Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Tempat wahana (2)


__ADS_3

Danita dan audri yang sedang menikmati jajanannya itu tidak berhenti berjalan jalan dan membeli jajanan lain. audri sebenarnya tidak mau memakan jajanan yang dimakan danita tapi danita langsung memasukkan cheese ball itu kemulut audri.


tangan kanan dan kiri danita sudah penuh dengan jajanan begitu pula dengan audri dia bahkan sampai melongos saat melihat semangat danita.


"nona anda yakin mau menghabisi semua ini?" tanya audri Masi mengikuti kemanapun danita pergi.


"tentu saja, kita kan bisa memakannya rame²" enteng danita Masi berjalan kesana kemari dengan tangan yang penuh.


"tapi ini terlalu banyak nona" gumam audri memperhatikan makanan yang banyak ini.


kesana kemari mengunjungi tempat jual makanan yang mengundang selera, bahkan audri saja sudah kenyang hanya dengan melihat makanan ini.


"nona sudah jangan membeli makanan lagi nanti syang kalo gk dimakan karna sudah kekenyangan" cegat audri saat danita hendak membeli kue di toko itu, padahal dia sudah membelinya.


"oh iya hehe, yaudah ayo mba kita balik kesana" menunjuk tempat duduk yang ada dua orang lelaki disana.


"seharusnya dari tadi aku mencegahnya" desah audri samar.


"sayang ni" menyodorkan es krim yang baru sesendok danita makan.


"hei siapa yang akan menghabisi ini semua?" memperhatikan semua jajanan yang ada didepannya.


"kita berempat" jawabnya tanpa dosa dan langsung membuka jajanannya.


"zan siapkan perutmu" bisik Rangga menyenggol dengan sikunya.


zan mengangguk melihat jajanan yang dibeli danita, sebenernya zan merupakan pecinta kuliner apa lagi jajanan. zan bisa saja menghabisi ini tapi ini terlalu banyak.


Rangga mengambil es krim yang dibeli danita membuka coklat yang kuda dibeli danita lalu mengamatinya permen yang dibeli danita. yang membeli makanan ini semua bahkan tidak menyentuh makanan di meja ini.

__ADS_1


akhirnya yang tersisa di meja adalah sampah bungkusan makanan tadi, danita yang membeli makanan itu semua Masi mengunyah popcornnya yang Rangga beli sendiri karna danita mendadak tidak mau memakan itu dan merengek ke Rangga agar dibelikan popcorn.


"sayang ayo kesana" menunjuk toko yang menjual berbagai bando karakter.


"tidak mau" tolak Rangga.


"kenapa? itu kan lucu" menatap Rangga seperti anak kucing sambil memakan popcornnya.


"itu seperti bocah" meneguk minumannya tanpa melihat danita.


"sudah ayo jangan banyak alasan" langsung menarik lengan Rangga dan berjalan ke toko itu.


"silahkan dipilih bando dan topinya" ucap sang pemilik toko.


"yang bando melody ungu" menunjuk bando melody yang ada diatas.


"hei apa²an itu tidak tidak" tolak Rangga membuat sang pemilik toko berhenti tidak jadi mengambil bando itu.


"tidak itu tidak lucu" pemilik toko tidak jadi mengambilnya lagi.


"ungu itu jelek" sarkas Rangga.


"tapi lucu" danita tidak mau kalah.


"lucuan yang warna biru" Rangga juga tidak mau mengalah.


oke baik pertengkaran kecil ini membuat sang pemilik toko pusing karna bingung mana yang harus dia ambil.


"hei hei kalian ini kan pasangan, beli Saja yang ini cocok" menyerahkan dua bando karakter line, yaitu yang coklat dan yang putih.

__ADS_1


"yeyy yang ini saja, pak aku beli yang ini" mengambil kartunya yang tanpa batas itu. tapi Rangga sudah lebih dulu memajukan kartu namanya itu.


"e eh tidaj usah mba, terimakasih tuan nona sudah belanja ditoko kami" mendadak sang pemilik toko canggung.


"heh kenapa?" bingung sendiri dan Mala ditinggalkan oleh Rangga yang sudah membawa bandonya duluan.


"apa kau tidak tahu? dia adalah Presdir adinata grup, tuan muda Rangga adinata" antusias pemilik toko itu.


"kenapa hari ini sangat membingungkan?" gumam danita berjalan kembali ke tempat duduknya.


"sayang ayo kita foto" memakai bandonya dan mengeluarkan hpnya.


Rangga malas sekali dengan berfoto, apa lagi dengan bando ini.


"nona mari saya fotokan" tawar zan berdiri di depan danita.


danita mengasi hpnya ke zan lalu merapikan rambutnya dan tidak sadar kalau manusia dibelakangny itu mencoba untuk mengabaikan.


"sayang pake bandonya" memberikan bando itu kerangga dan dengan hati² memakaikan bandonya ke kepala Rangga.


"ih lucu" memperhatikan wajah rangga yang seperti anak kecil kalau memakai bando itu.


"sudah cepat" memutar badan danita kedepan dan mengikuti jari danita yang membentuk V.


sumpah demi tuhan Rangga kaku sekali dengan kamera bahkan dia tidak tersenyum hanya mengikuti danita. itu membuat danita ingin mengusilinya.


danita sengeja memasang wajah jelek dan meledek agar Rangga mengikutinya, dan bener saja Rangga bener² mengikutinya, danita ingin tertawa terbahak bahak sekarang.


audri yang ada disana sebenernya iri dengan kedua pasangan ini tapi di sisi lain dia ingin tertawa melihat tingkah laku pasutri yang ada di depannya.

__ADS_1


*BERSAMBUNG


ps:ingatkan author kalo ada typo*


__ADS_2