Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Makan siang


__ADS_3

Danita sedang fokus memperhatikan materi yang disampaikan dosen, dia mencatat semua point yang menurutnya sangat penting.


jam menunjukan pukul hampir jam setengah dua belas saatnya untuk makan siang. tapi kelas danita belum keluar karna kelasnya selesai jam 1. tapi entah kenapa kelas dipercepat dosennya sekarang sedang berjalan keluar meninggalkan kelas.


"kayaknya akhir² ini kelas kita sering dipercepat yah?" tanya Rasya memasukkan bukunya ke tas.


"iya yah, tapi gpp enak kita punya banyak waktu" jawab Vita mengambil tasnya.


"kantin lah kuy" ajak rasya.


"kuyy" seru danita dan Vita langsung berjalan beriringan menuju kantin.


drrt drtt


hp danita tiba² berbunyi, danita langsung bilang ke temen²nya kalau dia akan menyusul setelah mengangkat telponnya.


"halo sekertaris zan?" ucap danita berjalan keluar kampus.


"iya nona, nona nanti saya akan mengirimkan supir untuk menjemput anda" balas zan cepat membuat danita geram.


"hei kau mau mengajak ku kmn?" tanya danita ketus.


"makan siang bersama tuan Rangga" jawab zan santai bin santuy.


"ohh jadi gara gara ini kelasku dipercepat" ucap danita kedengar zan.


"iya nona"


"baiklah supirnya akan datang, saya tutup dulu ya nona" ucap zan langsung mematikan sambungan.


"tiba² lagi" gerutu danita berjalan kekantin.


sesampainya dikantin danita melihat kedua sahabatnya sedang menyantap makanan mereka.


"gaes gw keluar bentar yah?" ucap danita saat sudah sampai di depan sahabatnya itu.


"kemana nit?" tanya Vita memasukan burgernya.


"diajak makan siang bareng sama tuan Rangga" jawab danita sambil berbisik.


"gila tiap hari tu orang minta makan siang bareng sama lu?" tanya Vita terkejut.


"kan udah 2 hari gak makan siang bareng" balas danita menunjukkan jari telunjuk dan tengahnya.


"udah biarin, suaminya tuan Rangga loh bukan lelaki biasa" Rasya ikut nimbrung.

__ADS_1


"iya sih, yauda Sono nit hati² ya nit" ucap Vita dijawab dengan anggukan kepala danita.


danita keluar dari gedung kuliahnya masuk kedalam mobil yang diutus zan dan melaju untuk makan siang bersama Baginda raja.


disepanjang jalan tidak ada yang berbicara didalam mobil, danita melihat keluar jendela sedangkan sang supir fokus menyetir.


mobil berhenti di depan restoran mewah bergaya restoran eropa.


"silahkan nona masuk" ucap pak supir itu membukakan pintu mobil.


danita tersenyum lalu keluar dari mobil diikuti supir yang mengantarnya tadi.


"selamat siang nona, mari ikuti saya" sapa seorang pelayan wanita cantik dan anggun.


danita mengikuti langkah kaki wanita itu dari belakang dan sampailah didepan pintu sebuah ruangan.


"silahkan masuk nona" pelayan itu menunduk sopan mempersilahkan danita masuk.


"iya Kak makasih" tersenyum kepada pelayan itu.


saat danita membuka pintu dia melihat ruangan sudah terhiasi dengan bunga Lily dan mawar kesukaannya. danita tercengang kagum melihat seisi ruangan yang sangat indah itu.


dari belakang terdengar suara langkah kaki yang mendekat, danita membalikkan badannya untuk melihat siapa yang datang, saat dia membalikkan badannya dia melihat sosok lelaki yang membawa setangkai bunga lily. danita terkejut sekaligus terharu dengan lelaki yang ada didepannya.


"sayang" mata danita berkaca² saat melihat Rangga berjalan memegang setangkai bunga.


"makasih sayang" ucap danita menerima setengkai bunga dari Rangga.


cupp.


Rangga mencium pipi danita lalu memegang tangan danita berjalan kemeja yang sudah disiapkan, sebuah meja buerbentuk bulat dan kursi yang saling berhadapan.


