Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Melakukannya


__ADS_3

Hari sudah gelap pertanda malam sudah tiba, danita Masi tertidur pulas. bahkan sampai Rangga pulang danita Masi tertidur dengan muka polosnya. membuat Rangga ingin sekali menjahilinya.


Rangga masuk kedalam kamar membawa dua kantong penuh dengan yogurt pesanan danita padahal danita hanya menginginkan satu atau dua yogurt saja, tapi yah namanya juga Rangga.


"sedang tidur ternyata" ucap Rangga pelan berjalan kearah sofa sambil menenteng dua kantong itu.


Rangga membuka jasnya dan melonggarkan dasinya di sofa, dia tidak keruang ganti baju entah karna apa tapi dia tidak mau pergi keruang ganti baju. dia menatap ke arah tempat tidur yang terdapat danita yang sedang tertidur. yang dibawah selimut sedikit menggeliat tandanya orangnya sudah mau bangun.


dan benar saja danita bangun lalu duduk dengan muka kucel khas bangun tidurnya dan rambut yang sangat berantakan.


"hoaamm" danita menguap sambil merenggangkan otot ototnya.


"kau sudah bangun?" suara Rangga mangagetkan danita.


"sejak kapan kamu pulang?" danita langsung terperanjat kaget.


"10 menit yang lalu" berjalan mendekat.


"aku tidak mendengar kau pulang" sedikit mundur karna Rangga sudah berada didepannya.


"tentu saja kau itu kalau sedang tidur seperti bayi" tambah mendekat ke wajah danita.


"begitukah?" menahan dada Rangga.


"kenapa kau tidak memberi ku ciuman saat aku pulang?" mukanya sudah cemberut didepan danita.


”haha kau ini bicara apa sayang" tertawa garing.


"cepat cium aku" memajukan bibirnya.


"dasar gila!" walaupun danita sedikit bingung tapi dia harus melakukannya supaya Rangga tambah tidak menjadi jadi.


"sayang mana yogurt aku?" meminta pesanannya setelah menyudahi pautan bibir mereka.


"tuh dimeja" Rangga hampir mau melanjutkan aksinya tapi danita langsung lari ke yogurtnya yg sudah dia tunggu², memgbuat Rangga menggeram kesal.


"sayang kenapa banyak banget yogurtnya?" membuka kantong plastik yang isinya yogurt semua.


"tadi kau bilang rasa stroberi sama blueberry ya itu aku beliin satu kantong satu kantong" menjawab santai bagaikan tidak ada dosa.


"tapi enggak dua kantong gini, aku hanya menginginkan dua saja" gila apa aku habisin ini semua.


"udah dibeli" tidak mau pusing hanya dengan yogurt.


danita diam dengan muka cemberut, dia kira suaminya itu paham dan mengerti apa yang diinginkan dirinya tapi Mala berlebihan seperti ini.


"iya nanti bagi bagi ke para pelayan saja" sudah melihat wajah cemberut istrinya.


"beneran?" wajahnya sudah sumringah tidak cemberut lagi.


"hmm" kata² legend pun keluar.


"dia kenapa tumben jadi begini?" danita bertanya tanya dalam hatinya sambil mulai memakan yogurtnya.


"makanlah aku mau mandi" mencium pipi danita lalu berjalan masuk keruang ganti baju.


danita tersenyum sambil melihat Rangga berjalan dan sambil memasukkan yogrurtnya ke dalam mulutnya. saat sedang menikmati yogurt nya, tiba² hp danita menyala pertanda ada pesan masuk. danita langsung meraih hpnya sambil tangan sebelahnya Masi memegang sendok yogurt itu.


ternyata Rasya membuat grup berisi 5 orang, bisa dibilang ini grup buat kelompok tugas. danita mengetik pesan di grup tersebut.


"tqu Rasya udah masukin gw" pesan danita langsung dibaca oleh Rasya.


"Yoi nit, yang Laen nongol kek" balas Rasya cepat.


"hai gaes" tiba² hito nongol.

__ADS_1


"hai to" sapa danita.


"hai hito" jawab Rasya.


"gaes besok jadi kan?" Rasya langsung nongol.


"sudah tentu" jawab danita bersemangat.


"dirumah Rasya kan?" tanya hito.


"Yoi alamat gw dh gw kirim ke lu sama luck ya to" pesan Rasya.


"oke" balas hito.


"luck lu nyimak gw tabok yah" ngegas Rasya melihat luck hanya menyimak pembicaraan mereka.


"apaan" akhirnya si luck muncul juga.


danita tidak bisa mengirim Chet lagi karna Rangga sudah keluar dari kamar mandi dan sudah rapi dengan pakaian santainya, dia langsung buru² menaruh hpnya dan tidak lupa menghapus bekas apk yang habis dia pakai.


"kau habis chetan dengan siapa?" tanya Rangga sambil menyenderkan kepalanya ke bahu danita.


"temen aku, sayang besok aku mau kerja kelompok dirumah Rasya" mengelus kepala Rangga dengan selembut lembutnya.


"emang Masi ada?" memeluk dari samping.


"ada ini sebagai praktek akhir sebelum ujian semester"


"pasti si guru sialan itu yang memberi praktek" gumam Rangga dalam hatinya.


"dirumah siapa?" Masi memeluk danita dari samping.


"dirumah rasya" menaruh dagunya diatas kepala Rangga.


