Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Malam yang panjang


__ADS_3

Danita sedang duduk di tepi kolam yang ternyata memang ada, dan sangat luas tapi danita belum pernah kesini. padahal pemandangan disini sangat bagus dan udaranya juga sangat segar.


disaat dia sedang menikmati udara dan pemandangan langit sore yang indah itu tiba-tiba hpnya bergetar dan ada panggilan masuk.


"halo kenapa Rio?" tenyata orang itu adalah adiknya.


"kak danita sibuk gk?" tanya Rio disebrang sana.


"emang ada apa?"


"gak jadi deh kak nanti aja" jawab Rio membuat danita sedikit kesal.


"heh bocah kalo ngomong tu yang bener" omel danita.


"ntar aja kak ini aku dah mau pulang bye" langsung mematikan sambungan secara sepihak.


"dadah bocah" gumam danita menatap layar hpnya.


danita hari ini sedang tidak ada mata kuliah, jadi dia libur. seharusnya memang libur untuk persiapan ujian semester yang akan dilaksanakan Minggu depan. tapi danita bahkan hampir mempelajari semua materi kuliahnya selama setahun, tetapi danita belum merasa kalau dirinya sudah menguasai semunya.


"hahhh aku harus kembali belajar" bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu masuk belakang.


"nona anda ingin makan siang? ini sudah lewat jam makan siang" ucap pak Tan saat melihat danita masuk kedalam rumah.


"eh iya pak, tolong bawa makanannya ke kamar ya pak" ucap danita.


"baik nona" dibalas dengan ramah oleh pak Tan.


"apa aku harus menyiapkan buah-buahan?" gumam pak Tan dalam hatinya.


******


"hahh akhirnya selesai" desah danita berat saat menutup buku kimianya yang barusan dia pelajari ulang. "aku harus mandi, sebentar lagi pasti Rangga akan pulang" menguncir rambutnya asal dan bangkit dari duduknya.


huek huek

__ADS_1


tiba-tiba danita merasa sangat mual dan kepalanya menjadi pusing dan berat. dengan hati-hati danita berjalan ke ruang ganti baju dan mengambil bajunya.


"kamu cape yah? maafin mama yah, mama harus belajar yang giat sekarang" ucap danita mengelus perutnya didepan cermin kamar mandi.


danita menyalakan shower dan mengguyur tubuhnya serta menyabuni badannya. walaupun memang sedikit pusing dan berat kepalanya tapi danita merasa sangat nyaman ketika berada di bawah shower.


15 menit danita mandi dan akhirnya keluar menggunakan jubah mandinya dan rambut yang dikuncir asal. percayalah Rangga sangat mabuk jika mencium aroma danita setelah mandi.


"emm pake baju apa yah" gumam danita sendiri berdiri didepan lemari yang besar yang termaksud lemari khususnya.


"eh sejak kapan baju ini ada disini?" mengambil baju yang menurutnya aneh dan dia tidak tau kalau pernah memasukkannya.


"ah sudahlah baju apa ini tidak boleh aku pakai" menaruh lagi baju itu dengan asal dan mengambil bajunya.


"nona danita mobil tuan Rangga sudah memasuki gerbang utama nona" ucap pak Tan yang berada diluar kamar sambil mengetuk pintu sebelumnya.


"aku segara turun pak" teriak danita dari dalam kamar sambil memakai bajunya.


danita langsung berjalan keluar kamar dengan baju santainya dan rambut yang dikuncir kuda keatas dan tentu saja bergelombang yang indah jatuh di bahu danita.


"apa aku kelamaan?" gumam danita melihat Rangga yang sedang melepas jasnya.


"kemarilah" menatap danita yang masi diambang anak tangga terakhir.


danita berjalan mendekat dengan tatapan yang susah untuk diartikan, tapi itu sama saja dengan tatapan seorang danita.


"kenapa kau lama sekali turun?" menarik tangan danita agar duduk disebelahnya.


"ah tuh kan aku kelamaan" geram danita.


"tadi aku habis belajar dan langsung mandi" jawab cepat.


"oh ujian itu" menatap wajah danita.


"jangan terlalu keras nanti kau kelelahan" mulai menciumi pipi danita.

__ADS_1


"setidaknya ingat ini dimana" kesal danita sedikit mendorong dada Rangga.


"kenapa? kau tidak mau aku cium?" memberhentikan bibirnya itu walaupun tidak sepenuhnya berhenti karna bibirnya Masi menempel di pipi danita.


"tidak sayang bukan seperti itu, tapi ini kan dimana" dengan suara pelan.


"ini kan dirumah ku" elak Rangga.


"ah terserah lah" geram danita sudah ingin mencubit Rangga.


"ah benar juga disini tempatnya tidak mendukung mari kita lanjutkan diatas" langsung berdiri diikuti danita yang spontan terkejut tiba-tiba Rangga berdiri.


"eh?" bingung danita menatap Rangga yang sudah ada bau-bau mencurigakan.


"mau ku gendong atau gandeng?" mendekatkan wajahnya ke wajah danita.


"hey apa mau mu" menjauhkan wajahnya karna tau Rangga pasti mengincar bibirnya.


"baiklah kalau itu yang kau mau" langsung mengangkat danita dan berjalan santai ke tangga.


"sayang aku bisa jalan sendiri" protes danita.


Rangga tentu saja tidak menjawab dia tetap berjalan menaiki tangga seperti seorang pangeran yang menggendong wanitanya di tangga istana.


yayaya itu terlalu berlebihan tapi memang cocok untuk diamalkan dengan itu.


"sayang aku mau jalan sendiri" teriak danita hampir membuat telinga Rangga meledak tapi Rangga tetap berjalan di atas tangga.


"haisss" menekuk bibirnya menatap Rangga dengan tatapan kesal.


"pemandangan yang jarang terlihat ya pak Tan?" ucap zan menatao kedua majikannya dari bawah bersama pak Tan.


"saya setuju" memperhatikan majikannya sampai hilang dari pandangan.


BERSAMBUNG

__ADS_1


PS:ingatkan author jika ada typo:)


__ADS_2