Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Pernikahan


__ADS_3

Sudah 1 Minggu lebih danita dan Rangga menjalin hubungan. gaya pacaran mereka berbeda dengan orang lain diluar sana. mereka berdua sering telponan setiap malam. kadang danita sampai ketiduran menunggu telpon dari Rangga.


tapi danita memaklumi itu. Rangga adalah seorang Presdir adinata grup, tentu saja dia memiliki kerjaan yang harus dia kerjakan dan danita tau kerjaan itu sangat banyak. mereka juga belum pernah berkencan, bilang kalau mereka saling mencintai saja belum pernah terucap dimulut mereka berdua.


*****


hari ini adalah hari pernikahan danita dan Rangga dan hari ini juga mereka berdua akan mengucapkan janji suci.


acara pernikahan digelar secara privat. tamu yang datang hanya keluarga dan teman dekat. tentu saja para pejabat tinggi ikut hadir dalam acara ini.


saat mendengar Presdir adinata grup akan menikah mereka bertanya tanya siapa wanita yang akan menjadi pendamping hidup Rangga adinata. dan pada hari ini dimana semua wanita pada iri pada sosok calon istri Rangga.


karna pernikahan digelar secara privat tidak ada reporter di sekitar hotel tempat acara berlangsung. itu perintah Rangga karna dia tidak mau danita dipotret oleh siapapun.


danita sedang duduk di sofa yang ada di ruang riasnya gugup,takut, khawatir semuanya bercampur dihati dan di kepala danita.


ibu melihat danita sedang duduk yang sudah cantik dengan gaun pernikahannya tapi pandangannya kosong.


"kamu kenapa sayang? kok melamun?" tanya ibu danita sambil memegang tangan putrinya itu.


"aku gugup Bu, aku takut" jawab danita gusar


"gpp sayang,g usah takut" ucap ibu sambil mengelus kepala danita.


"Bu bagaimana kalo kehidupan ku setelah menikah menyakitkan?" tanya danita dengan raut wajah cemas


"sutttt jangan bicara seperti itu, inget sayang doa bapak dan ibu selalu mendampingi mu, jadi jangan takut ya?" jawab ibu untuk meyakinkan danita.


danita hanya mengangguk.


"danita ayo ini sudah saatnya" ucap bapak danita sambil menyalurkan tangannya.


danita meraih tangan bapaknya sambil menarik nafas dalam lalu membuangnya perlahan.


"kamu sudah siap danita?" tanya bapak danita sebelum tirai terbuka.


danita mengangguk mantap.


danita dan bapaknya berjalan menyusuri karpet merah diujung sana sudah berdiri seorang Rangga adinata. Rangga sangat tampan dia memakai setelan jas berwarna hitam senada dengan dasi hitamnya. Rangga terlihat seperti pangeran berkuda yang ada di mimpi danita.


sekarang bapak dan danita sudah sampai didepan Rangga. dan ini saatnya bapak danita melepaskan tangan danita dan menyerahkan ke Rangga.


Rangga menatap kagum ke danita yang sudah didepannya. tubuh danita itu mungil tingginya hanya sebahu Rangga, karna dia hari ini memakai hals jadi dia terlihat lebih tinggi.


didepan Rangga dan danita sudah ada layar besar dan nampaklah papa kino dan mama Wulan yang masi berada di rumah sakit.


ini lah saatnya dua insan ini mengucapkan janji suci sehidup semati.


danita kagum kepada Rangga dengan ketulusan dan kasih sayangnya kepada kedua orang tuanya.


"Rangga adinata, bersediakah engkau mencintai danita putri Amalia, selalu setia menemani dalam keadaan suka maupun duka dalam keadaan susah maupun senang engkau akan selalu berada disampingnya sampai maut memisahkan?" pendeta sudah mulai membacakan janji suci.


"saya bersedia" ucap Rangga mantap sambil melihat danita.


pendeta mengulangi kata-katanya dan sekarang tertuju pada danita.

__ADS_1


"saya bersedia" ucap danita.


"dengan ini saya menyatakan bahwa kedua insan ini sudah resmi menjadi pasangan suami istri" ucap pendeta itu.


para tamu undangan bertepuk tangan riang. ibu danita menangis bahagia melihat putri semata wayangnya sudah menikah. begitu pula dengan papa kino dan mama wulan.


papa kino memeluk mama wulan. mama Wulan menangis didalam pelukan papa kino. walaupun mereka berdua tidak bisa datang langsung keacara pernikahan Rangga, tetapi kedua orang itu sangat merasa bahagia.


"sekarang pakaikan cincin di jari pasangan" ucap pendeta itu lagi sambil menyerahkan cincin kawin.


semua orang yang turut hadir merasa bahagia dengan pernikahan Presdir adinata grup yang sangat di idamkan oleh banyak kaum hawa.


*******


acara pernikahan sudah berakhir. semua tamu sudah bubar dan pulang kerumahnya masing masing.


danita sedang duduk didalam mobil melihat keluar jendela Rangga dan sekertaris zan sedang berbicara. dari pandangan danita sepertinya Rangga dan zan sedang mengobrol serius.


