Gadis Manis Pemikat Hatiku

Gadis Manis Pemikat Hatiku
48.Kehilangan Jejak


__ADS_3

Mobil Bara memasuki area parkiran gedung,dengan cepat Bara dan Han keluar mencari keberadaan sang Mama.Raut kecewa terlihat jelas di wajah sang Ayah dan ibunya,perasaan Bara menjadi tidak enak ,dengan cepat ia berlari dan menghampiri sang ibu.


“Mama,dimana Lila!”


Nyonya Santika mengangkat kepalanya,dan langsung memeluk sang putra.


“Lila sudah pergi Bara,dia pergi meninggalkan kita!”


“Apa maksud Mama?”


Tuan Danu menceritakan semuanya,dan memberikan hasil rekaman percakapan sang ibu dan Lila.serta posisi terakhir GPS ponsel yang digunakan Lila,Bara dan Han saling lempar pandangan.mereka menduga-duga waktu kejadian dengan keberadaan mereka,Bara mengepalkan tangannya.


“Han cek kamera keamanan!”


“Papa sudah memeriksanya Bara,Lila tidak ada disudut manapun!


“Apa mungkin Lila tidak memasuki area parkir?dan..!


Ucapan Han terhenti,ia menatap Bara sejenak.


“Apakah Lila melihat kita keluar bersama vero?


Ucapan Han membuat tubuh Bara membeku,apakah Lila melihat kemesraan yang ia akting kan tadi,dan membuat Lila salah paham dan akhirnya memutuskan pergi.


“Apa maksudmu Han?”,,Sang ibu menatap Han seolah meminta penjelasan.


“Kami tadi keluar gedung bersama Vero Ma,mungkin saat itulah Lila melihatnya!”


Nyonya Santika memejamkan matanya,seolah mengerti akan yang terjadi.Nyonya Santika memutuskan kembali ke rumah dan meminta Bara melanjutkan pencariannya.semua usaha Bara lakukan,ia memeriksa semua kemera keamanan yang terpasang di area gedungnya,ia tak menemukan sosok Lila sama sekali,hanya beberapa mobil yang keluar masuk area parkir.


Lelah yang Bara rasakan tak membuatnya berhenti begitu saja,masih dengan harapan ia terus berusaha mencari keberadaan sang kekasih.Keesokan harinya Lila dan keluarga Stave meninggalkan Negara tempat kelahiran Lila,mereka bertiga terbang ke Negara Y.Lila memutuskan memulai hidupnya tanpa Bara dan keluarga Danuarta,meski sakit rasanya meninggalkan Tuan dan Nyonya Danuarta yang begitu menyayanginya,namun rasa kecewanya pada Bara membuatnya memutuskan untuk pergi.


Setelah 6 jam lamanya,kini Lila dan keluarga Stave telah sampai di Negara Y. Rumah keluarga Stave cukup mewah,memiliki taman serta kebun buah yang sengaja ditanam oleh Nyonya Stave.Lila begitu menikmati suasana baru tempat tinggalnya kini.Nyonya Stave membawa Lila masuk ke dalam rumah,dan mengenalkannya pada beberapa pekerja.


Rasa kehilangan yang teramat besar menggerogoti hati Bara,ia selalu mendengarkan rekaman suara Lila yang menghubungi sang Mama beberapa waktu lalu.segala cara telah ia lakukan namun belum membuahkan hasil sampai saat ini.genap 8 bulan sudah Lila pergi dari kehidupan Bara,dan  kandungan Lila pun semakin hari semakin membesar,sang bayi begitu sehat dan aktif di dalam perutnya.Lila juga melanjutkan studinya yang sudah memasuki semester akhir.Lila belajar dengan sangat cepat,ia begitu cepat menyesuaikan dirinya dengan lingkungan sekitarnya.Tuan dan Nyonya Stave begitu antusias menanti kehadiran cucu mereka yang hanya tinggal beberapa bulan lagi.


