
Emosi telah menguasai pikiran dan hati Bara,hingga air mata dan permohonan Lila tak menghentikan aksinya malam ini.Bara bak binatang yang kelaparan dan kehausan.Lila tidak mampu melawan ataupun mencoba melarikan diri dari cengkeraman Bara.
Pakaian yang Lila kenakan telah terlepas dari tubuhnya,memperlihat kemolekan dan keindahan tubuhnya.nafsu merasuki jiwa Bara,ia mencium kasar bibir Lila.Bara menyusuri setiap jengkal tubuh Lila,sambil melepaskan pakaian yang masih menempel ditubuhnya.Lila hanya bisa menangis dan meratapi nasibnya.Bara memaksakan kehendaknya pada tubuh Lila,ketika Bara berhasil melakukan penyatuan,tubuhnya membeku ketika mendapati kenyataan bahwa dirinya adalah pria pertama bagi Lila,semua prasangka yang ada di kepalanya kini menghilang.sifat posesif dan memiliki menguasai dirinya.malam itu menjadi malam yang panjang bagi mereka berdua,Bara melakukan penyatuan berulang kali hingga ia merasakan kepuasan yang luar biasa.Lila tak melakukan perlawanan lagi,ia membiarkan pria yang teramat ia cintai,serta pria yang membuatnya kecewa dan hancur malam ini melakukan apa yang dia mau.setelah percintaan mereka,Lila membaringkan tubuhnya membelakangi Bara.Lila meneteskan air mata kecewa,punggungnya bergetar menahan isak tangisnya.
Bara memeluk Lila dari belakang,dapat Bara rasakan isakkan tangis Lila yang begitu menyayat hati.namun Bara tak menyesal dengan apa yang ia lakukan,ia berjanji pada dirinya akan menikahi Lila setelah kejadian malam ini.
“Maafkan aku Lila,aku mencintaimu!”
Bara mengecup kening Lila yang tertidur karena kelelahan.Bara tersadar akan sesuatu,ia melihat telapak tangan dan siku Lila yang berdarah,darah yang telah mengering karena terlalu lama dibiarkan begitu saja.Bara meneteskan air matanya,dirinya tak menyangka ia akan menyakiti Lila seperti ini.Bara turun dari ranjangnya,memakai celana yang tergeletak begitu saja dilantai.Bara mengambil kotak P3K yang ada di laci mejanya, Bara mengobati luka sobek yang terdapat di telapak tangan dan sikunya.Lila mengernyitkan dahinya ketika obat itu di oleskan di lukanya,setelah itu Lila tertidur lagi.
Bara menatap sayang wanita yang kini terlelap tanpa busana itu,jejak kepemilikan Bara terlihat jelas ditubuh polosnya.Bara menyesali perbuatannya,emosi menguasainya dirinya.Bara menaiki ranjang dan mendekap tubuh Lila,ia memejamkan matanya menyusul Lila dalam mimpi indah.menjelang subuh,Lila terbangun dari tidurnya.ia merasakan tangan kekar melingkar erat diperutnya,Lila meneteskan air matanya jika mengingat perlakuan Bara malam ini.
“Aku bahagia kau adalah pria pertama bagiku,namun aku kecewa padamu kak,kau seakan tak mempercayaiku dan hal itu menyakiti hatiku!”
Lila terisak dalam diamnya,ia memandangi wajah tampan yang tertidur lelap disampingnya.perlahan dan dengan penuh ke hati-hatian,Lila turun dari ranjang mengambil pakaiannya,dan kemeja Bara karena pakaiannya telah sobek akibat kemarahan Bara.setelah puas memandangi wajah Bara,Lila meninggalkan Bara sendirian di apertemennya.dalam dinginnya malam yang akan segera terganti dengan pagi,Lila tak tau harus kemana,ia belum siap bertemu keluarga Danuarta,terlebih lagi Bara.Lila meratapi nasibnya ,yang ada dipikirannya sekarang adalah meninggalkan apartemen itu sejauh mungkin.Lila menaiki mini bus dan pergi ke pinggiran kota menenangkan hati dan perasaannya.
Cahaya matahari yang masuk ke apartemen mengganggu tidur Bara,dengan enggan dan terpaksa ia membuka matanya.perlahan ia mengedarkan pandangannya mencari sosok sang kekasih,namun sosoknya tidak terlihat dikamar itu.dengan cepat Bara bangun dan turun dari ranjang,ia mengecek semua sisi apartemennya meski hati dan perasaannya cemas,Bara mencoba meyakinkan dirinya bahwa Lila masih berada di dalam apartemennya.
“Lila!Lila!,,Sayang!”
Bara berteriak memanggil nama Lila,semua ruangan telah Bara periksa,ketika pandangannya terarah kemejanya yang sudah tidak ada,dan tas Lila yang sudah tidak ada dilantai.Bara yakin Lila telah meninggalkan apartemennya,dengan perasaan gelisah serta takutnya.Bara berusaha menghubungi Lila,suara dering ponsel Lila berbunyi dalam ruangan.Bara mencari keberadaan ponsel Lila dan mendapatinya tergeletak begitu saja dilantai,dengan cepat Bara mengambil kemeja di lemarinya,memakainnya dan pergi mencari Lila,berharap sang kekasih belum jauh dari apartemennya.
