
Malam sudah menyelimuti bumi, acara jalan-jalan pun sedikit kacau karna banyak hal yang tak terduga terjadi. lelah nampak dari mata danita yang sedang berbaring di kasur besar. rangga masih di bawah, bersama zan atau tidak danita tidak tahu. rasanya dia ingin menutup matanya lalu terlelap walau jam baru menunjukkan pukul delapan malam.
Mungkin karna efek lelah atau apa danita merasa mual setelah pulang dan berakhir bolak balik kamar mandi sebanyak tiga kali. tentu saat rangga masih di bawah. bisa-bisa akan ada banyak dokter di rumah ini kalau rangga tahu danita muntah sedari tadi.
Tapi si ibu hamil satu ini menganggap kalau itu adalah efek kehamilannya. dan sekarang dia menginginkan bakso bukan tidur lagi.
"laper.." berbicara sendiri sambil mengelus perutnya dengan bibir yang menekuk.
Padahal baru satu jam yang lalu ia makan malam.
"pesen online boleh gak ya.." berbicara sendu dengan raut wajah yang tidak mendukung.
Dan berakhir dia kembali berbosen ria, dia takut nanti orang yang mengantar makanannya itu akan disuruh pulang dan berakhir dia tak akan memakan bakso yang dia inginkan.
Membuka ponselnya bertujuan menghilangkan bosennya tapi malah tertawa saat melihat layar kuncinya.
"haha lucunya" mood sedikit membaik setelah melihat foto suaminya yang memakai bando bertelinga gajah sedang berjalan dengan santainya.
Tapi tetap ganteng! suaminya yang paling ganteng pokoknya!
Perhatiannya teralihkan saat mendengar pintu dibuka dengan perlahan dan tertutup juga dengan perlahan.
"Nita?" suara rangga membuat danita berbalik.
"hm?" malas sebenarnya.
"kenapa belum tidur?" berhenti di bagian depan ranjang besarnya, belum berniat ikut berbaring bersama istrinya.
"masih jam delapan" menjawab seadanya. sungguh moodnya jadi jelek saat pulang tadi.
Rangga mendengar nitanya tak menambahkan kata sayang di kalimatnya itu membuatnya sedikit kesal, tapi melihat danita yang kembali menyentuh bantal, rangga mulai paham. masuk ke dalam ruang ganti baju tanpa bersuara dan berdiam diri disana.
...Orang Sibuk...
...three members...
^^^Rangga^^^
^^^Bagaimana cara membalikkan mood istri?^^^
Lumayan lama rangga menunggu salah satu menjawabnya.
Rajwa
danita mu kenapa?
Rizal
Belikan apa yang dia mau
__ADS_1
Rangga mengerutkan keningnya dengan jawaban yang di berikan rizal, berikan apa yang istrinya mau? berlian? ah tidak tidak istrinya suka kesederhanaan. kalau begitu.. hmmm
Lama rangga memikirkannya sampai menurutnya tanyakan saja pada istrinya. dia kan pecinta istri dan bucinnya danita. yayaya
"sayang..." suara manja danita sudah memanggilnya untuk segara berbaring di sampingnya.
"hmm?" menyibak selimut dan langsung menatap danita yang sedang menggunakan sleeping dress alias daster. kesannya sangat beda di mata rangga, danita dengan baju seperti itu dan perut yang buncit terlihat begitu sangat mempesona dan...
sexy.
itu Dimata rangga yaa
Tak menjawab, danita malah bergerak naik ke atas perut rangga yang sudah duduk dan bersandar di punggung kasur. duduk di atasnya dan memeluk leher suaminya manja.
Gemas rangga melihatnya.
"sayang" panggilan ke dua kali danita kini menyandar ke pundak suaminya.
"apa?" begitulah rangga meladeni kemanjaan istrinya.
"aku laper lagi padahal baru satu jam yang lalu makan malam" cemberut dia mengucapkannya.
"aku tidak melarang mu kalau kamu ingin makan lagi, uang ku dan bahan makanan tidak akan habis kalau kamu meminta makan 100 kali pun"
Danita menarik kepalanya dan menatap rangga kesal, "gak mau nanti aku jadi gendut terus kamu gak mau lihat aku lagi terus kamu milih wanita bertubuh ramping tidak seperti aku sekarang!!" kesal danita memukul dada rangga.
"tapi sayangnya wanita bertubuh ramping itu bukan kamu, jadi aku tidak akan pernah mau!" ucapnya menekan seluruh kata-katanya membuat danita gemas!.
"pokoknya aku mau diet! biar walaupun aku lagi hami tapi tetap bagus badannya!!" danita sudah menggebu-gebu mengucapkannya. sementara rangga? memasang wajah tak setuju.
