Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
92.Tangisan Pilu Natalia


__ADS_3

Han masih diam di dalam ruang tunggu,menunggu reaksi dari Ayah dan Anak yang kini masih terduduk lemah.dapat Han lihat rasa tidak percaya pada wajah Natalia,dan sang Ayah.


“Seharusnya kau tidak melakukan hal sampai sejauh ini Nona Natalia!”


Natalia mengangkat kepalanya dan menatap Han,begitu juga dengan sang Ayah yang penasaran dengan apa yang akan Han ucapkan.


“Meskipun dimalam itu kau berhasil memberi Tuan Bara obat perangsang,apakah kau yakin dia akan mencari mu?.tidakkah kau memahami,dan melihat reaksi Tuan ketika berada di antara para wanita yang di bencinya!”


“Bagaimana kau tau,aku memberi obat perangsang padanya.dan waktu itu aku yakin telah memasuki kamarnya!”


“Kau memang benar,kamar itu aku sewa untuk Tuan Bara.namun aku memberikannya,pada seorang pria yang mabuk malam itu.dan Tuan Bara,dia meninggalkan pesta saat kau berusaha merayunya!”


Apa maksudnya,apa minuman kami  tertukar? 


“Benar sekali,kau melihat Tuan Bara menghabiskan minumannya.dan kau berfikir dia telah dipengaruhi obat yang kau beri.tapi dugaan mu salah Nona,aku menukar minumannya dengan minuman yang aku berikan padamu!”


“A..apa!”


“Jangan pernah mencoba berbuat licik Nona,dan anda sebagai Ayahnya seharusnya mencoba menghentikan,tindakan bodoh putrimu.bukan sebaliknya malah mendukungnya,untuk kepentingan mu!”


Han melemparkan sebuah kartu nama di meja,Tuan Ali menatap kartu nama dan Han secara bergantian.


“Pria itulah yang telah tidur bersama putrimu,dan sebaiknya kau mencarinya sebelum hal yang tidak kalian inginkan terjadi.jangan memaksakan keinginanmu dengan cara bodoh!”


“Dan anda Tuan Ali,jangan menghakimi putrimu setelah ini.karena semua ini tidak akan terjadi jika anda bisa menghentikan tindakannya yang konyol.belajarlah menerima kenyataan!”


Han bangun dan meninggalkan keduanya,tangis Natalia pecah dirinya sungguh malu dan tida percaya dengan yang terjadi.sementara Tuan Ali meresapi semua yang dikatakan Han padanya,dia mengusap wajahnya dan menatap sang putri yang begitu hancur hari ini.Tuan Ali memeluk putrinya yang bernasib malang,jika saja dirinya tidak egois dan menjadi ayah yang baik,mungkin hal ini tidak akan terjadi pada putri kesayangannya.


Maafkan Ayah Natalia,Ayah tidak bisa melindungi dan menjadi Ayah yang baik untukmu.andai saja Ayah tidak memaksamu dan mendukungmu, mendekati Bara dengan berbagai cara,mungkin hal yang menyakitkan ini tidak akan terjadi padamu.maafkan Ayah.


Tuan Ali membiarkan sang putri menangis di pelukannya,tangisan pilu Natalia begitu menyayat hatinya.tanpa dia sadari air matanya mengalir,tidak tahan mendengar kesedihan sang putri.


“Maafkan Ayah Natalia,jika bukan karena Ayah hal ini tidak akan terjadi padamu.Ayah akan menemukan pria tersebut dan meminta pertanggung jawaban darinya,Ayah berjanji akan menemukannya untukmu!”

__ADS_1


Tangisan Natalia kian menjadi,mendengar ucapan sang Ayah.sementara di luar pintu Han masih berdiri,dan belum meninggalkan tempat itu.Han meminta stafnya untuk membiarkan dua manusia yang masih berada didalam ruang tunggu tersebut.beberapa kali Han menghirup dan mengeluarkan nafasnya,apa yang dia lihat dan dengar cukup menggugah hatinya.Tuan Ali yang di anggapnya sedikit serakah,masih memiliki rasa sayang dan simpati pad sang putri.


“Bagaimana,apa mereka sudah pergi?”


Han menggelengkan kepala mendengar pertanyaan Bara,Han menyandarkan punggungnya ke sofa sambil memijat keningnya yang terasa penat.Bara mengangkat sebelah alisnya,dan menatap Han lekat.


“Pulanglah jika lelah,aku tidak ingin dikatakan sebagai Bos yang kejam!”


“Kau memang kejam!”


Bara melempar bantal ke arah Han,yang begitu tepat mengenai kepalanya.Han menatap kesal ke arah Bara,yang hanya tersenyum menampilkan deretan gigi putihnya.


“Biarkan aku libur hari ini,jangan menghubungiku kau mengerti.hari ini aku akan mengambil hak cuti ku, yang tidak pernah kau berikan selama ini!”


“Baiklah pergilah,lakukan apa yang membuatmu senang hari ini.aku meliburkan mu 1 hari full!”


“Ini sudah siang!”


“Dari siang sampai malam,kau bebas dari jam kerja.pergilah!”


“Carilah seorang kekasih,jadi di akhir pekan kau bisa menikmati libur mu!”


Terlintas sebuah ide di kepala Han,sebuah senyum jahat muncul di bibirnya,membuat Bara mengerutkan kening.


