Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Hadiah


__ADS_3

Setelah mengantarkan danita kekampusnya Rangga langsung kekantor,Masi banyak pekerjaan yang harus dia kerjakan.


"jam berapa besok penerbangan Kelin?" tanya Rangga setelah masuk ke ruangannya.


"jam penerbangan nona Kelin pagi tuan,kalau disini jam 6" jawab zan sambil menutup pintu ruangan Rangga.


"katakan" ucap Rangga yang sudah melihat zan seperti ingin berbicara sesuatu.


"penerbangan nona Kelin sama dengan penerbangan nona bunga tuan" jawab zan agak ragu2 karna menyangkut mantan kekasih tuannya itu.


mendengar itu Rangga langsung bermuka dingin dan enggan untuk mendengar kelanjutannya.


"jadi dia besok kembali?" tanya Rangga dengan mimik muka yang dingin.


"iya tuan" jawab zan sambil menatap Rangga.


"Masi punya harga diri ternyata dia" ucap Rangga sambil berjalan ke kursi kebanggaannya itu.


"tuan mau saya delate penerbangan nona bunga?" tanya zan menaruh amplop keatas meja Rangga.


"tidak usah,biar aku lihat sehebat apa dia sekarang" jawab Rangga sambil melihat amplop yang ditaruh zan diatas mejanya.


"itu laporan peningkatan pembelajaran nona danita tuan" ucap zan.


mendengar nama istrinya Rangga langsung meraih amplop besar itu dan membukanya.


"nona danita memang murit yang cerdas tuan, kecerdasannya diatas rata rata temen2nya" jelas zan sambil melihat Rangga.


"nilainya hampir sempurna semua" gumam Rangga yang sedang melihat kertas berisi nilai2 danita.


"tuan mau saya siapkan hadiah untuk nona danita?" tanya zan


"danita suka apa?" tanya balik Rangga.


"sepertinya nona danita tidak suka barang barang yang branded tuan, nona danita sukanya yang sederhana" ucap zan sambil memperlihatkan layar hpnya ke Rangga.


disitu banyak foto danita yang berpenampilan sederhana, tidak memakai barang mahal, tapi terlihat sangat cocok dan cantik jika dipakai danita.


Rangga berfikir sejenak.


"bagaimana kalau perlengkapan kuliahnya?" tanya Rangga merasa idenya sangat cemerlang.


"nona danita bukan anak yang masih sekolah dasar tuan,jika hal seperti itu pasti dia akan bilang ke tuan jika nona danita butuhkan" jawab zan sambil memasukkan kembali hpnya.


"apa yang disukai danita?" gumam Rangga bertanya2.


"menurutmu danita suka apa?" tanya Rangga ke zan.


"menurut hasil dari selidikan saya, nona danita menyukai aroma wangi terutama nona danita menyukai parfum" jawab zan menjelaskan panjang lebar.


Rangga berfikir sejenak dan kembali menatap zan.


"atur kunjungan ku ke tempat yang bisa custom parfum dan bisa meraciknya sendiri" ucap Rangga enteng sambil menaruh kembali kertas yang dipegangnya tadi.


"baik tuan" zan harus menjalankan semua yang dikatakan Rangga karna itu sudah seperti sumpahnya kepada Rangga.


Rangga dan zan sudah kembali sibuk dengan pekerjaan dan meating yang ada. karyawan dan karyawati yang bekerja di adinata grup sudah mengerjakan pekerjaan mereka masing masing.


dan tidak terasa hari sudah petang. Rangga dan zan sudah meninggalkan gedung adinata grup dan melaju ketempat tujuan berikutnya.


"zan hp" ucap Rangga sambil menyodorkan tangannya ke zan.


zan langsung mengambil hp Rangga yang disimpan di saku jasnya dan mengembalikan kepada pemilik hpnya.


"halo" ucap Rangga sedang menelpon seseorang.


"iya halo sayang kenapa?" siapa lagi yang ditelpon Rangga?, tentu saja danita.


"kau dimana?" tanya Rangga sambil melihat lampu merah yang ada didepannya.


"lagi didepan rumah kamu" jawab danita disebrang sana.


"ohh sudah pulang" ucap Rangga sambil menyenderkan badanya kekursi mobil.

__ADS_1


"iya, kamu dah pulang dan ada dikamar atau Masi di kantor?" tanya danita.