Hampir satu jam Bara berkeliling mencari keberadaan Lila,dengan frustasi Bara akhirnya ke rumah berharap Lila telah kembali.sesampainya di rumah,Bara masuk kedalam rumah dan langsung menuju kamar Lila.sang ibu yang melihat kedatangannya yang terlihat cemas,menjadi heran akan tingkah Bara yang tak biasanya.Bara membuka pintu kamar Lila,dan mencarinya di setiap ruangan namun nihil.Bara kembali keruang tamu dan melihat sang ibu sudah menatapnya tajam.
“Katakan Bara,ada apa?”Apa kau kehilangan sesuatu?”
Nyonya Santika menatap curiga ke arah putranya,yang terlihat kacau.Tuan Danu menuruni tangga dan melihat keduanya sedang adu pandang,membuatnya heran.
__ADS_1
“Ada apa ini?”
Nyonya santika dan Bara menolehkan kepala,ketika mendengar suara Tuan Danu.
“Entahlah Pa,coba perhatikan putramu?”
Tuan Danu menatap heran ke arah Bara,yang terlihat kacau dan acak-acakan itu.
“Bara!”
Suara Tuan Danu meninggi,perasaannya mengatakan ada sesuatu yang terjadi.mendengar suara Tuan Danu yang menggema membuat Han yang masih berada di dapur,bangun dan menuju ruang tamu.dilihatnyakedua orang tua angkatnya sedang menatap Bara yang diam membeku di tempatnya.
“Apa Lila pulang ke rumah Ma?”
“Harusnya Mama yang bertanya padamu,kemana Lila,kenapa kau tidak kembali bersamanya ?”
“Apa yang kau lakukan pada Lila?”
Deg,,Bara menelan ludahnya,mulutnya tertutup rapat,ia tak berani mengatakan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka.ia yakin sang ibu akan murka setelah ini.
“BARA ANDARA DANUARTA!”
Nyonya Santika yakin ada sesuatu yang putranya coba sembunyikan darinya.
“Maafkan Bara Ma,,Bara salah Ma!”
Bara berlutut dihadapan kedua orang Tuanya membuat sang ayah dan ibu,saling melempar pandangan.sedangkan Han masih diam berdiri dan menjadi penonton.
__ADS_1
“Katakan dengan jelas Bara?”
Ucap sang ibu yang mulai tak sabar,Tuan Danu menghampiri sang istri dan mencoba menenangkannya.
“Katakan Bara,jangan membuat kami bingung!”
Dengan penuh keberanian,Bara menceritakan semuanya.menceritakan kejadian demi kejadian tanpa ia kurangi dan ia lebihkan .Han dan Tuan Danu menahan emosinya,mendengar pengakuan Bara yang berani dan jujur,namun berbeda dengan sang ibu yang langsung murka.
“PPLLAAKKK”,,suara tamparan yang begitu keras dan bertenaga melayang dan mendarat di pipi Bara.
“Ibu tidak pernah mengajarkanmu,bertindak kurang ajar Bara!,meskipun di matamu Lila salah seharusnya kau meminta penjelasan padanya,kau membuat ibu kecewa Bara!”
Makian, serta tangisan sang ibu yang begitu memilukan menambah rasa bersalah di hati Bara.Han datang menghampiri Bara,mengangkat tubuhnya menatap penuh kecewa ke arahnya,dan satu bogem mentah Han berikan ke wajah dan perutnya.Bara menerima semua perlakuan keluarganya hari itu,ia tidak membela dirinya sama sekali.Tuan Danu menutup mata akan apa yang Han lakukan pada Bara.
Tuan Danu hanya bisa menenangkan sang istri dengan pelukan,tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang,selain mencoba mencari keberadaan Lila.
“Han kerahkan semua anak buah mu, dan anak buah Papa,sebar mereka kesemua arah,pastikan mereka menemukan Lila!”
Tuan Danu menatap sang putra,yang kini begitu menyedihkan.
“Papa ingin kau bertanggung jawab dengan apa yang kau lakukan hari ini,dan ingat kami belum memaafkan mu!”
Tuan Danu pergi meninggalkan ruang tamu,dan membawa sang istri yang terlihat lemah.Han mendekati Bara dan mengulurkan tangannya,mencoba membantu Bara untuk berdiri.Bara menatap Han yang kini dihadapannya.Han bisa melihat penyesalan yang teramat dalam dimata Bara,namun menurut Han Bara tetap salah dalam hal ini.
“Jangan terpuruk disini,ayo kita cari bersama-sama!
Han memeluk Bara,menyalurkan kekuatan agar Bara mampu menjalani cobaan yang sedang menunggu di depan mata.
__ADS_1