
Sudah 3 Hari berlalu semenjak kejadian malam itu, dan semenjak itu pula Bara selalu menyempatkan diri menghampiri Lila. dan memintanya membuat makanan,dan memberi perhatian-perhatian kecil pada Lila.hal itu tentu saja membuat hati dan jantung Lila berdebar tak menentu.dan Lila tidak berani berharap banyak, atas perlakuan Tuan Mudanya itu. Lila merasa mereka begitu berbeda,hingga tak berani berharap banyak meski sebenarnya Bara tak mempermasalahkan hal itu. Pukul 3 Sore Bara kembali ke rumah, ia merasa pusing dengan masalah yang terjadi di cabang perusahaan, yang mengharuskannya pergi untuk menyelesaikan semuanya. Setelah sampai di rumah, Bara langsung menuju kamarnya, ia melempar tas kerja dan kemejanya asal, ia melepas satu persatu kancing kemejanya, Bara mendengar suara gemericik air,yang terdengar dari dalam kamar mandi.Bara perlahan mendekat dan membuka pintu, dilihatnya sang gadis sedang membersihkan bak mandi seperti biasanya, Bara mendekat dan semakin mendekat tanpa Lila sadari, Bara mendekatkan kepalanya dan berbisik ditelinga Lila, dan dengan reflek Lila berbalik dan..
"Bbraakkkk",, mereka jatuh bersama karena air sabun,Lila panik untuk kedua kalinya ia membuat kesalahan yang sama.
"Maaf... Maafkan saya Tuan!,, Lila berusaha bangun, namun tangannya ditahan oleh Bara, hingga ia terduduk kembali.
"Bukankah ini yang kedua kalinya?,Lila tidak mengerti dengan maksud dari Tuannya.
" Maksud Tuan apa...?,tanya Lila heran.
"Ini yang kedua kalinya kau jatuh diatas pangkuanku!,mendengar ucapan sang Tuan, sontak Lila sadar dengan posisi duduk mereka.
" Tuan bukan maksud sa... !, belum sempat Lila menyelesaikan kalimatnya, sebuah ciuman lembut mendarat dibibir manisnya, ia ingin menolak tapi tubuhnya tetap tidak bisa menolak, sebuah rasa yang aneh menjalar diseluruh tubuh Lila.
" Bernafas bukankah ini sudah yang kedua, kau harus belajar mulai sekarang karena aku akan terus melakukannya!,Lila menjadi malu dengan ucapan Bara.melihat pipi yang merah merona karena menahan malu, membuat Bara semakin gemas, dilu**nya kembali bibir manis itu, Lila membalas dengan kaku, dan hanya mengikuti nalurinya saja,.setelah ciuman panjang itu Bara melepaskan pungutannya, dilihatnya bibir merah merekah yang kini sedikit bengkak itu, senyum puas terukir dibibir Bara.
"Aku harus menyudahinya, jika tidak aku tidak bisa mengontrol diriku jika berada didekatmu Lila!,ucap Bara sambil membelai pipi Lila lembut,Bara menatap Lila dengan penuh cinta.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Lila, mencintaimu dengan hatiku!, sambil menyatukan kening mereka, Bara mengungkapkan perasaannya.
" Tuan saya.... !,,
"Ssstttt",, Bara menempelkan jari telunjuknya dibibir Lila, Bara menatap mata bening Lila.
"Aku tau yang mau kau katakan, jangan lihat kasta kita Lila, lihatlah cinta di hatimu seperti apa untukku!, ucap Bara lembut,sambil membelai pipi Lila.
"Aku akan menunggu jawabanmu, sampai aku kembali!,ucapan Bara membuat Lila, mengerutkan dahi.
" Kembali?. Maksud Tuan?,,kini tangan Bara berpindah, ia membelai rambut Lila dengan sayang. Bara mengatakan rencana keberangkatannya keluar negeri selama 2 minggu kedepan, untuk menyelesaikan masalah di anak cabang perusahaan, dan mereka harus memenangkan tendor untuk memperkuat perusahaan.
" Kau ingin terus berada di pangkuanku?,ucap Bara dengan nada menggoda, Lila yang baru sadar akan posisi mereka, dengan posisi ia yang masih duduk dipangkuan Bara. dengan cepat Lila berdiri dan berlari keluar, membiarkan Bara yang sedang menertawainya.' Apa yang aku pikirkan, kenapa aku tak menyadarinya sama sekali',rutuk Lila pada dirinya.saat Lila berlari menuruni tangga, Han melihat hal itu, Han menaiki tangga dan pergi kekamar Bara,dilihatnya Bara sedang tertawa sambil memegangi perutnya. Han melipat tangannya didada dan memperhatikan Bara dengan seksama.
"Apa yang sudah kau lakukan pada Lila?,, mendengar suara, Bara membalikkan tubuhnya, dan menatap Han,yang masih dengan tawa yang ia tahan, Han masih serius dengan tatapan yang ia tunjukkan pada Bara.
" Aku tidak melakukan apapun padanya Han, aku hanya menggodanya!,ucap Bara yang seakan mengerti arti tatapannya. Han menaikan sebelah alisnya.
__ADS_1
"Menggoda yang seperti apa maksudmu, dia keluar dengan wajah yang memerah!, ucap Han tak Terima.
" Kenapa kau harus tau?, ucap Bara yang mulai terlihat kesal.
"Tentu saja,sebagai seorang kakak aku harus tau apa yang terjadi pada adiknya!,, Bara mengangkat sebelah alisnya tak percaya akan ucapan Han.
" Adik.. Sejak kapan?, tanya Bara bingung.
"Kau tidak perlu tau sejak kapan, jadi kalau kau ingin mendekati adikku kau harus mendapat restu dariku, kau paham! ,, Han meninggalkan Bara yang belum mengerti akan maksudnya.
" Hei.. Han..!!,, Dasar Rese, berarti selama ini dia bukannya mendekati Lila sebagai seorang pria ke wanita yang ia sukai,tapi lebih tepatnya menjaga seorang adik dari pria yang mencoba mendekati adiknya, dasar Han kenapa susah sekali memahaminya.gerutu Bara di dalam kamarnya.
Pagi telah menjelang seperti yang direncanakan Tuan Muda Bara dan Han melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri, mereka meninggalkan rumah setelah sarapan dan berpamitan dengan Madam Rima dan Lila.
Seminggu kini telah berlalu, Lila menjalani pekerjaan seperti biasa,ia sesekali juga akan mengunjungi panti, dan kini ia sedang kursus desain, Madam Rima yang melihat kemahiran Lila dalam mendesain pakaian, mendaftarkannya ditempat khusus meski tidak kuliah tapi Lila sangat senang dengan bantuan Madam Rima. Ia juga sesekali menerima telpon dari Bara dan Han, sebuah semangat baginya jika sudah mendengar suara dari sang kakak angkat dan Tuan Mudanya.
Tiga Minggu kini berlalu dan sampai saat ini Bara dan Han belum juga kembali,mereka juga tidak melakukan komunikasi sama sekali dengan penghuni rumah, hal itu membuat hati Lila bertanya-tanya ada hal apa dan kenapa, rasa rindu dihatinya kini tak bisa ia bendung, ia tak bisa menyimpan perasaannya lebih lama lagi ia mencintai dan merindukan Bara.
__ADS_1