
Setelah kejadian semalam,Bara dan Han memutuskan mencari tau apa yang sebenarnya terjadi.pagi itu mereka tidak kekantor,mereka mengamati taman bermain melihat kedatangan anak yang mirip dengan dirinya.3 jam lamanya mereka berada ditaman sehingga Han menjadi kesal dan bosan.
“Kau saja yang menunggu disini,aku akan keluar dulu!”
Bara hanya mengacuhkan Han,dan membiarkannya melakukan apa yang ia mau.setelah kepergian Han,tak berselang lama yang ditunggu-tunggupun datang.anak laki-laki yang masih berumur 2 tahun itu,datang bersama seoarang pelayan.Bara turun dari mobilnya dan berjalan kearah anak tersebut,tawa serta tingkah lucunya membuat sudut bibir Bara terangkat,ia tersenyum melihat kegembiraan di wajah sang anak.ketika sang pelayan meninggalkannya,Bara mendekat dan menghampiri sang anak.
“Hello!”
Baby Bian menoleh ke arah Bara dan memberi senyum terindahnya,yang membuat tubuh Bara membeku,aliran darahnya seperti terhenti.tatapan dan senyuman sang bocah mengingatkannya akan Lila,wanita yang sangat ia rindukan.
“Auu Aiin (Mau Main)?”Bara menatap lembut mata baby Bian,bola mata bening dan indah persis seperti milik Lila,membuat Bara tidak bisa berkata bahkan matanya sudah mulai berkaca-kaca.baby Bian mendekati Bara, mengusap wajahnya membuat Bara tersadar,tangan mungil itu telah mengenggam tangannya dan mengajaknya bermain.entah karena apa Bara mengikuti langkah kecil baby Bian ,mereka bermain bola suara tawa tersengar begitu keras dari baby Bian,membuat perasaan Bara bahagia,tawa lepas pun keluar dari mulutnya.
Han yang kembali beberapa saat lalu terpaku di tempatnya, melihat adegan harmonis seperti hubungan antara ayah dan anak,senyum dan tawa mereka terlihat dan terdengar jelas ditelinga Han.hingga ia melihat seorang wanita muda menghampiri Bara dan anak itu.
“Tuan Muda!”
Sang pelayan dengan cepat memeluk,dan melemparkan keranjang makanan yang ia bawa untuk baby Bian.
“Anda siapa?”
“Maaf,kami hanya bermain.saya tidak memiliki niat jahat!”
Sang pelayan menatap baby Bian dan memeriksa keadannya,yang memang baik-baik saja, dan memeluknya lagi.
“Maafkan Bibi Tuan Muda!”
Sang pelayan menurunkan baby Bian dan mengambil keranjang makananya lagi.membawa baby Bian menjauhi Bara,ada perasaan tak rela yang ia rasakan ,sampai Bara pun tidak bisa mengerti dengan apa yang ia rasakan.
“Dadaah”,,baby Bian melambaikan tangannya,dan tersenyum,.menghiasai wajah tampannya yang menggemaskan, Bara masih berdiri di tempatnya,menatap kepergian sang anak yang belum ia ketahui namanya.hingga tubuh sang anak dan pelayannya menghilang dari pandangannya,Han menepuk pundak Bara membuat Bara menoleh.
“Bocah itu sangat mirip denganmu!”
Bara menatap Han dengan wajah kecewa dan kesedihan yang jelas terlihat,membuat Han mengangakat alisnya.
“Ada apa denganmu?”
“Kita pulang sekarang,kita tanyakan ke Papa siapa anak itu!”
Bara meningglkan Han yang masih diam terpaku,dengan segera Han menyusul Bara yang sudah menghidupkan mesin mobilnya.dalam perjalanan kerumah,Bara hanya diam ia larut dalam pikiran serta pertanyaan yang begitu banyak terlintas dikepalanya.
Di kediaman Danuarta,sang ayah dan ibu sedang menghabiskan waktu mereka di taman belakang sambil menikmati secangkir teh yang telah dibuatkan oleh pelayan.
“Bagaimana persaanmu Pa,ketika bertemu baby Bian?”
“Jujur Ma,Papa seperti memiliki sebuah ikatan batin dengannya.matanya mengingatkan Papa akan Lila!”
