
Dua bulan sudah Lily dan Bara menjalani kehidupan rumah tangganya,Bian yang tinggal secara bergantian dengan kedua neneknya,tampak nyaman dan senang.Bian berusaha bersikap adil pada kedua kakek dan Neneknya,karena dirinya aadalah cucu pertama di dua keluarga besar,karena itu Bian berusaha bersikap bijaksana. Anak yang masih dibilang kecil,namun bisa bersikap adil itu menjadi kesayangan kedua Kakek dan Neneknya,karena itu sering kali Bian meminta seorang adik dari Lily.
“Kapan Mommy akan memberiku seorang adik?”
“Sayang tidak semudah itu Mommy memberikanmu seorang adik,Mommy hanya bisa berusaha,namun semuanya atas izin dan kehendak Tuhan sayang!”
“Baiklah Mommy dan Dad harus lebih berusaha,Bian akan berdoa.jika Bian punya adik,kebahagiaan Kakek dan Nenek akan semakin bertambah!”
“Putra Mommy sudah besar ya!”
“Apa Mommy butuh waktu bersama Daddy lagi,Bian akan mengijinkan kalian untuk berlibur lagi!”
“Tidak sayang,kami sudah puas berlibur!”
“Tapi kan hanya seminggu,Bian yakin Ayah belum puas liburan!”
“Tidak sayang kami sudah puas,masuklah ke kamarmu dan kerjakan PR mu!”
“Ok Mom!”
Sungguh anak yang tidak bisa di bohongi,kenapa kau dewasa sebelum waktunya sayang.Mommy ingin sekali kau bermain seperti anak di usiamu,tapi otakmu sangat jenius,itulah yang membuat kau spesial Bian sayang,,
Lily merasa kagum dengan sang putra yang sudah memiliki pemikirannya sendiri,melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pikul 4 sore,Lily segera bergegas ke dapur membantu pelayan menyiapkan makan malam.Madam Rima dan sahabatnya,menyiapkan makan malam secara bersama-sama.tidak ada rasa canggung antara mereka,Lily masihlah Lila mereka yang dulu.Lila yang rendah hati,dan selalu membantu mereka dalam semua pekerjaan.meski sekarang Lila mereka telah menjadi Lily serta Nyonya Muda,di kediaman Danu,tak membuat Lily sombong serta mengacuhkan para sahabatnya semasa menjadi pelayan dulu.
Setelah berkutat dengan bumbu selama 1 jam,hidangan makan malam rumahan nan menggugah selera telah terhidang.senyum merekah di sudut bibirnya,bila mengingat respon Bian dan Bara,jika menikmati makanannya.Lily menuju kamarnya dan membersihkan dirinya,setelah beberapa menit dirinya telah tampil cantik dan Fresh.
Lily melangkahkan kaki menuju kamar sang putra untuk memintanya membersihkan diri,siapa sangka sang putra sudah tampan dengan balutan kaos putih serta celana pendek hitamnya.Lily terpaku melihat penampilan sang putra yang begitu tampan dimatanya,jika dirinya orang lain,dirinya yakin akan jatuh hati pada pandangan pertama.melihat sang Mommy yang hanya diam di depan pintu,membuat Bian mengerutkan dahi heran.
“Mom,,Mommy!”
“I,,iya sayang,Bian memanggil Mommy?”
“ Apa yang Mommy pikirkan?”
__ADS_1
“Mommy terpana melihatmu sayang,sepertinya Mommy jatuh hati padamu!”
Bian tertawa mendengar ucapan sang Mommy yang begitu jujur dan Polos menurutnya,belum lagi ekspresi sang Mommy yang begitu menggemaskan menurutnya,belum pernah Bian melihat ibunya bertingkah seperti itu.suara tawa Bian terdengar jelas oleh Bara yang baru saja pulang,karena rasa penasaran Bara melangkahkan kakinya ke kamar Bian,melihat apa sebenarnya yang terjadi.
“Ada apa sayang,Daddy mendengar seseorang tertawa sangat bahagia!”
“Mommy, Dad!”
“Ada apa dengan Mommy mu,lihatlah bukankah Mommy sangat cantik hari ini?”
“Mommy jatuh hati pada Bian,saat pandangan pertama!”
“Glek”Bara menelan ludahnya mendengar jawaban jujur sang putra,sementara Lily hanya mengangguk polos dan tersenyum kearah Bara.membuat Bara menganga,sedangkan Bian melangkah keluar kamarnya,meninggalkan kedua orang tuanya yang terlihat konyol.
“Kau jatuh hati pada putramu sendiri?”
“Tidak ada yang salah bukan,aku mencintai putraku dan lihatlah,dia sangat tampan bukan?”
“Kau sudah tua Sayang!”
Lily meninggalkan kamar Bian dan menyusul sang putra,meninggalkan sang suami yang terlihat kesal,karena dikatakan Tua olehnya.
