
Rangga kembali kekamarnya setelah mendapat ilmu yang lumayan berharga dari guru dadakan yang ada dibawah. saat Rangga masuk dia melihat danita sedang duduk diatas kasur sambil membaca buku, karna melihat danita sangat fokus membaca Rangga tidak berniat untuk mengganggunya dia langsung berjalan kekamar mandi membersihkan tubuhnya.
danita menatap pintu ruang ganti baju yang terbuka terdengar suara cipratan air dari kamar mandi sepertinya ada orang, pikiran danita berlari kemana² entah kenapa dia sedikit takut padahal sebelumnya danita itu bukan anak yang penakut.
"tadi kayaknya gak ada yang masuk" danita celingak celinguk melihat pintu kamar yang tertutup rapat.
akhirnya danita memberanikan diri untuk berjalan kekamar mandi, kakinya sudah gemetar tapi dia sudah sangat penasaran siapa orang yang ada di dalam kamar mandi. danita memegang handle pintu dan langsung membukanya karna tidak dikunci sama sekali.
"sayanggg" danita langsung menutup matanya saat melihat Rangga tanpa busana berdiri di depan shower.
Rangga tentu saja terkejut dia langsung mematikan showernya dan melihat kearah danita.
"kenapa kau teriak?" memakai handuk yang hanya menutupi bagian bawahnya.
"kapan kau masuk kekamar?" danita Masi menutup matanya tidak mau melihat Rangga yang telanjang dada itu.
"saat kau sedang membaca buku, lagian bacanya sampe serius gitu" Rangga berjalan mengambil handuk untuk mengeringkan rambutnya.
"yaudah sana mandi lagi" menutup pintu kamar mandi dan langsung pergi dari situ.
"sabar Rangga kau harus bertanya dulu ke rajwa boleh atau tidak melakukannya, jangan membahayakan anak dan istrimu sendiri" gumam Rangga yang masih berada di dalam kamar mandi.
Rangga keluar tapi belum memakai bajunya Masi menggunakan handuk yang hanya sebatas pinggangnya. danita menutup mukanya saat melihat Rangga yang masi bertelanjang dada dan terdapat handuk kecil yang menempel dikepalanya.
"kenapa dia belum memakai bajunya, hatiku ingin meledak melihatnya" sebenernya pandangan ini sangat indah tapi danita akan meleleh kalau melihatnya terlalu lama.
"Nita kau kenapa?" berjongkok didepan danita lalu memegang tangan danita yang menutupi wajah merahnya.
"kondisikan jantungmu danita" dadanya sudah berdetak dari tadi apa lagi melihat wajah tampan suaminya yang nyaris sempurna itu.
"gpp sayang, kamu kenapa belum memakai baju?" matanya masi terkagum² melihat wajah tampan Rangga.
"aku mau baju yang aku pakai dipilih oleh mu" tambah membuat hati danita meleleh melihat tatapan berbinar dari Rangga.
danita langsung menjatuhkan tubuhnya di samping tempat tidur hatinya berasa habis meleleh karna Rangga.
"Nita kau kenapa?" Rangga menggoyang goyangkan lengan danita.
"aku tidak sanggup melihat wajahnya yang seperti itu hiks kenapa mukanya sangat sempurna hiks" tangis danita didalam hatinya.
"sayang sana kau pakai bajumu nanti kau masuk angin" kembali duduk dan mendorong tubuh rangga.
"iya iya" langsung berjalan keruang ganti baju.
setelah Rangga masuk keruang ganti baju danita langsung menutup mukanya karna Masi membayangkan tubuh kekar Rangga dan wajah tampan suaminya itu.
__ADS_1
"kenapa dia sangat ganteng?" danita guling gulungan diatas tempat tidur sampai selimutnya ikut berguling mengikuti arah tubuh danita.
"kau sedang ngapain?" tiba² Rangga keluar dari ruang ganti baju sudah memakai pakaian santainya.
"gak ngapa²in, aku mau mandi muach" tada angin tada hujan danita tiba² mencium pipi Rangga setelah itu dia langsung berjalan kekamar mandi.
"dasar, menggemaskan sekali" ucap Rangga menatap danita sampai masuk kedalam kamar mandi.
****
"selamat malam pak Tan" sapa danita mengejutkan pak Tan dan juga Rangga yang ada disitu.
"e eh iya nona selamat malam tuan muda selamat malam nona danita" Sapan balik pak Tan dengan senyumnya.
danitapun membalas senyuman pak Tan dengan seribu keceriaan seperti saat danita pulang dari kampusnya sore tadi. Rangga yang melihat itu seperti orang linglung tidak tau apa yang harus dia lakukan dan akhirnya Rangga memakan makan malamnya dengan danita.
makan malam sudah selesai, dan danita tidak lupa meminum susu hamilnya yang sudah disiapkan pak tan. Rangga dan danitapun kembali kekamarnya, saat danita dan juga Rangga sudah sampai dikamar, Rangga langsung mengganti bajunya dengan baju tidur sedangkan danita duduk di sofa depan ranjang tempat tidur sambil membuka hpnya karna ada pesan masuk.
isi pesan
"kakak ipar" pesan itu dari Kelin adik iparnya.
