Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
102.Pelayan Itu!


__ADS_3

Setelah pertemuannya dengan Bara dan seorang wanita,yang Bara akui adalah calon istrinya membuat Vero kesal dan mengamuk di  kamar hotelnya.tujuannya kemari selain menjadi seorang model,adalah untuk mendekati Bara.namun lagi-lagi kenyataan pahit yang harus dirinya dapati,seorang wanita berparas cantik yang kini menjadi saingan beratnya.


Siapa wanita cantik itu,dimana mereka bertemu dan sejak kapan keduanya menjalin hubungan.apakah Bara menyembunyikannya,agar aku tidak mengetahui keberadaanya.tidak aku tidak akan membiarkan semua ini terjadi,aku harus memastikannya lagi.bisa saja malam ini Bara hanya menyewanya.


Bara membawa Lily kemabli ke hotel,setelah pertemuannya dengan vero malam ini,hatinya menjadi tidak tenang.melihat kegelisahaan di wajah Bara,Lily mendekatinya dan memeluknya dari belakang.Bara menutup matanya,menikmati pelukan hangat sang kekasih.


“Apa yang kau pikirkan?”


“Setelah pertemuan kita mala mini dengan vero,aku yakin dia akan berusaha mencari tau tentang dirimu,dan menemuimu.dia wanita gila,aku hanya takut dia akan melukaimu lagi,seperti dulu!”


“Aku bukanlah Lily Yang dulu,Lily yang lemah yang bisa dia rendahkan.Lily yang sekarang cukup kuat untuk menghadapinya,kau tenang saja!”


Bara membalikkan tubuhnya,menatap indah mata sang Lily.mengusap pelan pipi Lily dengan penuh sayang.


“Aku tidak akan membiarkan dia menyentuhmu lagi,aku akan melindungi kalian!”


“Aku percaya padamu!”


Lily mendekatkan bibirnya dan mencium bibir Bara,keduanya larut dalam lautan cinta yang memabukkan.ciuman yang mulanya biasa kini berubah menjadi ciuman yang penuh tuntutan,keduanya melepas satu persatu pakaian mereka,menikmati indahnya cinta.sementara Bara dan Lily sedang menikmati kebersamaan mereka,vero memilih menegak minuman beralkohol,agar dirinya bisa memejamkan matanya.


Dua botol minuman keras telah dia habiskan,namun bayangan Bara yang begitu mesra dengan seorang wanita terus menari-nari di kepala vero.membuat kepala vero terasa sakit,dia mengeluarkan amarahnya dengan melepar beberapa benda yang berada dikamarnya.mmebuat kamar itu ,bagaikan kapal pecah.


Vero memilih mabuk agar bisa melupakan kejadian, yang dia lihat dengan mata kepalanya.hingga keesokan harinya sang asisten terkejut mendapati kamar vero yang begitu berantakan,dengan barang-barang yang berserakan dilantai.bau alcohol begitu menyengat dalam kamar vero,membuat sang asisten menghela nafas pelan.dengan sabar sang asisten memindahkan Vero yang tertidur dilantai,ke atas ranjang.kemudian dia menghubungi pihak hotel untuk membersihkan kamar vero.


Setelah 30 menit berlalu,kamar vero kembali rapi.sang asisten dengan setia menunggu vero hingga terbangun.


Apa lagi yang terjadi padamu,bisakah kau berhenti minum minuman keras vero,kau sudah kecanduan miras,dan aku takut akan kesehatanmu.sadarlah vero aku mohon.


Vero membuka matanya,sambil memegangi kepalanya yang terasa berat.dia menatap sekelilingnya,dahinya mengerut ketika mendapati keadaan kamar yang sudah rapi.seinganya kamarnya berantakan karena ulahnya semalam.seperti mengerti akan kebingungan vero,sang asisten bangun dan menghampiri vero yang masih duduk terdiam.


“Aku menghubungi pihak hotel dan meminta mereka, membereskan kekacauan yang kau buat semalam!” 