“Itulah yang Mama rasakan Pa,tapi ketika melihatnya memanggil nama ayahnya,Mama sangat kecewa.salahkah jika Mama berharap kalau Bian adalah putra Bara!”
Nyonya Santika meneteskan air mata yang tidak bisa ia tampung lagi,sehingga air mata itu tumpah begitu saja.Sesampainya dirumah Bara memarkirkan mobilnya dan turun dengan tergesa-gesa,pikirannya kalut setelah bertemu dengan baby Bian.Bara mencari keberadaan kedua orang tuanya,dan menanyakan kepada salah satu pelayannya,dengan langkah lebar Bara mencari keberadaan sang ayah dan ibu. Han hanya bisa mengikuti dan tetap waspada akan apa yang Bara lakukan.dari kejauhan Bara bisa melihat orang tuanya yang duduk dan sedang berbincang.
“Katakan pada Bara siapa anak itu Pa!”
__ADS_1
“Bara!”
Nyonya santika terkejut melihat kehadiran putranya,serta raut wajah Bara yang sudah tidak bersahabat itu.Nyonya santika melirik sang suami, yang hanya diam menatap sang putra.
“Katakan kepada Bara,siapa anak itu.bagaimana bisa wajahnya begitu mirip dengan Bara Ma!”
Nyonya santika hanya bisa menundukkan kepala dan meneteskan air mata,membuat Bara geram dan menatap sang Papa yang juga hanya diam,membuat Han maupun Bara menjadi bingung.Bara mengepalkan tangannya,ia yakin anak itu adalah anak hasil hubungan terlarang sang Papa.
“Jadi benar anak itu anak Papa?”
Nyonya santika semakin terisak mendengar ucapan Bara,sehingga Bara semakin geram melihat ibunya menangis.
“Jadi benar Papa berselingkuh?,anak itu anakmu bersama wanita selingkuhanmu?”
“Bara!”
“Kalau begitu jawab pertanyaanku Pa,siapa anak itu!”
“Kau pikir Papa sebejat itu,menghianati cinta ibumu.tanyakan kepada ibumu siapa anak itu!”
Bara mengalihkan pandangannya ke arah sang ibu yang masih terisak,menambah kebingungan diwajah Bara.dengan perlahan Bara melangkahkan kakinya dan duduk disamping sang ibu,menunggu dengan sabar sampai sang ibu menenangkan hati dan pikirannya. Hampir 30menit Bara,Han dan sang Papa menunggu,akhirnya Nyonya santika menghentikan tangisannya dan menatap lembut Bara.
“Bian,,Bian Enderson Stave,nama anak laki-laki yang begitu menggemaskan itu!
“Bian Enderson Stave?”
Nyonya santika mengangguk pelan,sementara Bara menatap Han mencari jawaban tentang nama anak itu,apakah orang yang mereka kenal.
“Maksud Papa,pemilik Enderson Group?”
“Iya!”
Bara menatap Han,yang mereka tau Tuan dan Nyonya Stave tidak memiliki keturunan jadi bagaimana mereka bisa mempunyai seorang cucu.
“Mereka mempunyai seoarng putra Bara,ayah dari Bian!”
Deg,jantung Bara berpacu mendengar ucapan sang Mama,bagaimana mungkin wajah anak itu begitu mirip dengannya.
“Kau sudah bertemu dengan baby Bian?”
“Iya Ma,hari ini Bara bertemu dan bermain dengannya.matanya dan senyumnya mirip Lila Ma!”
Nyonya santika memeluk Bara dan menangis dipelukan sang putra.
“Saat pertama kali melihatnya,Mama berfikir baby Bian putramu Bara,namun Mama kecewa ketika mengetahui kenyataan bahwa baby Bian mempunyai seorang ayah,Mama sedih,,Hikkss,,hikss!”
“Mama pernah bertemu dengan ibunya Bian?”
“Ibunya sedang bekerja diluar negeri,dan yang ibu tau mereka akan kembali ke Negara Y!”
Han memutar otaknya,berbagai kemungkinan mungkin saja terjadi.
__ADS_1
“Tuan Stave mengajukan kerjasama dengan kita,kenapa tidak mencoba menghubunginya dan mencari tau kebenarannya!”
“Yang Han katakan benar,tidak ada salahnya mencari tau siapa sang ibu dan ayah dari anak itu!”
