
Hari sudah petang, warna Oren khas senja sudah muncul. sebagai seorang Presdir tidak pernah mengenal lelah dan libur, Rangga sedang duduk di kursi kebanggaannya fokus membaca laporan yang ada dimejanya.
danita keluar dari kamar mandi sudah rapi dengan pakaian yang sudah disiapkan Rangga. danita melihat suaminya yang sedang membaca beberapa laporan sambil memegang pulpen.
"sayang kau sedang apa?" danita berjalan kearah sofa.
"membaca laporan" menatap danita yang sangat cantik sedang duduk diatas sofa.
"ohh"
"sayang aku mau pulang" merengek ke Rangga dengan melebarkan matanya yang berbinar.
"kalau kau pulang acara jalan-jalan akan aku batalkan" Rangga menaruh kertas dan pulpennya.
"kita mau kemana?"
"nanti juga kau tau" kembali meraih pulpennya.
"tinggal ngomong aja" gumam danita pelan tapi sedikit terdengar oleh Rangga. Rangga yang mendengar itu tersenyum kecil sambil melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
danita memilih untuk tidak menghiraukan Rangga dia lebih memilih memainkan ponselnya sambil menunggu Rangga selesai.
"danita" panggil Rangga menyenderkan tubuhnya ke kursi.
"kenapa?" menoleh ke Rangga.
"kemarilah" menggerakkan tangannya.
danita bangun dari duduknya dia sudah was was dengan Rangga kalau saja dia mau melakukannya lagi.
sesampainya danita disamping kursi Rangga, Rangga menepuk² pahanya agar danita duduk di pangkuannya.
"semoga dia gak macam²" gumam danita dalem hati seraya duduk diatas pangkuan Rangga.
"danita kapan libur kuliahmu?" bertanya sambil menciumi tangan danita.
"2 bulan lagi aku ujian semester" jawab danita sedikit ngeri dengan tingkah Rangga.
"kau mau kita bulan madu dimana?" kembali bertanya tapi sekarang sudah berhenti menciumi tangan danita sekarang sedang menatap wajah danita lekat.
"hah bulan madu?" terkejut dengan pertanyaan Rangga.
"hmm"
"ayo bilang kau mau pergi ke Paris atau negri romantis lainnya" kembali menciumi tangan danita.
"aku tidak tau" menatap Rangga yang sedang asik dengan tangannya.
"memang kau tidak ada tempat atau negara yang mau kau kunjungi gitu?" tanya Rangga memainkan jari danita dengan tangannya bukan dengan mulutnya.
"ada satu tempat" mengacungkan jari telunjuknya.
"katakan"
"aku ingin melihat kincir angin" danita membuat Rangga bingung, kalo cumang mau liat kincir angin Rangga bisa belikan 100 kincir angin.
"apa kau mau dibikinkan kincir angin?" bertanya polos.
"bukan aku mau ke negri kincir angin" menjawab sambil memainkan dagu Rangga.
kalau tentang itu Rangga sudah mulai paham apa maksud danita.
"jadi maksudmu kau ingin pergi ke Belanda?"
danita mengangguk dengan tangan yang masih memainkan dagu rangga, itu membuat yang punya dagu merasa geli.
"kau ini sangat ngefens yah dengan daguku" memberhentikan tangan danita.
"bukan ngefens tapi enak" kembali memainkan dagu Rangga.
"sudah! ayo kita berangkat" ucap Rangga sambil menurunkan danita dari pangkuannya.
"jangan bilang kau mau pergi ke Belanda sekarang"
"kalau kau mau bisa aja sekarang kita berangkat" ucap Rangga santai.
__ADS_1
"nah kan gilanya kumat" tidak menyangka Rangga bisa berkata seperti itu seenaknya.
"gak lah sayang sekarang aku harus fokus belajar buat ujian semester nanti" menampilkan senyum cerianya.
Rangga tidak menjawab lagi atupun berbicara lagi, Rangga menggenggam tangan danita sampai keluar dari gedung adinata. para karyawan yang melihat itu tidak berani berkomentar meraka hanya melihat dan menjadi saksi bisu adegan romantis itu.
didalam mobil hanya terdengar percakapan danita dan Rangga, jangan tanya kemana zan. zan sedang fokus menyetir sambil mendengarkan obrolan yang sama sekali tidak ada sangkutannya dengannya.
"sayang kita mau kemana?" danita sudah sangat penasaran dengan tempat tujuan berikutnya.
"nanti kau juga akan tau" Rangga tidak henti-hentinya menciumi pipi dan leher Rangga.
"sayang geli tau jangan diciumi Mulu" sedikit mendorong tubuh Rangga agar melepas bibirnya dari leher danita.
"aku gak mau berhenti" kembali menciumi leher danita, tapi Rangga tidak membuat tanda kepemilikan karna nanti orang² akan melihat tanda merah dileher danita.
"percuma kalau ngomong dengan anda" gerutu danita dalem hati.
"sekertaris zan kita mau kemana?" beralih bertanya kepada zan.
"kesuatu tempat nona" bos sama asisten gada bedanya.