"gila ini makan siang mewah banget" kagum danita dalam hati.


"kau mau makan apa?" tanya Rangga memegang tangan danita yang ada diatas meja.


"jadi ini wanita pendamping tuan Rangga" ucap salah satu pelayan dalam hati sambil menyerahkan buku menu.


"aku ikut kamu aja" jawab danita tersenyum.


"oh iya kan kita makan saling suap menyuap" ucap Rangga mencium tangan danita.


"ini masih ada banyak orang tuan, anda ini tidak malu apa?". danita


Rangga memesan makanan yang sama untuk danita, danita tentu saja memakan apapun yang diberikan Rangga karna kalau tidak sama saja dia membangunkan harimau yang sedang tidur.

__ADS_1


"beruntung sekali wanita cilik ini bisa mendapatkan tuan rangga" iri salah satu pelayan.


Rangga dan danita menyantap makanan mereka dengan senyuman yang terukir di wajah kedua orang ini, danita tidak lupa untuk menyuapi bayi besarnya dengan sabar. jangan bertanya kemana zan, dia memisahkan diri keruangan lain untuk memakan makan siangnya sendiri.


makan siang romantis sudah selesai, Rangga mengajak danita ikut pergi kekantornya tentu saja danita menolak karna dia masih ada kelas lagi.


"sayang kita mau kemana?" tanya danita menatap Rangga yang sedang sibuk dengan tangannya.


"ikut kekantorku" jawab Rangga menciumi tangan danita.


"mau ngapain?, sayang aku masih ada kelas" ucap danita menarik tangannya yang dipegang danita.


"tungguin aku pulang, kalau tentang kelasmu itu aku sudah membatalkan jadwalnya" kembali meraih tangan danita dan mulai memaikannya lagi.


"arghhh kenapa dia sangat senang menggunakan kuasanya itu" gerutu danita dalem hati sambil menatap Rangga sinis yang sedang menciuminya tangannya.


"tolong jangan seperti anak kecil tuan" ucap zan dalam hati sambil fokus menyetir.


mobil Rangga sudah sampai didepan gedung adinata grup, penjaga yang melihat mobil presdirnya datang langsung menghampiri mobil itu dan menunduk hormat.


danita berada dibelakang rangga tapi disampingnya ada zan, jadi masi tetap aman untuk danita.


"kenapa orang² ini menatapku?" danita melihat karyawan yang sedang memperhatikan danita, karna danita datang bersama 2 orang yang paling penting di adinata grup.


"kembali bekerja jangan menatap siapapun yang berada di belakangku" ucap Rangga tegas membuat para karyawan bubar mengerjakan kembali tugas mereka masing masing.


didalam lift Rangga menggenggam tangan danita dan memasukkannya ke dalam saku celananya. zan tidak banyak berbicara dengan pemandangan seperti itu, hatinya sudah baal.


tingg


pintu lift terbuka ketiga orang ini berjalan keluar dari lift menuju ruangan Presdir. ketiga staff sekertaris yang berada di depan ruangan Rangga menunduk hormat kepada danita dan juga Rangga karna mereka bertiga tau kalau danita adalah istri tuan Rangga.


"kemarilah" suru Rangga menepuk nepuk pahanya agar danita duduk di pangkuannya.


danita mengikuti perintah Rangga dia berjalan lalu duduk diatas pangkuan Rangga. Rangga mencium kepala danita dan mengelus elus rambut danita dengan lembut.


"danita" panggil Rangga dengan tangan yang sudah masuk kedalam baju danita.


"iya?" sahut danita merasa pautan bra-nya terlepas.


"1 ronde yuk" pinta Rangga dengan menampilkan wajah imut dan senyum menggemaskan.


"gak kuat kalo nolak" ucap danita dalem hati menatap wajah rangga yang sudah seperti bocah lelaki yang minta permer.


Rangga langsung menggendong danita kedalam kamar pribadinya yang terdapat di dalam ruangannya. dan terjadilah adegan bercumbu dua insan ini, untung saja ruangan Rangga kedap suara jadi suara danita tidak dapat didengar oleh orang yang berada diluar.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2