyelesaikan dramanya dileptop yang ada aktor favoritnya yaitu Lee Minho.


"kamu tau aja aktor kesukaan mama" danita berjalan kelaci meja lalu mengeluarkan leptop dan meja lipat punyanya yang dia bawa dari ruamhnya.


"kamu mau lihat aktor ganteng yah?" danita mulai menyalakan laptopnya lalu mencari drama kesukaannya di file penyimpanannya.


danita menonton dramanya dengan serius sampai tidak berasa hari sudah siang drama yang danita tonton tinggal satu episode lagi tapi dia harus makan siang, terpaksa dia harus berhenti sebentar untuk makan siang perutnya pun sudah merasa lapar.


"nona ini makan siangnya" pak Tan memberikan makan siang danita diatas nampan yang sudah tertata rapi.


"iya makasih pak" mengambil nampan yang diberikan pak Tan.


"nona membutuhkan sesuatu?"


"minum jus jambu enak kyknya pak" membayangkan jus jambu.


"baik nona saya akan menyiapkan jus jambu" pak Tan memang peks orangnya.


danita menutup pintu lalu kembali naik keatas kasur.


"yeyyy makan" entah kenapa danita sangat gembira dengan makan siangnya hari ini bahkan menunya tidak ada spesial mungkin karna efek hamil.


saat sudah mau selesai makan hp danita bunyi dan tertera nama "Rio" danita langsung mengangkat telponnya karna diapun merindukan adiknya yang sudah sangat lama tidak bertemu.


"riooooo" teriak danita girang.


"gak usah pake teriak kak kuping aku mau copot" protes Rio.


"hehe maaf, kau dah lupa dengan KK mu yah?" langsung menyambar Rio.


"hei kak aku tidak melupakan mu kau sendiri yang sepertinya sibuk jadi aku hanya bisa mengirim pesan oleh mu" tidak terima dengan protes dari kakaknya.


"hehe iya maaf, kenapa kau menelpon ku? bapak sama ibu bagaimana kabarnya?"


"bapak sama ibu lagi diluar kota, Dateng ke pernikahan teman bapak"


"ohhh pantes aku telpon gak angkat" kembali memakan makan siangnya.


"kak Nita aku dengar kakak sedang hamil yah?" langsung keintinya.


"iya" jawab cepat.


"yesss akhirnya punya keponakan juga selamat ya kak Nita, semoga anaknya sehat selalu, ganteng kyk aku kalo cewek ya semoga gak kyk kakak ya dan pastinya kalo cowok nanti mirip sama tuan Rangga" doa dari sang adik yang sedikit terkesan narsis.


"heh gini² tuan Rangga tergila² dengan ku" menepis semua elakan Rio.


"iya iya, yasudah kak aku tutup dulu mau pushrank bye" langsung mematikan telpon.


"habis aku, dia miscol ku berapa kali" ternyata sang suami menelponnya saat dia sedang telponan dengan adiknya.

__ADS_1


"hallo sayang?" suara sudah gemetar takut mendengar kekesalan Rangga.


"kenapa telpon ku tidak kau angkat? habis telponan dengan siapa kau?" langsung menyambar danita dengan peetanyaan. hanya orang yang tidak waras yang cemburu dengan adik iparnya sendiri bahkan adik iparnya Masi duduk dibangku sekolah.


"maaf sayang tadi aku habis telponan dengan Rio" menggigit bibir bawahnya menahan takut.


"kenapa dia menelepon mu?" nada suaranya sudah lebih bersahabat.


"dia hanya ingin memberiku selamat sayang dia juga senang akan mendapatkan keponakan" berbicara lembut.


"apa dia bilang seperti 'aku sayang kak nita terima kasih sudah memberi ku keponakan' seperti itu" merubah suaranya seperti anak kecil.


"haha gak lah sayang dia juga sudah besar" jangan gila kau mana mau Rio bilang seperti itu.


"baiklah aku percaya dengan mu, apa kau sudah makan siang?" nadanya sudah kembali lembut.


"sudah kok ini baru selesai" meminum air putih.


"ohh"


"kau sudah makan siang sayang?" menyenderkan kepalanya ke senderan ranjang.


"sudah" jawab cepat.


"sayang aku merindukan mu" sepertinya ini permintaan anaknya.


"kau mau aku pulang sekarang?" Rangga tentu saja langsung menanggapi.


"emmm gak usah, dadah syng muach" mencium layar hp beberapa kali.


"hmm" percayalah hatinya sudah sangat berbunga² mendengar perkataan istrinya.


"jangan ditutup dulu, nanti pas kamu pulang beliin aku pempek yah" suara danita sengaja diimut²in.


"mau pempek? gak sekalian jus mangganya hm?"


"gak kalau itu enakkan bikinan ibuku lebih enak" membayangkan jus mangga kesukaannya yang dibuat oleh tangan ibunya sendiri.


"oke pempek siap diantar"


"hahaha nanti kurirnya pasti ganteng" danita tertawa mendengar candaan Rangga, sebenarnya ini candaan Rangga yang pertama kali danita dengar.


"makasih atas pujiannya" orang ini sebenarnya Geer atau memang kenyataan ganteng sih?.


"dihh, dadah sayang muach" langsung mematikan telpon supaya geernya tidak tambah menjadi².


danita senyam senyum sendiri mengingat candaan Rangga menurutnya Rangga itu memang kadang cuek bahkan bisa sangat cuek tapi kalau dia sedang menunjukkan bentuk kasih sayang dan perhatiannya danita selalu meleleh karna Rangga selalu ada cara untuk membujuk danita saat dia sedang kesal atau ngambek dengan Rangga.


Bersambung


____________________________________________


hallo semua🤗🤗


selamat hari raya idul Fitri ☺️


mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏


author gak bisa up tepat di hari raya idul Fitri, jadwal author bentrok, jadi author mohon maaf karna telat mengucapkan hari raya idul Fitri.


mohon maaf kalo author suka typo.


author juga minta maaf kalau ada kata² yang tidak enak dibaca.🙏🙏


terima kasih semua🤗🙏.

__ADS_1


__ADS_2