
Lily menatap Billy dengan lembut,mengusap pipinya dengan sayang.membuat bocah 15 tahub itu tersipu malu,dengan lembut Lily meletakkan kedua tangannya di bahu kurus itu.
“Bisakah kau melakukan satu hal untukku,untuk dirimu,dan Nenekmu?”
Billy mengerutkan dahi memikirkan apa yang Lily katakan,dengan wajah polos Billy menganggukkan kepalanya.
“Kami sudah menyiapkan sekolah untukmu di kota,dan kau akan tinggal di asrama.kakak juga sudah bicara dengan Nenekmu jadi jangan takut,Nenekmu sudah mengijinkan.dan masalah perkebunan,suamiku sudah memerintahkan beberapa pekerja untuk membantu,merawat perkebunan dan Villa Nenekmu.kau mau kan melanjutkan sekolahmu?”
“Billy dan Nenek tidak memiliki cukup uang untuk membayar biaya sekolah,serta asrama!”
“Semuanya sudah di tanggung oleh suamiku,tugasmu hanyalah sekolah dan menuntut ilmu.jadilah pria hebat dimasa depan,agar orang lain bisa memandang mu dan segan padamu!”
Dengan maat berbinar Billy menganggukkan kepalanya,Lily merasa puas dengan keputusan Billy yang mau mengikuti sarannya.koper serta barang lain telah masuk kedalam mobil,para pekerja yang Bara janjikan sudah berdatangan sejak pagi.begitu juga dengan salah satu pegawai asrama,yang datang menjemput Billy,semua Bara lakukan dimalam itu juga.berbekal orang dalam,serta kekuasaan Tuan Stave semuanya semakin mudah bagi Bara.
“Kakak akan kembali ke kota,dan ke Negara B.kita akan tetap berhubungan,sekolahlah yang baik dan jangan mengecewakan kami!”
“Billy akan selalu ingat pesan kak Lily,dan setelah besar nanti,Billy akan mengabdi pada keluarga kalian!”
Bara tersenyum mendengar ucapan Billy yang begitu tegas,Bara melangkah dan mengelus kepala Billy dengan penuh kasih.
“Jika suatu hari kau berhasil,itu akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami.buatlah dirimu berguna bagi diri sendiri serta keluargamu,dan jika memang kau ingin mengabdi pada kami,dengan senang hati kami akan menerimamu.tapi ingatlah Billy,apa yang kami lakukan semata-mata untuk masa depanmu,jadi jangan pernah berfikir untuk membalas budi pada kami.karena kau adalah putra, adik ,serta keluarga bagi kami!”
Billy memeluk tubuh Bara sambil berderai air mata,rasa bahagia karena mendapat pengakuan dan keluarga dari Bara,membuatnya sangat bahagia hingga dirinya tak kuasa menahan air mata kebahgiaan.sang Nenek ikut terharu menyaksikan kebahagiaan yang di rasakan cucunya,dengan lembut Lily memeluk dan menenangkan sang Nenek yang ikut terbawa suasana.
Setelah memastikan semua pekerja mengetahui tugas,serta majikan mereka yang baru.Bara membawa Billy serta sang Nenek ke sekolah, tempat dimana Billy akan tinggal dan menuntut ilmu.setelah sampai di sekolah,dibantu oleh staf asrama Billy dibawa menuju kamar yang akan dirinya tempati.setelah menyelesaikan administrasi serta persyaratan lainnya,Nenek Billy di antar pulang terlebih dulu oleh orang suruhan Bara.
Setelah saling berpelukan dan berpamitan,Bara dan Lily meninggalkan asrama serta Villa yang di tempatinya beberapa hari ini.Villa serta perkebunan yang membawa sejuta kenangan manis untuk Lily,dan Billy.dengan senyum bahagia Billy melepas kepulangan keluarga barunya,lambaian tangan terus mengudara hingga mobil yang membawa keduanya perlahan menjauh dan menghilang dari pandangan Billy.