Sedangkan dikediaman Danuarta,Nyonya Santika masih berharap banyak dan tetap berdoa,berharap Lila akan kembali.berbagai mimpi indah tentang Lila beberapa kali menghampirinya dan ia yakin gadis manisnya,sedang bahagia dan baik-baik saja di suatu tempat.


Selama beberapa bulan ini,Bara tidak melupakan Lila ataupun menghentikan pencariannya.ia yakin pada dirinya Lila hanya belum bisa memaafkannya,karena itu Bara menunggu dengan sabar sebagai bentuk hukuman dari Lila untuknya.Bara yang kini menjadi lebih pendiam,dingin dan ia semakin kuat dalam dunia bisnisnya.siapa yang tak mengenalnya,pengusaha hebat,dingin dan tak tersentuh kaum hawa itu.beberapa kali dalam beberapa bulan ini,beberapa model mencoba peruntungannya mendekati Bara.namun tak ada yang berhasil bahkan mereka menjadi takut untuk mendekati Bara ataupun hanya untuk sekedar mencoba.

__ADS_1


Kini usia kandungan Lila sudah memasuki bulan ke 9,tepat pukul 7.30 malam waktu Negara Y,Lila merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya.membuat seisi rumah panik,Lila yang meringis menahan sakit hanya bisa menggenggam tangan sang Mama,meminta kekuatan darinya.mobil  yang membawa Lila memasuki rumah sakit,Para medis telah menunggu kedatangannya.Lila dibawa keruang bersalin ditemani sang Mama,sedangkan sang Papa yaitu Tuan Stave mengurus semua administrasi persalinan Lila.


“Lila takut Ma,tolong temani Lila!”,,ucap Lila yang terus menggenggam tangan sang Mama.diruang bersalin para medis memeriksa keseluruhan kondisi Lila serta calon buah hatinya,seorang dokter mengatakan jika sang bayi masih menunggu waktu dan mencari posisi.karena pembukaan jalan lahir yang belum cukup akhirnya Lila dipindahkan ke sebuah kamar yang lengkap dengan semua alat persalinan.


“Diego,tolong kamu urus semua perlengkapan Lila dan bayinya”,,ucap Tuan Stave pada orang kepercayaannya.Diego pria bertubuh tinggi dan tampan yang kini berusia 30 tahun,dialah yang selama ini selalu setia menemani Lila.membantunya berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar,sehingga Lila dengan cepat bisa belajar bahkan melanjutkan studinya.Diego adalah orang kepercayaan Tuan Stave,Diego mengenal Tuan Stave saat berumur 15 tahun.dia yang memiliki latar belakang sama dengan Lila,membuatnya begitu menghormati keluarga Stave yang telah menyekolahkan dan membuatnya menjadi salah satu orang yang berpengaruh di Negara Y.


Lila yang di temani keluarga Stave dan juga Diego,menjalani persalinan normal,Lila ingin merasakan bagaimana rasanya berjuang melahirkan buah hatinya.hampir 3 jam Lila melalui kontraksi yang benar-benar menguras habis tenaganya,hingga sang dokter mengatakan pembukaannya sudah lengkap.mendengar kata lengkap,Diego dan Tuan Stave meninggalkan ruang rawat Lila.


“Tarik Nafas dan buang perlahan,kemudian dorong”,,sang Dokter memberi instruksi dan arahan kepada Lila.


“Ayo sayang ,kau pasti bisa”,,sang Mama menyemangati putrinya,keringat membasahi kening Lila.ia mengeluarkan semua tenaganya dan,”OEEKK,,,OEEKK”,,bayi mungil yang telah mereka nanti 9 bulan lamanya,kini telah hadir di dunia.


"Bara, anak kita telah lahir kedunia",, ucap Lila dalam hati, sambil menatap sang buah hati.


