Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
109.Malu


__ADS_3

Bara dan Han menatap kesal Lily dan sang pelayan,mala mini Lily benar-benar mengerjai mereka habis-habisan.Lily hanya bisa tersenyum tanpa dosa.


Sial hilang sudah martabat ku dimata Lily dan pelayan itu,bisa-bisanya aku takut pada hantu,yang tidak nyata itu.mau di taruh dimana wajahku ini,dasar Lily usil,,


Kenapa kau harus mengerjai kami seperti ini sayang,aku sangat malu,dan si Bibi juga dari mana dia bisa mendapat keberanian itu untuk mengerjai kami.awas kau Lily,aku akan memberi mu hukuman.


“Khem,,Maafkan kami,maafkan keisengan kami berdua,tidak akan aku ulangi lagi janji!”


Lily mengangkat jari kelingkingnya,sambil memperlihatkan wajah memohonya,yang dia buat seimut mungkin.membuat Bara yang melihatnya,tidak bisa menyembunyikan rona merah di wajahnya,tatapan Lily bak seekor anak kucing,membuatnya benar-benar gemas.


“Maafkan Bibi Tuan,Bibi hanya menjalankan perintah Non Lily.Bibi kira kalian tidak akan takut pada hantu,eh,,taunya kalian ketakutan setengah mati Hehehe,,!”


“Khem,kami tidak takut Bibi,kami hanya terkejut.kok bisa-bisanya rumah semewah ini ada hantunya!”


“Bener Bi,kami hanya terkejut,kami tidak takut sama sekali!”


“Tapi wajah Tuan sudah sangat pucat lho,kalau tidak takut kenapa Tuan Bara sama Tuan Han,saling peluk segala!” 


“Itu karena kami reflek Bibi!”


“Bukan karena takut kan Tuan!”


Wajah Bara dan Han memerah kerena malu,keduanya tidak bisa menampik lagi,kalau sebenarnya keduanya memnag sempat ketakutan.Lily bahkan tidak bisa menahan tawanya,melihat sang kekasih dan kakaknya terpojokkan oleh ucapan sang Bibi pelayan.


Awas kau Lily,kau membuatku kehilangan muka di hadapan pelayanmu,hilang sudah wibawa ku karena ulah mu,,


Kau adik yang durhaka,bisa-bisanya kau membuat wajah kakakmu ini malu dihadapan seorang pelayan.dapat ide darimana kau untuk mengerjai kami.


“Lain kali jika ingin nonton bareng,kita nonton Film horor bareng-bareng biar seru,iya kan Bi!”


“Benar itu Non!”


“Tidak!!”


Lily dan sang Bibi terkejut mendengar jawaban Bara dan Han,yang cukup serempak.semakin membuat tawa Lily dan sang Bibi menggema,karena kesal Han melirik Bara dengan tatapan jengahnya,karena idenyalah yang ingin menonton film Horor.


“Ini semua karana dirimu,coba dari awal kita putuskan menonton film aksi atau laga,kejadiannya tidak akan seperti ini!”


“Kenapa jadi menyalahkan ku,kau sendiri yang bilang padaku,kalau kau tidak takut hantu!”


“Lantas bagaimana denganmu,kau bahkan memeluk leherku dengan erat sampai aku tidak bisa bernafas!”


“Itu,,itu karena aku mencari perlindungan!”


Melihat sang kekasih dan sang kakak berdebat lagi,Lily meminta sang Bibi meninggalkan ruangan.setelah memastikan sang Bibi hilang dibalik ruangan,Lily berjalan mengendap menuju saklar yang terpasang didinding.dengan senyum jahilnya Lily mengerjai keduanya untuk yang kedua kali.”Tek”semua lampu mati,ruangan menjadi gelap gulita.


“Lily!!!”

__ADS_1


“Hahahaha,,!”


Lily meninggalkan keduanya dengan perasaan senang,karena berhasil mengerjai keduanya malam ini.sikap konyol keduanya yang hanya dirinya dan sang Bibi yang mengetahui,siapa sangka di balik sikap  mereka yang dingin dan terlihat tidak takut dengan apapun,ternyata memiliki sisi konyol dan penakut.