Aku akan membuatmu uring-uringan siang ini,lihatlah apa kau akan lakukan.Hehehehe,,tunggulah pembalasanku bocah sialan.


“Terimakasih atas saran mu Bos,hari ini aku akan berkencan!”


Bara mengernyit bingung dengan ucapan Han,yang tumben menyebutnya dengan panggilan Bos.


Bos,kencan?apa iya anak itu telah memiliki kekasih. Baguslah jika dia sudah memiliki kekasih,kasihan jomblo akut hehehe..


Bara melanjutkan pekerjaannya,setelah makan siang dengan makanan yang dipesankan oleh Han.dia begitu tidak sabar akan hari yang berganti dengan malam,dengan begitu dirinya bisa bertemu sang kekasih yang semakin sibuk sekarang ini.

__ADS_1


****


Setelah kembali dari gedung Sky Group,Natalia memasuki kamar dan mengunci dirinya.tangisnya pecah,dirinya mengutuk kejadian malam itu.dulu dirinya tidak akan menyesali perbuatannya,namun sekarang dirinya sungguh menyesali perbuatannya.kenapa dirinya bisa sebodoh itu,tidak menyadari bahwa Han selalu berada disisi Bara.


Sial,aku ingin menjebak Bara,tapi kenapa aku yang harus terjebak dalam situasi ini.lalu siapa pria yang tidur bersamaku itu?,tidak,aku tidak ingin mengetahui apapun tentang pria itu.aku akan melakukan apapun untuk berada disisi Bara,tapi aku tidak bisa melakukannya sekarang .dia pasti menjauhiku,apa yang harus aku lakukan! 


Natalia mengeluarkan amarahnya,dia melempar semua barang yang ada didalam kamarnya.kepedihan terlihat jelas di wajah cantiknya,karena terlalu lelah menangis,dan menguras begitu banyak tenaganya,membuat Natalia tertidur pulas.


Diruang kerja sang Ayah, berusaha mencari informasi tentang pria yang telah tidur dengan putrinya.beberapa kali Tuan Ali terlihat menghirup dan mengeluarkan nafas beratnya,setelah mengetahui jati diri sang pria,yang hanya bekerja sebagai staf di sebuah perusahaan kecil.


Apakah aku harus meminta pertanggung jawaban dari pria yang tidak memiliki masa depan ini,apa yang akan dia berikan pada putriku,jika mereka menikah.gajihnya tidak  seberapa,dibanding pengeluaran Natalia,apa yang harus aku lakukan!


Tuan Ali menatap nanar ponselnya,menatap foto pria muda yang mau tidak mau harus bertanggung jawab pada putrinya.sebagai seorang Ayah dirinya tidak ingin sang putri menderita,namun bagaimana jika sang putri hamil di luar nikah.keluarga maupun sang putri akan merasakan malu yang luar biasa.


Karena bingung harus mengambil keputusan yang seperti apa,Tuan Ali memejamkan matanya dan mengistirahatkan pikirannya.terlebih lagi,maslah ini belum diketahui oleh sang istri,yang diyakininya akan menghakimi dirinya dan sang putri.mengingat itu semua membuat kepala Tuan Ali serasa pecah,semua konsentrasinya teralihkan.membuat dirinya memutuskan untuk merendam dirinya dengan air dingin,agar pikirannya jernih dan bisa mengambil keputusan yang tepat untuk sang putri.


****


Han terlihat begitu gagah hari ini,setelah keluar dari gedung Sky Group,dia mengganti pakaiannya dengan setelan yang lebih santai.tidak seperti Han yang biasanya,sore itu di tampak tampan dengan pakaian formal,Lily yang melihat sang Kakak tersenyum manis dan melambaikan tangannya.


Beberapa menit lalu setelah meninggalkan kantor,Han mengetikkan sesuatu pada Lily.dan disinilah mereka sekarang,di sebuah taman hiburan yang memang ingin sekali Han kunjungi bersama Lily beberapa tahun lalu,saat Lily masih menjadi seorang pelayan.


Mereka terlihat seperti pasangan kekasih,beberapa pasang mata terus memperhatikan mereka,namun Han dan Lily tidak menghiraukan mereka.Han dan Lily mencoba beberapa wahana,yang menurut mereka seru untuk di coba.sebelum mereka mencoba menaiki wahana tersebut,tidak lupa Han mengambil gambar dirinya dan Lily.


Lily yang hari itu tampil sederhana,namun tetap pada pesonanya tersenyum cantik ke arah kamera.bahkan berpose dengan beberapa gaya cantiknya,dan Han pun tidak mau kalah.setelah puas mengambil berapa gaya foto,Han memilih beberapa gambar yang menurutnya bagus,dan dia kirim kepada Bara.  


Kita lihat bagaimana reaksi mu setelah ini,aku yakin tanduk mu akan keluar  dan kau akan berteriak Hahahaa,,aku tidak sabara menantikannya Bara.


“Tinngg”


Suara pesan masuk ke ponsel Bara,dengan cepat Bara mengambil ponselnya dan mengerutkan kening melihat siapa yang mengiriminya pesan.dengan sedikit malas Bara membuka pesan dari Han,Bara berdiri dari duduknya dan melototkan matanya melihat isi pesan Han.


“Brengsek Kau Han!!”

__ADS_1



__ADS_2