“Lakukan itu demi Mama Bara,Mama yakin kita memiliki hubungan dengan baby Bian!”
“Bara akan mencari tau kebenarannya Ma!”
Bara memeluk sang ibu,memberikan kekuatan,ia berjanji pada dirinya akan mencari tau tentang sosok ibu dari baby Bian,yang mungkin saja dijaga oleh keluarga Stave.Seminggu telah berlalu Han dan Bara menyusun rencana mereka,untuk menjalin kerjasama dengan Enderson Group.semua telah mereka siapkan sisa menunggu waktu pertemuan bagia kedua belah pihak.
Sementara itu di Negara Y,Lily telah menstabilkan perusahaan sang ayah yang kini diserahkan kepada Josh untuk beberapa waktu.Lily memutuskan menyusul kedua orang tuanya serta putranya yang begitu ia rindukan.sebelum meninggalkan Negara Y,Lily memperkuat pertahanan perusahaan dan butiknya.ia tidak ingin perusahaan mengalami kerugian lagi,karena itu ia mempercayakan semuanya kepada Josh dan beberapa orang kepercayaan sang ayah.setelah yakin dengan semuanya,malam itu Lily memutuskan berangkat ke Negara B.
Pagi harinya di Negara B,Bara dan Han menuju restoran terkenal tempat yang telah disepakati oleh Bara dan Tuan Stave.Bara dan Han menuju ruang VIP yang telah mereka pesan.sesampainya di ruanga, Bara sedikit terkejut dengan keberadaan Tuan Stave yang telah menunggu mereka.
“Lama tak jumpa Tuan Bara!”
“Bagaimana kabar anda Tuan Stave!”
Mereka bersalaman dan saling memeluk,menanyakan kabar masing-masing hingga obrolan masalah pribadi terus berlanjut.obrolan mereka terhenti ketika pintu diketuk,Nampak pria berbadan tegap,berkulit putih memasuki ruangan tersebut.
“Perkenalkan,dia adalah Diego orang kepercayaanku dan..!”
“Saya,Diego !”
Diego mengulurkan Tangannya,dan disambut oleh Bara.entah kenapa Bara merasakan pria yang dihadapannya kini akan menjadi rivalnya.setelah perkenalan, mereka berempat melakukan pembicaraan mengenai kerjasama yang akan mereka jalani,hampir 2 jam lamanya pembicaraan mereka,yang belum menemukan kata sepakat itu.hingga Diego mengakhiri pertemuan mereka siang itu.
“Saya pikir pertemuan kita cukup sampai disini,kita bisa mengatur kembali pertemuan kita nanti!”
“Benar,saya juga lelah!”
“Baiklah kita atur kembali,pertemuan kita minggu depan Tuan Stave!”
Mereka melakukan jabat tangan sebagai bentuk rasa terimakasih satu sama lain.Tuan Stave menatap Diego yang sedang melirik arloji yang melingkar indah ditangan kirinya,merasa diperhatikan Diego tersenyum dan menatap Tuan Stave.
“Saya akan menjemput Lily,Tuan bisa pulang lebih dulu.pangeran kecil pasti menunggu anda!”
“Hahaha,,Iya kau benar aku sudah merindukan pangeran kecilku,cepat pulang nanti dia akan mencari Dadynya!”
Tuan Stave menepuk pelan pundak Diego, dan meninggalkanya bersama kedua pria yang masih setia berdiri dibelakangnya.Diego menundukkan sedikit kepalanya dan menatap kepergian sang Tuan.setelah kepergian Tuan Stave,Diego membalikkan tubuhnya dan menatap Bara serta Han secara bergantian.
“Maaf Tuan Bara dan Han,saya memiliki janji hari ini karena itu saya pamit lebih dulu!”
“Tunggu,,siapa Lily?”
Diego mengangkat sebelah alisnya mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Bara,Diego tersenyum dan menegakkan tubuhnya,menatap Bara dengan ramah.
“Dia adalah wanita,dan ibu dari putraku!”
Setelah menjawab pertanyaan Bara,Diego meninggalkan ruangan tersebut dengan langkah yang lebar.sementara Bara duduk kembali,dengan pikiran yang entah kemana,perasaannya menjadi tidak enak,perlahan ia mengusap wajahnya dan menenangkan hati serta pikirannya yang kian tak menentu.
__ADS_1