"kenapa kamu mau melakukan itu?" menatap serius.
"supaya kamu gak kepincut sama cewe bertubuh ramping dan langsing yang sedap di pandang" kekeh dengan kemauannya dengan tatapan jenaka khasnya
"tidak tidak melakukan diet saat hamil itu sangat rentan!, lagi pula dengarkan aku" menangkup pipi danita sampai bibirnya mengerucut lucu. "jangan pernah katakan hal seperti itu lagi, berapa kali aku harus mengatakan kalau aku sangat mencintai mu? pertanyaan mu seperti kamu tidak percaya dengan cinta ku nita" suaranya tenang namun serius.
"bukan seperti itu sayang" menggigit bibirnya menahan gugup di depan tatapan serius rangga "aku hanya takut di luar sana banyak wanita yang menggoda mu, kalau aku jelek pasti kamu bakal tergoda ju– mmph"
Danita membulatkan matanya, rangga menutup mulutnya menggunakan bibirnya dengan cepat dan telak.
"kamu itu jelek sangat jelek tahu?!" menoyor begitu saja jidat danita setelah melepas bibirnya.
"kau yang bilang sendiri kalau kecantikan ku mengalahkan berlian terindah di dunia! aku hanya membenarkan ucapan ku emang kenapa?!" memegang jidatnya, tadinya mau menoyor balik jidat rangga. tapi dia belum siap untuk di usir dari sini.
"jelek, lugu, labil, banyak omong dan manja, tapi kalau manja aku suka"
Danita mengerutkan keningnya dalam-dalam. "ya aku jelek! sana cari wanita yang cantik" berapi-api sudah mata danita.
"kalau aku mau sudah sejak lama aku berselingkuh di belakang mu"
__ADS_1
Ha? apa apa? danita memproses kata-kata rangga.
"jadi kamu selama ini selingkuh di belakang aku?"
Kali ini rangga yang menatap bingung. siapa yang bilang seperti itu?.
"ahh mau pulang ke rumah bapak aja, disini aku tersiksa" otw turun dari pangkuan rangga, tapi tentu saja tidak diizinkan oleh rangga.
"heh! siapa yang bilang seperti itu? memangnya ada kata-kata 'aku selingkuh' di kalimat ku tadi?" menahan danita turun dari sana.
Danita mengerjapkan matanya "enggak ada sih" bodoh!
"kalau aku mau, sudah dari dulu aku selingkuh, kalau aku mau! dengar itu!" menekan kata-katanya, lumayan geram tapi rangga masih sayang kok:).
Danita mengerucut lagi, kan dia jadi malu mana tadi segala bilang mau pulang ke rumah bapak aja lagi. aaa danita ingin menjadi kinder joy saja kali ini. biar mahal gitu.
"yaudah kalo gitu aku mau makan lagi" mengganti topik agar dia tidak terlalu malu.
"hm" hanya mengangguk dan mencari posisi nyaman di punggung kasur.
"mau bakso yang ada cekernya.." kembali bergelayut manja di dada sang suami.
"apa itu?"
"pokonya makanan!" menggerakkan badannya membuat perut buncitnya bergesekan dengan perut rata rangga.
"tidak! makan yang sudah di beri resep dokter, pak tan akan segera menyiapkannya" hendak meraih gagang telepon tapi langsung berenti.
"anakmu gedeg lama-lama makannya resep dokter mulu sekalian aja kertasnya di makan!, orang lagi ngidam ih" memukul kencang dada rangga sampai menimbulkan suara, habis itu dia elus penuh kasihan.
"iya iya sebentar aku panggil pak tan" kembali memegang gagang telepon.
"ngapain? itu beli sayang di pinggir jalan atau gak di tempat restoran gitu"
"Nita kamu mau kasih anak kita makanan pinggir jalan? tidak bakso dengan resep dokter!" tawaran terkahir untuk danita.
Ok danita diam, tapi di kepalanya sedang berfikir. apa rasanya bakso dengan resep dokter? jangan-jangan nanti rasanya pait seperti obat? atau hambar seperti makanan orang sakit?.
Kalau begitu danita tak mau! dia maunya bakso berkuah merah dengan cabai sebagai tambahan dan harumnya menusuk Indra penciumannya.
"bakso dengan resep dokter itu rasanya apa sayang?" menatap dengan mata yang bulat sempurna alias sangat berharap dengan jawab rangga nanti.
"hambar" senyum miring tercetak di wajah usilnya.
"GAK MAU!!!"
huhu kenapa sangat susah mempunyai suami yang seperti ini?.
Bersambung
__ADS_1