"temannya itu bukan sih?" Rangga sedikit mengingat nama sahabatnya danita.


"kenapa harus ada cowoknya" mendongak keatas dengan tatapan tidak suka.


"emang harus ada cowoknya" mengambil yogurtnya yang ada diatas meja.


"kau tidak boleh ikut" bicara seenaknya khas dari seorang Rangga.


"kenapa?" mulutnya Masi penuh dengan yogurt tapi kata²nya Masi bisa didengar jelas oleh Rangga.


"aku tidak mau kau berada dengan cowok lain"


"tapi ada ceweknya sayang" berusaha memohon kerangga


Rangga diam menatap danita tajam seperti bilang, "kalau aku bilang tidak ya tetap tidak" seperti itulah kurang lebih arti tatapan Rangga.


"sayang tapi nanti aku tidak dapat nilai praktek"


"kau pasti akan mendapatkan nilai" tetep kekeh.


"tapi aku maunya dengan usahaku sendiri bukan dengan kekuasaan mu" Masi merengek dan berusaha untuk mendapatkan izin dari Rangga.


Rangga berdecak kesal, kata² danita membuat Rangga mengingat saat bunga menggunakan alasan itu untuk kabur darinya.


"terserah kamu, kamu mau aku pake ajudan kamu, pake pengawal, pake supir atau apalah itu yang penting aku boleh kerja kelompok" menghitung dengan jari²nya.


"baiklah, ingat setiap ucapan mu aku akan selalu mengabulkannya" memegang dagu danita.


"i-iya" danita sedikit ragu dengan perkataan Rangga, apa lagi senyumnya itu yang sangat mencurigakan.


"kalau begitu aku mau mandi kamu tumggu disini" mencium pipi Rangga lalu berjalan kekamar mandi.

__ADS_1


Rangga tersenyum sambil menatap langkah dannita yang berirama berjalan menuju ruang ganti gaju, rambutnya sangat indah gelombang cantik yg terburai dipundaknya.


"menggemaskan sekali" gumam Rangga setelah danita menutup pintu ruang ganti baju.


tok tok


tiba² pintu diketuk, dan ada suara yang minta izin untuk masuk.


"tuan muda apa saya boleh masuk?" tanya zan dari balik pintu.


Rangga menjawab dengan kata2 legendnya, walaupun terdengar samar dari luar tapi zan Masi bisa mendengarnya.


"tuan orang yang anda minta ke saya sudah datang" ucap zan.


"hm baiklah suru dia menunggu" menjawab datar, nada dan mukanya sama² datar.


"baik, saya permisi" menganggukan kepala lalu berjalan keluar kamar.


Rangga menunggu danita sampai keluar dari kamar mandi sambil membuka hpnya, membuka beberapa email yang dikirim Zan. ada salah satu email dari zan yg berisi nama² orang kepercayaan di adinata grup, tapi dari daftar itu semua tidak ada nama cowok.


beberapa menit kemudian, danita keluar dari ruang ganti baju, dan langsung menghampiri Rangga yang sedang fokus dengan hpnya. danita mendekat dan memeluk lengan kiri Rangga.


"sayang aku lapar" ucap danita terdengar manja.


"hmm? baiklah ayo kita turun" mengelus elus rambut danita.


danita dan Rangga keluar dari kamar sambil bergandengan tangan, mereka berdua makan malam dengan seperti biasanya. danita sesekali menyuapi Rangga, dan Rangga langsung sumringah saat danita menyodorkan sendoknya kedapan mulutnya.


******


makan malam yang hening namun hangat akhirnya selesai, tidak lupa danita meminum susu dan vitamin yang diberikan oleh dokter saat dia memeriksa beberapa Minggu yg lalu.


"danita" panggil Rangga menyenderkan kepalanya ke senderan tempat tidur.


"iya?" sontak danita langsung nengok kerangga.


"kau tau tidak, kalau melakukan hubungan intim saat hamil itu diperbolehkan?" memainkan ujung rambut danita.


pipi danita mulai memerah mendengar perkataan Rangga yang rendom itu.


"iya aku tau" setengah ragu tapi dia harus tetep jawab.


"kalau kau tau kenapa tidak bilang kepadaku?" kesal Rangga memasang wajah cemberut.


"kan aku sudah menawarkan mu waktu itu" mengambil bantal untuk ditaruh diatas pahanya.


"aku kira waktu itu sangat berbahaya untuk melakukannya" lagi-lagi Rangga mendesah kesal.


"aku kira kamu beneran gk mau" dengan polosnya tanpa sadar dia mulai memancing Rangga.


"mana mungkin aku menolak yang seperti itu" mulai mendekati danita.


"sayang kamu mau ngapain?" menahan dada Rangga agar tidak mendekat lagi.


"apa lagi?" tangan sudah masuk kedalam baju tidur danita.


"masa harus sekarang?" entah kenapa danita tidak menghentikan tangan Rangga dia hanya diam.


"arghh sakit" pekik danita saat Rangga mencium keras lehernya.


"itu tanda kepemilikan ku" beralih ke bibir danita.


"aku mau tidur lagi" teriak danita dalam hatinya.


malam semakin panjang mereka berdua mungkin akan menyelesaikan urusannya sebentara lagi karna Rangga tidak tega melihat danita kelelahan apa lgi dalam keadaan istrinya itu sedang hamil.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2