Han memilih ke kamarnya,sedangkan Bara menuju kamar Lily.dengan wajah kesal Bara menghampiri Lily,yang sedang menyisir rambutnya.wajah cantiknya terlihat jelas di pantulan cermin,Bara berjalan dengan wajah kesal dan duduk dipinggir ranjang menatap Lily.melihat sang kekasih yang masih diam,Lily meletakan sisirnya,dan menatap Bara dengan lembut.


“Maaf,tapi tadi itu sungguh lucu!”


Lily berusaha menahan tawanya,ketika mengingat kejadian beberapa menit lalu.yang membuatnya menahan tawa mati-matian.


“Kau senang melihat kekasihmu dan kakakmu terlihat konyol di hadapan orang lain!”


“Tentu saja tidak,kan hanya aku dan Bibi!”


“Kau membuatku kesal Lily,mau di taruh dimana wajahku ini,aku sangat malu pada Bibi!”


“Ternyata calon suamiku ini takut pada hantu,aku pikir kau tidak takut pada apapun!”


“Lily!!”


“Iya,,iya,,maafkan hamba Tuan Muda!”


Bara tidak bisa menahan kesal  dan senyum di wajahnya,dengan kesal dia menarik tubuh Lily dan memeluknya layaknya sebuah bantal guling.keduanya tertawa dan saling menggelitik,hingga keduanya merasa kelehaan.Bara memeluk Lily dalam dekapannya,keduanya melewati malam yang menyenangkan itu.


Beberapa menu sarapan telah tersedia di atas meja,Lily dan sang pelayan menyiapkannya beberapa menit sebelum Han dan Bara keluar dari kamar.wajah keduanya merah karena malu,jika mengingat kejadian semlaam.membuat sang Bibi yang melihat wajah keduanya,mengerutkan dahi.


“Apa Tuan Bara dan Tuan Han demam?”


“Kalian demam,wajah kalian merah.Lily panggilkan Dokter ya!”


Tidakkah kau sadar Lily,kami bukanya demam tapi kami malu karena kejadian semalam.bisakah kau menghapus kejadian semalam,dari ingatanmu dan pelayanmu ini,,


Kami bukan demam Lily sayang,tapi kami malu dengan kejadian semalam.kenapa kau begitu tidak peka,bagaimana jika pelayanmu menceritakan kejadian semalam kepada orang lain,wibawa calon suamimu ini bisa jatuh,,  


“Kami tidak demam,hanya sedikit panas!”


“Iya,Han benar cuacanya lumayan panas!”


Bahkan ini masih pagi,bagaimana bisa kalian bilang cuacanya sangat panas.


Lily melirik sang Bibi yang masih mengatur beberapa menu,sang Bibi yang mendapat tatapan dari Lily,hanya bisa mengangkat kedua  Bahunya. Setelah acara sarapan selesai,Lily sedang bersiap-siap dikamarnya.kesempatan itu digunakan oleh Bara,menemui sang pelayan yang sedang berada di rumah belakang.


Setelah selesai sarapan Han menyelinap mencari keberadaan sang pelayan,disinilah dia sekarang di taman belakang bersama sang Bibi.melihat wajah Han yang begitu serius,membuat sang Bibi mengerutkan dahi bingung.


“Ada apa Tuan Han!”


“Bibi tolong kejadian semalam jangan di ceritakan kepada orang lain,cukup hal itu menjadi rahasia kita berempat!”

__ADS_1


Terlihat sang pelayan diam dan berpikir,mengingat kejadian apa yang terjadi semalam.beberapa menit kemudian wajah sang Bibi yang mulanya kebingungan,tersenyum cerah menatap Han.


“Jangan cerita kalau Tuan Han takut pada hantu!”


“Sttt,,jangan keras-keras Bibi,nanti ada yang dengar!”


“Maaf Tuan Han!”


“Semalam aku  hanya reflek saja,aku tidak takut pada apapun Bi,,Bibi lihat wajahku yang tampan ini,mana mungkin wajah setampan ini takut pada hal seperti itu!”


