Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Ayo Jalan-Jalan!!


__ADS_3

"SAYANG AYO BANGUN"


Teriakan menggelar itu menggema di setiap sudut kamar utama. rangga yang di teriaki terlonjat kaget mendengar teriakkan istrinya.


"KATANYA MAU BELI PERLENGKAPAN BAYI TAPI ENGGAK BANGUN-BANGUN" amuk danita memegangi bantal siap untuk memukul rangga.


"iya iya aku bangun" langsung berlari ke kamar mandi tak perduli dengan selimut yang ikut ketarik akibat ulahnya.


"huff buat kesal saja" mengelus perut buncitnya sambil menatap tajam pintu kamar mandi yang baru saja tertutup rapat.


"!"


Danita sedikit terkejut karna merasa ada yang menendang perut bagian dalamnya, tapi sekian detik berikutnya dia kembali mengelus perutnya.


"kalian sangat senang ya karna akan pergi jalan-jalan bersama papa?" tersenyum menatap perutnya.


Bayi didalam perutnya kembali menendang perutnya, seperti mengiyakan pertanyaan ibunya.


"mereka aktif sekali" menenangkan bayi-bayinya dengan cara mengelus lembut perut bagian bawahnya.


Ini bukan pertama kalinya danita merasakan kedua bayinya aktif menendang di dalam perutnya, saat acara perayaan satu tahun pernikahannya, bayi-bayinya juga melakukan hal yang sama. dia ingin memberitahu rangga, tapi terlanjur mereka berdua berdebat.


"nanti akan ada tante rasya sama om zan juga yang akan menemani kita, pasti nanti sangat seru nak" menyenderkan punggungnya dan terus mengelus perutnya dengan perasaan senang dan bahagia tentunya.


"kamu sedang apa?" tiba-tiba suara sang calon papa terdengar, menyadarkan danita dari lamunannya.


"tidak sedang ap–" matanya melengos hampir keluar saat melihat rangga tak memakai sehelai benang pun di tubuhnya.


"KENAPA KAMU GAK PAKE BAJU?!!" menatap horor ke rangga seperti ingin menikam seseorang.


Rangga terkejut dan langsung mengambil benda yang mungkin dia melupakannya? sebelum mandi.


"astaga istri ku, kenapa saat hamil menjadi sangat galak?" bergumam pelan kembali masuk ke dalam kamar mandi.


"AKU DENGAR!"


Mimpi buruk apa rangga semalam, pagi-pagi sudah kena omel istrinya.


*****


Sementara dibawah, rasya sudah datang lumayan pagi-pagi rasya datang. sungguh dia tak mau telat dan dapat amukan dari zan. tapi hatinya pagi ini sedang berbunga-bunga, sungguh dia merasa ada banyak kupu-kupu beterbangan di perutnya.


ini adalah kencang pertamanya bersama zan!!!.

__ADS_1


Ya walaupun tidak ada yang bilang bahwa ini adalah acara kencan, tapi biarkan rasya menganggapnya seperti itu.


"kak rasya?" panggil seseorang yang sudah rapih memakai seragamnya sambil membawa alat vakum pembersih.


"eh sari? wah kau ternyata sedang ship pagi?" matanya berbinar memancarkan seberapa bahagianya dia hari ini.


Sari menggeleng "tidak sari ship malam, ini sedang melanjutkan membersihkan lantai belakang, bentar lagi selesai" ucap sari menjelaskan.


"ohhh" rasya ber oh panjang sambil mengangguk.


Matanya beralih mencari sesuatu, si batu bernyawanya apakah belum datang? atau sudah datang tapi sedang entah dimana?.


"kak rasya mencari tuan zan ya?" tanya sari yang sedari tadi memperhatikan rasya.


"i–iya sari, dia kemana?" agak panik dia saat sari bisa membacanya pikirannya.


"itu tuan zan" menunjuk ke belakang rasya yang dimana tepat di belakang rasya adalah ruang kerja rangga, tak heran kenapa zan keluar dari sana dengan jaket hitamnya.


"yah dia gak pake bajunya" rasa kecewa tiba-tiba muncul di hatinya.


"kak rasya aku mau balik kerja lagi ya? dadah kak" melambaikan tangannya dengan senyum secerah mentari di luar sana.


"hati-hati kerjanya sari" balik melambaikan tangannya.