"ck pelit sekali sih dua orang ini tinggal bilang aja mau kemana" dengus danita sangat geram dengan dua makhluk ini.
mobil berhenti diparkiran sebuah taman yang luas dan sangat ramai. danita baru pertama kali ketaman ini dia sangat asing dengan taman yang sangat luas ini. disana banyak anak² yang berlari menghampiri orang tuanya ada juga keluarga kecil yang sedang makan dibawah pohon rindang yang sejuk.
"sayang ini apa?" danita menatap Rangga yang sedang berbisik ke zan tentu saja danita tidak akan dengar.
"ini taman keluarga ceria nona" yang menjawab zan.
"aku baru pertama kali datang kesini" kembali menatap keluar jendela.
"tentu saja kau tidak pernah kesini kau hanya berdiam diri dirumah sambil membaca buku" ucap Rangga menyenderkan palanya ke bahu danita.
"hehe, oh ya sayang kita mau ngapain ke sini?" itulah pertanyaannya buat apa Rangga mengajak danita ke taman ini.
"jalan-jalan" menjawab sambil memeluk bahu danita.
"yeyyyyy" girang danita bertepuk tangan senang.
"jarang² tau aku bisa jalan-jalan dengamu" membalas dengan senyum ceria dan penuh kehangatan.
"yaudah ayo turun" Rangga hampir mau membuka pintu mobil tapi ditahan danita.
"eitss tunggu, kamu pake pakaian formal kyk gini nanti diciriin sama orang" ucap danita melihat jas yang dikenakan Rangga.
"ck memangnya kita ini apa? buronan?, lagi pula aku ini rangga adinata harus selalu terlihat bijaksana dalam hal berpakaian dan bersikap" ciri² orang yang ingin memamerkan siapa dirinya.
"tapi kan ini jalan-jalan biasa, sudah cepat buka jasmu" suruh danita membuka kancing jas Rangga.
"hei kau ini ngapain?" mulutnya protes tapi Rangga tetap nurut apa yang dilakukan danita.
setelah melepas jas Rangga, danita melipat lengan kemeja Rangga sampai setengah dari tangannya. terlihatlah tangan kekar Rangga yang ada urat²nya. setelah selesai dengan pakaian Rangga danita beralih ke pada rambut Rangga, danita merapikan rambut Rangga menyisirnya kesamping dan memberikan belahan jidat yang membuat pesona Rangga tambah menjadi jadi
danita memperhatikan penampilan Rangga sudah perfect atau belum, setelah merasa sudah sempurna penampilan Rangga tentu saja tidak mencolok tapi ketampanannya Mala bertambah kalau seperti ini;(((.
"wow tuan anda berbeda sekali kalau seperti ini, nona tangan anda ini tangan apa?" zan ikut kagum dengan keterampilan tangan danita.
"dahhh, ih ganteng deh" goda danita mencubit dada bidang Rangga.
"aww kenapa dicubit?" ringis Rangga memegang dadanya yang habis dicubit danita.
"lagian tu dada bidang bener" ledek danita kembali mencubit dada bidang Rangga.
"heh sakit tau" Rangga kembali meringis saat danita mencubitnya lagi.
"hehe, yaudah ayo turun" danita membuka pintu diikuti Rangga yang keluar dibelakangnya.
"sayang sekertaris zan ikut?" danita melihat zan ikut turun dari mobil.
"dia ikut dari belakang" Rangga langsung menggenggam tangan danita dan masuk kedalam taman yang sangat luas dan penuh canda tawa.
"ihh lucu yah anak kecilnya" ucap danita menunjuk anak kecil yang sedang disuapi ibunya.
__ADS_1
"lucuan juga aku yang sering kamu suapi" merasa paling ganteng dan imut sedunia. fakta sih hihi:))
"kamu mah melebihi anak kecil lucu manapun kalau kamu sedang berduaan denganku" ucap danita sambil melingkarkan tangannya dilengan Rangga.
"yaiyalah aku bertingkah seperti itu hanya didepanmu, karna kau orang spesial dihatiku dan dihidupku" gombal versi Rangga.
danita merona senang saat mendengar perkataan Rangga yang mendadak jadi romantis gini.
"dari mana anda belajar ngegombal tuan?" zan mendengarkan sambil mengikuti dua majikannya dari belakang.
"sayang gulali" tunjuk danita kearah abang² yang jualan gulali warna warni. kalo jajanan ini Rangga tau karna waktu kecil Kelin sering minta Rangga beliin gulali.
"kamu mau rasa apa?" bertanya sambil menatap pedagang itu.
"yang warna pink bentuk lope" jawab danita.
"baiklah, zan kau temani danita disini jangan kemana²" Rangga berjalan ke pedagang itu lalu terlihat Rangga memberi selembar uang yang jumlahnya besar, setelah itu dia langsung balik lagi berjalan kearah danita.
"huweeee huweeee" tiba² ada seorang anak laki² yang menangis didepan Rangga bukan sengaja memang karna gulalinya jatuh didepan Rangga.
"heh bocah kau kenapa nangis?" tanya Rangga berjongkok didepan anak kecil tadi.
"gulali aku jatuh om" jawab anak kecil itu sambil menangis.