Rangga sudah masuk kedalam mobil bersama zan. Rangga duduk disebelah danita. sedangkan zan duduk dibelakang kemudi.


"Nita" panggil Rangga ke danita yang terus menatap ke luar jendela.


"iya?" jawab danita menoleh ke Rangga dan nampaklah mata danita yang sudah lelah.


"tidurlah jika kau mau" ucap Rangga sambil menepuk dadanya.


karna dimobil Rangga tidak ada bantal akhirnya danita menempelkan kepalanya ke dada Rangga. Rangga mengelus elus kepala danita agar dia nyaman tidur di pelukannya sesekali Rangga juga mencium puncak kepala danita.


danita sebenarnya tidak tidur dia hanya memejamkan matanya merasakan setiap sentuhan tangan Rangga dikepalanya.


zan sudah keluar dari mobil dia tidak membukakan pintu untuk Rangga keluar. itu perintah Rangga.


danita sadar kalau mobil sudah berhenti.


"kita sudah sampai?" suara khas bangun tidur. tanpa disangka danita terlelap didalam dekapan Rangga.


"hmm istirahatlah. aku akan pulang besok" ucap Rangga halus.


"kau mau pergi?" tanya danita bingung.


"hmm" jawab Rangga sambil memegang pipi mulus danita.


"kemana?" tanya danita sambil memegang tangan Rangga yang berada di pipinya.


"luar negeri" jawab Rangga sambil mengelus elus pipi danita.


"bisa ga sih dipanjangkan dikit kata2mu itu" grutu danita dalam hati.


"ohh, baiklah" sambil menurunkan tangan Rangga dari pipinya. tapi tetap saja Rangga mengembalikannya kembali ke pipi danita.


muach


entah kenapa danita ingin sekali mencium Rangga saat ini.


(apa ini yang namanya kebelet malam pertama?).

__ADS_1


Rangga tentu saja kaget dengan aksi danita yang tiba-tiba menciumnya.


"sapa tau aja kamu bakal kangen, tuh aku kasi bekal buat kamu" ucap danita cekikikan menahan malu.


"mana cukup bekalnya segitu doang" jawab Rangga mengharapkan lebih.


"sudahlah nanti kau telat" ucap danita hendak keluar tapi ditahan olah Rangga.


cup


Rangga mencium danita dengan lembut. refleks danita mengalungkan tangannya dileher Rangga. mereka berdua berciuman sangat lama. sampai danita kehabisan nafas.


"ternyata kau belum bisa mengimbangi bibirku yah" ucap Rangga setalh melepas ciumannya, sambil mengelus bibir danita. danita langsung membuang muka malu tapi tangannya tidak dilepas dari tangan Rangga.


muach


satu kecupan mendadak dari Rangga membuat danita sontak melepaskan tangannya dari leher Rangga.


"turunlah, intirahat ini sudah larut" ucap Rangga lembut.


danita menjawab dengan senyum dan mengangguk.danita melihat mobil Rangga yang sudah hilang dari pandangannya.


"selamat malam nona, perkenalkan saya pak Tan kepala asisten dirumah ini" jelas pak Tan.


pak Tan sudah berumur 42 tahun dan ada garis lurus di wajahnya.


di sambut dengan pelayan lain yang mengannggukan kepalanya sopan.


"iya pak, selamat malam juga" ucap danita ramah.


"mari nona saya antarkan ke kamar utama" pak Tan berjalan mendahului danita.


danita melihat isi rumah Rangga yang sangat mewah dan elegan. isi rumahnya dominan berwarna putih dan gold, itu adalah konsep rumah yang sudah di terapkan sejak lama oleh ibu kandung Rangga.


"ini kamarnya nona, didalam sudah ada kamar mandi dan ruang ganti baju" tunjuk pak tan saat sampai didepan kamar Rangga.


"iya pak terima kasih telah mengantarkan saya" ucap danita sopan.


"kalau ada yang anda butuhkan, beri tahu saja saya nona" jelas pak sopan dan ramah.


"baik pak terima kasih" jawab danita tak kalah ramah.


"selamat beristirahat nona, selamat malam" ucap pak Tan ramah.


danita menjawab dengan senyuman yang pling ramah.


danita masuk kedalam kamar dan dia terkagum-kagum dengan isi kamar itu. kamar Rangga dominan warna coklat dan ada kesan putihnya. pandangan danita menyapu semua sisi yang ada di dalam kamar itu.


setelah puas melihat isi keseluruhan dari kamar Rangga, dia mencari letak kamar mandi. dan akhirnya menemukan pintu kecil. dia langsung masuk ke dalam kamar mandi karna badannya sudah lengket.


danita sudah keluar dari kamar mandi. setelah berpakaian dan memakai segala keperluan malamnya danita memutuskan untuk tidur, dia sudah sangat lelah hari ini.


sebelum dia tidur, danita sempat melihat foto yang ada di sebelah tempat tidurnya itu. didalam foto ada anak kecil yang tampan tapi muka dalam foto itu sangat dingin. bahkan bocah yang itu tidak tersenyum. danita tidak terlalu memusingkan bocah lelaki itu. dia memutuskan untuk masuk kedalam selimut. dan terlelap di dalam mimpinya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2