Suara cangkir diletakkan membuyarkan lamunan rasya.


"hai om" sapa rasya ceria sangat ceria sambil menatap zan dengan tatapan binar.


Yang di sapa hanya melirik sekilas lalu kembali meracik kopinya. seperti tak penting orang yang menyapanya dengan sapaan yang aneh(?).


"kok tumben enggak pakai jas?" menopang dagunya dengan senyuman Masi menempel di wajahnya.


Zan lagi-lagi melirik sekilas lalu kembali ke kopinya.


"kalo ditanya itu jawab om" belum memudarkan senyumnya.


"otak mu terlalu dongkol atau bagaimana?" akhirnya bersuara.


Rasya terkekeh pelan, kan dia cuma mau berbincang dengan zan di pagi yang terik ini.


"bajunya beneran kau buang?" melirik-lirik baju dibalik jaket zan, walaupun tidak di kancingkan tetap saja rasya tak dapat melihat baju didalamnya.


Zan menghentikan tangannya dan menatap lekat rasya. sungguh matanya langsung tak mau berpaling saat melihat wajah manis rasya dengan jepitan di rambutnya.

__ADS_1


sial! jantungnya berdegup tak normal.


Tapi entah apa yang menyangkut di kepalanya, dia membuka jaket yang sedari datang dia pakai dan menaruhnya rapih di meja dapur.


Senyum langsung mengembang di bibir rasya, walau sedari tadi memang sudah mengembang, tapi yang kali ini senyumannya mengalahkan sinar mentari di luar sana.


"hihi makasi" menyembunyikan rona senangnya dengan menunduk malu-malu.


Seolah menganggap hanya seperti angin lewat, zan kembali meracik kopinya. ternyata sudah selesai, sekarang dia menyesap kopinya dengan santai dan menatap ke depan.


"tuan Rangga dan danita sedang apa ya kira-kira diatas sana" menatap tangga panjang itu masi dengan menopang dagunya.


"tidak usah kepo dengan kehidupan tuan rangga dan nona danita" berbicara di sela-sela dia menikmati kopi buatannya sendiri.


Rasya langsung menutup mulutnya rapat-rapat dan berdehem pelan.


"wah akhirnya turun juga". bertepuk tangan dalam hati saat melihat dua orang sedang berjalan menuruni tangga sambil bergandengan tangan. ahh seperti di dongeng-dongeng saja.


"selamat pagi tuan rangga, nona danita" zan tentu saja langsung menyapanya dengan sopan dan menunduk.


Rangga masih fokus dengan danita ralat perut danita. dia takut terjadi apa-apa nanti, bagaimana kalau nanti danitanya kram perut? bagaimana kalau nanti perut istrinya sakit? oh sungguh dia sudah membayangkan yang tidak-tidak bahkan sebelum berangkat.


"sayang aku tidak akan apa-apa kan aku akan selalu disamping mu nanti dan lagi pula para pengawal itu juga ada sayang" melirik ke depan pintu dimana para pengawal sudah berdiri sigap.


"bukan itu nita, bagaimana nanti kalau tiba-tiba perutmu sakit? bagaimana kalau tiba-tiba kau akan lahiran di mall?" muka yang di lebih-lebihkan muncul.


"tidak mungkin sayang, perkiraan dokter masih lama" berjalan pelan dengan tangan yang diselipkan di lengan kanan suaminya.


posesif rangga telah keluar.


"zan suruh dokter pribadi danita stand by di mall nanti" dan berakhir memberikan perintah ke pada sekertarisnya.


"baik tuan" mengeluarkan hpnya dan memencet nomor.


hal itu membuat rasya sedikit penasaran, tapi tak berani berbicara.


"terserah kau saja, yang penting jalan-jalan hari ini jadi!" sudah bersorak senang dalam hati sambil sedikit menengok ke belakang. tersenyum ceria ke rasya dan di balas senyuman tak kalah ceria juga oleh rasya.


Danita baru menyadari kalau baju rasya dan sekertaris zan couplean.


"aaa gemasnya"


bawaan ibu hamil ngeliat sesuatu yang lucu pasti langsung bersorak senang. padahal kan kedua bayi kembarnya itu laki-laki tapi kenapa terkadang danita sangat tertarik dengan hal-hal yang menggemaskan? yang berwarna pink-pink contohnya.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2