
Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam ,Di Bandara tepatnya diruang tunggu.Bara begitu kesal,entah kenapa hujan deras disertai angin itu turun begitu deras, hingga membuat keberangkatannya ditunda untuk waktu yang tidak bisa dipastikan.Bara begitu gelisah ia telah menahan kerinduan kepada Lila,yang hampir Tiga minggu ini tak dilihatnya.
“Seharusnya kau memberi dia Handphone Han,jadi kita bisa menelponnya kapan saja,kenapa kau bodoh sekali!!,Han yang mendapat amarah dan umpatan hanya mengangkat sebelah alisnya,ia tidak percaya Bara bisa bicara seperti itu padanya,dan benar kenapa ia tidak membelikan Lila Handphone,agar mereka bisa berkomunikasi pikirnya.
“Nanti setelah sampai,aku akan membelikannya Handphone!, ucap Han acuh tanpa menatap Bara.
“Tidak perlu,aku yang akan membelikannya,Dasar Kakak tidak berguna!, umpat Bara kesal, yang membuat Han menatapnya tak suka.
Han melemparkan bantal, kearah Bara yang tepat mengenai kepalanya.
“Aku tidak berfikir sampai kesitu,aku pikir ada ibu yang selalu bersamannya!, bela Han pada dirinya.
“Dasar Kakak Bodoh!, ucap Bara yang masih kesal.
__ADS_1
“Hei sekali lagi kau mengatai ku bodoh, jangan pernah mencoba mendekatinya,meski kau Bos sekalipun!,,Bara melotot kan matanya, dan melempar kembali bantal yang tadi mengenai kepalanya,yang ditangkap oleh Han dengan Tawa lepasnya. ia sangat suka menggoda Bara sekarang,entah karena sekarang Bara terlihat seperti ABG yang sedang kasmaran.
“Sadar dengan usiamu Bar,kau bukan anak kemarin sore yang baru mengenal cinta bukan?, ucap Han mulai menggoda Bara.
“Apa yang kau tau tentang Cinta,dari lahir sampai sekarang kau Jomblo Tua!, ucap Bara ketus.
“Hei aku punya cinta pertama!,teriak Han yang tak terima akan ucapan Bara.Bara yang mendengar pengakuan Han,bingung karena selama ia bersama Han,belum pernah ia melihat Han bersama wanita selain dirinya.karena mereka seperti perangko yang selalu bersama.
“Aku tidak tau kalau kau punya cinta pertama,katakan padaku siapa?,ucap Bara dengan tatapan yang teramat serius,yang dipandang hanya tersenyum menahan tawa.
“Sialan kau Han!, maki Bara yang terlihat begitu kesal, namun di menit kemudian mereka tertawa bersama. Dua Jam berlalu,kini hujan telah berhenti mereka melanjutkan penerbangan menuju kota tujuan.hampir satu jam berada di udara,kini mereka telah sampai dengan selamat di kota tujuan,mobil yang menjemput mereka sudah siap siaga menanti kedatangan sang Tuan Muda. Bara meminta segera di antar ke rumah Utama, ia sudah tidak sabar melihat wajah gadisnya,apa dia sudah tidur?, sekarang sudah beranjak tengah malam pikirnya.Bara menghembuskan nafasnya, mencoba meredamkan rasa kesalnya.Han yang melirik Bara sekilas hanya menggelengkan kepala,begitu kah rasanya jatuh cinta?, orang yang jenius,dan dingin seperti Bara sekalipun tampak bodoh dibuatnya pikir Han sambil tersenyum.
Tepat pukul satu malam,mobil mereka memasuki gerbang rumah,Bara turun dengan malasnya ia pikir kalau gadisnya mungkin saja sudah tertidur.
__ADS_1
“Istirahatlah Bar,temui dia besok!, ucap Han menggoda, membuat suasana hati Bara menjadi buruk.
“ Berisik!!,ucap Bara menatap Han, dengan wajah kesalnya.dan meninggalkan Han.
“Hahahaha,,,Tahan rindumu sampai besok!,,teriak Han yang sama sekali tak di hiraukannya. Bara melangkahkan kakinya memasuki rumah yang sudah sepi ,ia begitu ingin menemui Lila tapi tidak mungkin pikirnya.Bara melangkahkan kakinya menuju dapur, ia ingin meminum segelas air dingin untuk mendinginkan kepala dan hatinya yang sedang kesal.entah suatu keberuntungan untuk Bara, atau mereka memang mereka berjodoh.Di dalam dapur terlihat Lila, sedang berdiri membelakangi Bara entah apa yang ia lakukan tengah malam begini. dengan perlahan Bara mendekati Lila,hingga sebuah pelukan hangat dan penuh kerinduan ia berikan untuk Lila.merasakan sebuah tangan memeluk perutnya erat,sesat Lila terkejut dan ingin berbalik. namun saat mengetahui pemilik tangan hangat,dan bau parfum yang begitu familiar itu adalah orang yang begitu ia rindukan,Lila diam dan tersenyum.
“Anda sudah kembali?,ucap Lila lembut,merasa sang Tuan tidak merespon Lila berfikir,apakah yang memeluknya sekarang bukan Tuan Mudanya?.Lila ingin berbalik, namun sebuah suara yang begitu ia rindukan terdengar di telinganya.
“Aku merindukanmu, apakah kau tidak merasakannya?,Lila begitu Malu mendengar pengakuan Bara,kini pipinya sudah merona karena ucapan sang Tuan Muda. Bara membalikan tubuh Lila,dan menatap wajah sang gadis dengan penuh kerinduan.Lila bisa melihat hal itu dimata Bara,Perasaan Cinta dan rindu yang begitu tulus untuknya.
Melihat tingkah malu-malu Lila dengan pipi merona,membuat Ia terlihat semakin manis dimata Bara.'aku bisa sakit gula kalau begini terus rutuk Bara dalam hati.Bara mengangkat Tengkuk Lila kemudian mengecupnya singkat,mata mereka saling beradu,mata yang penuh kerinduan yang mengisyaratkan perasaan mereka.Bara mencium kembali bibir Lila,ciuman yang penuh kerinduan bukan ciuman hasrat atau nafsu. Bara melepaskan ciuman yang enggan untuk ia sudahi.
Masih ditempat yang sama Bara memeluk Lila posesif,seakan enggan melepaskan Lila dari pelukannya.malam itu Bara benar-benar mencurahkan kerinduannya dalam sebuah pelukan.
__ADS_1