Aku bukan Tua,tapi matang sayang.aku akan membuatmu tidak tidur semalaman ini,lihatlah nanti,aku akan membuatmu meneriaki namamu dengan bibir manis mu,,
Bara tersenyum dengan semua pikirannya ,yang ingin dia lakukan kepada sang istri.melihat semua keluarga sudah berkumpul,Bara duduk di kursi sebelah istrinya.dengan telaten Lily melayani suami dan sang putra,makan malam mereka lalui dengan tenang.setelah menikmati makan malam,mereka berkumpul kembali di ruang tamu,seperti biasanya.
Lily dan sang putra lebih memilih mengobrol dengan sang Nenek,sedangkan Bara,Han dan Tuan Danu seperti biasa membahasa tentang bisnis mereka.Felice Hotel telah di percayakan kepada Alvian,namun Lily masih aktif datang untuk mengawasi.semua itu Lily lakukan untuk mengurangi waktunya di luar rumah,sedangkan untuk mendesain Lily melakukannya di ruang kerjanya,yang telah Tuan Danu siapkan untuknya.karena pesan Tuan Stave,Lily harus tetap mengembangkan kemampuannya,meski dirinya harus berada di rumah.
Tuan Danu membuat Lily berada dalam Zona nyaman senyaman mungkin,begitu juga dengan sang cucu.Tuan Danu melakukan semua itu demi kebahagiaan keluarganya,yang kini sudah semakin lengkap.setelah puas berbincang-bincang Bara mengakhiri obrolannya,ketika melihat Bian yang sudah tertidur di pangkuan Lily.dengan penuh ke hati-hatian Bara mengangkat tubuh Bian,dan membawanya ke kamarnya,tak lupa Bara mematikan semua lampu dan hanya menyisakan lampu tidur.
Bara memasuki kamarnya,dan melihat sang istri sudah bersandar di ranjangnya.Bara mendekat dan mencium pipi sang istri,rasa mual mulai Lily rasakan ketika mencium aroma tubuh sang suami.denagn cepat Lily turun dari ranjang,dan berlari ke kamar mandi serta memuntahkan makanan yang dirinya makan sebelumnya.Bara terkejut melihat sang istri yang tiba-tiba muntah,dengan penuh rasa kekhawatiran Bara memijat tengkuk Lily,yang masih mengeluarkan isi perutnya.
Wajah pucat Lily membuat Bara panik,apalagi Lily tidak ingin dirinya mendekat,aroma tubuhnya membuat Lily mual.sadar bahwa dirinya memang belum membersihkan diri,dengan cepat Bara masuk ke kamar mandi dan membersihkan dirinya.
__ADS_1
Seharusnya tadi aku mandi dulu,tapi biasanya Lily akan biasa saja.meski aku belum mandi atau apapun,apakah ada sesuatu yang salah pada Lily?
Dengan penuh kebingungan,Bara membersihkan dirinya dengan cepat.berharap Lily tidak akan muntah lagi,harum sabun menyeruak di ruangan.rasa mual Lily semakin menjadi,dengan cepat dirinya berlari ke kamar mandi memuntahkan isi perutnya untuk yang kedua kalinya.
“Ada apa denganmu sayang,apakah tubuhku bau?”
“ Menjauh dariku,aku tidak sanggup mencium aroma mu,parfum apa yang kau gunakan sayang membuatku mual!”
“Aku tidak menggunakan parfum sayang,ini hanya aroma sabun,sama dengan yang kau gunakan tadi!”
“Cepat lap tubuhmu,gunakan sabun alami yang ada di meja rias ku,cepat!”
“Tapi aku sudah mandi sayang!”
“Mandi lagi,aku tidak mau tau!”
“Baiklah aku mandi lagi!”
Dengan patuh Bara mengambil sabun yang Lily simpan di atas meja riasnya,sabun yang semenjak tadi pagi dirinya cium aromanya.setelah beberapa menit berlalu,Bara keluar dengan aroma sabun baru,membuat Lily bernafas lega.melihat Lily yang tidak merakan mual,perlahan Bara mendekatinya,di usapnya wajah Lily yang terlihat pucat.
“Wajahmu pucat sayang,kita ke dokter ya,,!”
“Aku hanya merasa mual mencium aroma sabun serta parfum mu,mulai besok jangan gunakan parfum serta sabun itu lagi!”
Bara mengerutkan dahinya menyadari hal aneh pada Lily,parfum dan sabun adalah pilihannya,bahkan dulu Lily sangat menyukai aroma parfumnya.kenapa sekarang dia malah tidak menyukainya,bahkan muntahnya di anggap berlebihan oleh Bara.
“Tapi wajahmu masih pucat sayang!”
“Tidur saja,nanti akan membaik sendiri!”
Lily menarik tubuh Bara dan memeluknya,menyembunyikan wajahnya di sela-sela dada dan ketiak Bara.tingkah Lily yang baru pertama kali Bara lihat,namun begitu Bara tidak berani menegur dan bertanya pada sang istri,yang sudah terlelap begitu saja.
Lihatlah dia bahkan sudah tertidur,kemana hilangnya sikap cerewetnya yang akan bercerita kemana-mana itu.apakah dia salah makan,sehingga perutnya merasa tidak enak?.baiklah Bara lebih baik kamu tidur terlebih dulu,kita bisa melakukan checkup jika istrimu muntah lagi,,
__ADS_1