“Selamat,putra anda lahir dengan sehat dan sempurna”,,ucap sang Dokter yang membuat air mata Lila tumpah membasahi pipinya.setelah sang putra dibersihkan,Dokter membaringkan putra mungilnya di atas dadanya untuk di beri ASI pertama.setelah ruangan di sterilkan,Tuan Stave dan Diego memasuki ruang rawat Lila,terpancar kebahagiaan dimata sang Papa angkat,kala melihat cucu pertama mereka.Tuan Stave menggendong bayi mungil yang kini menjadi rebutan kakek dan neneknya itu.


“Cucuku sangat tampan Ma!”


“Benar Pa,matanya indah seperti  Lila!”


Tuan dan Nyonya Stave sibuk mengagumi bayi mungil yang kini berada dalam gendongan kakeknya.Diego menghampiri Lila dan tersenyum hangat padanya.


“Aku baik-baik saja kak!”


“Selamat kini kau sudah menjadi seorang ibu,dan tanggung jawab besar menantimu!”


“Terimakasih Kak!”


Keduanya tersenyum,melihat ke dua orang tua angkat mereka yang begitu bahagia.


“Putramu akan menjadi raja di keluarga Stave!”


“Apa menurutmu begitu kak?”


“Lihat saja sekarang!”


Diego menunjuk dengan dagu,kedua manusia paruh baya yang mengoceh entah kemana itu,membuat hati Lila menghangat dan sangat bersyukur dengan apa yang ia terima selama ini.sementara itu di benua lain,Bara memimpikan Lila sedang tersenyum hangat dan menggendong seorang bayi mungil.membuat Bara terjaga,dan menemui kedua orang tuanya yang kini sedang berada diruang tamu.


“Mama!Mama!

__ADS_1


“Ada apa Bara?”


Bara berlari dan langsung duduk di samping kedua orang Tuannya.


“Bara mimpi Ma!”


“Mimpi apa,sampai kau lari seperti ini!”


“Bara memimpikan Lila Ma,ia tersenyum bahagia sambil menggendong seorang bayi Ma.Lila menatap Bara hangat seperti biasanya Ma!”


Bara mengusap wajahnya,dan butiran bening mengalir dipipinya.sedangkan sang ibu mematung mendengar ucapan Bara,apakah dugaannya benar?bahkan Bara memimpikan hal yang sama dengannya,apakah Lila telah melahirkan cucu untuk mereka?mengingat apa yang pernah Bara lakukan sebelumnya pada Lila,namun sang ibu belum berani berasumsi tanpa mencari tau kebenarannya terlebih dahulu.


“Itu hanya bunga tidurmu sayang,mungkin Lila sedang merindukanmu karena itu kau bermimpi tentangnya!”


Hibur sang ibu kepada Bara,yang hanya diam dan menganggukkan kepala mendengar perkataan ibunya.Bara bangun dari duduknya dan melangkahkan kaki menuju kamarnya.Bara duduk dipinggir ranjang menatap bingkai foto yang terpampang jelas wajah serta senyum yang selalu menghiasi wajah cantik Lila.Bara mengusapnya lembut dan penuh kerinduan.


“Kau dimana sayang,jangan menghukum ku terlalu lama kembalilah!”


Bara memeluk erat foto dirinya bersama Lila yang tersenyum bahagia.


Pagi hari di Negara Y,Lila menatap lembut putranya yang sedang menyusu.


“Maafkan Mama sayang,kau terlahir tanpa di damping oleh papamu!”


Butiran bening lolos begitu saja di pipinya,membuat Nyonya Stave duduk di samping ranjangnya.


“kau tidak ingin memberitahu perihal ini pada Bara,sayang?”


“Lila belum siap Ma,mungkin dia sudah bahagia di sana bersama wanitanya!”


“Tapi Bara belum menikah sayang,dia berhak tau tentang putranya,bijaklah sayang!”


“Lila akan mengatakannya suatu saat nanti Ma!”


“Terserah padamu,Mama hanya berharap kau bersikap bijaksana sayang!”


Lila hanya menatap dan menganggukkan kepala,ia sangat bersyukur berada di tengah keluarga Stave yang begitu dermawan dan sangat bijaksana dalam mengambil sikap.


__ADS_1


 


__ADS_2