"iya Kelin kenapa?" balas danita mengetik cepat karna itu sudah kebiasaan danita mengetik pesan dengan cepat.
"kata papa kak danita sedang hamil benar itu?"
"kenapa tidak memberi tahuku?" Kelin mengkapitalkan semua hurufnya.
"hehe maaf aku gak sempat" dengan emot mohon ampun.
"baiklah karna KK ipar sangat baik dan aku sangat sayang kak danita aku maafkan tapi bagaimana reaksi kak Rangga saat mendengar kak danita sedang hamil?" rasa penasaran Kelin sudah sangat dia nantikan karna kemarin kemarin dia sibuk dengan kuliahnya.
"ya gitu" danita sulit untuk mendeskripsikan ekspresi Rangga saat itu.
"kasi tau aku, apa kak Rangga loncat²? atau kak Rangga sampai nangis bahagia sambil memeluk erat tubuh kak danita? kasi tau aku kak" rengek Kelin dengan emot 🥺
"nanti saja oke?' langsung mematikan hpnya karna Rangga sudah keluar dari ruang ganti baju.
pesannya pun berakhir sampai disitu.
"kau mengirim pesan dengan siapa?" tanya Rangga menyederkan badannya ke sofa.
"Kelin" menatap Rangga dan menaikkan kakinya keatas sofa.
"kenapa dia?"
__ADS_1
"tidak apa-apa hanya menanyakan tentang kehamilan ku saja" menaruh kepalanya di dada Rangga.
karna Rangga sudah mengantuk dan juga lelah jadi Rangga tertidur disofa dengan tangan yang menempel di atas kepala danita, dan danitapun juga sangat ngantuk jadi mereka berdua tidur disofa sambil dengan posisi kepala danita yang berada diatas dada Rangga dan Rangga menyenderkan kepala dan badannya ke sofa.
di pertengahan malam danita terbangun karena dia sangat mual, danita langsung berlari kekamar mandi tapi muntahnya tidak mengeluarkan apa² hanya air liurnya saja yang keluar. danita yang sudah tau itu terjadi karna bawaan hamilnya pun merasa biasa saja, dia membersihkan mulitnya lalu keluar dari kamar mandi.
danita keluar dari kamar mandi dan melihat Rangga yang tertidur pulas disofa tanpa batal dan guling. tidur Rangga sangat tenang, tidak banyak gerak dan Rangga tidurnya hanya satu posisi saja tidak akan pindah kemana².
"pules banget tidurnya" merapikan rambut Rangga yang menutupi jidatnya.
"kok dia bisa sih tidurnya tenang banget, gak banyak gerak lagi" menatap wajah tenang Rangga yang adem untuk dilihat.
Rangga menggeliat karna danita memainkan pipinya dengan cara menusuk nusuknya dengan jari telunjuknya.
"sayang bangun jangan tidur disofa nanti badan kamu pada sakit" sedikit menggoyangkan pundak Rangga.
"hmm" kembali merem lagi.
"sayang ayo pindah kekasur" menggoyangkan pundak Rangga lagi.
cupp
Rangga tiba² mencium danita dan menggendong danita menaruhnya diatas tempat tidur, lalu memeluk tubuh danita dan hampir mau memejamkan matanya tapi...
"sayang" panggil danita menusuk nusuk dada Rangga dengan jari mungilnya.
"hmm" enggan untuk membuka matanya.
"kok kamu tumben gak minta jatah kamu lagi" masih memainkan jarinya didada Rangga.
Rangga langsung membuka matanya mendengar itu, dia juga sebenarnya sudah tidak bisa menahan hasratnya tapi dia tahan² dulu. dia takut membahayakan danita dan juga anaknya.
"dah tidur" menutup mata danita dengan tangannya tapi danita membukanya lagi.
"kamu serius gak mau?" kembali bertanya lagi.
Rangga diam tapi dia belum menutup matanya lagi dia sudah merasakan hasratnya sudah mulai bangun dengan sekuat tenaga dia menahan diei.
"tahan Rangga jangan sekarang" Rangga menarik nafas perlahan-lahan dan mengulanginya lagi.
"danita aku ngantuk" suara Rangga sudah sangat tidak bersemangat.
"baiklah selamat tidur sayang muach" memberi sleeping kiss dibibir Rangga.
walaupun mata Rangga sudah tertutup tapi dia belum tertidur, setelah danita kembali ketempatnya dia tersenyum dan mengucapkan sesuatu didalam hatinya.
__ADS_1
"selamat tidur juga sayangku" mencium lembut kepada danita dan kembali tertidur lagi dengan nyenyak.
Bersambung