
Kehamilan Lily sudah memasuki bulan ke 9,semua persiapan telah disiapkan secara matang.dari rumah sakit serta perlengkapan lainnya,Lily juga mulai sering merasakan sakit serta kontraksi palsu.melihat kejadian itu Bara tidak pernah jauh dari Lily,bahkan dirinya hanya datang sesekali saja ke kantor jika ada urusan mendadak,semuanya dia limpahkan kepada Han untuk sementara.Bara ingin menemani Lily dalam proses persalinannya kali ini.
Setiap pagi Bara akan menemani Lily jalan pagi,semua Lily lakukan untuk mempermudah jalannya proses persalinannya nanti.Bian masih menikmati liburan semesternya bersama Diego di Villa keluarga,Han yang super sibuk bahkan hanya akan terlihat di malam hari ketika makan malam.Rumor tentang dirinya dan Bara pun lambat laun terlupakan,namun masih ada juga yang menggosipkan dirinya dikantor.Han tak menghiraukannya,bahkan itulah yang dirinya inginkan.
Melihat Han yang terus bekerja,Bara ingin mencarikannya sekertaris,agar bisa membantunya menangani semua pekerjaan di kantor.namun Han memilih mengerjakannya sendiri,daripada pusing dan harus mengajari orang baru lagi.beberapa kandidat telah Bara dan Tuan Danu berikan,namun tak satupun yang sesuai dengan keinginannya.
“Orang seperti apa yang kau inginkan,di dunia ini tidak ada sekertaris sempurna Han!”
“Aku akan mencarinya dan memilihnya sendiri,fokuslah menjaga dan menemani Lily.sekarang Lily lebih membutuhkanmu,dia butuh dukungan serta hadirnya dirimu.jadi jangan memikirkan diriku!”
“Baiklah jika itu pilihanmu,tapi jangan mengeluh pada istriku.kau tau kan dia seperti apa?,dia akan memberiku ceramah panjang lebar,karena membuatmu menderita dengan segala pekerjaan kantor!”
“Hahaha,,ternyata dia sangat perhatian padaku,bagaimana jika Lily menjadi sekretaris ku, setelah dia melahirkan putrimu?”
“Bocah tengik,jangan berani memikirkannya.aku akan membunuhmu jika kau merealisasikan keinginanmu itu!”
“Semuanya tergantung pada Lily bukan?”
“Bhukk,,bhuukk”,,Bara melempar semua bantal yang berada di sampingnya kearah Han, melihat kekesalan Bara adalah suatu kesenangan baginya,bisa membuat Bara kesal akan membuat pikirannya menjadi sedikit rileks.
“Hentikan sayang,kau menyakiti kak Han!”
Melihat kedatangan Lily,Bara dengan segara beranjak dari duduknya dan menghampiri Lily.memapahnya dan membatunya duduk di sofa,melihat Lily yang sedikit kesusahan membuat Han tidak tega melihatnya.namun kemabli lagi sudah kodrat wanita untuk mengandung dan melahirkan,namun melihat kebahagiaan di wajahnya membuat Han ikut bahagia.
“Apa kau merasakan sakit dan mulas lagi?”
“Iya,belakangan ini dia sangat aktif bergerak,membuatku semakin susah tidur!”
__ADS_1
“kalian belum melakukan pemeriksaan lanjutan?”
“Sudah,kata Dokter mungkin persalinannya minggu-minggu ini Kak!”
“Tetaplah di samping istrimu Bara,jangan meninggalkannya kemana-mana!”
Bara hanya mengangguk sambil mengelus perut Lily,mereka mengobrol dan menghabiskan sore itu bersama.setelah makan malam Lily kembali ke kamar,Bara kembali ke dapur untuk membuatkan Lily susu.dikamar Lily merasakan kesakitan yang luar biasa pada perutnya,peluh di keningnya mulai terlihat.Lily berusaha menahannya,sambil menunggu Bara kembali.namun rasa sakit yang dia rasakan,tak bisa lagi dirinya tahan.hingga Lily hanya bisa berteriak memanggil nama Bara,pintu kamar yang memang tidak ditutup oleh Bara,membuat Bara mendengar teriakan Lily.susu ditanganya jatuh begitu saja,pikiran Bara langsung tertuju pada Lily.dengan langkah lebar Bara menaiki tangga,dan menuju kamarnya.
Lily meringis memegangi perutnya,wajahnya pucat,butiran keringat membasahi keninganya.melihat keadaan Lily Bara sedikit panik,apalagi cairan bening membasahi kaki dan spreinya.Bara kembali keluar kamar,memanggil nama Ayah serta sang ibu.mendengar teriakan Bara ,seisi rumah terkejut dan berlari berhamburan keluar dari kamar masing-masing.
“Lily akan lahiran Ma!”
Bara kembali ke kamar dan meraup tubuh Lily kedalam pelukannya,Han yang hanya mengenakan piyama tidur dengan cepat berlari ke garasi,mengeluarkan mobil untuk membawa Lily.Tuan Danu menghubungi besannya,sementara Nyonya santika menyiapkan segala kebutuhan Lily dan calon bayinya.
Han dengan tenang mengemudikan mobilnya,meski Bara memaki dan meneriakinya karena tak sanggup melihat keadaan Lily,Han tetap tenang.Han lebih mementingkan keselamatan mereka sekarang,daripada mendengar ocehan Bara yang terlihat sangat panik.rumah sakit telah di hubungi oleh Han sebelumnya,para Dokter dengan segera menyiapkan segala peralatan medisnya dan menunggu kedatangan pasien.