Vero menatap sang asisten yang menatapnya dengan tatapan datar tanpa ekspresi itu,vero memutar bola matanya,dan membaringkan tubuhnya lagi.


“Kau akan terus tidur disini,dan tidak pergi untuk mengikuti gladi resik?semuanya sudah berada disana,jangan menyia-nyiakan kesempatan emas ini vero!”


“Berisik,katakan aku akan datang sedikit terlambat!”

__ADS_1


Vero bangun dan menuju kamar mandi dengan langkah sempoyongan,membuat sang asisten hanya menggelengkan kepalanya pelan.


Apa yang harus aku lakukan padamu agar kau sadar,bahwa cinta itu tidak bisa di paksakan.meskipun kau bisa memilikinya karena terpaksa,apa kau akan hidup bahagia?


Sang asisten melemparkan tubuhnya disofa,sambil memijit batang hidungnya,hari-harinya begitu berat jika bersangkutan dengan pria yang bernama Bara.vero akan menjadi ceroboh dan hilang kendali,jika menyangkut Bara.setelah menunggu hampir 30menit lamanya,vero telah selesai dengan ritualnya.kini dirinya telah tampil cantik dan modis,dengan balutan dress rancangan salah satu Desainer terkenal.


“Ayo kita pergi!”


Vero meninggalkan sang asisten dan berjalan mendahuluinya,tidak banyak yang di ucapkan oleh sang asisten.setelah sekian lama mengikuti vero,dirinya mulai memahami watak vero yang berubah-ubah.vero menatap Hotel yang berada di hadapannya,berharap Bara akan keluar dan melihat penampilannya yang sungguh sempurna pagi ini.melihat arah mata vero,membuat sang asisten mengerti,dan dengan malas dia melangkah dan membuka pintu mobil.


“Dia sudah pergi 15menit yang lalu,kau tidak akan melihatnya meski berdiri disitu selama satu jam!”


“Kenapa kau tidak mengatakannya,jadi aku bisa mandi dan berdandan dengan cepat!”


“Aku lupa!”


“Kau benar-benar bodoh!”


Sang asisten hanya memutar bola matanya,dia malas berdebat dengan vero yang memiliki emosi meledak-ledak itu.dengan wajah kesal vero memasuki mobil,dan masih mengumapat.sang asisten hanya diam,dan mengacuhkannya.


Susana begitu ramai dengan puluhan model,vero merasakan rasa tidak nyaman pada situasi itu.para model muda dan cantik terlihat memenuhi ruangan,vero berjalan angkuh mencari sang Desainer yang memilihnya menjadi salah satu modelnya.


“Hello vero lama apa kabar?”


“Aku baik-baik saja,sepertinya acara kali ini akan sangat spektakuler,aku melihat banyak model cantik yang ikut berpartisipasi!”


“Tentu saja,mereka adalah model pilihan,dan model muda yang memiliki talenta!”


Vero menjadi kesal mendengar ucapan sang Desainer yang menyebut kata muda,membuatnya sedikit tersinggung.pasalnya dirinya merasa sedikit tua di antara puluhan model yang sepertinya masih remaja.melihat raut wajah vero yang kesal,sang desainer tersenyum .


“Kau juga masih cantik,tidak kalah dari mereka!”


“Kau bisa saja!”


Vero tersenyum puas setelah mendapatkan pujian,membuat sang Desainer tersenyum mengejek,akan sikap vero yang angkuh itu.Gladi resik pun dimulai,para model berlenggang- lenggok di atas catwalk.Lily juga tak ketinggalan,menyaksikan para modelnya berjalan dengan anggun di atas catwalk.dirinya berharap semuanya berjalan dengan sempurna,tatapan vero tidak sengaja bertemu dengan Lily.karena tidak ingin membuat keributan Lily memilih meninggalkan tempat itu terlebih dulu,melihat Lily yang mulai berjalan menjauh,vero berusaha mengejarnya.namun bayangan Lily telah menghilang.


Sial aku kehilangan jejaknya,andai saja aku bisa menangkapnya aku akan bertanya langsung padanya,tentang hubungannya bersama Bara,kenapa hari ini aku sangat sial.