Aku akan sangat merindukan kalian,aku akan belajar dengan sangat giat, dan menjadi orang yang bisa kalian andalkan kelak.menjadi anak hebat dan pria sukses dimasa depan,,
****
__ADS_1
Setelah 3 jam lamanya menempuh perjalanan,keduanya sampai di kediaman Stave dengan selamat.kedua anak kesayangan telah menanti kedatangan kedua orang tuanya,Queen berlari dan langsung memeluk sang Mommy,disusul Bian yang juga sangat merindukan kedua orang tuanya.
“Bagaimana liburan Mommy,apa ada sesuatu yang menyenangkan yang Mommy lakukan di sana?”
Berbagai pertanyaan keluar dari bibir mungil Queen,membuat ketiganya menggeleng kecil,dengan tingkah lucu Queen yang menggemaskan.Lily hanya menjawab beberapa hal yang menurutnya perlu dijawab,selebihnya Lily hanya tersenyum menanggapi putri kesayangannya.
“Hentikan ocehan mu Queen,Mommy leleh mendengarnya.Mommy bingung harus menjawab pertanyaan mu yang mana,karena sejak tadi kau tidak memberikan Mommy kesempatan untuk bicara!”
“Kata siapa,buktinya Mommy bicara dan menyahut.telinga kak Bian saja yang sedang bermasalah!”
Ketiganya tertawa mendengar ucapan Queen,Lily meraup tubuh Queen kedalam gendongannya dan membawanya masuk kedalam rumah.sementara sindiran-sindiran yang BIan berikan padanya,tidak mempan sama sekali.semakin membuat Queen meledek sang kakak,yang berada di belakangnya bersama sang Daddy.
Makan malam tiba semua anggota keluarga berkumpul,kecuali sepasang pengantin baru yang masih menikmati liburan mereka.seperti biasa Lily akan melayani kedua anak serta suaminya,setelah makan malam para lelaki akan mencari tempat untuk bicara dan saling bertukar pikiran.sementara para wanita akan memilih berkumpul diruang tamu,bersama anak-anak.seprti halnya yang dilakukan Lily bersama sang ibu,serta kedua anak-anaknya,terlihat Bian dengan sabar mengajari adiknya berhitung.melihat Bian, Lily teringat akan sosok Billy yang membuat matanya secara tiba-tiba berkaca-kaca.sekilas Bian melirik sang Mommy yang dengan cepat mengalihkan matanya,agar tidak terlihat oleh dirinya maupun sang Nenek.
Apakah ada sesuatu yang terjadi sewaktu Mommy liburan,bukannya senang Mommy terlihat sedih.mungkin aku harus bertanya pada Mommy setelah ini,,
Setelah satu jam berkumpul bersama sang ibu,Lily berpamitan ke kamarnya untuk beristirahat.kadua anaknya mengikuti langkah Lily menuju kamar,dengan langkah cepat Queen berlari dan melemparkan dirinya ke ranjang.malam ini kedua anaknya, memutuskan tidur bersama kedua orang Tuanya.
“Aku masih seorang putri kecil dimata Mommy,tidak sepertimu yang sudah tua!”
“Sudah,sekarang ayo sikat gigi dan ganti pakaian kalian dengan baju tidur!”
“Ok Mommy!”
Jawab keduanya serempak,dan berlari ke kamar mandi secara bersamaan.beberapa menit kemudian keduanya sudah keluar, dengan piyama masing-masing yang melekat ditubuh mereka.keduanya naik keatas ranjang menunggu sang Mommy melakukan ritualnya,sebelum tidur.Lily merangkak naik ke atas ranjang dan berada di tengah-tengah putra dan putrinya,sebuah buku dongeng Queen letakan di pangkuannya.
“Mommy bisakah malam ini kami mendengar cerita tentang liburan Mommy,serta apa yang membuat Mommy bersedih?”