Lily di bawa ke ruang persalinan yang telah di siapkan khusus untuknya,Han menunggu di depan ruangan dengan perasaan yang tak menentu.sementara Bara menemani sang istri dan ikut masuk ke ruang persalinan,keringat mulai membasahi kening serta punggung Lily.sakit yang dia rasakan teramat sakit,hingga wajahnya yang putih semakin terlihat pucat.Dokter dan para perawat mulai melakukan pemeriksaan,semua tanda vital Lily normal,hanya pembukaan jalan kelahiran yang belum genap.tangan Lily telah terpasang infus,untuk membantu dan memberinya tenaga.Bara terus menggenggam tangan Lily,mengecup keningnya dan mengelus perutnya,memberikan Lily rasa nyaman dengan sentuhan tangannya.
Sudah 1 jam Bara dan Lily berada di ruang persalinan,namun belum ada tanda-tanda lahirnya putri mereka.keluarga Danu telah menunggu dengan begitu cemas,Han terus memberikan nasihat kepada sang ibu yang terlihat tidak baik-baik saja itu.langkah derap kaki mulai terdengar,keluarga Stave datang.begitu juga dengan Diego dan Bian yang baru saja kembali dari berlibur,Bian berlari dan memeluk Nenek serta kakek Danu.
“Bagaimana keadaan Lily,apakah bayinya sudah lahir?”
“Mereka sudah 1 jam berada didalam,namun belum ada tanda-tanda!”
Mereka saling menguatkan dan duduk bersama,menunggu kabar baik dari dalam ruang persalinan.Diego melirik Han,yang hanya memakai piyama serta sandal rumahan,mengerutkan dahinya heran.
“Ada pa dengan penampilanmu Han?”
__ADS_1
Han melirik Diego,dan melihat dirinya sendiri,dan saat itu juga dirinya sadar kalau dia hanya menggunakan piyama serta sandal rumahan.
“Kau pikir aku akan memperhatikan penampilanku,jika situasinya genting seperti ini.aku tidak sempat ganti baju,melihat keadaan Lily dan kepanikan Bara.kau ingin aku di hajar oleh suami adikmu itu!”
“Hahaha,,aku penasaran dengan penampilan Bara,jangan katakan dia hanya menggunakan kolor di dalam!”
“Cih,,dia masih sopan,dan sama sepertiku menggunakan piyama.hanya saja tidak menggunakan alas kaki sama sekali!”
Diego menahan tertawa,ternyata Bara bisa ceroboh di saat tertentu,obrolan serta tawa mereka menjadi perhatian bagi dua kelurga yang menunggu dengan cemas.
“Apa yang kalian ceritakan, hingga sampai tertawa seperti itu?”
“Bara tidak menggunakan alas kaki Ma,Han yakin Bara belum menyadarinya!”
“Apa,,astaga anak itu!”
Semua yang berada di sana ikut menertawakan kecerobohan Bara,rasa cemas hilang seketika karena hiburan tentang Bara yang datang ke rumah sakit tanpa alas kaki.didalam ruangan,ketika memastikan jalan lahir sudah tahap pembukaan akhir,Dokter memberi aba-aba kepada Lily untuk mendorong bayinya keluar.Lily mengerahkan segenap tenaga yang dia miliki,dengan dukungan Bara di sampingnya,Lily berjuang melahirkan sang buah hati.
Setelah perjuangan yang panjang,bayi yang mereka tunggu-tunggu lahir kedunia.suara tangisan yang melengking,membuat kedua keluarga saling berpelukan dan memberi selamat.Bara meneteskan air matanya ketika melihat perjuangan sang istri melahirkan buah hatinya,dengan penuh perjuangan.
Bara mengecup kening Lily dan mengucapkan terimakasih,karena telah melahirkan anak-anak yang tampan dan cantik untuknya.sang bayi diletakkan di dadanya,sebelum di bersihkan oleh salah satu perawat.setelah bayi di bersihkan,Lily menerima putrinya.tangis bahagia membasahi pipinya,Bara menerima sang bayi dalam pelukannya dan membawanya duduk di sofa.semenatara sang istri harus dibersihkan terlebih dulu.
Suara pintu terbuka,terlihat para Dokter keluar dengan senyum puasnya.dan memberi selamat kepada kedua keluarga besar tersebut,rasa haru dan terimakasih kedua keluarga ucapkan karena telah membatu putri mereka dalam proses persalinan. Tatapan Bara tak lepas dari putri kecilnya yang kini menggeliat dalam pelukannya,hingga dirinya tak menyadari kedatangan kedua orang tua serta mertuanya.
Para ibu langsung menemui Lily,memastikan keadaannya.sedangkan para pria mengelilingi Bara yang memamerkan putri kecilnya,wajah serta perasaan bahagia semua anggota keluarga, dapat terasa di ruangan itu.para kakek dengan segera memperebutkan cucu perempuan yang baru saja lahir. Tak terkecuali ketiga pria muda yang ikut serta,saling rebut dan menunggu giliran,agar dapat menggendong sang princess.
Selamat datang di dunia princess ,terimakasih karena telah menjadi pelengkap di keluarga kami,,kehadiranmu akan menambah kebahagiaan kami,dan kau akan menjadi princess kesayangan dalam keluarga ini,,
__ADS_1