"Masi dikantor" jawab Rangga berbohong.


"ohhh"


"kau tidak mau ngucapin apa2?" tanya Rangga sambil milihat keluar jendela.


"cepet pulang sayang, cepet kelarin pekerjaanmu, saat kau sudah pulang aku akan menyuapi mu" ucap danita terdengar menggemaskan di telinga Rangga.


"hmm" jawab Rangga sambil tersenyum.


"dadah muach" ucap danita langsung mematikan telponnya.


Rangga seperti biasa, tersenyum jika mendapat perlakuan manis dari istrinya.


mobil sudah sampai di depan tempat yang Rangga maksud. sebelumnya zan sudah memberitahukan kepada pemilik toko kalau tuan Rangga akan datang untuk meracik parfum sendiri.


"selamat datang tuan Rangga di toko kami" sambut sang pemilik toko sopan sambil mengangguk kepalanya.


hanya dijawab oleh zan. sementara Rangga langsung masuk kedalam toko.


Rangga sudah masuk ruangan VVIP untuk meracik parfum sendiri. dibimbing dengan satu orang pegawai lelaki yang dengan sabar mengajari dan memberi tahu Rangga cara meracik parfum dengan benar, dan menghasilkan hasil yang sangat memuaskan.


setelah 1 jam lebih Rangga dan pegawai lelaki itu meracik parfum yang diminta Rangga, akhirnya mereka berdua keluar dri ruangan itu. pegawai lelaki tadi membawa hasil parfum yang dibuat sendiri dengan tangan Rangga.


Rangga meminta parfumnya dikemas didalam botol bening berwarna putih yang didesain khusus dan hanya ada satu, dengan ditambahkan bunga mawar yang sebagai motif dari kemasan parfumnya itu. dan juga Rangga minta parfumnya dibungkus dengan sangat cantik, dia memeilih kotak persegi yang tidak terlalu besar berwarna soft.


setelah seleaai dikemas sesuai dengan yang diminta Rangga, zan langsung melajukan mobil pulang kerumah utama. sepanjang perjalanan Rangga selalu memegang kotak persegi yang tidak terlalu besar itu.


mobil sudah sampai didepan pintu rumah Rangga.pak Tan sudah berdiri siap untuk menyambut.


Rangga langsung turun dari mobilnya dan melangkah kekamarnya untuk memberi hadiahnya untuk danita.


sesampainya dikamar Rangga melihat danita yang sedang membaca buku di atas kasur.danita tidak sadar kalau Rangga sudah pulang dia Masi tetap fokus dengan buku yang dia baca.


bughh


danita yang mendapat lemparan mendadak dari Rangga langsung kaget dan melempar buku yang dipegangnya.


"sayang kau sudah pulang?" tanya danita sambil mengelus hidungnya yang terasa sakit karna lemparan Rangga.


Rangga tidak menggubris danita, dia langsung melangkah ke kamar mandi.


"dia kenapa? aduh sakit" ucap danita lirih sambil menangis karna lemparan Rangga begitu kencang. danita mengelus2 hidungnya yang sakit sambil terisak.


Rangga sudah keluar dari kamar mandi dan sudah memakai baju tidurnya.saat melihat Rangga sudah keluar dari kamar mandi danita langsung menyeka air matanya dengan kasar, tapi Masi terlihat oleh Rangga karna hidup danita merah bercampur dengan lemparan Rangga dan tangisan danita.


"kau kenapa?" tanya Rangga sambil memegang dagu danita.


"gak apa apa" ucap danita bohong.


"jangan berbohong, kenapa hidungmu?" tanya Rangga lagi sambil menunjuk hidung danita yang merah.


"sakit tau" jawab danita memegang hidungnya.


"sini aku lihat" Rangga langsung menarik tangan danita yang memegang hidungnya sendiri.


Rangga mengambil salep dan mengoleskan ke hidung danita yang terdapat sedikit goresan. saat danita meringis kesakitin Rangga langsung meniup luka itu dan mengelusnya dengan lembut.


"apa sakit banget?" tanya Rangga mau mencium hidung danita tapi danita tahan.


"udah gak terlalu" jawab danita sambil menurunkan tangan Rangga,tapi tetap saja Rangga memegang pipinya lagi dan mencium danita dengan lembut.


