Gadis Kecil Pilihan Papa

Gadis Kecil Pilihan Papa
Pertengkaran


__ADS_3

didalam mobil danita tidak berhenti menangis, hatinya sangat sakit dipermainkan seperti itu.


"aku mau pulang" air mata danita tidak berhenti mengalir membasahi pipinya.


"kau tidak boleh pulang" ucap Rangga menatap danita.


"ngapain aku disini, kau kan sedang ada tamu didalam tidak baik meninggalkan tamu" ucap danita terbata-bata.


"itu adalah tamu yang tidak aku harapkan" mengusap air mata danita dengan ibu jarinya, tapi ditepis danita.


"kau sengaja menyuruhku datang ke sini untuk melihat adegan romantismu kan?" danita sudah sangat kesal hatinya tambah sesak saat mengingat kejadian itu.


"romantis apa kau ini, aku menyuruhmu datang kemari untuk makan siang bersamaku"


"tuh udh ditemenin sama wanita itu" ucap danita tambah deras air matanya.


"aku lebih suka ditemani oleh mu" Rangga kembali memegang pipi danita tapi ditepis lagi oleh danita.


"kau jahat" lirih danita menunduk dalam.


"kau telah membuatku jatuh cinta kepadamu, tapi kau malah bermesraan dengan wanita lain apalagi itu mantanmu" ucap danita lirih dengan air mata yang tak berhenti mengalir.


"aku sudah memberikan segalanya dalam diriku sampai mahkota kesucian ku sudah ku berikan untukmu, tapi kenapa kau seperti ini?, aku memang kalah banding dan tidak selevel dengan mantanmu itu, tapi bisakah kau menghargai ku sebagai istrimu?, aku tidak mengharapkan kau mencintaiku aku hanya mengharapkan kau menghargai ku sebagai istrimu, itu saja yang ku harapkan" ucap danita lirih didalam tangisannya.


didalam lubuk hati danita yang paling dalam danita sangat menyayangi Rangga, jantungnya selalu berdetak kencang saat berdekatan dengan Rangga.


"danita semua ini tidak sesuai dengan apa yang kau pikirkan, tadi bunga datang ke kantor dan tiba² dia menciumku" ucap Rangga mencoba menjelaskan ke danita.


"danita percayalah kepadaku bunga tidak lagi memiliki ruang dihatiku, perasaan ku untuknya yang dulu pernah ada sekarang sudah tidak ada lagi" sambung Rangga memegang pipi danita yang sudah banjir oleh air mata danita.

__ADS_1


"buat apa dia kesini?" tanya danita masih menangis.


"aku tidak tau, tapi aku yakin bunga kesini untuk merayu ku kembali, tapi hatiku tidak akan layuh lagi olehnya" jawab Rangga menghapus air mata danita dengan ibu jarinya dengan lembut.


"kenapa kau tadi mala menikmatinya?, bahkan aku memberikan frist kissku untukmu" ucap danita lagi kembali terisak.


"aku tidak menikmatinya, aku hanya diam membiarkannya" jawab Rangga menghapus air mata danita dengan mencium pipi danita yang sudah sangat basah oleh air mata.


"percayalah padaku, aku akan menjaga hati kecilku ini" sambung Rangga.


"tapi aku masih takut" lirih danita.


"danita percayalah kepada ku, aku seorang lelaki dan yang dipegang seorang lelaki adalah janjinya" sebuah perkataan yang membuat hati danita sedikit lega dan tenang.


"yaksoe?" tanya danita dengan bahasa Korea, sambil mengangkat jari kelingkingnya yang mungil.


Rangga mengkerutkan alisnya tidak mengerti dengan bahasa yang danita ucapkan.


"iya aku janji" ucap Rangga melingkarkan kelingkingnya yang berukuran lebih besar dari kelingking danita.


melihat jarinya sangat kecil jika dibandingkan dengan jari Rangga yang melingkar di kelingkingnya membuat danita tersenyum karna lucu melihat jarinya yang kecil itu.


Rangga yang melihat danita tersenyum karna jari kecilnya sendiri ikut tersenyum dan ngeledekin danita.


"kecil banget yah jarinya kalau dibandingin dengan jariku hanya sebesar titik doang" ledek Rangga membuat danita tersenyum malu.


"kecil-kecil gini bisa memuaskan mu" ucap danita mengelak ledekan Rangga.


"selain jarinya yang mungil badannya juga tak kalah mungil, yang membuatku tidak pernah kecewa" ucap Rangga asal sambil mengedipkan sebelah matanya.

__ADS_1


danita langsung membuang muka malu dengan perkataan Rangga.


"jangan macam² aku masih kesel denganmu" ucap danita ketus.


Rangga tidak menghiraukan perkataan danita, tangannya sudah nakal masuk kedalam kemeja danita yang sudah keluar kemana².


"sayang aku lapar, jangan disini" danita berusaha untuk menghentikan tangan Rangga. dan akhirnya berhasil dengan satu cubitan keras ditangan Rangga berhasil melepaskan tangan yang sudah nakal kemana-mana.


"dirumah aja yah" ucap danita lembut sambil membenarkan bajunya.


"cubitan mu cabek yah" ketus Rangga mengelus-elus tangan yang habis dicubit danita.


zan sudah masuk kedalam mobil, zan seperti sudah tau kalau urusan yang didalam mobil sudah berakhir. zan melajukan mobilnya ketempat makan, memang itu tujuan Rangga menyuruh danita ke kantornya bukan untuk mempermainkan danita.


selama di perjalanan Rangga tidak henti²nya menjahili danita. dari menciumi leher mulus danita, meminkan daun telinga danita, tangannya sudah sangat nakal kemana², dan danita berusaha untuk menghentikan perbuatan suaminya itu.


mobil sudah berhenti di tempat makan. Rangga turun sambil menggandeng tangan danita dan diikuti dari belakang oleh zan, selama makan danita terus menyuapi Rangga si bayi besarnya itu. dipojok ada sekertaris zan yang seorang diri memakan makanannya sendiri sambil melihat ke Rangga dan danita yang sedang beradegan romantis. zan melihatnya dengan tatapan datar, dia sudah terbiasa dengan tontonan seperti itu didepannya.


selesai makan mereka bertiga langsung pulang, Rangga tidak kembali ke kantor dan memilih menghabiskan waktunya bersama istrinya dan tentu saja "dikamar". sementara zan akan menyelesaikan pekerjaannya dirumah Rangga.


mobil sudah sampai dikediaman adinata. Rangga langsung menarik tangan danita masuk kedalam rumah, danita hanya mengikuti langkah Rangga yang besar itu dengan perasaan yang was was. dia berfikir dia tidak akan tidur sampe malam.


zan tidak repot dengan perbuatan Rangga ke danita, zan langsung menuju keruang kerja Rangga mengambil leptopnya yang disimpan di ruang kerja Rangga. zan mengerjakan tugasnya dengan santai sambil meminum kopi yang dia buat sendiri.


Note:


sebenarnya kehidupan jomblo lebih asik dari pada kehidupan yang sudah berpasangan. tapi ketika jomblo melihat ada dua insan yang sedang bermesraan didepannya disitulah titik ambyarnya seorang jomblo.


salam jomblo dari author:).

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2