"sudah sudah jangan menangis, ayo sini om beliin lagi gulalinya" setelah mendengar perkataan Rangga anak kecil itu berhenti menangis dan menggandeng tangan Rangga menuju pedagang gulali.
karna anak kecil itu pendek, Rangga menaruh gulalinya di tempat para gulali yang sudah jadi lalu mengangkat anak lelaki tadi.
"tuh pilih kau mau yang mana?" tanya Rangga menunjuk beberapa gambar gulali yang tertera.
"yang bebek om" menunjuk gulali yang sama dengan gulali yang jatoh tadi.
pedagang itu langsung membuat gulali yang diminta anak lelaki itu, Rangga masih menggendong anak lelaki itu sampai gulalinya jadi.
"nih gulalimu" menyerahkan gulali berbentuk bebek.
"makasih om, om baik banget deh nanti kalo uda gede mau jadi kyk om, ganteng baik penyayang anak kecil lagi"
"pintar sekali kau, sudah sana kembali kepada orang tuamu nanti orang tuamu mencarimu" Rangga mengelus kepala anak lelaki itu.
"iya om, sekali lagi makasih" menundukkan badan lalu pergi meninggalkan Rangga.
disisi lain danita yang melihat itu merasa senang dan nyaman dengan perbuatan lembut Rangga kepada anak kecil, danita juga sangat suka anak kecil jadi gak heran danita merasa senang melihat Rangga juga merupakan penyayang anak kecil.
"nona inilah sisi lembut tuan Rangga, semoga anda menyadari itu nona" zan tidak berani berbicara. bkn tidak berani dia lagi ngirit kata² buat besok dia ngomong;)))
"nih" menyerahkan gulali berbentuk lope.
"makasih sayang" menerima dengan senyuman yang hangat.
Rangga dan danita duduk di bangku taman yang berupa ayunan yang bisa diduduki oleh dua orang. Rangga memperhatikan setiap senyum dan canda tawa yang terlukis diwajah setiap pengunjung yang datang.
taman keluarga ceria adalah taman yang dibangun oleh Rangga tadinya dia ingin menghadiahkan taman ini saat ulang tahun bunga dan enifversery mereka, tapi takdir berkata lain akibat kebodohan bunga taman yang seharusnya menjadi saksi bisu acara pernikahan Rangga dan bunga berubah menjadi taman yang disediakan gratis oleh Rangga untuk para penduduk dan warga yang ingin berkunjung ke sini. dan saat itu rencananya Rangga akan memberi nama taman ini adalah taman bura singkatan dari bunga Rangga, tapi jadilah sekarang menjadi taman keluarga ceria, tujuan Rangga membuat nama itu karna dia ingin setiap keluarga yang datang kesini terlihat bahagia dan ceria tidak ada sedih dan sendu hanya ada tawa dan kebahagiaan.
danita menyodorkan gulalinya kemulut Rangga, Rangga tentu saja memakannya, makanan ini tidak asing bagi Rangga dia sering memakan gulali yang tidak dihabiskan Zelin waktu kecil. menurutnya gulali itu enak, manis walaupun tidak baik bagi Gigi.
"kamu kayaknya gak asing banget sama tempat ini" ucap danita memasukkan gulalinya kemulutnya.
"ini taman yang aku bangun sendiri" berhasil membuat danita kaget dengan fakta kekayaan Rangga yang sangat melimpah.
"taman seluas ini dan seindah ini punya kamu?" bertanya tidak percaya kalau suaminya sangat kaya raya.
Rangga mengangguk menatap danita yang terkejut. "kau tidak tau berapa kekayaan suami mu ini hm?" mengusap bibir danita lalu mengisap kembali jarinya.
"tidak terima kasih, jiwa misquen ku apa kabar saat mendengar jumlah kekayaanmu" merasa ngeri sendiri saat membayangkan seberapa kaya Rangga.
"ayo pulang keburu larut nanti" ucap Rangga sambil merapikan rambut danita memasukkannya ke belakang telinga danita.
danita mengangguk lalu berjalan bergandengan tangan dengan Rangga. orang yang ada disitu tidak tau siapa pemilik taman keluarga ceria ini, mereka hanya tau yang punya taman ini adalah lelaki yang berhati murni dan baik.
Rangga dan danita sedang melaju pulang kekediaman adinata, seperti biasa yang terdengar di dalam mobil hanya obrolan Rangga dan danita sementara zan? jangan ditanya lah yah pasti dah pada tau.
tujuan Rangga mengajak danita ke taman keluarga ceria adalah dia ingin danita melihat seperti apa keluarga yang ceria itu yang selalu hangat hubungannya, walaupun danita sudah sangat paham dengan hal itu. danita selalu diajarkan oleh ibunya cara menjadi istri yang baik dan menciptakan keluarga yang selalu harmonis. Rangga bukannya untuk bernostalgia mengingat kenangannya bersama bunga dulu tapi memang tujuan utama Rangga adalah memperkenalkan keluarga yang harmonis yang saling menyayangi satu sama lain dan selalu dibumbui canda tawa.
Bersambung
__ADS_1