
Matahari Pagi telah memancarkan sinarnya, Bara sudah bersiap berangkat ke kantor dengan stelannya. sementara Han telah menunggu dibawah, melihat sang putra menuruni tangga sang ibu memanggilnya untuk sarapan bersama. Bara yang tidak berselera, hanya mengatakan akan sarapan dikantor, tentu saja sang ayah heran selama ini sang putra tidak pernah melewatkan sarapannya dirumah,. Lain halnya dengan Nyonya Santika yang tersenyum penuh arti.
Dalam perjalanan Bara mengingat kejadian semalam, dia begitu penarasan dengan yang ia lihat. Bara memejamkan matanya, guna menghilangkan pikirannya yang kini tertuju pada sosok yang belum ia temui itu. Sehari sudah Bara lalui, dengan berbagai macam urusan dan masalah yang harus ia selesaikan. dan entah kenapa ia merasa harus cepat pulang hari ini. Di dalam ruangan pelayan, Nyonya Santika menemui Lila,dan memintanya membersihkan kamar putranya. Lila heran biasanya pelayan lain yang akan membersihkan, tapi kenapa sekarang dirinya. melihat keraguan diwajah polos itu, Nyonya Santika memberi alasan,jika pelayan yang biasanya membersihkan kamar putranya, sedang ia suruh membeli persediaan makanan.
Didalam kamar yang luas itu, Lila berdiri mematung. untuk pertama kalinya ia menginjakkan kaki dikamar anak majikannya, kamar yang luas dengan tempat tidur yang besar, sofa, dan peralatan elektronik lainnya. benar-benar kamar yang mewah pikirnya. Lila tak membuang waktunya, dengan cekatan ia membersihkan kamar Tuan Mudanya. ia menyedot debu dan mengganti seprei. kini hanya tersisa kamar mandi yang harus ia bersihkan, saat membuka pintu itu betapa takjubnya Lila akan dekorasi dan isinya. kamar mandi yang luas,mengalahkan kontrakannya dulu. bahkan luasnya setengah dari kontrakannya.Lila dengan telaten membersihkan ruangan tersebut sambil bersenandung.
Diluar rumah mewah tersebut, mobil Bara memasuki gerbang, setelah sampai tepat didepan pintu rumah,Bara segera turun dan masuk kedalam rumah tanpa menghiraukan sapaan pelayanan. Bara menaiki tangga menuju kamarnya, ia membuka pintu kamar, dan melempar tas kerjanya. ketika ia mulai membuka kancing kemejanya, ia mendengar sebuah suara dari dalam kamar mandi. Bara mendekatkan telinganya dipintu, ia mendengar suara seorang wanita, yang sedang bersenandung.dengan suara yang semakin jelas di dengar Bara, ia berfikir siapa wanita yang berani masuk ke kamarnya selain pelayannya. dengan hati-hati Bara membuka pintu, dilihatnya seorang gadis yang sedang membersihkan bak mandi sambil bersenandung, diperhatikannya gadis kecil itu. kulit putih bersih, rambut hitam yang berkilau dari belakang. karena rasa penasaran ingin melihat wajah sang gadis, Bara melangkahkan kakinya mendekati Lila,yang belum sadar akan kedatangan seseorang. Lila bangkit dari jongkoknya, bermaksud pindah kebagian bak mandi yang belum digosok nya. alangkah terkejut dirinya mendapati seorang Pria tinggi, nan tampan kini berdiri tepat di hadapannya. karena kaget Lila sontak mundur kebelakang,dan terpeleset karena air sabun, Bara yang berniat menangkap tubuh Lila ikut terjatuh,sejenak mata mereka saling memandang. Bara tidak berkedip, melihat wajah manis sang gadis, berbeda dengan Lila, mendapatkan tatapan seperti itu, ia menjadi risih dan malu apalagi melihat posisi mereka terjatuh saat ini,sungguh adegan yang romantis. Untuk menghilangkan rasa canggung diantara mereka Lila membuka suara.
"Maaf Tuan siapa?,ucap Lila sopan, yang tidak mendapatkan respon atau jawaban dari Bara.Lila berfikir apakah pria dihadapannya ini, pemilik kamar ini?
"Maaf sebelumnya,saya sedang membersihkan kamar Tuan Muda!,ucap Lila sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Lalu kau siapa,aku baru melihatmu?, bukannya menjawab pertanyaan Lila, Bara malah balik bertanya.
"Sa.. Ya... Lila Tuan pelayan baru!, ucap Lila sedikit gugup, mendapat tatapan tajam dari pria dihadapannya kini.
" Pelayan Baru?,, ucap Bara sambil menaikan sebelah alisnya.
"Iya Tuan,saya baru kerja hampir dua bulan disini!,, Jawab Lila yang masih menunduk dan tidak berani mengangkat kepalanya.
" Aku tidak bicara, dengan seorang patung kan?,,ucap Bara yang mulai kesal, karena Lila terus menundukkan kepalanya.aku belum puas melihat wajahmu itu bodoh, ucap Bara dalam hati.
"Iya...Tuan Muda!, Lila kemudian memberanikan diri mengangkat kepalanya, dan menatap balik si Tuan Muda. Bara yang melihat mata indah, dan hidung mancung itu seketika membeku, darahnya berdesir hebat. Bara berdehem,mengalihkan debar jantungnya saat ditatap balik oleh Lila.
__ADS_1
" Lanjutkan pekerjaanmu!, ucap Bara menghilangkan suasana canggung diantara mereka.
"Baik Tuan Muda!,, tanpa menunggu lebih lama lagi, Lila mengerjakan sisa pekerjaannya dengan cepat.
" Hufff",,hampir saja aku membuat kesalahan, apakah dia akan memecat ku, karena telah membuatnya terpeleset,rancau Lila didalam hati.
Bara keluar dari kamarnya, dengan wajah sedikit memerah dan dengan debaran jantung yang menggila, hanya karena ditatap oleh Lila. Sialan ada apa dengan jantungnya, yang berdetak lebih cepat dari biasanya. ia berfikir bahwa ia perlu memeriksakan kesehatan jantungnya. Setelah selesai dengan tugasnya, Lila cepat-cepat meninggalkan kamar Tuan muda menuju ruang pelayan.
Ditaman kini duduklah Bara,sambil menikmati hamparan bunga yang memanjakan matanya. taman yang dirawat dengan baik itu,membuat hati siapa saja menjadi tenang saat melihatnya. Dari kejauhan, Bara melihat seorang gadis datang dengan membawa sebuah keranjang, Bara tentu tau kalau gadis itu akan memetik bunga. Bukan hal itu yang mengganggu Bara, tapi suara Lila, gadis itu menyiram tanaman dan bunga-bunga sambil bersenandung, suara Lila yang merdu menghipnotis Bara, yang seakan meminta menutup matanya. dan entah kenapa Bara jadi terlelap. Hari sudah malam,Bara terjaga dari tidurnya ditatapnya sekelilingnya,sudah malam hari, ia bangun dan masuk ke dalam rumah.
Bara duduk di tepi ranjangnya, ia tak pernah merasakan hal ini sebelumnya. kenapa ia bisa tertidur lelap, saat mendengar gadis itu bernyanyi?, apakah dia begitu kelelahan, sehingga tanpa sadar ia tertidur. Bara tak bisa berfikir, ia mengusap wajahnya, dan menuju kamar mandi ia ingin mengguyur tubuhnya dengan air hangat, agar pikirnya kembali tenang.
__ADS_1