Deg,Lily terpaku mendengar ucapan Bian.buku dongeng yang tadinya sudah ia buka,Lily tutup kembali dan menatap Bian dengan heran.bagaiamana bisa putranya sangat peka,dan menyadari apa yang dirinya rasakan malam ini.smentara Queen hanya diam,dan menatap keduanya secara bergantian.
“Tidak ada yang terjadi sayang,liburan Mommy sangat menyenagkan.Mommy tinggal di sebuah Villa,dan perkebunan anggur yang luas,Mommy sangat menikmati liburan Mommy di sana!”
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan bocah pemalu yang Queen lihat kemarin Mommy,dimana bocah itu sekarang dan apa yang dia lakukan!”
“Dia tentu saja bersama neneknya sayang,dan sebentar lagi dia akan sekolah!”
Melihat raut wajah sang Mommy yang tiba-tiba berubah,Bian menarik tangan halus yang selalu mengelus dan memberinya kehangatan itu.Bian tersenyum seraya menatap mata indah,yang sarat akan kesedihan itu.
“Bisakah Mommy jujur kepada Bian,apa yang terjadi disana.Mommy seperti kehilangan sesuatu,apakah terjadi sesuatu pada anak yang bernama Billy itu?”
“Tidak sayang!”
Lily mendesah pelan,menatap mata indah Bian yang memberinya keberanian untuk bicara dengan jujur,kepada kedua anaknya.
“Billy adalah anak yatim yang hanya tinggal bersama sang Nenek,sejak dia berusia 2thn.dia tidak pernah merasakan kasih sayang kedua orang tua,ataupun mengenal kedua orang tuanya.yang dia miliki hanyalah sebuah Foto tentang kedua orang tuanya,bukan kenangannya!”
“Mommy dan Daddy sangat menyukainya,bahkan ingin mengadopsinya sebagai saudara kalian.namun kami tidak boleh egois terhadap Neneknya,karena satu-satunya keluarga yang dimiliki Billy adalah Neneknya.karena itu Mommy dan Daddy,memutuskan menyekolahkannya agar dia mendapat pendidikan yang lebih baik.
“Jadi apa menurut kak Bian,Mommy ini egois?”
Bian tersenyum dan mengelus kedua pipi Lily dengan sayang,serta memberikan kecupan kecil di kedua pipi tersebut.
“Apa yang Mommy lakukan benar,Mommy adalah ibu terbaik yang Bian miliki.bahkan beberapa teman Bian sangat iri ,karena Bian memiliki Mommy terhebat di dunia.benar kan Queen,Mommy kita adalah ibu terhebat di dunia!”
“Tentu saja,Queen juga menyukai bocah itu.dia manis,dia lebih tampan dari kak Bian Mom!”
Wajah Bian langsung mendengus kesal mendengar ucapan Queen,yang mengatai dirinya kalah tampan dengan Billy.perasaan Lily langsung tenang karena sudah menceritakan hal yang menjanggal hatinya,kedua anaknya sangat rendah hati,membuatnya semakin bangga akan keduanya.
“Ajaklah dia kemari sesekali Mom,kita perlu saling mengenal.jika dia layak menjadi saudara serta temanku,aku akan menerimanya dengan senang hati!”
“Terimakasih sayang,kau putra terbaik Mommy!”
Lily memeluk kedua anaknya,membawanya dalam pelukan hangatnya.lelah bersenda gurau,ketiganya akhirnya tertidur karena kelelahan.Bara yang baru saja masuk kedalam kamarnya,sedikit terkejut melihat ranjangnya yang luas,penuh dengan kehadiran anak-anaknya.Bara tersenyum melihat ketiganya,untuk menyimpan momen tersebut Bara mengeluarkan ponselnya serta mengambil beberapa gambar mereka.
__ADS_1
Kalian adalah harta yang paling berharga bagiku,aku tidak akan samapi di titik ini tanpa adanya kalian.teriamaksih karena telah hadir dan menemani hari-hari Daddy,dan terimakasih karena telah menjadi seorang ibu yang begitu hebat,bagi anak-anak kita sayang,,Daddy mencintai kalian,,