Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Ingatkah?


__ADS_3

Semua gempar saat mendengar berita terbaru. katanya sekertaris zan dan rasya sudah resmi berpacaran. semua orang terkejut sekaligus tak menyangka. danita menggebu-gebu mendengarnya. sementara rangga, dia sama sekali tak terkejut saat tau. hanya ber oh. kesal bukan?.


Gimana ya, dia juga sudah tahu akhirnya akan seperti itu. jadi pas semua orang tau dia sok-sok terkejut saja.


"nita jangan berbicara itu terus" sudah berwajah cemberut sambil mengangkat kepalanya.


"memang kenapa si sayang?" mengkerut kan dahinya menatap wajah cemberut suaminya.


"kau sudah dua hari berbicara tentang zan dan si risya risya itu terus" nada suaranya terdengar kesal.


"aku kan hanya tak menyangka saja"


"mana ada orang yang tak menyangka sampai membicarakannya dua hari dua malam terus menerus" menggerak-gerakkan kepalanya kekanan dan ke kiri.


"ada kok sayang, aku buktinya" melupakan wajah cemberut rangga.


"tau ah" membalikkan tubuhnya membelakangi danita.


Danita terkekeh geli, astaga suaminya ini. kecemburuannya tak pernah berkurang.


"ulululu ngambek" mendekat ke rangga.


Rangga tak bergeming disana, dia memejamkan matanya.


"sayang~" menusuk-nusuk pipi rangga dengan telunjuknya.


Tetap tak bergeming.


"tuan rangga~" menaruh dagunya diatas bahu rangga.


Ngambek beneran ternyata. eh tapi menggemaskan juga kalau rangga ngambek.


"cintaku, lovely ku" melanjutkan menusuk-nusuk pipi rangga.


Kali ini berdecik.


"sayang mau cium gak?" menatapi wajah rangga dengan posisi masih menaruh kepalanya di bahu rangga.


Membuka sedikit matanya.


"oh yaudah gak mau" menjauhkan dirinya.


Rangga membalikkan tubuhnya. "cepat" menatap tajam tapi mau.


Danita menahan senyumnya, lalu dia mendekat ke rangga.


cup


"jangan cemburu-cemburu lagi ya" berbicara didepan bibir rangga.


"akan ku tambah kadar kecemburuan ku" masih menatap tajam.


"mau ditambah apa lagi? segala jenis kecemburuan sudah ada di dalam dirimu" menarik kepalanya dari sana. sebelum rangga meminta lebih.


"lagi" nah kan.


"apa?" sok polos saja sudah.

__ADS_1


"cium aku lagi" memegang tangan danita.


Ya tuhan, mau tidak mau danita mencium rangga lagi. rangga menahannya saat danita ingin melepasnya.


"modus ini mah modus" kesal danita dalam hati.


Beruntung rangga tak mengguling danita. dan sekarang menaruh kepalanya di paha istrinya. kalau rangga sudah mengambil posisi seperti ini, berarti saatnya father and son time . sudah hafal danita.


"sayang" jemarinya sedang menyisir-nyisir rambut Rangga.


"hm" sedang sibuk dengan perut buncit danita.


"hujan" menunjuk jendela.


Rangga memberhentikan sebentar aktivitasnya. "mau ku peluk?" menengadah menatap danita.


"kok peluk!". bukan itu yang danita mau.


"makan yang kuah-kuah kayaknya enak ya sayang"


Rangga menatap bingung. kuah? sayur?.


"panas-panas sambil nonton film pas hujan" berekspresi membayangkan enaknya makanan yang dia maksud.


Rangga tetap menata bingung.


"aku kepingin memakan mie, gitu aja gak peka" kesel dia tak sengaja menjambak sedikit rambut rangga.


"tangan sialan!, kenapa kau menjambaknya" menyadari apa yang dia buat.


"tangan ku bergerak sendiri sayang, sungguh!" menatap binar. tangan sialan!.


"jelas-jelas kau tadi sengaja menjambak ku" berwajah kesal.


"anak kita yang menginginkannya" berbicara cepat.


"maafkan mama nak, mama harus bawa-bawa kamu". ucapnya dalam hati.


"apa? anak kita?" mengkerut kan keningnya sedalam-dalamnya.


danita mengangguk.


"papa salah apa nak? kalian marah sama papa dan menyuruh mama untuk melakukannya?" mendekat ke perut danita.


"kalian tadi kepingin memakan mie kan? papa akan menyiapkannya, jangan marah pada papa lagi ya?" mengusap perut danita dan menciumnya.


"tunggu disini" menjauh dari ranjang. dan pergi.


Danita menatap kepergian rangga. dia tak menyangka rangga akan percaya.


"maaf sayang" ucapnya lirih. "kenapa aku jadi merasa bersalah" menempelkan jemarinya ke mulutnya.


****


Slurp ahh


Suara makan danita yang sedang menikmatinya. sambil sesekali melirik suaminya yang sedang memperhatikannya.

__ADS_1


"kamu mau?" mengaduk-aduk kuah mienya.


Rangga menggeleng.


"udah jangan malu-malu ah" langsung menyodorkan sendok berisi makan kriting-kriting itu.


Mau gak mau rangga membuka mulutnya. aneh, pedas, dan juga asin. makanan apa ini sebenarnya.


"kenapa kau memakan ini? ini tidak enak sama sekali" meraih gelas dimeja danita.


"lidah mu saja yang berbeda, ini kan makanan anak kos". mengecap makanan yang ada di mulutnya.


"jangan makanan itu lagi" membaringkan tubuhnya disamping danita.


"eh, kenapa?!" oh tidak dia tak mau.


"pak tan bisa membuat yang lebih enak dari itu"


"ah tapi kan beda!". ingin protes tapi takut.


Danita kembali mengaduk-aduk mienya, memperhatikan lamat-lamat. seberapa menggiurkannya makanan ini. memang ya lidah orang kaya itu beda.


"huhu mie ini akan menjadi perpisahan kita" menatap nanar mangkuk mienya.


slurp ahh glek


Suapan terkahir dan tegukan kuah terakhir. waktunya mengucapkan selamat tinggal kepada mie yang sangat enak ini.


Danita menaruh mangkuknya dan meneguk gelasnya. ahh dia kenyang sekarang. tapi itu menjadi perpisahan dia dengan mie.


"nita" tiba-tiba dia sudah disebelah paha danita.


"apa?" menggeser mejanya.


"sebentar lagi satu tahun pernikahan kita" menarik-narik celana tidur istrinya.


"aku kira kamu lupa" menyingkirkan tangan rangga dari celananya. takut tiba-tiba nanti kalau rangga menariknya.


"mana bisa aku melupakannya" dan sekarang malah menarik kaki danita.


"yaudah tapi gak usah narik-narik juga!" mencoba menyingkirkan tangan suaminya.


tapi nihil, sekarang malah menempatkan kepalanya di paha danita.


"nita, ayo persiapkan kegiatan kita untuk nanti" mengangkat kepalanya dan tangannya membuka satu kancing atas bajunya.


"memangnya kamu mau ngapain aja nanti?"


"kenapa anda membuka kancing baju anda?". memperhatikan sekaligus was-was.


"dikamar seharian bersama mu" oke sekarang sudah terbuka semua.


"apa-apaan itu!". ingin protes tapi bibirnya sudah dibungkam duluan dengan bibir rangga.


Bisa disimpulkan, jadwal malam ini adalah latihan mempersiapkan kegiatan untuk hari pernikahan mereka yang ke satu tahun nanti.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2