"nih" ucap Rangga memberikan kotak yang dilempar kedanita tadi.


"pasti mau dilempar lagi, gak mau" jawab danita cepat.


"enggak, buka sekarang" Rangga memaksa danita.


akhirnya danita membuka pita yang membungkus kotaknya itu,lalu berniat untuk menyimpannya karna pitanya bagus dan lucu.


Danita membuka perlahan kotak itu, walaupun Masi tertutup satu lapis kertas lagi baru kelihatan kadonya, danita sudah tau apa itu isinya.

__ADS_1


"sayang kamu beliin aku ini?" tanya danita Masi memegang kotak yang belum terlihat isinya.


"emang itu apa?" tanya balik Rangga.


"parfum kan?" jawab danita langsung membuka kado yang diberi Rangga.


"wow kamu jago juga nebak hadiah" ucap rangga sambil mencium pipi danita.


"sayang ini pasti mahal,apa lagi ini parfumnya belom pernah aku liat,pasti ini yang limited edition yang mungkin cumang ada satu dinegara ini" ucap danita sambil memajukan bibirnya.


"tidak masalah jika mahal, asalkan kau mau dan merasa senang akan aku beli berapapun harganya" ucap Rangga lagi.


"aku gak suka kayak gitu, aku akan membeli barang sesuai dengan apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku inginkan"


"yasudah kalau gak mau, padahal aku susah payah untuk meraciknya sendiri" ucap Rangga kesal mengambil kado itu.


"apa?, jadi kau meracik parfum ini untukku?" tanya danita menarik kembali kotak itu dari tangan Rangga.


"hmmm, sini katanya g mau, aku buang aja"


"jangan dong sayang, ini kan hasil jerih payah kamu" kembali menarik kotak dan menganbil parfum yang ada didalamnya.


"ihh bagus tempatnya" ucap danita melihat desain dari botol perfumnya.


"coba deh cium" kata Rangga.


danita membuka tutup parfumnya yang ada inisial D.


"hmmm wanginya manis seger lagi" ucap danita sambil menyemprotkan parfumnya ke pergelangan tangannya.


author:udah kayak orang yang profesional banget yah dalam hal parfum.😅


"makasi sayang aku bakal jaga ini, bakal dikit2 pakenya supaya gk cepet abis" ucap danita seraya mencium pipi Rangga membuat yang punya pipi merona senang.


"sekarang hadiahku?" pinta Rangga sambil menciumi balik pipi danita dan sekarang sudah turun keleher danita.


danita sudah mengerti apa yang diinginkan Rangga, danita akhirnya mengikuti semua kemauan Rangga.


malam semakin sangat larut dan dua manusia ini baru akan masuk kedalam selimut. Rangga menarik selimut menutupi tubuh polos danita sampai dileher, mereka berdua saling berpelukan.


"sayang?" panggil danita menempelkan kepalanya ke dada bidang Rangga.


"hmm"


"kamu tau dari mana aku suka parfum?"


"ya Taulah, itu parfum punya siapa yang berjejer disebelah fomet ku?"


"hihihi, dan kenapa kau tiba2 kasih aku hadiah?"


"emang gak boleh?"


"yah kan tiba2 aja"


"kapan tidurnya, kau banyak omong yah" gerutu Rangga.


"hihihi"


"jangan cekikikan malam2 nanti temen2 kau pada datang"


"teman? siapa?" danita yang polos.


"polos bener punya istri, tidur gak kalau gak tidur kita lakuin sekali lagi" ancam Rangga.


"iya iya, met bobooo" ucap danita membuat Rangga tersenyum.


Rangga tidak menjawab tapi bibirnya membentuk sebuah senyuman. Rangga merasa apapun yang dilakukan danita selalu membuatnya senang dan selalu terlihat menggemaskan Dimata Rangga, dan tanpa Rangga sadari rasa cintanya kepada danita lebih besar dari pada rasa cintanya kepada bunga dahulu. akhirnya lintasan masa lalu bersama bunga terbayang lagi dikepala Rangga.


"aku mencintaimu danita sayang" ucap Rangga mencium kening danita dan hidung danita yang tadi dia lukai.


dan akhirnya Rangga ikut terlelap bersama danita, kulit mereka bersentuhan tanpa jarak sedikitpun seolah2 tidak mengizinkan angin malam masuk menyelip diantara kulit mereka...


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2