__ADS_1


Setelah mengikuti gladi resik,vero memutuskan kemabli ke hotel.namun di tengah jalan setelah melihat sebuah kafe yang begitu cantik,vero memutuskan mampir.dan sepertinya setelah kesialannya dewi fortuna kini berpihak padanya,pandangannya jatuh pada seorang wanita anggun yang cantik.dan tidak lain adalah wanita yang bersama Bara kemarin malam.


Dengan senyum angkuhnya,vero mendekati Lily yang sedang duduk menikmati jusnya.


“Wow suatu kebetulan yan menguntungkan bagiku,bisa berjumpa denganmu disini!”


Lily menolehkan kepalanya,dan melihat vero telah berdiri disampingnya dengan senyum angkuhnya.Lily menatap vero dengan santai,membuat Vero menjadi kesal dan memilih duduk di hadapan Lily.Vero menatap lekat wajah Lily seperti mengingat sesuatu,Lily yang menyadarinya hanya tersenyum dan menatap balik vero.di menit berikutnya vero terkejut,mengingat siapa wanita yang kini duduk di hadapannya itu.


“Kau..Kau!!”


“Ada apa Nona vero,apa kau mengingat sesuatu?”


Tidak mungkin,tidak mungkin dia pelayan itu.penampilannya sungguh berbeda,dia sungguh berubah.tidak aku pasti salah mengenali orang.


Vero meremas gaunnya di bawah meja,dan masih memastikan ingatannya tentang wajah yan pernah dia kenali.wanita yang kini duduk di hadapannya sungguh mencerminkan wanita yang berwibawa,wajah tenangnya memiliki pesona tersendiri,dan setelah lama menatap Lily satu hal yang bisa vero simpulkan adalah,dia pelayan yang pernah memiliki hubungan dengan Bara.


“Kau,kau pelayan itu?”


“Ternyata ingatan anda sangat payah Nona vero!”


Deg,jantung vero berdetak kencang antara marah,dan terkejut.bagaimana dirinya bisa melupakan wajah cantik dan lugu,yang pernah dia sakiti beberapa tahun lalu.namun mengingat kembali kerapuhannya saat itu,membuat vero tersenyum dan meremehkan Lily.


“Ternyata pelayan kampung,telah berubah menjadi angsa.kau pikir dengan perubahan mu sekarang ini,kau bisa mengalahkan ku?aku akan membuatmu menderita seperti yang pernah kau alami beberapa tahun lalu!”


“Lakukan jika kau berani!”


Vero mengeretkan giginya,dan mengepalkan tangannya.tidak ada ketakutan di wajah Lily,berbeda dengan wajah yang dulu dia kenal.vero bangun dari duduknya dan mendekati Lily,menunduk dan menempelkan pipinya di pipinya.


“Aku sangat kejam,tidakkah kau ingat  dengan apa yang pernah aku lakukan padamu,bahkan sekarang aku bisa lebih menyakitimu.jadi semasih aku bersikap baik padamu,jauhi Bara dan pergilah sejauh-jauhnya darinya!”


Lily melirik vero yang menatapnya dengan tatapan permusuhan,Lily tersenyum dan bangun dari duduknya.mensejajarkan tubuhnya yang ramping dengan tubuh vero,entah kenapa mendapat tatapan yang tenang dan dingin dari Lily membuat tubuh vero menegang .


“Aku juga bisa menyakitimu lebih dari kau tau vero,jangan samakan aku dengan gadis lugu yang kau perlakukan semaumu itu.kalau kau tidak percaya,apa kau mau mencobanya  sekarang?”


Lily menegakkan kembali tubuhnya dan tersenyum meremehkan,vero yang tidak bisa menahan amarahnya,mengangkat tangannya dan ingin menampar Lily.gerakan tangannya terhenti,Lily mencekal tangannya dan menghempaskannya sekuat tenaga.saat vero kehilangan keseimbangan Lily menampar keras pipi vero,hingga membuatnya tersungkur.


“Kau..!!!”

__ADS_1


__ADS_2