“Benar sekali,Tuan Han sangat tampan.kalau begitu bolehkah Bibi mencubit kedua pipi anda,Bibi akan jaga rahasia ini!”


Han ternganga mendengar permintaan sang Bibi,mau tidak mau dirinya harus rela kedua pipinya di cubit oleh sang Bibi.dengan pasrah Han  menganggukkan kepalanya,terlihat sang Bibi begitu antusias bisa menyentuh kedua pipi pria tampan di hadapnnya.Dengan gemas sang Bibi mencubit dan memainkan pipi Han,sementara Han hanya bisa pasrah menerimanya.


“Tuan Han sangat tampan dan imut,nanti kalau menikah anak-anaknya pasti cantik dan tampan!”


“Bisakah sekarang Bibi melepaskan pipiku,aku harus berangkat kerja!”


Han bernafas lega setelah kedua pipinya terlepas dari tangan sang Bibi.


Hah,,pipiku yang aku jaga dengan baik,kau ternoda oleh seorang Bibi.ini semua karena ulah adik yang durhaka itu,awas kau Lily,kakak akan akan membalas mu.


Han meninggalkan sang pelayan yang masih berdiri di tempatnya dengan senyum senang,Bara melihat Han muncul dari taman belakang.membuatnya sedikit penasaran,apalagi melihat Han yang berjalan sambil  mengusap kedua pipinya.


“Kau darimana saja,ada apa dengan kedua pipimu?”


“Tidak apa-apa,aku akan berangkat duluan!”


Han meninggalkan Bara begitu saja,sedangkan Bara masih berdiri dengan kebingungan.di tengah pikirannya yang sedang menerka-nerka,munculah sang pelayan yang dia cari keberadaannya.melihat Bara yang diam sambil menatap kepergian Han,membuat sang pelayan menghampirinya.


“Ada yang bisa saya bantu Tuan Bara!”


Bara menolehkan kepalanya,dan melihat sang pelayan telah berdiri di belakangnya,dengan senyum manisnya.membuat Bara menjadi salah tingkah,karena tidak tau harus memulai darimana.


Apakah Tuan Bara mencari ku dengan tujuan yang sama seperti halnya Tuan Han?bisa jadi,kalau begitu sebuah keberuntungan bagiku hehehehe,,


“Apa tujuan Tuan Bara datang menemui saya,sama seperti Tuan Han?”


Bara mengangkat sebelah alisnya,tidak mengerti dengan ucapan sang pelayan.mengerti jika sang Tuan tidak mengerti dengan ucapannya,sang pelayan mendekat,dan membisikkan sesuatu di telinga Bara.Setelah membisikkan sesuatu di telinga Bara,sang pelayan menatap Bara,dengan malu-malu Bara menganggukkan kepalanya.


“Tuan Bara tenang saja,Bibi akan menjaga kerahasiaan kalian berdua!”


Bara bernafas lega mendengar ucapan sang pelayan,namun terkejut di detik berikutnya,setelah mendengar ucapan sang pelayan.


“Bolehkah Bibi,mencubit kedua pipi Tuan Bara?Bibi janji akan menjaga rahasia ini!”


Bara seakan tidak percaya,dengan apa yang dirinya dengar.tanpa menunggu jawaban dari Bara,sang pelayan mencubit dengan gemas kedua pipi Bara.setelah mendapatkan apa yang dia mau,sang pelayan kembali ke rumah utama dengan senang.sementara Bara muncul dengan wajah kesal.

__ADS_1


Jika kau bukan wanita yang berumur setengah abad,akan aku pastikan kau terlempar di kolam.bisa-bisanya kau mencari kesempatan untuk menyentuh pipi kami yang berharga,tapi tidak apa-apa bukan hanya diriku korban disini,ada Han yang pastinya begitu kesal.karena selain Mama,tidak ada yang berani menyentuh pipinya,dan kau adalah wanita pertama Bibi.Hehehehe,,, 


 


__ADS_2